Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Terapi Obat Anti Tubekulosis Fase Intensif Terhadap Kadar Hemoglobin pada Penderita Tuberkulosis di Kota Kupang Come, Yansensius Febrianto Ray; Buntoro, Ika Febianti; Setiono, Kresnawati Wahyu; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10515

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Laporan World Health Organizaion (WHO), TB menempati peringkat kesepuluh penyebab kematian tertinggi di dunia pada tahun 2016. Selama terapi, pasien dengan TB aktif untuk kategori I diberikan Isoniazid , Rifampisin, Pirazinamid dan Etambutol selama 2 bulan yang merupakan fase intensif dan 4 bulan fase lanjutan. Banyak penelitian yang menunjukkan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) fase intensif memiliki kaitan dengan kadar hemoglobin baik meningkatkan atau menurunkan kadar hemoglobin penderita tuberkulosis. Tujuan: Mengetahui pengaruh OAT terhadap kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis selama fase intensif pengobatan TB di Kota Kupang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian intervensi dengan menggunakan desain penelitian Quasy-Experimental One Group Pretest and Post Test ,untuk mengetahui pengaruh OAT terhadap kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis selama fase intensif pengobatan TB di Kota Kupang yang dilakukan di 11 puskemas di Kota Kupang dengan cara mengambil darah kapiler lalu diukur kadar hemoglobinnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 48 orang penderita TB paru. Penelitian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji paired-t test. Hasil: Hasil analisis data perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah terapi OAT fase intensif menunjukkan nilai signifikansi p= 0,003 (p<0,05) dengan mean ΔHb 0,88 gr/dl. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian terapi anti tuberkulosis fase intensif terhadap kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis di Kota Kupang
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Sindrom Metabolik Pada Civitas Akademika Universitas Nusa Cendana Jannah, Ike Nur Safitri Miftahul; Buntoro, Ika Febianti; Folamauk, Conrad Liab Hendricson; Kareri, Dyah Gita Rambu
Cendana Medical Journal Vol 11 No 2 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i2.13901

Abstract

Background: Metabolic syndrome is a condition in which the formation of a group of metabolic dysregulations occurs, namely insulin resistance, atherogenicdyslipidemia, central obesity, and hypertension. The imbalance between calorieintake and calorie use will result in obesity, where obesity is a major component ofmetabolic syndrome. Physical activity is one of the factors causing metabolic syndrome. Aim: Analyzing the relationship of physical activity to the incidence of metabolicsyndrome in the academic community of Nusa Cendana University. Method: This research method is correlation analytics with Cross Sectional design,which is research used to analyze the relationship between dependent andindependent variables with data collection carried out simultaneously at one time. In this study, data analysis for physical activity was carried out by filling out the GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) questionnaire and for thediagnosis of metabolic syndrome based on the criteria of the Adult Treatment Panel(ATP) III. using Phi Cramer's V test with the variable level of the Bivariate testP<0.05. Results: The test results using the Phi Cramer's V statistical test obtained that therewas no association of physical activity and metabolic syndrome with p = 0.850(p<0.05). Conclusion: There is no significant relationship between physical activity and theincidence of metabolic syndrome in the academic community of Nusa Cendana University. Keywords: Metabolic syndrome; physical activity;
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Panti Asuhan Aisyiyah Kupang Rr. Listyawati Nurina; Ika Febianti Buntoro; Conrad L. H. Folamauk; Muntasir Muntasir; Muhajirin Dean
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i3.2310

Abstract

Covid-19 is a disease caused by the SARS-CoV-2 virus and attacks the human immune system. The most common signs and symptoms are fever, cough, shortness of breath, or dyspnea. One way that can be done by the community is by using materials from nature or medicinal plants. The utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) has a positive impact on the immune system to prevent transmission of Covid-19. Community service activities are carried out through face-to-face outreach on Monday, 8 August 2022 at the Aisyiyah Orphanage, Kupang City. The application of using TOGA is expected to be able to support orphans in terms of health, especially during the Covid-19 pandemic in increasing/maintaining body immunity. Evaluation of the understanding of socialization participants is carried out by holding a short quiz at the beginning and end of the activity. The increased enthusiasm of participants in answering quizzes at the end of the activity showed an increase in knowledge regarding the use of family medicinal plants (TOGA) to increase endurance during the Covid-19 pandemic. Participants who successfully answered the quiz at the end of the activity were given a gift package as a form of appreciation for their seriousness in participating in this activity
Latrine Ownership and Soil-Transmitted Helminth Infection in a Rural Indonesian Setting: A Cross-Sectional Study from Mataredi, Central Sumba Sabawali, Jeremias Awang Bagas; Deo, Dwita Anastasia; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus; Buntoro, Ika Febianti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.11160

