Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Respon Panjang Akar dan Jumlah Akar Tanaman Melati Putih (Jasminum Sambac L.) Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Asal Stek Batang: Response of Root Length and Number of Roots of White Jasmine Plants (Jasminum Sambac L.) to the Provision of Natural Plant Growth Regulators and the Origin of Stem Cuttings Harahap, Evi Julianita; Agustinur; Chairudin; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Yuliatul Muslimah; Dewi Fihria
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.6008

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar di Kabupaten Aceh Barat mulai Juni sampai Agustus 2020. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami dan beberapa macam bahan stek. Faktor pertama konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami terdiri atas 5 taraf yaitu: Z0 = 0% (kontrol), Z1 = 50% ekstrak bawang merah, Z2 = 100% ekstrak bawang merah, Z3 = 50% ekstrak tauge, dan Z4 = 100% ekstrak tauge. Faktor kedua macam bahan stek terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 = bagian pucuk cabang, B2 = bagian tengah cabang, dan B3 = bagian pangkal cabang. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Asal stek batang berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Perlakuan Z1 (50% ekstrak bawang merah) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer. Perlakuan B1 (bagian tengah cabang) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DI DESA LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Vina Maulidia; Evi Julianita Harahap; Putri Mustika Sari; Dewi Fithria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2806-2810

Abstract

Kulit jengkol merupakan salah satu limbah pertanian yang menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat. Penumpukan limbah kulit jengkol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dapat menghasilkan aroma dan bau yang tidak sedap. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, limbah kulit jengkol dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pestisida nabati.  Namun informasi ini masih minim diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Aceh Barat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Oleh sebab itu dilakukan sosialisasi untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit jengkol tersebut. Kegiatan ini dilakukan di  Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sasaran peserta kegiatan adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Desa Lapang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal.Tim Pelaksana memberikan informasi dan penyuluhan bagi masyarakat serta menampilkan contoh pengolahan limbah kulit jengkol yang sudah jadi serta cara aplikasinya melalui audio visual. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar serta disambut antusias oleh masyarakat. Setelah mendengarkan pemaparan materi, masyarakat menjadi lebih paham mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian untuk menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Application of Various Nutrition to the Growth and Production of Melon (Cucumis melo L.) Hydroponic DRFT (Dynamic Root Floating Technique) Chairudin Chairudin; Rika Fitria; Evi Julianita Harahap; Muhammad Afrillah
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.3.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nutrisi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon secara hidroponik DRFT (Dynamic Root Floating Technique). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola non faktorial dengan 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah nutrisi yang terdiri dari 3 taraf yaitu N1 (AB Mix) = 5 mL/l, N2 (Goodplant) = 5 mL/l, dan N3 (Hydro-J) = 5 mL/l. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), bobot buah (kg), dan diameter buah (mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan N3 (Hydro-J) berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 21 hari setelah tanam dan 28 hari setelah tanam dibandingkan dengan N2 (Goodplant), namun tidak berbeda nyata dengan N1 (AB mix). Keywords: Nutrisi AB Mix, Goodplant, Hydro-J
Response of Growth and Production of Mustard Greens (Brassica juncea L.) by Administering NPK 16:16:16 Using a Wick Hydroponic System Evi Julianita Harahap; Amitalia Tumanggor; Juldi Saputra; Mawaddah Putri Arisma Siregar; Muhammad Afrillah; Sumeinika Fitria Lizmah; Chairuddin; Yuliatul Muslimah; Hilmina Itawarnemi; Dedi Kurniawan
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 2 Mei 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i2.5246

Abstract

Wick hydroponics is a simple hydroponic method because it uses a wick to connect the nutrients to the roots of the plant. NPK 16:16:16 is a compound fertilizer that contains balanced nutrients N, P and K, each amounting to 16%. The objective of this study was to determine the response of growth and production of mustard greens (Brassica juncea L.) to NPK 16:16:16 in a wick hydroponic system. The research was conducted at the UF (University Farm) of Teuku Umar University, Meureubo District, West Aceh Regency, in December-January 2024. The study employed a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 10 concentrations of NPK 16:16:16 fertilizer and 3 replications, yielding a total of 30 experimental units. Each experimental unit consisted of three sample plants grown in a single Styrofoam container, giving a total of 90 sample plants. The NPK 16:16:16 fertilizer concentrations evaluated were 0.5, 1.0, 1.5, 2.0, 2.5, 3.0, 3.5, 4.0, 4.5, and 5.0 g L⁻¹. Analysis of variance data using SPSS version 25 software with the DMRT (Duncan Multiple Range Test) as a further test. The results of the research showed that the provision of NPK 16:16:16 fertilizer had a significant effect on the growth of mustard greens, as indicated by differences in plant height, number of leaves, leaf length and leaf width. Providing NPK 16:16:16 fertilizer resulted in a significant difference in mustard green production, as measured by plant wet weight and plant dry weight. Based on the research findings, the application of NPK 16:16:16 fertilizer was shown to enhance vegetative growth and yield of mustard greens grown in the wick hydroponic system, thereby increasing crop productivity. The application of NPK 16:16:16 fertilizer at a concentration of 0.5 g/L is recommended for mustard green cultivation in a wick hydroponic system as an effective fertilization alternative to improve plant growth and increase harvest yield.
Pemberian Iradiasi Sinar Gamma dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Evi Julianita Harahap; Marziah
Jurnal Galung Tropika Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v14i2.1214

