Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah M. Zaenul Muttaqin; Ardiyanto Ardiyanto; Edy Wahyudi
POLITICO Vol 17, No 2 (2017): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v17i2.978

Abstract

Berkembangnya sejumlah kasus penebangan liar di kawasan hutan lindung membuat masyarakat Desa Aik Berik berinisiatif untuk menjaga kelestarian hutan bersama dengan pemerintah. Jangka waktu berlakunya program HKm selama 35 tahun, sementara aturan yang berlaku bagi aktor kebijakan atau stakeholder dalam program HKm mengalami banyak perubahan pada tataran organisasi.Lemahnya keterlibatan pihak-pihak bersangkutan dalam program HKm masih terkendala aturan kerjasama atau nota kesepahaman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah belum optimalnya lembaga yang terkait implementasi program HKm dan belum optimalnya faktor penunjang implementasi program program HKmTujuan dari penelitian ini untuk mengoptimalkan kinerja lembaga yang terkait implementasi program program HKm dan mengoptimalkan faktor penunjang implementasi program HKm.Objek penelitian adalah pihak yang terlibat dalam program HKm. Penetapan dan pemilihannya dilakukan secara purpossive sampling. Ditetapkan 4 orang responden dan informan kunci yang dijadikan pakar pada penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi untuk pengisian kueisioner (Analysis Hierarchy Process) AHP.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) merupakan lembaga yang perlu ditingkatkan perannya dalam implementasi Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah, Peraturan perundang-undangan merupakan faktor penunjang yang perlu ditingkatkan dalam implementasi Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah.Kata Kunci :Hutan Kemasyarakatan,  Kelembagaan, Faktor Penunjang Program, AHP
IMPLEMENTING COLLABORATIVE GOVERNANCE: COLLABORATION BETWEEN ACTORS IN ORGANIZING BANYUWANGI FESTIVAL Bagus Nuari Harmawan; M. Zaenul Muttaqin; Singgih Manggalou
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol 20 No 01 (2022): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.071 KB) | DOI: 10.30996/dia.v20i01.6044

Abstract

The Banyuwangi Festival is the flagship of Banyuwangi tourism on a national level. In addition, the presence of the Banyuwangi Festival also supports the growth of tourist visits to the Banyuwangi area. The success of the Banyuwangi Festival is inseparable from the presence of two significant events, namely the Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) and the Gandrung Sewu event. The success of organizing these two significant events cannot be separated from the multi-actor collaboration between the Banyuwangi local government and the private sector to culturalists. This article answers questions about the Collaborative Governance process in the Banyuwangi Festival Program, which consists of the BEC event with the Hybrid Culture theme and Gandrung Sewu with the Traditional theme. This study uses a qualitative comparative method. In Collaborative Governance at the BEC event, the Banyuwangi government cooperates with Dinan Fariz Event Organizer as a private party who provides ideas in terms of conceptual to various detailed elements that support the implementation of a modern carnival. Meanwhile, the Blambangan Arts Council from the Cultural side determines the theme of traditional culture and the party that maintains traditional standards that must be maintained in the implementation of BEC. At the Gandrung Sewu event, the Banyuwangi local government invites cultural cooperation to determine all aspects of culture in the Gandrung Sewu event. Meanwhile, schools and art studios were invited to collaborate to involve their students in the Gandrung Sewu performance. The success of organizing two significant events, namely BEC and Gandrung Sewu, summarized in the Banyuwangi Festival program, cannot be separated from the collaboration of multi-actors who have successfully played their roles by the functions and synergies that have been built between all actors involved.
Khombouw Bark Painting (The Potential of Asei Island Craft Arts as a Tourism Attraction of Sentani Lake, Jayapura Regency) Ilham; M. Zaenul Muttaqin; Akhmad Kadir; Usman Idris; Eka Patmasari
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v1i4.1002

Abstract

This paper focuses on reviewing the potential of the Asei Island community as a tourist attraction in Jayapura Regency, Papua Province. This study utilizes a library approach by conducting text and discourse analysis—data obtained from exploring library materials relevant to the research topic. Data analysis was carried out through several stages; data presentation, data reduction, verification, and conclusion. The results of this study indicate that Asei Besar Island has the potential to be developed as a craft tourism village because it is supported by various recreational facilities in the form of natural beauty and religious, cultural, and historical tourism. Bark painting khombouw can be done by developing community-based craft tourism villages by applying the craft advancement through the tourism model. In developing the craft tourism village of Pulau Asei, it is essential to pay attention to several obstacles the artisans. Such as; the difficulty of obtaining raw material for khombouw bark as a result of illegal logging without replanting. Many imitations made to resemble khombouw are found in the form of screen printing. It is widely circulated in the market and displayed with other typical Papuan souvenirs such as noken, koteka, and various statues, as well as the Covid-19 pandemic, which impacts decreasing income. Nevertheless, the artisans still carry out the painting activity because it has become a tradition and identity of the Asei people, which their ancestors inherited.
Emas Merah Paniai : Kebijakan Pengembangan Ekonomi Rakyat Berbasis Potensi Lokal Hiskia C. M. Sapioper; Ilham Ilham; Akhmad Kadir; Jackson Yumame; Sriyono Sriyono; M. Zaenul Muttaqin; Usman Idris; Eka Patmasari
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol. 10 No. 2 (2022): PUBLIKAUMA, DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/publika.v10i2.7860