Abstract

Soil-transmitted helminth (STH) infection remains a public health concern in rural tropical settings, where limited sanitation and high environmental exposure elevate risk. In Mataredi Village, most residents are subsistence farmers with constrained access to improved sanitation. Objective to estimate the prevalence of STH infection and assess its association with household latrine ownership in Mataredi Village, Katikutana District, Central Sumba. Methods: An analytical cross-sectional study was conducted in June–July 2024. A total of 144 residents aged >5 years who met inclusion criteria were enrolled using consecutive sampling. Fresh stool samples were examined by direct smear with 2% Lugol’s iodine. The association between latrine ownership (yes/no) and STH infection status (positive/negative) was evaluated using the Chi-square test; results are presented as p-value and odds ratio (OR) with 95% confidence interval (CI). Overall prevalence of STH infection was 19.4% (28/144). The species profile was dominated by Trichuris trichiura, with both single and mixed infections detected. Based on the Chi-square test, there was no statistically significant association between latrine ownership and STH infection (p = 0.943; OR 0.88; 95% CI 0.38–2.06). A mass deworming campaign conducted in May 2024 may have reduced detectable worm burden and attenuated observed associations.  The prevalence of STH infection in Mataredi Village was 19.4%, with Trichuris trichiura predominance. No significant association was found between household latrine ownership and infection status.
Analisis Beban Ekonomi Penderita Tuberkulosis Berdasarkan Status Pekerjaan Dan Tingkat Pendapatan Di Kota Kupang Camelia Ayu Wulandari; Ika Febianti Buntoro; Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani; Kristian Ratu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7980

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada aspek medis dan sosial ekonomi penderita. Meskipun pengobatan TB disediakan secara gratis oleh pemerintah, pasien tetap menanggung biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung selama proses pengobatan. Di Kota Kupang, tingginya proporsi pekerja sektor informal serta penduduk dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) diduga berkontribusi terhadap beban ekonomi yang dialami penderita TB. Menganalisis beban ekonomi penderita tuberkulosis berdasarkan status pekerjaan dan tingkat pendapatan di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 90 penderita TB yang telah menjalani pengobatan minimal satu bulan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner survei pembiayaan pasien TB yang mencakup biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Median total beban ekonomi penderita TB berdasarkan status pekerjaan adalah Rp50.000,00 dengan rentang Rp5.000,00 hingga Rp5.020.000,00. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pekerjaan formal dan informal (p = 0,358). Median total beban ekonomi berdasarkan tingkat pendapatan adalah Rp64.000,00 dengan rentang yang sama, dan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok pendapatan di bawah UMR dan ≥UMR (p = 0,208). Analisis bivariat terhadap biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung juga menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna baik berdasarkan status pekerjaan maupun tingkat pendapatan (p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara beban ekonomi penderita tuberkulosis berdasarkan status pekerjaan dan tingkat pendapatan di Kota Kupang.
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Pirhi, Marescoti Olivera; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus; Su , Djie To Rante; Buntoro, Ika Febianti
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.704

