Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HARVEST AND POST-HARVEST HANDLING TECHNIQUES OF SWEET PLANT (Brassicia juncea L.) BY HYDROPONIC FLOWERS Harahap, Evi Julianita; Tumanggor, Amitalia; Siregar, Mawaddah Putri Arisma; Afrillah, Muhammad; Saputra, Juldi
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 3 No. 7 (2024): JUNE
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v3i7.474

Abstract

Proper harvest and post-harvest handling techniques can influence the quality of the harvest, such as cleanliness, freshness and visual quality. In hydroponic mustard cultivation, harvest and post-harvest handling is very important because hydroponic mustard plants require special treatment to ensure the quality of the harvest. The research was carried out at the UF (University Farm) Land of Teuku Umar University, West Aceh Regency in October 2023. Procedures for carrying out the research included harvesting, washing and removing manure, sorting, packaging, cooling and storage, transportation, marketing. The conclusions are (1) good harvesting is done in the morning and evening to avoid sunlight which can trigger wilting of mustard plants and (2) good packaging can increase the safety of products that will be marketed to consumers.
PELATIHAN PERSEMAIAN BIBIT SAYURAN PAKCOY SECARA HIDROPONIK BAGI MASYARAKAT GAMPONG PASAR ACEH, MEULABOH, ACEH BARAT Lizmah, Sumeinika Fitria; Harahap, Evi Julianita; Afrillah, Muhammad; Chairudin, Chairudin; Hadianto, Wira; Zulkarnain, Zulkarnain
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28715

Abstract

Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan air dalam memberikan nutrisi bagi tanaman. Gampong Pasar Aceh adalah salah satu gampong (desa) yang terletak di Kota Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, sehingga kegiatan budidaya hidroponik menjadi alternatif bertani bagi masyarakatnya yang terbatas lahan. Namun untuk memperoleh keberhasilan budidaya dengan hidroponik mestilah diawali dengan kemampuan untuk menghasilkan bibit yang baik. Oleh karena itu kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan persemaian bibit sayuran Pakcoy secara hidroponik bagi masyarakat Gampong Pasar Aceh. Sasaran peserta kegiatan ini adlaah ibu rumah tangga dan pemuda Gampong Pasar Aceh. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar, para peserta sangat antusias dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Setelah pelatihan, pengetahuan masyarakat tentang hidroponik semakin banyak dan keterampilan dalam persemaian bibit pakcoy meningkat sehingga dapat ditanam hingga panen.
Respon Panjang Akar dan Jumlah Akar Tanaman Melati Putih (Jasminum Sambac L.) Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Asal Stek Batang: Response of Root Length and Number of Roots of White Jasmine Plants (Jasminum Sambac L.) to the Provision of Natural Plant Growth Regulators and the Origin of Stem Cuttings Harahap, Evi Julianita; Agustinur; Chairudin; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Yuliatul Muslimah; Dewi Fihria
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.6008

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar di Kabupaten Aceh Barat mulai Juni sampai Agustus 2020. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami dan beberapa macam bahan stek. Faktor pertama konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami terdiri atas 5 taraf yaitu: Z0 = 0% (kontrol), Z1 = 50% ekstrak bawang merah, Z2 = 100% ekstrak bawang merah, Z3 = 50% ekstrak tauge, dan Z4 = 100% ekstrak tauge. Faktor kedua macam bahan stek terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 = bagian pucuk cabang, B2 = bagian tengah cabang, dan B3 = bagian pangkal cabang. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Asal stek batang berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Perlakuan Z1 (50% ekstrak bawang merah) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer. Perlakuan B1 (bagian tengah cabang) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer.
STUDI PUSTAKA: PENGARUH EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP MIKROKLIMAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN Nhyra Kamala Putri; Kamala Putri, Nhyra; Yusrizal; Andriani, Dewi; Julianita Harahap, Evi; Kasmawati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/b88vgr96

Abstract

Evapotranspirasi merupakan gabungan proses evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari tanaman yang berperan penting dalam pembentukan mikroklimat di sekitar vegetasi. Mikroklimat ini memengaruhi kelembaban, suhu, dan durasi basah daun, yang menjadi faktor utama dalam dinamika organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara evapotranspirasi dan mikroklimat serta implikasinya terhadap pengendalian OPT. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan evapotranspirasi melalui teknik irigasi presisi, pemilihan varietas tanaman, pengaturan jarak dan waktu tanam, pengaturan naungan, rekayasa ekologi dan refugia, serta pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sensor mikroklimat dapat menekan kelembaban berlebih yang mendukung perkembangan OPT. Pendekatan ini tidak hanya relevan dalam konteks pengendalian OPT, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan air dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pertanian berkelanjutan yang berbasis ekologi dan teknologi, khususnya dalam menghadapi tantangan produksi pangan di masa depan. Sebagai rekomendasi, integrasi strategi evapotranspirasi dalam sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) serta pemanfaatan data spasial dan kecerdasan buatan (AI) perlu dikembangkan secara bertahap, dimulai dari skala kecil, dengan dukungan kolaboratif antara peneliti, penyuluh, dan petani
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DI DESA LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Vina Maulidia; Evi Julianita Harahap; Putri Mustika Sari; Dewi Fithria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2806-2810

Abstract

Kulit jengkol merupakan salah satu limbah pertanian yang menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat. Penumpukan limbah kulit jengkol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dapat menghasilkan aroma dan bau yang tidak sedap. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, limbah kulit jengkol dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pestisida nabati.  Namun informasi ini masih minim diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Aceh Barat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Oleh sebab itu dilakukan sosialisasi untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit jengkol tersebut. Kegiatan ini dilakukan di  Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sasaran peserta kegiatan adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Desa Lapang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal.Tim Pelaksana memberikan informasi dan penyuluhan bagi masyarakat serta menampilkan contoh pengolahan limbah kulit jengkol yang sudah jadi serta cara aplikasinya melalui audio visual. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar serta disambut antusias oleh masyarakat. Setelah mendengarkan pemaparan materi, masyarakat menjadi lebih paham mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian untuk menjadi produk yang lebih bermanfaat.