Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Evaluasi Efektivitas Program Rehabilitasi Cedera Olahraga pada Atlet Hockey Outdoor Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu; Luthsyah Pranayuda; Bonarta Sinaga; Nisa Aprianti Sitepu; Egy Ali Prajabatan Lubis; Tony Blair Simbolon
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5717

Abstract

Cedera olahraga merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh atlet, termasuk dalam cabang olahraga hockey outdoor. Cedera dapat berdampak pada performa atlet dan menghambat partisipasi dalam kompetisi. Oleh karena itu, program rehabilitasi yang efektif menjadi faktor kunci dalam pemulihan optimal dan pencegahan cedera ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai program rehabilitasi cedera olahraga bagi atlet hockey outdoor melalui pendekatan studi literatur.Metode rehabilitasi yang umum digunakan meliputi terapi fisik, elektroterapi, terapi manual, rehabilitasi berbasis proprioseptif, serta terapi dengan teknologi modern seperti virtual reality. Hasil studi menunjukkan bahwa program rehabilitasi yang melibatkan pendekatan multidisiplin, termasuk dukungan fisioterapis, dokter olahraga, dan pelatih, memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mempercepat pemulihan atlet. Selain itu, rehabilitasi yang mengintegrasikan latihan proprioseptif dan stabilisasi inti terbukti mengurangi risiko cedera ulang secara signifikan. Evaluasi efektivitas program rehabilitasi didasarkan pada kecepatan pemulihan, pencegahan cedera ulang, serta peningkatan performa atlet pasca rehabilitasi. Faktor psikologis juga berperan penting dalam keberhasilan pemulihan, di mana atlet yang mendapatkan dukungan mental cenderung memiliki tingkat kepatuhan rehabilitasi yang lebih baik. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam program rehabilitasi atlet hockey outdoor, yang mencakup aspek fisik, mental, dan teknologi rehabilitasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi olahraga dalam mengembangkan strategi rehabilitasi yang lebih efektif dan berbasis bukti.
Strategi Pencegahan dan Penanganan Sports Injuries (Cedera Olahraga) pada Pergelangan Tangan Pemain Bola Voli Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5673

Abstract

Cedera olahraga (sports injuries) merupakan tantangan utama dalam dunia olahraga, termasuk dalam cabang bola voli. Salah satu cedera yang sering dialami pemain bola voli adalah cedera pergelangan tangan, yang dapat disebabkan oleh gerakan berulang, benturan saat memblokir atau spiking, serta teknik bermain yang kurang tepat. Penelitian ini, dibimbing oleh  bapak Andes Martua Harahap, S.Pd., M.Pd., dan Nimrot Manalu, M.Kes., bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cedera tangan serta mengidentifikasi strategi pencegahan dan penanganan yang paling efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, artikel medis, serta laporan dari organisasi olahraga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan cedera dapat dilakukan melalui pemanasan yang optimal, penerapan teknik bermain yang benar, serta latihan penguatan otot pergelangan tangan. Sementara itu, penanganan cedera dapat dilakukan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), terapi fisik, serta dalam beberapa kasus, intervensi medis lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi atlet, pelatih, serta tenaga medis dalam mencegah dan menangani cedera tangan agar pemain dapat mempertahankan performa optimalnya dalam panjang dan tetap berpartisipasi dalam pertandingan tanpa mengalami gangguan akibat cedera yang berulang.
Efek Fisiologis Doping Terhadap Kesehatan Atlet: Sebuah Tinjauan Sistematis Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu; Sheren Natahsya; Agrha Affandi Lubis; Ananda Aprilovia Syaharani; Yoel Saputra Rumahorbo
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5718

Abstract

Doping dalam olahraga telah menjadi isu yang kompleks dan kontroversial selama beberapa dekade. Meskipun berbagai regulasi anti-doping telah diterapkan, penggunaan zat peningkat performa masih sering ditemukan di kalangan atlet. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efek fisiologis doping terhadap kesehatan atlet dengan menganalisis berbagai penelitian yang telah dilakukan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan doping dapat berdampak negatif pada sistem kardiovaskular, hormonal, saraf, metabolisme, imun, dan psikologis. Eritropoietin (EPO) dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan jantung, sementara steroid anabolik berkontribusi terhadap gangguan hormon dan infertilitas. Penggunaan stimulan seperti amfetamin dikaitkan dengan peningkatan kecemasan dan insomnia, sedangkan hormon pertumbuhan manusia (HGH) berisiko menyebabkan resistensi insulin dan gangguan metabolisme. Selain itu, penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang dapat menekan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi. Dampak negatif doping ini dapat bersifat jangka panjang dan bahkan permanen, sehingga diperlukan upaya pengawasan, edukasi, serta penguatan kebijakan anti-doping untuk melindungi kesehatan atlet dan menjaga integritas olahraga.
Doping di Kalangan Atlet Muda: Tren, Faktor Risiko, dan Upaya Pencegahan Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu; Alifian Dwi Putra Situmorang; Dear Kevin Saragih; Ivan Reano Panjaitan; Muhammad Farhan Tumanggor; Rosima Simbolon; Dinan Xaverio Deodatus
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5648

