Claim Missing Document
Check
Articles

Praktik Pembuatan Rhizokompos Berbahan Limbah Baglog Jamur Tiram di KWT Jamur Tiram Saiyo Jawa Gadut Kota Padang Obel, Obel; Yanti, Yulmira; Putri, Afrianingsih; \Fiqri, Muhammad; Zaqi, Fahrul
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20403

Abstract

Pengembangan jamur tiram sangat besar memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Adanya peluang pasar, KWT Jamur Tiram Jawa Gadut Saiyo konsisten melakukan pembudidayaan jamur tiram. Namun, baglog menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Baglog yang sudah tidak produktif lagi akan menjadi masalah sebagai limbah. Oleh karena itu, perlu diolah menjadi kompos. Untuk membantu proses pengomposan dapat dibantu dengan rhizobateria. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini adala untuk melatih anggota kelompok KWT Jamur Tiram Jawa Gadut Saiyo Kota Padang dalam membuat rhizokompos dari limbah baglog jamur. Metode yang digunakan berupa metode sosialisasi dan praktik langsung. Hasil kegiatan yang diperoleh berupa praktik pembuatan rhizokompos dari limbah baglog jamur tiram merupakan suatu solusi yang diharapkan oleh anggota KWT Jamur Tiram Jawa Gadut Saiyo Kota Padang. Pada kegiatan dilakukan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan rhizokompos. Semua peserta pengabdian ikut berpartisipasi aktif sehingga didapatkan rhizokompos yang siap untuk diikunbasi
Pengaruh empat isolat Bacillus spp. untuk pertumbuhan tanaman padi dan peningkatan ketahanan terhadap serangan kepinding tanah (Scotinophara coarctata Fabricius.) Wibowo, Ilham; Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Yaherwandi, Yaherwandi
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34106

Abstract

Rice black bug (Scotinophara coarctata Fabricius) is an important pest of rice plants. An alternative control method involves utilizing biological agents from the genus Bacillus. The research aims to identify the effective Bacillus spp. isolates in enhancing the growth and resistance of rice plants against rice bug infestations. The experimental study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments: (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, and (5) Control, each with five replications. The results showed that B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 increased plant height by 135.27 cm, and the number of tillers by 23.85, with fresh and dry weights of 0.8 grams and 0.09 grams, respectively. Furthermore, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2 reduced the number of eggs by 30.60 ± 2.70 eggs, with a hatching percentage of 74.46%, and an infestation intensity of 11.18%. Kepinding Tanah (Scotinophara coarctata Fabricius) merupakan hama penting tanaman padi. Alternatif pengendalian yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan agens hayati dari genus Bacillus. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi isolat Bacillus spp. yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi terhadap serangan kepinding tanah. Penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu : (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dan (5) Kontrol dengan masing masing 5 ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 meningkatkan pertumbuhan tanaman 135,27 cm, jumlah anakan 23,85 anakan, serta berat segar dan kering masing-masing sebesar 0,8 gram dan 0,09 gram. Selanjutnya, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dapat menurunkan jumlah telur 30,60 ± 2,70 telur, presentase telur yang menetas 74,46%, dengan intensitas serangan sebesar 11,18%.
Eksplorasi aktinobakteria indigenus untuk Pengendalian penyakit busuk tongkol oleh Fusarium verticillioides pada tanaman jagung Annisa, Tifla Fitri; Yanti, Yulmira; Nurbailis, Nurbailis
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39831

