Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Akhlak Peserta Didik Kelas IX di MTs Shautul Mimbar Al-Islami Bogor Agus Tamami; Ahmad Idhofi; Siti Mayang Sari
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting di zaman sekarang ini, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara. Dari beberapa tujuan pendidikan agama islam tersebut peneliti memfokuskan diri pada masalah akhlak yaitu untuk mengetahui bagaimana peran guru akidah akhlak dalam meningkatkan akhlak peserta didik dan bagaimana akhlak peserta didik kelas IX di sekolah MTs Shautul Mimbar Islami Bogor. Jenis yang saya gunakan dalam teknik pengumpulan datanya yaitu jenis kualitatif, metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru akidah akhlak dan siswa. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Peran guru akidah Akhlak dalam meningkatkan akhlak peserta didik di MTs Shautul Mimbar Islami yaitu guru akidah akhlak selalu menasehati dan mengarahkan siswa kepada prilaku yang lebih baik dari sebelumnya, guru akidah akhlak sebelum memerintahkan kepada siswanya supaya berakhlak yang baik ia selalu mencontohkan kebaikan terlebih dulu. Siswa dilatih oleh guru akidah akhlak untuk melakukan amal sholeh yaitu dengan shalat berjamaah, puasa sunah, berinfak, dan lain sebagainya. Akhlak siswa di MTs Shautul Mimbar Islami telah memperoleh hasil yang cukup baik, yaitu; pertama, untuk akhlak terhadap Allah Swt, kedua, akhlak terhadap dirinya sendiri, ketiga, akhlak terhadap keluarga, keempat, akhlak terhadap sesama manusia, kelima, akhlak terhadap lingkungan.
PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO PADA MATERI IPA TENTANG SISTEM PENCERNAAN MANUSIA KELAS V DI SD NEGERI 1 BANDA ACEH PADA MOTIVASI BELAJAR SISWA Raudhatul Muna; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini
Jurnal Dikdas Bantara Vol.7 No.2 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v7i2.5660

Abstract

In the learning process in elementary schools, obstacles in learning are very often found. Obstacles can make it difficult for students to understand the material delivered by the teacher because the explanations given are too abstract so motivation to study the human digestive system is still relatively low. The aim of this research is to increase students' motivation to learn. Science material on the human digestive system through video-based learning. This research utilized a descriptive research design and qualitative methodology. With three data acquisition techniques, namely documentation, interviews and observation. Based on motivation, research shows that the use of video-based learning media can convey the content of the learning process very clearly so as to increase students' motivation to learn. The encouragement for student learning is by using video-based learning media, the availability of educational materials can make everything simpler. in conveying the content of the learning that students will learn. It is hoped that the use of the designed teaching videos can increase students' learning motivation in learning the science of the human digestive system.
Pembelajaran IPA Berbasis TPACK Upaya Peningkatan Kualitas Guru Di SDN Kuta Rentang Aceh Besar Siti Mayang Sari; Akmaluddin
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/bk5zw821

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pendidik mengenai pembelajaran IPA yang berbasis TPACK, mendeskripsikan pemahaman guru pembelajaran IPA terhadap peran dan pemanfaatan teknologi, mendeskripsikan kemampuan pendidik dalam merancang pembelajaran IPA berbasis TPACK serta mengetahui respon pendidik terhadap kegiatan yang dilakukan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan metode diskusi dan kerja kelompok dalam menyampaikan materi tentang pengertian TPACK dan pembelajaran IPA berbasis TPACK. Hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan ini sangat membantu pendidik dalam memahami TPACK serta pengetahuan pendidik mengenai TPACK dan pembelajaran IPA berbasis TPACK meningkat yang dilakukan sebagai upaya dalam peningkatan kualitas guru SDN Kuta Rentang Aceh Besar.  
Peningkatan Sikap dan Keterampilan Sains Siswa melalui Pembelajaran Materi Rangka, Otot, dan Sendi berbasis Video IPA dengan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) Nola Fajria; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini
Jurnal Dikdas Bantara Vol.8 No.1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v8i1.5742

Abstract

Rendahnya minat siswa terhadap materi IPA seperti rangka, otot, dan sendi memerlukan strategi inovatif untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap dan keterampilan sains siswa melalui pembelajaran materi rangka, otot, dan sendi berbasis video IPA dengan metode pembelajaran berbasis proyek (PJBL). Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 61 Banda Aceh dengan populasi seluruh siswa di sekolah tersebut. Sampel penelitian terdiri dari 28 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest dan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes, sementara teknik analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada sikap dan keterampilan sains siswa setelah pembelajaran berbasis proyek (PJBL) menggunakan video IPA. Rata-rata nilai sikap meningkat dari 60,18 menjadi 74,91 dengan variansi menurun dari 31,45 menjadi 22,45, dan nilai t-statistik sebesar -28,34. Keterampilan sains juga meningkat dari 72,09 menjadi 93,56 dengan variansi menurun dari 33,25 menjadi 31,39, dan nilai t-statistik sebesar -53,17. Kesimpulannya, kedua variabel menunjukkan korelasi kuat antara pretest dan posttest dengan nilai p jauh lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa metode yang diterapkan efektif dalam meningkatkan sikap dan keterampilan sains siswa.
Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Pengenalan Ekosistem Danau Laut Tawar di SDN 11 Linge Marliana; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini; Ajharuddin Hasbi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran sains berbasis pengenalan ekosistem Danau Laut Tawar di SDN 11 Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan siswa kelas IV. Pembelajaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu pembelajaran di dalam kelas dan observasi langsung ke lingkungan sekitar danau. Guru memanfaatkan potensi lokal sebagai laboratorium alam yang memungkinkan siswa mengalami pembelajaran secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep ekosistem, mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, serta menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap alam sekitar. Pendekatan ini juga mendukung prinsip Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran kontekstual dan berpihak pada murid. Dengan demikian, pembelajaran sains berbasis ekosistem lokal terbukti efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter siswa secara menyeluruh.
Analisis Ekosistem Laut: Pemanfaatan Hutan Mangrove Sebagai Habitat untuk Organisme Laut Tuti Aslamiah; Siti Mayang Sari
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1491