Abstract

Doping merupakan salah satu permasalahan utama dalam dunia olahraga, terutama di kalangan atlet muda yang tengah berada dalam puncak perkembangan fisik dan mental. Studi ini bertujuan untuk mengkaji tren doping, faktor risiko, serta upaya pencegahan yang telah diterapkan di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik, kebijakan anti-doping, serta studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan doping di kalangan atlet muda terus meningkat akibat tekanan kompetitif, kurangnya edukasi, serta pengaruh dari lingkungan sosial. Dampak dari penggunaan doping sangat serius, mencakup gangguan kesehatan fisik, mental, serta potensi kerusakan karier atlet. Beberapa strategi pencegahan telah diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini, seperti edukasi anti-doping sejak dini, regulasi yang lebih ketat, serta pengawasan menggunakan teknologi canggih. Studi menunjukkan bahwa pendekatan multidimensional yang menggabungkan pendidikan, regulasi, serta dukungan psikologis dapat mengurangi angka penggunaan doping secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara lembaga olahraga, pemerintah, serta komunitas untuk menciptakan lingkungan olahraga yang bersih dan bebas dari doping. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan generasi atlet muda dapat berkembang dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kesehatan.
Injuries Among Sepak Takraw Players: The Relationship Between Training Patterns, Rest Duration, and Injury Severity Nimrot Manalu; Miftahul Ihsan; Andes Martua Harahap; Mona Benedikta Ambarita; Dani Sembiring; Joison Situmorang; Ariska Br Sitepu; Bastian Lubis; Dodi Simanjuntak; Leo Renhard Purba
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 2 No. 03 (2025): November Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v2i03.35

Abstract

Objectives: Sepak takraw is a traditional Southeast Asian sport that combines elements of soccer and volleyball, requiring high levels of flexibility, agility, and coordination. Despite its growing popularity, limited research exists on injury patterns and their relationship with training variables among sepak takraw players. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 210 sepak takraw players from seven clubs in Medan City, Indonesia. Data were collected through structured questionnaires and injury assessment forms over a 12-month period. Training patterns, rest duration, and injury severity were analyzed using quantitative methods. Results: The study revealed that 68.5% of participants experienced at least one injury during the observation period. Lower extremity injuries were most common (72.3%), followed by upper extremity injuries (18.9%). Players with inadequate rest periods (<48 hours between intensive training sessions) showed significantly higher injury rates (p<0.001). Training frequency exceeding 5 sessions per week was associated with increased injury severity (OR=2.34, 95% CI: 1.45-3.78). Conclusion: Training patterns and rest duration significantly influence injury occurrence and severity in sepak takraw players. Implementing structured rest periods and optimized training schedules may reduce injury risk and enhance player safety.
Pendampingan Penyusunan Program Latihan Mental Melalui Unifikasi Program Training pada Pelatih National Paralympic Committee (NPC) Kota Medan Doris Apriani Ritonga; Argubi Silwan; Andes Martua Harahap; Manotar Sinaga; Hardodi Sihombing
Jurnal Pengabdian Keolahragaan dan Sains Vol 2 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEOLAHRGAAN DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan mental merupakan komponen kunci performa atlet, khususnya bagi atlet penyandang disabilitas yang menghadapi tekanan kompetisi sekaligus tantangan psikososial. Namun demikian, pelatih di National Paralympic Committee (NPC) Kota Medan belum secara sistematis menyusun program latihan mental maupun mengintegrasikannya ke dalam jadwal latihan rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pelatih dalam menyusun program latihan mental terunifikasi melalui workshop pelatihan, pendampingan lapangan, dan instrumen evaluasi. Metode pelaksanaan terdiri atas enam tahapan: sosialisasi, analisis kebutuhan, workshop latihan mental, penyusunan program terunifikasi, pendampingan implementasi lapangan, dan penyusunan strategi keberlanjutan. Kegiatan dihadiri 13 pelatih aktif pada tanggal 14 Maret 2026. Hasil menunjukkan bahwa 84,6% pelatih mengalami peningkatan pengetahuan konsep latihan mental secara signifikan dan 84,6% mampu menyusun program latihan terunifikasi yang terstruktur. Modul latihan mental terunifikasi yang dihasilkan mencakup teknik relaksasi, visualisasi, goal setting, dan self-talk. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi pelatih serta menghasilkan panduan latihan mental praktis bagi pelatih NPC Kota Medan.
Physical Literacy and Health Education: A Systematic Review of Educational Outcomes Andes Martua Harahap; Bintang Nurilla Panjaitan; Santa Nunut Hutasoit; Nazmi Ahmad Amin Sinambela
IGI Active Living and Health Insight Vol. 1 No. 02 (2026): June Issue: IGI Active Living and Health Insight
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/Activein.v1i02.09