Abstract

The research used a non-factorial randomized block design consisting of 8 levels with 3 replications. The treatment factors studied were red chili seeds that had been given gamma irradiation, namely as follows: G0 = Control, G1 = 50 Gray, G2 = 100 Gray, G3 = 150 Gray, G4 = 200 Gray, G5 = 250 Gray, G6 = 300 Gray, and G7 = 350 Gray. If based on the F test results the research results show a significant difference, then it will be continued with further tests, namely the least significant difference test (BNT) at the 5% level. The chili seeds used are the Lotanbar chili variety. The results showed that the dose of gamma irradiation had a significant difference in the diameter of the stem base, plant height, fruit weight per red chili plant, and number of fruit per plant. Giving a gamma ray irradiation dose of 150 Gray (G3) increases the vegetative growth of red chili plants, namely plant height and stem base diameter. Providing a gamma ray irradiation dose of 200 Gray (G4) increases the generative growth of red chili plants, namely the number of fruit per plant and the weight of fruit per plant.
STUDI PUSTAKA: PENGARUH EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP MIKROKLIMAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN Nhyra Kamala Putri; Yusrizal; Dewi Andriani; Evi Julianita Harahap; Kasmawati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/b88vgr96

Abstract

Evapotranspirasi merupakan gabungan proses evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari tanaman yang berperan penting dalam pembentukan mikroklimat di sekitar vegetasi. Mikroklimat ini memengaruhi kelembaban, suhu, dan durasi basah daun, yang menjadi faktor utama dalam dinamika organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara evapotranspirasi dan mikroklimat serta implikasinya terhadap pengendalian OPT. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan evapotranspirasi melalui teknik irigasi presisi, pemilihan varietas tanaman, pengaturan jarak dan waktu tanam, pengaturan naungan, rekayasa ekologi dan refugia, serta pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sensor mikroklimat dapat menekan kelembaban berlebih yang mendukung perkembangan OPT. Pendekatan ini tidak hanya relevan dalam konteks pengendalian OPT, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan air dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pertanian berkelanjutan yang berbasis ekologi dan teknologi, khususnya dalam menghadapi tantangan produksi pangan di masa depan. Sebagai rekomendasi, integrasi strategi evapotranspirasi dalam sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) serta pemanfaatan data spasial dan kecerdasan buatan (AI) perlu dikembangkan secara bertahap, dimulai dari skala kecil, dengan dukungan kolaboratif antara peneliti, penyuluh, dan petani
Optimalisasi Limbah Organik menjadi Pupuk Cair di Gampong Pasie Aceh Baro Evi Julianita Harahap; Kasmawati Kasmawati; Rahmah Husna Yana; Nhyra Kamala Putri; Suci Eka Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2050

Abstract

Household organic waste in Gampong Pasie Aceh Baro has not been optimally utilized, potentially increasing the environmental burden and community dependence on chemical fertilizers. This community service initiative focuses on enhancing the knowledge and skills of the Women Farmers Group, "Wanita Berusaha," in processing local materials into liquid organic fertilizer (LOF) to support sustainable agricultural practices. The method employed involved socialization, including material presentation, hands-on fertilizer production, fermentation monitoring, and outcome evaluation, involving 22 participants. The evaluation showed a 100% improvement in soft skills, including knowledge of the materials and procedures for LOF production, active participation in the activities, and environmental awareness that supports sustainable agricultural practices. Furthermore, there is a potential for increased economic value through reduced expenditure on chemical fertilizers and the utilization of household waste. This activity underscores the importance of rural community empowerment in managing local resources as a fundamental step toward sustainable agriculture.
UJI Genotipe Padi Lokal dari Aceh Barat dan Selatan untuk Ketahanan terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Fase Generatif Wira Hadianto; Yusrijal; Nana Ariska; Sumeinika Fitria Lizmah; Jekki Irawan; Chairudin; Agustinur; Evi Julianita Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 7 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i7.15347

Abstract

Local rice germplasm is a valuable genetic resource for developing bacterial leaf blight (BLB)-resistant and high-yielding rice cultivars. However, information on the resistance of Southwest Aceh local rice to Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), particularly during the generative stage, remains limited. Previous studies have mainly focused on commercial cultivars or vegetative-stage screening, leaving the resistance potential of local germplasm at the reproductive stage largely unexplored. This study aimed to evaluate the resistance of local rice to BLB at the generative stage of plant growth. The research was conducted at Experimental Field, Teuku Umar University. West Aceh (4°08′33″ N; 96°11′54″ E). Fifteen local rice genotypes, together with resistant and susceptible control varieties, were evaluated following artificial inoculation with Xoo strain VIII. Disease resistance was assessed based on incubation period and lesion length, while agronomic performance was evaluated using key yield-related traits. Seven local genotypes Itam Tangke Lango, Jantong, Jempa Puteh, Manyam U, Pade Manggeng-1, Pade Manggeng-2, and Rangan Lango were classified as resistant based on lesion length. Among the evaluated genotypes, Sikleng exhibited superior agronomic performance, producing the highest number of productive tillers (27.50) and grains per panicle (317.73). The novelty of this study lies in evaluating Southwest Aceh local rice germplasm for bacterial leaf blight resistance at the generative stage using Xoo strain VIII while integrating disease resistance with yield-related agronomic traits. The identified resistant genotypes provide valuable donor parents for breeding BLB-resistant, high-yielding rice cultivars and contribute to sustainable rice production and regional food security.