Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Flipsnack-assisted IPAS E-Modules: Substance Forms and Changes for Student Engagement Wulandari, Novi; Zulherman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.8132

Abstract

Fun learning in the classroom is the use of interactive and innovative media because the use of media can make student active. But in reality, there are many factors that cause students to be inactive in the classroom, one of which is the use of media that in still not interesting. This creation of thi flipsnack-assisted E-module development aims to increase student activeness.  The method used is Research and Development (R&D) the model used is the ADDIE model. This research was conducted in two schools, namely SDN Kapuk 02 Pagi & SDN Cijantung 03 Pagi. With research subjects of 120 grade IV students using control class and experimental class. Direct observation and testing were the methods used for data collection. In this study, researchers conducted validation, the validation carried out was validation of language, material, and media. Media expert validation results were 92% categorized as "very worthy", 94% material experts categorized as "very worthy", and 87% language experts categorized as "very worthy". Additionally, validation was done by students by filling out questionnaires with 93%  results categorized as "very worthy". And in the Score N-Gain test, the average N-Gain value of the experiment class was 62,50% categorized as "quite effective", and in the control class only 24%. Based on the outcomes, it shows that the use of E-modules can increase student activeness in IPAS lessons on the material of the form of substances and their changes.
Peran Guru sebagai Manajer Kelas dalam Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Inklusif dan Partisipatif Wulandari, Novi
An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taswirul Afkar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64469/an-nafah.v4i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis guru sebagai manajer kelas dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan partisipatif. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, kajian ini menganalisis berbagai literatur akademik, regulasi pendidikan, dan hasil riset terkait manajemen kelas, pendidikan inklusif, dan partisipasi siswa. Temuan menunjukkan bahwa guru memegang peran sentral dalam membentuk iklim kelas yang menghargai keragaman, mendorong keterlibatan aktif peserta didik, serta memfasilitasi proses belajar yang adil dan kolaboratif. Guru dituntut menguasai strategi diferensiasi pembelajaran, pengelolaan perilaku, serta membangun komunikasi yang suportif. Namun, sejumlah tantangan juga diidentifikasi, seperti keterbatasan pelatihan, sarana prasarana, dan dukungan kebijakan. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kapasitas guru dan kolaborasi lintas pihak untuk menjamin terwujudnya manajemen kelas yang efektif, inklusif, dan partisipatif. Kata kunci: manajemen kelas, guru, lingkungan inklusif, pembelajaran partisipatif
WOMAN IMAGES IN NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS BY PRAMOEDYA ANANTA TOER (A FEMINISM APPROACH) Susilo, Jimat; Rasyad, Sobihah; Wulandari, Novi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.2.6.2019

Abstract

Tujuan penelitian ini akan menggambarkan keberadaan perempuan dianggap memiliki keterbatasan, selalu dipinggirkan atau dimarjinalkan, dinomorduakan baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam segala bidang, perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan dibanding laki-laki, seperti dalam bidang sosial, pendidikan, politik, ekonomi, maupun dalam kaitan berorganisasi. Perempuan dalam budaya Jawa hanya sebagai pelengkap kaum laki-laki, yaitu bertugas di dapur, sumur, dan kasur. Artinya, posisi perempuan tidak memiliki peran penting dalam kehidupan, tugasnya memasak, mencuci, dan menemani laki-laki saat tidur. Perlakun terhadap perempuan inilah yang memunculkan gerakan penyetaraan derajat perempuan terhadap laki-laki. Gerakan itu dinamakan feminisme. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang menekankan pada penyetaraan gender antara laki-laki dan perempuan (Wiyatmi, 2012: 9) sebagai akibat perlakuan yang tidak adil terhadap kaum perempuan yang mengalami kesengsaraan, bahkan didudukkan jauh di bawah laki-laki (Djajanegara, 2003: 27). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk ketidakadilan citra perempuan dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramodya Ananta Toer.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan citra tokoh utama dan mengetahui hubungannya antara tokoh utama dan tokoh lawan jenisnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, seperti teknik pustaka, baca, dan catat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dalam mendukung dan menggerakkan literasi sekolah dan sebagai bahan penawaran untuk materi ajar guru dalam pembelajaran sastra.
Implementasi Metode Lipirtup untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Sekolah Dasar Pujiastuti, Arik Umi; Wulandari, Novi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.425 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v5i1.13030

Abstract

Berdasarkan wawancara dan dokumentasi di SDN Ngino 02 Kecamatan Semanding Kabupaten Tubankemampuan menulis puisi siswa masih rendah, delapan siswa yang mendapat nilai sesuai kriteria dan 16 siswa mendapat nilai di bawah kriteria sehingga persentase nilai yang didapatkan secara klasikal mencapai 33,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas empat SDN Ngino II Semanding. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur penelitian terdiri dari empat tahap yaitu, rencana (Planning), observasi (Observation), tindakan (Action), refleksi (Reflection). Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 24 orang siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah tes dan dokumentasi dengan instrumen lembar tes dan lembar dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah, menghitung nilai ketuntasan kriteria individu dan persentase hasil secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi mata pelajaran Bahasa Indonesia dilihat mulai data pada pra siklus mencapai 33,33% hal ini berarti dari 24 orang siswa sebanyak 8 orang siswailainya sudah mencapai kriteria, sedangkan pada siklus I kemampuan menulis puisi siswa mencapai 62,5% hal ini berarti dari 24 orang siswa sebanyak 15 siswa yang mendapatkan nilai sesuai kriteria dan kemampuan menulis puisi pada siklus IIengan persentase sebesar 83,33% hal ini berarti dari 24 orang siswa sebanyak 20 siswa nilainya sudah mencapai kriteria. Adapun peningkatan ang didapat pada siklus I ke siklus II sebesar 20,83%. Hal ini menunjukkan bahwa metode lipirtup dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi.
Exploring the use of english in instagram and its influence on the user’s identity Nurhantoro, Tri Septa; Wulandari, Novi
(JELE) Journal Of English Language and Education Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.44 KB) | DOI: 10.26486/jele.v3i2.322

Abstract

English has been used widely in almost all international forums. In line with the rapid use of social media, in this case Instagram, English is also widely used as the language of self-expression by most of its users, both native and non-native speakers. At least, this is what happened in Indonesia. Most of Indonesian Instagram users, especially youth, use English to write their caption. This phenomenon is important to explore since there is a belief that by actively using a foreign language, it will reduce the sense of nationality within oneself, and even it will lead to the loss of one’s identity. Identity today becomes a very important issue since it shows the sense of belonging of oneself in his/her social interaction. The thing is that the social interaction model in social media is much more complex than the interaction model in the real life. In social media, most of the users do not merely want to show who they really are. They tend to have certain motive on how they can be accepted and appreciated by other users. In other words, they want to be the subject of attention instead of being themselves. Therefore, the concept of identity becomes blurred. Based on the previous description, through the direct observation method, this research aims to seek whether the use of English influences the identity of Indonesian users.