Abstract

Purpose: This systematic review examines the relationship between physical literacy (PL) and health education, with a focus on the educational outcomes generated by school-based interventions targeting students from primary through secondary levels. It aims to synthesise evidence on how PL-oriented programmes influence physical, cognitive, affective, and social dimensions of student development. Materials and Methods: Following PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines, five electronic databases were systematically searched: Dimensions, Scopus, Web of Science, PubMed/MEDLINE, and ERIC. Search terms combined 'physical literacy,' 'health education,' 'physical education,' 'educational outcomes,' 'learning outcomes,' and related population terms (student*, school*, adolescen*, youth). Publications were limited to 2022–2026. Independent reviewers screened and extracted data; quality was assessed using adapted ROBIS and GRADE frameworks. Results: From 1,889 records identified, 38 studies met inclusion criteria. Holistic PL interventions demonstrated consistent positive effects on the physical domain (motor competence, physical activity participation) and moderate effects on affective outcomes (self-efficacy, motivation, enjoyment). Cognitive and social outcomes showed mixed evidence. Teacher competency, implementation quality, and policy alignment emerged as critical moderating factors. Significant heterogeneity was noted across study designs, PL assessment instruments, and reported outcomes. Conclusions: Physical literacy interventions within health education contexts offer measurable benefits across several educational outcome domains, particularly for physical competence and affective development. Future research must prioritise standardised PL assessment, longitudinal designs, and equitable implementation frameworks to advance the evidence base and inform national policy.
The Effectiveness of Caffeine Consumption on Cardiorespiratory Endurance Capacity, Motor Function, and Skill Performance of Athletes: A Secondary Data Analysis Study (Meta-Analysis) Ibrahim Sembiring; Imam Fauzi Telaumbanua; Nasrulloh H arahap; Azizun Almauzaki Siregar; Aditya Rianda Harahap; Andes Martua Harahap
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10 No 3 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/s9qy1z62

