Articles
Urgensi Perlindungan Kurir Dalam Transaksi e-commerce dengan Sistem COD (Cash On Delivery)
I Wayan Gde Wiryawan
Jurnal Analisis Hukum Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.566 KB)
perdagangan secara elektronik (e-commerce) yang massif pada era digital telah menjadikan perusahaan jasa pengiriman memiliki peran sentral dalam distribusi barang kepada konsumen yang menyebabkan kurir akan berhadapan langsung pembeli. Namun, jika terjadi komplain terhadap penjual akan menimbulkan kerugian materiil dan inmateriil terhadap kurir sebagai pekerja pada perusahaan jasa pengiriman. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai dua permasalahan yang terjadi pada transaksi dengan sistem COD. Pertama hak dan kewajiban kurir dalam e-commerce dengan sistem COD (Cash on Delivery) dan kedua, perlindungan hukum kurir terhadap komplain konsumen dalam e-commerce yang menggunakan sistem COD. Artikel ini membahas tentang perkembangan transaksi e-commerce dengan berbagai inovasinya yang juga berpotensi terhadap semakin kompleknya permasalahan kurir sebagai ujung dari transaksi jual-beli secara online. Pengaturan mekanisme COD dalam laman penyelenggara marketplace hanya berupa pedoman teknis yang tidak memiliki kekuatan hukum untuk melindungi kurir. Kekosongan hukum tersebut menyebabkan perusahaan tidak memiliki panduan yang jelas terhadap manajemen resiko dan sistem mitigasi terhadap permasalahan yang dihadapi kurir dalam mengirimkan barang dengan system COD.
Urgency of Employment Protection Regulation for Online Transportation Driver
I Wayan Gde Wiryawan
Sociological Jurisprudence Journal Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (688.848 KB)
|
DOI: 10.22225/scj.3.1.1319.34-42
The phenomenon of online application-based transportation services is actually an answer to people's needs for transportation that is easy to get, convenient, fast, and cheap. There are many factors making this online-based application is needed by many people, especially in big cities in Indonesia. Online transportation has become an alternative mode that people want after previously they have to use the conventional modes. Behind the convenience provided, the presence of GO-JEK and Grab has contradictions from various parties. There are no regulations specifically regulating worker protection for the drivers because in Law Number 13 of 2003 concerning Manpower (hereinafter referred to as the Manpower Law) only regulates formal worker. Thus, worker standards in the Manpower Law cannot be applied to online transportation drivers. The urgency to make rules regarding worker protection for online transportation drivers should be considered by the Government. Therefore, it can create legal certainty and justice for the drivers like the formal workers.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KEJAHATAN CYBER CRIME YANG DILAKUKAN OLEH ORANG ASING DI BALI DITINJAU DARI PERSPEKTIF KRIMINOLOGI
Made Wisnu A. S.;
I Wayan Gde Wiryawan;
Kt. Sukawati Lanang P. P.