Abstract

Fusarium verticillioides is a fungus that causes cob rot disease in corn plants. Control of Fusarium verticilliodes by using biological agents that are antagonistic, namely actinobacteria. The research aims to obtain actinobacteria isolates that can control cab rot disease and increase corn growth. The research consisted of 3 stages, 1.) Isolation of indigenous actinobacteria and F.verticillioides. Variables observed were actinobacteria characteristics and biosafety test. 2.) Selection of indigenous actinobacteria to suppress the growth of fungus F. verticillioides. The observed variable is the percentage of inhibition. 3.) The ability of actinobacteria in controlling cob rot in corn plants with 12 treatments and 3 replications, 10 isolates (selection results of stage II), 1 positive control, and 1 negative control, arranged in a completely randomized design. The variables observed were disease development and plant growth. A total of 20 isolates of actinobacteria were obtained isolation results, and the results of biosafety tests obtained as many as 15 isolates of actinobacteria. Actinobacteria isolates that have the potential to suppress the growth of fungus F. verticillioides are actinobacterial isolates APPB BI7, APPB CS7, APPA BI6, APPA AS7, APBC AS7, APPB AS7, APBA AS7, ALKA AS7, APBB BI6, and ALKB AI7 with an inhibition of 62.22-68%. Actinobacteria isolates that have the potential in suppressing the development of cob rot disease and spurring the growth of corn corn plants are isolates with the code APPB BI7, APBB BI6, ALKB AI7, APPB CS7, APPB AS7, APPA AS7, APBA AS7, and APBC AS7. ABSTRAK Fusarium verticillioides merupakan jamur yang menyebabkan penyakit busuk tongkol pada tanaman jagung. Pengendalian Fusarium verticilliodes dengan menggunakan agensia hayati yang bersifat antagonis yaitu aktinobakteria. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan isolat aktinobakteria yang dapat mengendalikan penyakit busuk tongkol serta meningkatkan pertumbuhan jagung. Penelitian terdiri atas 3 tahap, 1.) Isolasi aktinobakteria indigenus dan F.verticillioides. Variabel yang diamati adalah karakteristik aktinobakteria dan uji keamanan hayati. 2.) Seleksi aktinobakteria indigenus untuk menekan pertumbuhan jamur F. verticillioides. Variabel yang diamati adalah persentase daya hambat. 3.) Kemampuan aktinobakteria dalam mengendalikan busuk tongkol pada tanaman jagung dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan, 10 isolat (hasil seleksi tahap I dan II), 1 kontrol positif, dan 1 kontrol negatif, disusun dengan Rancangan Acak Lengkap. Variabel yang diamati adalah perkembangan penyakit dan pertumbuhan tanaman. Diperoleh 20 isolat aktinobakteria hasil isolasi, dan hasil uji keamanan hayati diperoleh sebanyak 15 isolat aktinobakteria. Isolat aktinobakteria yang berpotensi dalam menekan pertumbuhan jamur F. verticillioides yaitu isolat aktinobakteria APPB BI7, APPB CS7, APPA BI6, APPA AS7, APBC AS7, APPB AS7, APBA AS7, ALKA AS7, APBB BI6, dan ALKB AI7 dengan daya hambat 62,22-68,06%. Isolat aktinobakteria yang berpotensi dalam menekan perkembangan penyakit busuk tongkol dan memacu pertumbuhan tanaman jagung adalah isolat dengan kode APPB BI7, APBB BI6, ALKB AI7, APPB CS7, APPB AS7, APPA AS7, APBA AS7, dan APBC AS7.
Potential of Bacillus spp. Consortium for controlling Meloidogyne spp. and enhancing tomato crop production Yanti, Yulmira; Winarto; Hamid, Hasmiandy; Wasirin, Pandu Chayadi
AGROMIX Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i1.4242

Abstract

Introduction: rhizobacteria Bacillus spp. are microorganisms that reside in plant roots that function as biocontrol agents of plant diseases and increase plant growth and yield. Bacillus spp. consortium is a combination of several Bacillus spp. that synergize and do not inhibit each other. The study aimed to obtain the best Bacillus spp. consortium to control Meloidogyne spp. and increase the growth and yield of tomato plants. Methods: This research is experimental using a completely randomized design consisting of 2 stages, namely 1.) Compatibility test of rhizobakteria consortium Bacillus spp. consists of 6 treatments 4 replicates and 2.) Test consortium rhizobakteria Bacillus spp. selected to control Meloidogyne spp. and increase the yield of tomato plants. The observed variables were the development of root swelling by Meloidogyne spp., and the growth of seedling, vegetative, and generative phases. Results: The results showed that testing all isolates of rhizobacteria Bacillus spp. showed compatibility (compatible). Bacillus spp. rhizobacteria consortium can suppress the development of Meloidogyne spp. and showed different results compared to the control. Bacillus spp. rhizobacteria consortium can increase the growth of tomato seedlings and showed different results compared to the control. Bacillus spp. rhizobacteria consortium can increase the growth of tomato plants in the vegetative phase and showed different results compared to the control. rhizobacteria consortium Bacillus spp. can increase the growth of tomato plants in the vegetative phase and shows different results compared to the control. Conclusion: The best rhizobakteria Bacillus spp. consortium in suppressing the development of Meloidogyne spp. and increasing the growth and yield of tomato plants is Bacillus cereus strain RBI2AB2.2 + Bacillus cereus strain RBIKDA2.2.
Sosialisasi Pengolahan Jahe menjadi Produk Cookies Jahe di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota Yulmira Yanti; Hasmiandy Hamid; Dede Suhendra; Juniarti Juniarti; Ilham Wibowo; Fatma Andria Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.94