Abstract

Cardiorespiratory capacity and motor efficiency are crucial for athlete performance under extreme fatigue. This descriptive quantitative meta-analysis aims to analyze the effectiveness of caffeine as an ergogenic aid on physical and psychomotor performance. Secondary data were drawn from five reputable scientific literatures with controlled experimental designs in badminton, soccer, hockey, karate, and cognitive function. The synthesis of results shows that caffeine significantly increases aerobic endurance ($p < 0.05), maintains skill stability under fatigue, and improves accuracy and reaction time. Neurophysiologically, caffeine blocks adenosine receptors in the central nervous system to delay the perception of fatigue and stimulates calcium release in the sarcoplasmic reticulum to strengthen muscle contractions. An optimal dose of 3–6 mg/kg body weight consumed 45–60 minutes before activity has been shown to be valid, legal, and effective in delaying central/peripheral fatigue and boosting performance by 2–3%. Further research is needed to examine the variability in individual responses based on genetics and caffeine habituation.
Peningkatan Kecepatan Dan Kelincahan Atlet Lari Sprint Melalui Latihan Kekuatan Otot Tungkai: Sebuah Studi Quasi-Experimental Hardodi Sihombing; Rinaldi Aditya; Andes Martua Harahap; Nurkholilah Harahap; Rahmi Aulia
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i2.6242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan atlet lari sprint. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experimental) melalui desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet lari sprint yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Vertical Jump Test untuk mengukur kekuatan otot tungkai, tes sprint 30 meter untuk mengukur kecepatan, dan Illinois Agility Test untuk mengukur kelincahan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Paired Sample t-Test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan otot tungkai meningkat dari 43,27 ± 4,85 cm menjadi 49,63 ± 4,52 cm, rata-rata waktu sprint 30 meter menurun dari 4,98 ± 0,26 detik menjadi 4,71 ± 0,23 detik, dan rata-rata waktu Illinois Agility Test menurun dari 17,84 ± 0,94 detik menjadi 16,92 ± 0,81 detik. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari latihan kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan atlet lari sprint. Dengan demikian, latihan kekuatan otot tungkai dapat dijadikan sebagai salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan performa fisik atlet, khususnya pada aspek kecepatan dan kelincahan dalam cabang olahraga lari sprint.
Co-Authors Adiba, Naila Mujra Aditya Rianda Harahap Agrha Affandi Lubis Aisha Aulia Alifian Dwi Putra Situmorang Amin, Farhan Ananda Aprilovia Syaharani Andre Pandapotan Girsang Anggiat Romualdo Argubi Silwan Ariska Br Sitepu Ariska Br Sitepu Asty, Windy Azizun Almauzaki Siregar Barasa, Triboy Bastian Lubis Bastian Lubis Bintang Nurilla Panjaitan Bonarta Sinaga Crisvo Novebrianto Sembiring Dalimunthe, Muhammad Yusuf Alrosyid Dani Sembiring Dani Sembiring Dear Kevin Saragih Dinan Xaverio Deodatus Dodi Simanjuntak Dodi Simanjuntak Doris Apriani Ritonga Ebenezer Sinulingga Egy Ali Prajabatan Lubis Febriansyah, Wahyu Fypi Aldena Br Ginting Gea, Fitman Syukur Ginting, Billy Elfando Ginting, Jody Marco Bramista Ginting, Ody Alfonsius Habeahan, Nigel Agassi Harahap, Nur Kholilah Harefa, Juni Didik Hartaman Hariadi . Hizkia Kaesar Agustinus Marpaung Hulu, Mikhael Fernando Hutapea, Ravael Morales Ilham Pratama Siregar Imam Fauzi Telaumbanua Imran Akhmad Irwan Sigalingging Ivan Reano Panjaitan Jafanika, Amelia Janrico Simalango Jesica, Maria Joison Situmorang Joison Situmorang Josua Tarihoran Juan Rahul Fernando Saragih Khalik Alamsyah Leo Renhard Purba Leo Renhard Purba Limbong, Ridho Syaputra Luthsyah Pranayuda Maharani, Ananda Puan Malau, Brian Hugo R.S. Manalu, Nimrot Manik, Pande Raja Manotar Sinaga Manullang, Timothy Exaudi Marpaung, Mhd. Fiqri Azhari Miftahul Ihsan Miftahul Ihsan Miftahul Ihsan Miftahul Ihsan Milala, Putri Amanda Br Mona Benedikta Ambarita Mona Benedikta Ambarita Morales, Erick Muhammad Farhan Tumanggor Nasrulloh H arahap Nasution, Ilham Luthfi Avicenna Nasution, Nurul Rafiani Anggur Nasution, Rahmad Royhan Nazmi Ahmad Amin Sinambela Nimrot Manalu Nimrot Manalu Nimrot Manalu Nimrot Manalu Nimrot Manalu Nisa Aprianti Sitepu Nurkholilah Harahap Nurul Al Faiz Muchtar Nurul Arofah P, Mhd Shafwan Raihan Pakpahan, Abraham Rinaldi Pandia, Mabireta S Panjaitan, Chandra Daniel T Rahmi Aulia Rahmi Aulia Raja Ferdinan Aritonang Ramadhini, Suci Dwi Rinaldi Aditya Rivaldi, Deo Rizky Pratama Putra Roderick Jonathan Napitupulu Roma Doni Siregar Rosima Simbolon Santa Nunut Hutasoit Santa Nunut Hutasoit Saragih, Sonindo Manja Perdana Sembiring, Ibrahim Sembiring, Niko Sheren Natahsya Sianturi, Richky Febrian Sibuea, Yandre Sihombing, Hardodi Sijabat, Muhammad Rafiqi Najib Sijabat, Rini Kristiani Simangunsong, Alexander Bornok Simanjuntak, Diaz Gabriel Simanjuntak, Wilson Tagor Simbolon, Imanuel Johanes P Sinaga, Andika Mikael Sirait, Brian Jonatan Sitanggang, Sabarita Oktavia Sitanggang, Samuel Sitepu, Erika Laura Susanti Br Siti Aisyah Lubis, Siti Aisyah Sitorus, Tary aprilyani Susan Kladia Sianturi Tarigan, Primanson Telaumbanua, Vicsal Wiarto Tony Blair Simbolon Wahyu, Adli Yoel Saputra Rumahorbo Yogi Agita Peranginangin Yolanda, Natasya Yosep Vieri Manurung