Abstract

Kematian bayi masih menjadi permasalahan kesehatan global. Angka kematian bayi di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 12.779 kasus pada tahun 2023. Memberikan ASI eksklusif dan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) setelah kelahiran ialah upaya yang efektif dalam menurunkan risiko kematian pada bayi. Namun, proporsi pemberian ASI eksklusif secara global menurut World Health Organization masih sebesar 48%. Di Indonesia, proporsi pelaksanaan ASI eksklusif menurun dari 67,74% di tahun 2019 menjadi 63,9% di tahun 2023, termasuk di Kota Kupang. Pelaksanaan IMD di Kota Kupang juga menunjukkan penurunan serta hasil penelitian sebelumnya masih memiliki temuan yang belum konsisten terkait relasi antara IMD dan ASI eksklusif. Kajian ini dilakukan untuk memahami keterkaitan antara IMD dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Kupang. Kajian dengan pendekatan cross-sectional ini, dilaksanakan di Puskesmas Sikumana, Oesapa, dan Pasir Panjang pada Juli–Agustus 2025. Data dikumpulkan dari 96 responden melalui kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil memperlihatkan bahwa 84,4% tidak melaksanakan praktik IMD pada bayinya, sementara hanya 15,6% yang melaksanakan IMD. Di antara responden yang melaksanakan IMD tersebut, mayoritas (93,3%) responden berhasil memberikan ASI eksklusif. Uji Chi-Square memperlihatkan nilai p = 0,004 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara IMD dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Kupang. Edukasi terkait manfaat dan cara pemberian IMD dan ASI Eksklusif serta hubungan antar keduanya perlu diberikan kepada orang tua mulai dari masa kehamilan ibu hingga bayi mulai menyusui
Efek Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) Terhadap Perubahan Histopatologi Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Aloksan Wolu, Maria Amelia Rambu E. Sili; Damanik, Efrisca M Br.; Woda, Rahel Rara; Buntoro, Ika Febianti
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.514

Abstract

Diabetes melitus adalah  penyakit kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan  adanya kadar glukosa darah yang melebihi batas normal. Aloksan mengakibatkan kerusakan sel beta pankreas dengan cara mengaktifkan oksigen reaktif (ROS) yang dimulai oleh reaksi reduksi dari aloksan. Target dari ROS yaitu DNA dari sel pulau Langerhans pada pankreas. Daun bidara mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin dan fenolat sebagai antioksidan alami yang menetralkan dan menstabilkan radikal bebas dalam organ pankreas. Untuk mengetahui efek ekstrak daun bidara  (Ziziphus mauritiana) terhadap perubahan histopatologi pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design posttest only with control group pada kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel terbagi menjadi 5 kelompok uji yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1 (dosis 200 mg/kgBB), perlakuan 2 ( dosis 400 mg/kgBB) dan perlakuan 3 (dosis 800 mg/kgBB). Penilaian kerusakan hepar menggunakan skoring histopatologi pankreas. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey HSD. Hasil uji menggunakan Kruskal-Wallis terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian ekstrak daun bidara terhadap gambaran histopatologi pankreas tikus wistar yang diinduksi aloksan dengan nilai signifikan p=0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun bidara terhadap perubahan histopatologi pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan dengan dosis yang paling efektif yaitu 800 mg/kgBB.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMA/K di Kota Kupang Rohi, Tivanya Saridevi; Ratu, Kristian; Syahrir, Syahrir; Buntoro, Ika Febianti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24393

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are categorized as a vulnerable population to reproductive health issues, which is caused by the dynamics of biological and psychosocial changes that occur rapidly during this developmental phase. Insufficient knowledge can negatively influence their attitudes toward reproductive health and increase the risk of unhealthy behaviors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge level and attitudes toward reproductive health among junior high school girls in Kupang City. Methods: This quantitative analytic study employed a cross-sectional design, involving 95 female students from grades VIII and IX across three junior high schools in Kupang City, selected via proportional sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed using the Chi-Square or Fisher-Freeman-Halton Exact Test with a significance level of 0.05. Results: The majority of respondents demonstrated good knowledge and positive attitudes toward reproductive health. Statistical analysis revealed a significant relationship between knowledge level and attitudes (p 0.05). Conclusion: Better knowledge plays a crucial role in fostering more positive attitudes toward reproductive health. Therefore, strengthening reproductive health education in the school environment is highly recommended.  Keywords: Knowledge, Attitude, Adolescent Girls, Reproductive Health, Kupang City.  ABSTRAK Remaja putri dikategorikan sebagai populasi yang rentan (vulnerable) terhadap isu-isu kesehatan reproduksi, yang diakibatkan oleh dinamika perubahan biologis dan psikososial yang berlangsung secara cepat pada fase perkembangan ini. Kurangnya pengetahuan yang memadai dapat memengaruhi sikap remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko perilaku tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi pada siswi SMP di Kota Kupang. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 95 siswi kelas VIII dan IX dari tiga SMP di Kota Kupang, yang dipilih melalui sampling proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square atau Fisher-Freeman-Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap kesehatan reproduksi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri (p 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan yang lebih baik berperan penting dalam membentuk sikap yang lebih positif terhadap kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, penguatan edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah sangat direkomendasikan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Kota Kupang.
Comparative Analysis Of The Economic Burden Of Tuberculosis Patients With And Without HIV In Kupang City Krisandy Surya Wibawa; Ika Febianti Buntoro; Nimas Prita Rahajengningtyas Kusuma Wardani; Sangguana Marthen Jacobus Koamesah
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.596