Abstract

Potensi lokal kopi Paniai masyarakat setempat menganalogikan sebagai emas merah penyambung kehidupan, sebab kopi menjanjikan kesejahteraan yang dapat dipetik tanpa harus merusak alam sekitar. Pada kajian ini kemudian bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemgembangan ekonomi kerakyataan dengan memanfaatkan potensi lokal kopi di Kabupaten Paniai, Papua. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan melakukan analisis teks dan wacana. Data diperoleh dari berbagai sumber kepustakaan yang dianggap relevan dengan topik penelitian. Penyajian data dilakukan melalui beberapa tahapan; reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terungkap bahwa bertani kopi bagi masyarakat Paniai merupakan bagian dari upaya merawat kearifan lokal dengan hidup berdampingan dengan alam sekitar. Berkebun kopi merupakan warisan leluhur yang dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. Dalam mempertahankan budaya bertani kopi, Pemerintah Kabupaten Paniai tengah giat-giatnya mengembangkan potensi lokal yang ada. Adapun kebijakan pengembangan ekonomi rakyat melalui pengembangan potensi kopi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak seperti; pemerintah, masyarakat, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (Yapkema), dan akademisi. Selain itu, kebijakan pulang kampung membangun, gerakan tanam kopi, program kartu tani kopi, pembentukan koperasi, dukungan anggaran, penyedian fasilitas pendukung, dan pelibatan pemerintah pusat, serta upaya pemasaran di berbagai event seperti G20 Nusa Dua Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah Kabupaten Paniai dalam melakukan pengembangan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal kopi Paniai.
SOSIALISASI TENTANG MANFAAT PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 PADA MANULA/LANSIA DI KELURAHAN TRIKORA DISTRIK JAYAPURA UTARA KOTA JAYAPURA Nur Aedah; Usman Idris; Ilham Ilham; M. Zaenul Muttaqin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.10788

Abstract

Kegiatan pengabdian ini mengangkat tema “Sosialisasi Tentang Manfaat Pemberian Vaksin Covid-19 Pada Manula/Lansia Di Kelurahan Trikora Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura”. Adapun yang rangkaian sosialisasi yang dilakukan meliputi, penyampaian dan pemberian gambaran tentang vaksin covid-19, kemudian Mensosialisasikan manfaat pemberian vaksin covid-19 terutama pada lansia atau pada manula. Adapun hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah Masyarakat tahu akan vaksin covid-19, kemudian masyarakat mampu memahami manfaat pemberian vaksin corona-19, khususnya pada lansia atau pada manula. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui metode sosialisasi yang dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa para peserta sosialisasi telah mengetahui dengan benar mengenai tujuan vaksinasi dan prosedur pemberian vaksin tersebut kepada mereka, hasil kegiatan ini juga telah menepis seluruh haoks yang berkembang mengenai permberian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.
EDUKASI PEDULI LINGKUNGAN PADA PEDAGANG PASAR KAGET KOYA BARAT DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA Made Selly Dwi Suryanti; Claudia Conchita Renyoet; Johni R.V. Korwa; Aldrin Watson Gainau; Jackson Yumame; Ilham Ilham; Dorthea Renyaan; Vince Tebay; Yosephina Ohoiwutun; M. Zaenul Muttaqin; Usman Idris
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.10995

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertajuk Edukasi Peduli Lingkungan pada Pedagang Pasar Distrik Muara Tami Kota Jayapura dengan tujuan diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selain itu pengabdian ini bertujuan untuk mengarahkan perilaku dan pola pikir masyarakat Koya Barat dalam mengelola sampah plastik, serta dapat memberikan solusi bagi masyarakat tentang menjaga lingkungan dari sampah limbah plastik. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut menggunakan metode observasi dan partisipasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa para pedagang memiliki pengetahuan dasar dalam mengelola sampah dan melakukan penyeleksian sampah organik dan non organik. Kegiatan edukasi peduli lingkungan menjadi bekal yang memberikan manfaat pada masyarakat, khususnya para pedagang pasar yang berperan penting dalam persoalan sampah di lingkungannya. Produksi harian sampah di lingkungan Pasar Kaget yang terus menumpuk tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait, tetapi juga peran aktif kelompok pedagang. Dengan melakukan penyeleksian sampah organik dan non organik, para pedagang akan turut membantu meringankan beban dan tanggung jawab pemerintah Kota Jayapura dalam mewujudkan lingkungan hidup yang sehat. Para pedagang pasar yang menjadi mitra kegiatan perlu terus dikonsolidasikan dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan di masa mendatang, untuk memacu pengetahuan dan keterampilannya. Melalui kegiatan edukasi, para pedagang mampu dan andil mewujudkan pasar yang bersih, sekaligus pioner pasar terbersih di lingkungan Kota Jayapura di masa mendatang.
Humanitarian Action of United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) in Jayapura During the Covid-19 Pandemic Claudia Conchita Renyoet; Made Selly Dwi Suryanti; M Zaenul Muttaqin
Insignia: Journal of International Relations Vol 10 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ins.2023.10.1.7375

