Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI JAMUR TIRAM DAN JAMUR KUPING PADA KLASTER UMKM BUDIDAYA JAMUR DI KABUPATEN SUKOHARJO Arista, Aziz Pungky; Widadie, Fanny; Kusanandar, Kusnandar
Jurnal Agristan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i1.10108

Abstract

Produksi jamur Indonesia mencapai 63,16 ton pada tahun 2022 dengan salah satu produksi terbesar berada di Jawa Tengah. Kabupaten Sukoharjo menjadikan jamur sebagai salah satu usahatani budidaya khususnya pada budidaya jamur tiram dan jamur kuping. Metode dasar penelitian ini menggunakan deskriptif dan analitis. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kabupaten Sukoharjo. Metode penentuan sampel dilakukan dengan sensus sampling dengan sampel yang diambil masing-masing 30 petani di Kabupaten Sukoharjo. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu rata-rata biaya total pada usahatani jamur tiram dan jamur kuping adalah sebesar Rp 3.465.303 danr Rp 3.580.136. Rata-rata penerimaan jamur tiram dan jamur kuping adalah sebesar Rp 4.613.878 dan Rp 6.526.150. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usahatani jamur tiram dan jamur kuping adalah Rp Rp 1.148.575 Rp 2.946.013. Rata-rata efisiensi usahatani jamur tiram adalah 1,33 dan jamur kuping adalah 1,82 yang berarti keduanya telah efisien. Hasil independent sample t-test menunjukkan nilai sig (2-tailed) 0,05 pada kategori biaya sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai sig (2-tailed) 0,05 pada penerimaan, keuntungan dan efisiensi sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua usahatani. Analisis mann-whitney menunjukkan bahwa ancaman risiko usahatani jamur tiram dan jamur kuping memiliki nilai Asymp sig (2-tailed)  0,05 sehingga tidak berbeda secara signifikan.
Strategies for Improving Banana Agroindustry Performance at Minions Winner MSMEs: A Balanced Scorecard Approach Indra Bagaskara; Fanny Widadie; Minar Ferichani
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 10, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v10i2.27809

Abstract

Micro, small and medium enterprises are experiencing rapid development. MSMEs need to measure performance to determine business conditions and increase competitive advantage. Minions Winner MSME is a banana chip agro-industry business that has development potential. This study aims to determine the business performance of UMKM Minions Winner based on the balanced scorecard perspective and determine the business improvement strategy plan for UMKM Minions Winner. The research was conducted at MSME Minions Winner in Karanganyar Regency, Central Java using the basic descriptive method. The data sources of this research are primary data and secondary data. Analysis of research data using the balanced scorecard method. The results showed that the performance of Minions Winner MSMEs had a score of 88.5% in the good category. The financial, customer, and learning and growth perspectives achieved good performance, while the internal business process perspective was in the poor category. Indicators that are still lacking are customer acquisition, innovation level, and damaged products. Strategic recommendations suggested for improving the performance of Minions Winner MSMEs focus on internal business process perspectives and customer perspectives, including digital marketing, consignment, expansion of marketing areas, innovation of flavour variants, improvement of SOPs, elimination of job rolling systems, and monitoring. 
Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Edukasi Cuci Tangan dan Sikat Gigi Sejak Dini Doni Nova Abdul Jabar; Ridwan Ma’ruf; Faathimah Azzahrah; Fanny Widadie
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p280v750

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Namun, pemahaman anak-anak mengenai pentingnya mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak terhadap penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui edukasi cuci tangan dan sikat gigi sejak dini. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung oleh peserta. Kegiatan dilaksanakan di TK Pertiwi Genikan dengan sasaran siswa TK A dan TK B. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti kegiatan dan mampu mempraktikkan kembali langkah-langkah mencuci tangan serta menyikat gigi dengan benar. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman terkait pentingnya menjaga kebersihan diri. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini dapat menjadi salah satu upaya dalam menanamkan PHBS sejak dini.
Technical Efficiency Analysis of Shallot Farming in Magetan Regency, Indonesia Herni Kartikawati; Kusnandar Kusnandar; Fanny Widadie
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 6, ISSUE 2, 2025: JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v6i2.33590

Abstract

Technical efficiency is a crucial aspect of shallot production in Indonesia, yet comprehensive research analyzing the technical efficiency of shallot farmers in Magetan Regency remains limited. This study aims to measure the technical efficiency levels of shallot farming in Magetan Regency, identify the influencing factors, and provide relevant recommendations. This research contributes to the literature by providing the first comprehensive analysis of technical efficiency in Magetan Regency's unique highland-lowland agricultural context, offering evidence-based policy recommendations for sustainable shallot production intensification.The research method employed was a survey with a sample of 125 shallot farmers selected through a multistage random sampling technique. Data analysis utilized the Cobb-Douglas Stochastic Frontier production function with Maximum Likelihood Estimation (MLE), and technical efficiency was measured by comparing actual output to potential output. The results showed that the average technical efficiency of farmers reached 0.757, with 80% of farmers classified as efficient (≥ 0.7). Factors with a significant impact on production included the use of urea, labor, and seeds, which had a positive influence, while land area and organic fertilizer had a negative effect. These findings indicate inefficiencies in some production inputs, particularly in land management and the use of organic fertilizers. Optimizing fertilizer application, enhancing labor skills, and selecting quality seeds are strategic steps to improve technical efficiency. The findings have direct policy implications for agricultural extension programs, input subsidy allocation, and farmer training initiatives in Indonesia's shallot production centers.