Abstract

Tuberculosis (TB) is a public health problem that imposes a substantial economic burden, particularly among patients with Human Immunodeficiency Virus (HIV) coinfection. This study aimed to analyze the differences in economic burden between TB patients with HIV and TB patients without HIV in Kupang City. This study employed an analytic observational design with a case–control approach. A total of 64 respondents were included, consisting of 34 TB–HIV patients as the case group and 34 TB patients without HIV as the control group, selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The economic burden analyzed included direct non-medical costs, indirect costs, and the occurrence of catastrophic costs. The results showed differences in the total economic burden between TB patients and TB–HIV patients in Kupang City. TB–HIV patients tended to bear a higher economic burden than TB patients without HIV. These differences were mainly driven by higher direct non-medical costs and indirect costs, particularly income loss, asset sales, and indebtedness during the treatment period. In addition, the proportion of patients experiencing catastrophic costs was higher in the TB–HIV group than in the TB group. The study demonstrated a statistically significant difference in the total economic burden between the two groups. The median direct non-medical cost among TB–HIV patients was IDR 113,500.00, which was higher than that among TB patients without HIV (IDR 17,500.00; p < 0.001). The median indirect cost among TB–HIV patients was IDR 2,450,000.00, whereas it was IDR 0.00 among TB patients without HIV (p < 0.001). A total of 23.5% of TB–HIV patients experienced catastrophic costs, while none were observed among TB patients without HIV, with a significant association between HIV status and the occurrence of catastrophic costs (p < 0.003).
Co-Authors Angi, Stevanii Isabella Artawan, I Made Ayal, Viany Y Bako, Yunri Anggelina Bessie, Vinsensius Apolonaris Bili, Maria Lusia Bela Camelia Ayu Wulandari Christina Olly Lada Come, Yansensius Febrianto Ray Conrad L. H. Folamauk Damanik, Efrisca M Br. Damanik, Efrisca M. Br. Damanik, Efrisca Meliyiuta Boru Datusanantyo, Robertus Arian Debora Shinta Liana Deri Riskiyanti Tallo Manafe Diamanta, Agatha D.S. Dwita Anastasia Deo E D, Maria Agnes Elli Arsita Folamauk, Conrad Liab Hendricson Ghawa, Ewaldina Yulsiana Dija Halena Meldy Asa Handoyo, Nicholas E. Herjuni Oematan Herman Pieter Louis Wungouw Hutasoit, Regina Hutasoit, Regina Marvina I Made Artawan Idawati Trisno Indriarini, Desi Iswaningsih, Iswaningsih Jannah, Ike Nur Safitri Miftahul Kareri, Dyah Gita Rambu Koamesah, Sangguana M. J. Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus Kresnawati Wahyu Setiono Krisandy Surya Wibawa Kristian Ratu Legoh, Dickson Alan Lestari, Ni Putu Widaria Atik Lidia, Kartini Listyawati Nurina Maria Agnes Etty Dedy Mariani, Antonia Matulessy, Giovanni Kathlix immanuel Muhajirin Dean Mukin, Yohanes Matius Demo Muntasir, Muntasir Nicholas Edwin Handoyo Nimas Prita Rahajengningtyas Kusuma Wardani Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani Nurina, Rr. Listyawati Pakan, Prisca D. Pellokila, Nindy Bethinia Pirhi, Marescoti Olivera Priambada, Ignasius Bima PRISCA DEVIANI PAKAN Putra Milian, Galang Umbu Awang Putu Dinda Pramesti Rahel Rara Woda Rahel Rara Woda Ratu, Kristian Rohi, Tivanya Saridevi Rusnah, Fauziyah Nadira Riani Sabawali, Jeremias Awang Bagas Sagita, Sidarta Sangguana Marthen Jacobus Koamesah Setianingrum, Elisabeth Levina Sari Stefanovic, Claudio Su , Djie To Rante Syahrir Syahrir Tanof, Verentika Putri Tanto, Ayu Cyntia Turupadang, Welem Wijaya, R. Pasifikus Christa William Lie Woda, Rahel Rara Wolu, Maria Amelia Rambu E. Sili Yesenia Belliani Dju