Claim Missing Document
Check
Articles

Mengenal Ekosistem Laut Melalui Proyek: Penerapan Model PjBL di Sekolah Dasar Fidawati; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran ekosistem laut di sekolah dasar. Model PjBL dipilih untuk meningkatkan keaktifan, keterlibatan, serta rasa ingin tahu siswa terhadap isu-isu lingkungan, khususnya ekosistem laut. Kegiatan pembelajaran dirancang dalam bentuk proyek yang menekankan pada eksplorasi nyata, kerja sama kelompok, dan penyelesaian masalah berbasis kontekstual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan membangun keterampilan komunikasi serta kolaborasi. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek menjadi pendekatan yang efektif dan relevan dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Sungai Bukan Tempat Sampah: Menyelamatkan Habitat Air Tawar Kita Fery Mauliza Aisy; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1524

Abstract

Sungai merupakan salah satu ekosistem air tawar yang vital bagi kehidupan manusia, flora, dan fauna. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sungai-sungai di Indonesia menghadapi tekanan serius akibat pencemaran limbah rumah tangga, industri, dan aktivitas manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai terhadap kualitas ekosistem air tawar, serta merumuskan strategi penyelamatan yang melibatkan pendekatan pendidikan lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara dengan masyarakat sekitar sungai, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencemaran sungai menyebabkan penurunan kualitas air, kematian biota air, dan gangguan ekosistem jangka panjang. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai menjadi faktor utama terjadinya pencemaran. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan edukatif yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk membentuk perilaku ramah lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sungai bukan tempat sampah, melainkan habitat penting yang harus dijaga demi keberlanjutan lingkungan hidup kita.
Pendidikan Inklusif dan Peningkatan Partisipasi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Siti Mayang Sari; Muhammad Junaidi; Mhd Syafii
JKA Vol. 2 No. 1 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/3p2ezr41

Abstract

Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui analisis data. Perorehan data melalui wawancara, observasi, atau dokumen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang anak pendidikan anak inklusif dan peningkatan partisipati sosialnya. Selama ini, sebagian orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus kerap menyekolahkan anaknya di sekolah luar biasa atau Sekolah Luar Biasa (SLB). Hal ini dikarenakan metode pembelajaran di SLB memang dirancang dan disesuaikan dengan anak berkebutuhan khusus. SLB bukan satu-satunya pilihan bagi anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus juga dapat mengenyam pendidikan di sekolah inklusif, Pemerintah telah mencanangkan program sekolah inklusif agar anak berkebutuhan khusus tetap bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan wajib selama 9 tahun. Anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan anak-anak normal lainnya. Sistem pembelajaran, pengajaran, kurikulum, sarana dan prasarana, serta sistem penilaian pada sekolah inklusif akan mengakomodasi kebutuhan anak penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat beradaptasi dan memperoleh pendidikan sebaik-baiknya. Partisipasi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah pelibatan anak berkebutuhan khusus dalam berbagai kegiatan sosial dan kehidupan bermasyarakat, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat pada umumnya.