Jurnal Yusthima Vol. 1 No. 01 (2021): YUSTHIMA : Jurnal Prodi Magister Hukum FH Unmas Denpasar
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.804 KB)
|
DOI: 10.36733/yusthima.v1i01.2984
One of the negative impacts of the development of tourism in Bali triggers the development of criminal acts committed by foreigners. The purpose of this study is to find out (1) the factors causing the occurrence of cyber crimes committed by foreigners in Bali; and (2) efforts to overcome cyber crimes committed by foreigners in Bali. The research method used is a type of normative legal research. The results of the research show (1) The factors causing the occurrence of cyber crimes committed by foreigners in Bali have three elements: an act that is against the law; carried out by the foreigner and carried out for personal and/or group gain while on the other hand harming the other party either directly or indirectly. Pressure is generally caused by individual behavior that causes them to commit crimes. Another cause of crime is the opportunity (opportunity). The opportunity is wide open for foreigners in Bali to commit crimes including cyber crime; (2) Efforts to overcome cyber crimes committed by foreigners in Bali can be carried out by implementing cyber law or legal policies in the cyber field. However, the legal system in Indonesia has not specifically regulated cybercrime. Salah satu dampak negatif dari perkembangan pariwisata di Bali memicu berkembangnya tindakan kriminal yang dilakukan oleh orang asing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) faktor penyebab terjadinya kejahatan cyber crime yang dilakukan oleh orang asing di Bali; dan (2) upaya penanggulangan kejahatan cyber crime yang dilakukan oleh orang asing di Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Faktor penyebab terjadinya kejahatan cyber crime yang dilakukan oleh orang asing di Bali memiliki tiga unsur: adanya perbuatan yang melawan hukum; dilakukan oleh orang asing tersebut dan dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau kelompok sementara di lain pihak merugikan pihak lain baik langsung maupun tidak langsung. Tekanan (pressure) umumnya disebabkan karena perilaku individual yang menyebabkannya melakukan kejahatan. Penyebab kejahatan lainnya adanya kesempatan (oppurtunity).Kesempatan itu terbuka lebar bagi orang asing di Bali untuk melakukan kejahatan termasuk kejahatan cyber crime; (2) Upaya penanggulangan kejahatan cyber crime yang dilakukan oleh orang asing di Bali dapat dilakukan dengan penerapan cyber law atau kebijakan hukum di bidang cyber. Namun demikian, sistem perundang-undangan di Indonesia belum mengatur secara khusus mengenai cybercrime.
Urgensi Perlindungan Kurir Dalam Transaksi e-commerce dengan Sistem COD (Cash On Delivery)
I Wayan Gde Wiryawan
Jurnal Analisis Hukum Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.566 KB)
perdagangan secara elektronik (e-commerce) yang massif pada era digital telah menjadikan perusahaan jasa pengiriman memiliki peran sentral dalam distribusi barang kepada konsumen yang menyebabkan kurir akan berhadapan langsung pembeli. Namun, jika terjadi komplain terhadap penjual akan menimbulkan kerugian materiil dan inmateriil terhadap kurir sebagai pekerja pada perusahaan jasa pengiriman. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai dua permasalahan yang terjadi pada transaksi dengan sistem COD. Pertama hak dan kewajiban kurir dalam e-commerce dengan sistem COD (Cash on Delivery) dan kedua, perlindungan hukum kurir terhadap komplain konsumen dalam e-commerce yang menggunakan sistem COD. Artikel ini membahas tentang perkembangan transaksi e-commerce dengan berbagai inovasinya yang juga berpotensi terhadap semakin kompleknya permasalahan kurir sebagai ujung dari transaksi jual-beli secara online. Pengaturan mekanisme COD dalam laman penyelenggara marketplace hanya berupa pedoman teknis yang tidak memiliki kekuatan hukum untuk melindungi kurir. Kekosongan hukum tersebut menyebabkan perusahaan tidak memiliki panduan yang jelas terhadap manajemen resiko dan sistem mitigasi terhadap permasalahan yang dihadapi kurir dalam mengirimkan barang dengan system COD.
APLIKASI METODE PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK-ANAK DI PANTI ASUHAN WISMA ANAK-ANAK HARAPAN
Ni Wayan Suastini;
Adrian Ming;
I Wayan Gde Wiryawan
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jadma.v4i1.6601
Program Pengabdian Masyarakat Peduli Bencana COVID-19 merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dalam rangka kepedulian Universitas Mahasaraswati Denpasar terhadap masyarakat yang terkena dampak dari penyakit Coronavirus itu sendiri. Terhitung sejak Maret 2019 lalu, pembelajaran daring merupakan salah satu dampak terbesar yang disebabkan dalam hal belajar-mengajar. Salah satu yang sangat terdampak oleh pandemi ini adalah siswa/i yang berada di panti asuhan, dikarenakan proses pembelajaran yang dinilai tidak efektif dan kurangnya materi yang diresapi oleh siswa/i. Ditambah lagi kurangnya pengawasan dari orang tua asuh mengingat terdapat banyak anak yang diasuh di panti tersebut. Oleh karena itu, dilakukanlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan bimbingan belajar Bahasa Inggris di Panti Asuhan Wisma Anak-Anak Harapan, Desa Dalung, Br. Untal-Untal guna membantu anak-anak panti dalam memahami, serta dapat mempraktekkan materi yang diberikan, dan agar tidak menjadi beban bagi orang tua asuh dalam mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anaknya. Terdapat 2 program yang akan dilaksanakan yaitu memberikan bimbingan belajar berupa materi baru maupun materi yang telah diajarkan oleh guru mereka di sekolah, dan membuatkan games untuk mengasah daya ingat anak pada siswa Sekolah Dasar di Panti Asuhan Wisma Anak-Anak Harapan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu pembelajaran anak dalam berkonsentrasi hingga merangsang daya ingat mereka melalui gambar.