Abstract

Cookies jahe adalah inovasi dalam pengolahan jahe yang populer, digunakan sebagai bahan dasar dalam makanan yang enak dan sekaligus bermanfaat untuk kesehatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat jahe dan cara mengolahnya menjadi cookies jahe, serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka dalam memanfaatkan jahe sebagai komponen dalam makanan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan metode penyuluhan, demonstrasi pengolahan jahe menjadi cookies jahe, dan evaluasi. Hasil kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan peserta tentang berbagai jenis jahe, manfaat kesehatannya, dan proses pengolahan menjadi cookies jahe. Peserta juga memahami langkah-langkah penting dalam pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang benar. Melalui pelatihan, peserta memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah jahe menjadi cookies jahe, termasuk pemilihan jahe berkualitas, pengupasan, pengirisan, pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang benar. Kegiatan pelatihan ini memiliki potensi untuk mendorong inovasi dalam produk-produk yang berbasis jahe. Selain itu, diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memanfaatkan potensi jahe sebagai sumber pendapatan tambahan. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat dapat membuka usaha berbasis produk cookies jahe, meningkatkan pendapatan mereka, serta memberikan kontribusi positif dalam memenuhi minat pasar akan makanan sehat yang terus berkembang.
Sosialisasi Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Kakao Berbasis Ekologi di Kelompok Tani Inovasi Nagari Sungai Talang Yulmira Yanti; Dede Suhendra; Indra Dwipa; Hasmiandy Hamid; Risa Meutia Fiana; Lucky Fhigo Raffi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v2.180

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Masyarakat Nagari Sungai Talang menjadikan kakao sebagai komoditas unggulan pertanian ditandai dengan berkembang pesatnya budidaya kakao di nagari tersebut. Namun, terdapat persoalan yang dihadapi masyarakat setempat yaitu dalam mengelola Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) kakao. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menekan perkembangan OPT tersebut dengan pendekatan ekologi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan OPT kakao berbasis ekologi. Kegiatan dilaksanakan di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota dengan metode penyuluhan dan evaluasi. Hasil kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan peserta tentang berbagai jenis OPT pada tanaman kakao dan pengelolaannya yang ramah lingkungan berbasis keseimbangan ekosistem. Melalui pelatihan, peserta memperoleh pengetahuan berbagai pengelolaan OPT yang dapat dilakukan dengan benar. Kegiatan pelatihan ini mendorong masyarakat dalam memanfaatkan berbagai bahan alam yang dapat digunakan untuk mengendalikan OPT dengan menjaga keseimbangan ekosistem. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini masyarakat dapat mengetahui cara mengelola OPT kakao dengan cara yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan beberapa bahan alam sehingga memberikan kontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
DISTRIBUSI PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI SUMATERA Yulmira Yanti; Hasmiandy Hamid; Nurbailis
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.193

Abstract

Penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis merupakan penyakit penting pada tanaman bawang merah di sumatera dan provinsi penghasil bawang merah lainnya. Bakteri Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis mempunyai daerah sebaran yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran penyakit hawar daun bakteri pada tanaman bawang merah yang di sebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis di Sumatera. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan metode survey yaitu menghitung kejadian dan keparahan penyakit bawang merah yang ada di Sumatera. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di lapangan diketahui bahwa adanya serangan penyakit hawar daun bakteri pada bawang merah yang di sebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis dengan kejadian dan keparahan yang berbeda-beda. Kejadian tertinggi terdapat di provinsi Sumatera barat dengan kejadian penyakit 98 % dan keparahan penyakit sebesar 82,27% dan 79,47%
Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat melalui Inovasi Pengolahan Jahe Menjadi Aneka Produk Pangan di Nagari Sungai Talang, Kabupaten Lima Puluh Kota Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Suhendra, Dede; Mutya, Rissa; Figo, Lucky Raffi; Zahara, Zahira; Zahara, Vatima
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2508