Abstract

The issue of humanitarianism in international relations is a vital topic to probe deeper. Activist groups, individuals, and institutionalized groups or organizations, such as the United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), have been carrying out humanitarian actions in Papua. UNICEF has been around for a long time in Papua, running several programs, including children's education program in Papua. However, education in Papua remains relatively low due to high rates of illiteracy and school dropouts, and poor literacy. This research explains that international organizations working in the humanitarian field can carry out the basic principles of humanitarianism, specifically, how UNICEF's programs adhere to these principles during the Covid-19 era. Direct interviews and secondary data collection were conducted in this qualitative descriptive research. The results show that UNICEF, as an international humanitarian organization, managed to uphold four basic principles in carrying out its role, particularly in improving the quality of education in Jayapura City. However, the Covid-19 pandemic has posed such obstacles to UNICEF related to donors, program implementation, and personnel that the practiced humanitarian principles became blurred and somewhat questionable. While the best practice promotes faithful adherence to the basic principles of humanity, it is undeniable that almost all organizations cannot exist without assistance from third parties which would ignore the principle of impartiality. Keywords: Covid-19, education, humanitarianism, Jayapura, UNICEF
Multi-sector Collaboration: Success Stories of Tourism Village Development rohim rohim; Asmuni Asmuni; M. Zaenul Muttaqin
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v11i2.26293

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDES) are one of the business entities mandated by law as the spearhead of driving the economy in the village. This study wants to know the extent of the BUMDES collaboration strategy with other parties in building and developing tourist villages and other business units. This study uses qualitative research methods, with interviews with several trusted sources in Bhinor Village, Paiton District, Probolinggo Regency. This study shows the success of the BUMDES collaboration strategy with other parties. There are three BUMDES collaboration strategies in developing BUMDes, namely first, collaboration with PT. PJB UP Paiton in optimizing CSR to develop the quality of human resources and infrastructure for tourist villages and BUMDES business units. Second, cooperation with community groups in exploring village potential and recruiting workers. Third, Collaborating with Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to develop and promote local products. In short, BUMDES has succeeded in optimizing collaborative collaboration with other parties in driving the economy in the village. In addition, this study uses analysis of Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) as an effort to face competition with competitors.
Management of Information and Communication Technology for Earthquake Disaster Management in Jayapura City Oscar Oswald O. Wambrauw; M. Zaenul Muttaqin
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i4.3842

Abstract

This study aims to analyze ICT management in the earthquake disaster in Jayapura Regency. This study uses a qualitative descriptive design. Sources of data come from secondary sources, which include books, journals, online news, and various documents according to the research theme. Based on research results, comprehensive and clear handling of natural disasters has been regulated in Article 5 of Chapter 3 of Law 24/2007 concerning disasters. In ICT management, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) and Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) use official websites as information channels. Regarding disaster management information and communication systems, BNPB and BPBD themselves have a Disaster Management Operations Control Center, hereinafter abbreviated as Pusdalops PB. The people of Jayapura City mostly access information independently through social media.
Darurat Sampah Masa Pandemi: Edukasi Minim Plastik Bagi Pedagang Buah Ilham Ilham; Vience Tebay; Usman Idris; Dorthea Renyaan; M. Zaenul Muttaqin; Mustaking Mustaking
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v6i1.2263

Abstract

Kegiatan bertujuan untuk menerapkan metode community development dan two way symmetric yang dikemas dalam bentuk edukasi dan sosialisasi berbasis door to door. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi minim plastic cukup efektif untuk diterapkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi bahkan meniadakan penggunaan kantong plastic dan beralih memanfaatkan kantong belanja alternatif seperti noken. Melalui kegiatan sosialisasi terungkap bahwa jika para pedagang buah belum mengetahui adanya Instruksi Walikota Jayapura Nomor 1 Tahun 2019 kaitannya dengan penggunaan kantong belanja alternatif sebagai pengganti kantong plastic sekali pakai. Sebagai rekomendasi, kedepannya pihak terkait harus intens turun ke masyarakat guna memberikan edukasi yang berpangkal terhadap peningkatan pemahaman masyarakat, baik itu mengenai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah begitu juga dengan menanamkan rasa kecintaan terhadap lingkungan di tengah-tengah masyarakat.