Legal Protection for Company Employees Who Are Under Self-Isolation Caused by Covid-19 Infection in Indonesia
I Wayan Gde Wiryawan;
Lis Julianti;
Emmy Febriani Thalib
Journal Equity of Law and Governance Vol. 2 No. 1
Publisher : Warmadewa Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55637/elg.2.1.4611.24-30
This study aimed at analyzing regulations concerning legal protection for employees who are under self-isolation caused by Covid-19 infection. Moreover, there is the latest regulation concerning Protection and Business Continuity of Workers/Manpower related to prevention and control of Covid-19 Pandemic. This is a juridical-normative study with a statutory approach. The finding of this study showed that the legal protection scheme on the employees under self-isolation in a company affected by Covid-19 has been regulated in some Government Regulations. Therefore, principally the business owner should give wages fully to the employees as well as providing sick leave base on the established regulations.
LEGAL PROTECTION FOR OUTSOURCED WORKERS IN WAGES IN COMPANIES IN INDONESIA
Kadek Apriliani;
I Nyoman Putu Budiartha;
Johannes Ibrahim Kosasih;
I Wayan Gde Wiryawan
Journal Equity of Law and Governance Vol. 4 No. 1
Publisher : Warmadewa Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55637/elg.4.1.9452.24-33
Regarding the wage system for outsourced workers in companies in Indonesia, it has not been clearly regulated in Indonesian laws and regulations (Empty Norms), meaning that there is no law that specifically regulates wages for outsourced workers, so there is a need for legal protection for wages of outsourced workers. Based on these problems, the legal issues raised in this research are to analyze (1) the philosophical basis for regulating wages for outsourced workers, (2) the form of legal protection for the wages of outsourced workers in companies in Indonesia, (3) the legal construction of the wage model for outsourced workers. power in companies in Indonesia. The research method used is the normative legal research method. The results of the research show that (1) the philosophical basis for regulating wages for outsourced workers is to show that the state must protect every citizen for the sake of realizing general welfare as stated in paragraph 4 of the preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. (2) the form of legal protection for the wages of outsourced workers Companies in Indonesia must comply with the rights and obligations of workers, where it is clear that the laws and regulations regulate workers' wages in accordance with the Provincial Minimum Wage (referred to as UMP) The form of protection that can be given to transferred workers if there is a dispute between the worker and the outsourcing company is preventive legal protection and representative legal protection, both non-litigation and litigation. (3) the legal construction of the wage model for outsourced workers in companies in Indonesia aims to provide legal protection for outsourced workers and to resolve empty norms in Law of the Republic of Indonesia Number 6 of 2023 concerning Stipulation of Government Regulations in Lieu of Law Number 2 of 2022 Concerning Job Creation Becoming Law. The empty norms occur because Article 88 which regulates wages does not clearly regulate the wages of outsourced workers.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI GADGET BEKAS (Studi Pada Toko Joy Phone Gianyar Bali)
Maha Nugraha, Ida Bagus Gede Praditya;
Wiryawan, I Wayan Gde
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 3 No. 02 (2023): EDISI OKTOBER : JURNAL HUKUM MAHASISWA