Abstract

Jahe merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Masyarakat Nagari Sungai Talang terutama kelompok tani inovasi menjadikan jahe sebagai komoditas unggulan pertanian ditandai dengan berkembang pesatnya budidaya jahe di nagari ini. Aneka produk  jahe adalah inovasi dalam pengolahan jahe menjadi makanan yang enak dan bermanfaat untuk kesehatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat jahe dan cara mengolahnya menjadi aneka makanan, serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dalam memanfaatkan jahe sebagai komponen dalam makanan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan metode penyuluhan, demonstrasi pengolahan jahe menjadi aneka olahan seperti puding, bolu kukus, donat dan churros jahe, selanjutnya evaluasi. Hasil kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan peserta tentang berbagai jenis jahe, manfaat kesehatannya, dan proses pengolahan menjadi aneka makanan. Peserta juga memahami langkah-langkah penting dalam pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang benar. Melalui pelatihan, peserta memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah jahe menjadi aneka makanan, termasuk pemilihan jahe berkualitas, pengupasan, pengirisan, pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang benar. Kegiatan pelatihan ini memiliki potensi untuk mendorong inovasi dalam produk-produk yang berbasis jahe.
EXPLORATION OF INDIGENOUS ENDOPHYTIC ACTINOBACTERIA AS BIOCONTROL AGENTS AGAINST STEWART’S WILT (Pantoea stewartii subsp. stewartii) AND THEIR ROLE IN ENHANCING MAIZE GROWTH AND YIELD Khomisatul Ahdaniah; Yulmira Yanti; Ujang Khairul
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 12 No. 2 (2026): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v12i2.16505

Abstract

Stewart’s wilt disease in maize is caused by the seed-borne bacterium Pantoea stewartii subsp. stewartii. The use of actinobacteria as biological control agents represents an environmentally friendly alternative for disease management, as these microorganisms can produce antagonistic secondary metabolites against plant pathogens. This study aimed to identify the best indigenous actinobacterial isolate for controlling Stewart’s wilt disease and improving the growth and yield of sweet corn. The research was conducted in two stages: (1) isolation and characterization of actinobacteria and P. stewartii subsp. stewartii, and (2) selection of indigenous actinobacteria for disease suppression and plant growth promotion. The experiment was arranged in a completely randomized design with 22 treatments and three replications. Observations included actinobacterial morphology, biosafety testing, disease development, and growth and yield parameters of sweet corn. A total of 25 actinobacterial isolates were obtained, of which five were pathogenic to maize based on biosafety tests. Isolate APPS1.4 showed the highest effectiveness by extending the incubation period to 8.98 days and reducing disease incidence and severity to 16.94% and 17.26%, respectively. Isolate APPS1.4 also increased plant height to 140,80 cm, leaf number to 10,70 leaves, and ear weight of sweet corn to 837,66 g.
Potensi Aktinobakteria Filosfer Indigenos sebagai Agens Biokontrol Bakteri Pantoea ananatis dan Biofertilizer Tanaman Bawang Merah Iskandar, Mhd. Fiqry; Yanti, Yulmira; Khairul, Ujang
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.64298