Abstract

Tulisan ini menguraikan tentang fungsi ekosistem hutan mangrove sebagai tempat tinggal bagi organisme laut dengan menggunakan analisis deskriptif. Data diambil dari berbagai sumber yang relevan dan kemudian dijelaskan lebih mendalam. Informasi yang didapat menunjukkan bahwa hutan mangrove di Indonesia diperkirakan memiliki luas sekitar 4,25 juta hektar, yang hanya merupakan sekitar 2% dari total luas daratan. Meskipun demikian, nilai ekonomi dan lingkungan dari ekosistem ini tidak dapat diabaikan, sehingga keberadaannya harus dilestarikan. Sebagai area peralihan antara ekosistem darat dan laut, ekosistem mangrove sudah lama diakui memiliki berbagai fungsi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan biologis pada ekosistem pesisir. Ekosistem hutan mangrove merupakan tempat yang vital bagi organisme laut. Biasanya, ekosistem ini didominasi oleh moluska dan krustasea. Moluska tersebut sebagian besar terdiri dari Gastropoda dan didominasi oleh dua keluarga, yaitu Potamidae dan Ellobiidae. Untuk krustasea, mayoritas terdiri dari Brachyura. Beberapa spesies fauna mangrove juga dikenal sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi yang signifikan, seperti Terebralia palustris, Telescopium telescopium (Gastropoda), Anadara kuno, Coaxans polymesoda, Ostrea cucullata (Bivalvia), serta Scylla serrate, S. olivacea, Portunus pelagicus, Epixanthus dentatus, dan Labnanium politum (Crustacea).
Analisis Ekologis Burung Hantu (Strigiformes) di Kawasan Mata Ie Kabupaten Aceh Besar Laura Oktaviany Marantika; Lili Kasmini; Siti Mayang Sari; Agus Nurza Zulkarnain
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekologis tiga spesies burung hantu (Strigiformes), yakni Tyto alba, Otus lempiji, dan Ketupa ketupu di kawasan Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi GPS dan pencatatan koordinat spasial. Hasil menunjukkan Tyto alba dominan pada habitat semi-terbuka yang dekat dengan pemukiman, sementara Otus lempiji dan Ketupa ketupu lebih memilih hutan sekunder dan kawasan riparian alami. Ketiga spesies menunjukkan preferensi ekologis berbeda yang dipengaruhi oleh struktur vegetasi, ketersediaan air, serta intensitas gangguan manusia. Studi ini menyoroti peran penting burung hantu dalam pengendalian hayati dan sebagai indikator kualitas habitat. Hasilnya diharapkan mendukung upaya konservasi berbasis masyarakat dan pendidikan lingkungan lokal yang partisipatif serta berkelanjutan.
Optimalisasi Model Discovery Learning pada Materi Ekosistem Laut Sebagai Upaya Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Siswa Sekolah Dasar Ainal Mardhiah; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi model pembelajaran Discovery Learning pada materi ekosistem laut guna meningkatkan rasa ingin tahu siswa sekolah dasar. Model ini dipilih karena menekankan pada proses menemukan pengetahuan secara aktif dan mandiri melalui pesngamatan serta eksplorasi langsung terhadap fenomena lingkungan laut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi lapangan di salah satu SD di Banda Aceh. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V dan guru kelas sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, mendorong mereka untuk bertanya, dan meningkatkan minat terhadap isu-isu kelestarian ekosistem laut. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran berbasis penemuan sangat efektif dalam membangun rasa ingin tahu siswa terhadap materi lingkungan.
Integrasi Ekosistem Sungai dalam Pembelajaran Sains untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan Siswa di SDN 20 Linge Ajharuddin Hasbi; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran sains berbasis ekosistem sungai dan menganalisis dampaknya terhadap literasi lingkungan siswa di SDN 20 Linge. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru dan siswa kelas IV sebagai subjek. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan penguatan konsep di kelas dan observasi langsung ke sungai yang berada di lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ekosistem sungai dalam pembelajaran sains mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep ekosistem, menumbuhkan sikap peduli lingkungan, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan kontekstual ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sekaligus mendukung tercapainya tujuan Kurikulum Merdeka.
Implementasi Ekosistem Laut Berbasis Inquiry Sebagai Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Sri Hartati; Siti Mayang Sari; Lili Kasmini
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1526

Abstract

Penurunan keanekaragaman hayati laut akibat aktivitas manusia dan degradasi lingkungan menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan pembelajaran berbasis inquiry dalam memahami dan menjaga ekosistem laut sebagai bentuk pelestarian keanekaragaman hayati. Metode yang digunakan adalah studi lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di kawasan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inquiry mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap interaksi dalam ekosistem laut serta menumbuhkan kesadaran ekologis melalui pengamatan langsung, perumusan masalah, dan eksplorasi solusi pelestarian. Penerapan inquiry juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pengambilan keputusan ramah lingkungan di wilayah pesisir. Dengan demikian, pendekatan ini terbukti efektif dalam membentuk sikap peduli lingkungan dan menjadi strategi edukatif dalam pelestarian keanekaragaman hayati laut.