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Penelitian hukum empiris adalah penelitian yang berfungsi untuk melihat hukum dalam artian nyata dan meneliti keberlakuan hukum di dalam masyakat merupakan penelitian penafsiran sebagai peristiwa empiris atau nyata dengan melakukan pengamatan dalam keadaan yang sesungguhnya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara (interview) dan teknik studi perpustakaam (library research). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Pelaksanaan perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi jual beli gadget bekas (second) di Toko Joy Phone belum sesuai dengan ketentuan pasal 7 ayat (b) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini dapat dilihat dari belum adanya penyampaian informasi produk dan prosedur penggunaan garansi kepada konsumen sehingga menyebabkan tidak semua konsumen memahami tentang produk dan garansi produk. Pertanggungjawaban pelaku usaha terhadap jaminan garansi dalam melakukan transaksi jual beli gadget bekas (second) di Toko Joy Phone telah dilakukan tetapi belum sesuai dalam pemberian garansi bagi setiap produk gadget yang dijual. Toko Joy Phone memberikan jaminan garansi belum sesuai dengan Pasal 25 Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan melanggar Pasal 2 ayat (1) Permendag Nomor 19/M-Dag/Per/5/2009 yang mewajibkan produk telematika dan elektronika dilengkapi dengan kartu jaminan/garansi purna jual.
TINJAUAN YURIDIS UNDANG UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA TERHADAP LESBIAN,GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER (LGBT) DI INDONESIA
Purnami, A.A. Ayu Nanda Wira;
Wiryawan, I Wayan Gde
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI APRIL: JURNAL HUKUM MAHASISWA
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The phenomenon of deviating from sexual orientation or the lifestyle of modern society which is familiar with the concepts of Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, hereinafter referred to as LGBT) in Indonesia itself, LGBT has become a big issue in recent years. The issue raised is how to regulate Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) in Law No. 39 concerning human rights for Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) and how Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) exist. Viewed from a human rights perspective. The type of research used is a normative juridical research method by examining laws and regulations with the problem being studied. The results of the discussion explained that the law in Indonesia clearly does not condone LGBT, let alone deviations in behavior or ideology as legal reasons why LGBT should be rejected.
IMPLEMENTASI ASIMILASI TERHADAP NARAPIDANA UNTUK PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYEBARAN COVID-19 DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIA BANGLI
Wiryawan, I Wayan Gde;
Subawa, Ida Bagus Gede;
Sastrani, I Dewa Ayu Nyoman Utari
Jurnal Yusthima Vol. 3 No. 1 (2023): YUSTHIMA : Jurnal Prodi Magister Hukum FH Unmas Denpasar
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/yusthima.v3i1.6579
Munculnya Corona Virus Disease 2019 membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan social distancing maupun physical distancing di tengah-tengah masyarakat termasuk di dalam Lapas maupun di dalam Rutan yang ada di seluruh Indonesia. Dikarenakan keadaan rutan maupun lapas kita yang over kapasitas tentunya tidak bisa menerapkan social distancing maupun physical distancing maka muncullah Kebijakan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: 10 tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana melalui proses asimilasi dan integrasi dalam menanggulangi pandemic Covid-19. Ternyata kebijakan ini menuai beberapa kontroversi, dari meningkatnya jumlah kriminalitas dan terjadinya residivis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum empiris, dengan jenis pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan fakta, pendekatan sosiologis hukum, dan pendekatan kasus. Sumber data yang digunakan adalah data primer, data sekunder, dan data tersier. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif lalu penyajian data pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis kualitatif. Hasil penelitian tentang Implementasi Asimilasi Terhadap Narapidana Untuk Pencegahan Dan Penanggulangan penyebaran Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bangli Kebijakan ini secara cepat telah berhasil mengeluarkan 142 orang dari Lapas Narkotika Bangli, sehingga sedikit memberikan kontribusi untuk melonggarkan tingkat overcrowded meskipun masih jauh saat ini masih terjadi overcrowded, dari 1.200 napi sebelum kebijakan diterapkan menjadi 1.068 Napi setelah kebijakan di implementasikan.