Abstract

Bakteri Pantoea ananatis merupakan salah satu patogen penting penyebab penyakit hawar daun bakteri pada tanaman bawang merah. Salah satu alternatif pengendalian bakteri P. ananatis yang ramah lingkungan yaitu memanfaatkan aktinobakteria filosfer indigenos. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat aktinobakteria filosfer indigenos bawang merah yang mampu menekan pertumbuhan bakteri P. ananatis secara in vitro dengan menghasilkan senyawa biokontrol, dan yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta produksi bawang merah dengan menghasilkan senyawa biofertilizer. Penelitian dilakukan secara eksperimen terdiri atas 20 isolat aktinobakteria filosfer indigenos yang diulang 4 kali, disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap, Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Proteksi Tanaman dan kebun percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang pada Januari-April 2025. Percobaan terdiri atas dua tahap yaitu: 1) pengujian kemampuan aktinobakteria filosfer indigenos dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produksi bawang merah, dan 2) pengujian kemampuan aktinobakteria filosfer indigenos terseleksi sebagai agens biokontrol dan biofertilizer. Variabel yang diamati yaitu hari muncul tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, dan bobot kering umbi, serta produksi senyawa biokontrol dan biofertilizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelas isolat aktinobakteria filosfer indigenos mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produksi bawang merah. Terdapat sebelas isolat aktinobakteria filosfer indigenos mampu menghambat pertumbuhan bakteri P. ananatis secara in vitro, delapan isolat menghasilkan enzim protease, sepuluh isolat menghasilkan enzim amilase, satu isolat menghasilkan hidrogen sianida, dan delapan isolat menghasilkan siderofor. Aktinobakteria filosfer indigenos sebagai biofertilizer, sebanyak 18 isolat mampu memfiksasi nitrogen dan menghasilkan IAA, dan lima isolat mampu melarutkan fosfat. Isolat yang berpotensi sebagai agens biokontrol dan biofertilizer adalah NLLP2H, NBSP3A, NLLA3F, NBSP2H, dan NBSP3F.
Co-Authors ', Mardinus . Mansyurdin . Reflinaldon Afrika Diana Ananda, Alwi Annisa, Tifla Fitri Annisya Diadinni Annisya Diadinni Arifal, Fahkrul Armansyah Armansyah Arnetti Arnetti Arnetti Arnetti, Arnetti Astri Permata Sari Astri Permata Sari Auzar SYARIEF Auzar Syarif Baehaqi Darnetty Darnetty Dede Suhendra Dewi Rezki Dewi Suhalita Eka Candra Lina Eri Sulyanti Eri Sulyanti Fachrizky Erdi Prawira Fahkrul Arifal Fatma Andria Wahyuni Febri Yani Chrismont Febriyani, Ellsa Indah Fhigo, Lucky Figo, Lucky Raffi Fikri, Imam Ge Gatra Gova Capatagi Ge Gatra Gova Capatagi Gliceri Yumidiona Gliceri Yumidiona Haliatur Rahma Haliatur Rahma, Haliatur Hasmiandy Hamid Hasmiandy Hamid Hermeria, Noveriza Ichlasul Farhan Nouvensi Ichlasul Farhan Nouvensi Ihsan R.A Ilham Wibowo Imam Rifai Imam Rifai Indra Dwipa Indra Dwipa Intan Sari Pasaribu Intan Sari Pasaribu Irfan Suliansyah Irwin Mirza Umami Irwin Mirza Umami Irwin Mirzah Umami Irwin Mirzah Umami Iskandar, Mhd. Fiqry Jamaan, Akmal Julio Eiffelt Rossaffelt Rumbiak Jumsu Trisno Juniarti Juniarti Karjunita, Nike Khomisatul Ahdaniah Kurniati, Fimetha Riva Liswarni, Yenny Lora Triana Lubis, Reynaldi Fasya Abdullah Lucky Fhigo Raffi Ly Lan Phuong Martinius Martinius Megha Putri Tanjung Megha Putri Tanjung Megha Putri Tanjung Meisilva Erona Sitepu Miranti Miranti Muhammad Fadil Muhammad Fadil Muhammad Ihsan Harahap Muhammad Iqbal Munthe, Thomas Syaipuddin Munzir Busniah Mutya, Rissa Muzilatul Nilisma Muzilatul Nilisma My Syahrawati MY SYAHRAWATI Noveriza Hermeria Noveriza Hermeria Noveriza Hermeria Noveriza, Hermeria Nur ‘Azah Nurbailis Nurbailis Nurbailis Nurbailis Nurbailis Nurbailis Obel, Obel Pandu Chayadi Wasirin Putra Santoso Putri Mawar Sari Putri mawar Sari Putri, Afrianingsih Rachmad Hersi Martinsyah Raffi, Lucky Fhigo Rahayu, Silva Dika Ramadhan, Nugraha Reflin Reflin Reflin Reflin Reflin, Reflin Reni Mayerni Reynaldi Fasya Abdullah Lubis Rian Tajudin Rifai, Imam Risa Meutia Fiana Rita Harni RITA HARNI Rover Rover Rusdi Rusli Rusmanida Rusmanida Saibi Saibi Salsabilla Afisti Salsabilla Afisti Sulyanti, Eri Sutoyo Sutoyo Tajudin, Rian Tanjung, Megha Putri Triana, Lora TRIMURTI HABAZAR Trimuti Habazar Trimuti Habazar Trizelia . Trizelia Trizelia UJANG KHAIRUL Wahyudi , Nizar Alim Wahyuni, Fatma Andria Warnita Wasirin, Pandu Chayadi Wellyalina, Wellyalina Wibowo, Ilham WINARTO Winarto Winarto Winarto Winarto Winarto Winarto Wiwik Suryani Wiwik Suryani Yaherwandi Yaherwandi Yaherwandi Yogie Aditya Pratama Yunisman Yunisman Zahara, Vatima Zahara, Zahira Zaqi, Fahrul Zuldadan Naspendra Zulfadli Syarief Zulfadly Syarif Zurai Resti \Fiqri, Muhammad