Claim Missing Document
Check
Articles

FILOSOFI IHSAN DALAM KITAB ADABUL ALIM WAL MUTA'ALIM: PENDEKATAN PENDIDIKAN ANAK HOLISTIK DALAM ISLAM Jasminto
Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 02 (2023): AGUSTUS
Publisher : PGMI UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/aldawat.v2i02.4751

Abstract

Artikel ini mengungkapkan esensi filosofi Ihsan dalam Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Adabul Alim Wal Muta'alim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, sebagai pendekatan penting dalam pendidikan anak yang holistik. Ihsan menandai puncak spiritualitas, menunjukkan kualitas tertinggi dalam hubungan antara seorang Muslim dengan Sang Pencipta. Di dalamnya terkandung kesempurnaan keimanan dan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan mengetahui segala perbuatan. Konsep Ihsan melampaui kewajiban-kewajiban ritual semata, mencakup sisi-sisi humanitas yang mencerminkan kematangan moral dan etika. Dalam pandangan Islam tentang pendidikan anak, Ihsan mengajarkan untuk membentuk individu yang beriman, bertaqwa, berilmu, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Artikel ini menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan anak holistik berbasis Ihsan. Dalam mencapai pertumbuhan holistik, pendidikan harus menggali potensi spiritual, moral, intelektual, sosial, dan emosional dengan keseimbangan yang tepat. Kitab Adabul Alim Wal Muta'alim sebagai karya klasik berperan penting dalam memberikan pijakan teoritis untuk menerapkan nilai-nilai Ihsan dalam proses pembelajaran. Melalui analisis kritis, penelitian ini menunjukkan bagaimana filosofi Ihsan dari Kitab Adabul Alim Wal Muta'alim dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan strategi pengajaran. Hal ini mendorong pembentukan karakter yang kuat dan penuh integritas, membimbing anak-anak untuk mencapai kesempurnaan dalam kehidupan mereka. Hasil penelitian ini membuka wawasan lebih mendalam tentang relevansi filosofi Ihsan dalam pendidikan anak dalam Islam. Dalam panduan ini, para pendidik dan orang tua didorong untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai Ihsan sebagai pijakan utama. Dengan cara ini, generasi penerus dapat tumbuh dan berkembang dalam harmoni dengan diri mereka sendiri, sesama, dan Sang Pencipta.
MEMBANGUN KESADARAN KEISLAMAN DALAM PENDIDIKAN: TINJAUAN TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN ISLAM Jasminto
Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 01 (2024): FEBRUARI
Publisher : PGMI UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/aldawat.v3i01.6437

Abstract

Kesadaran keislaman merupakan aspek esensial dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia dan memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk meninjau konsep pendidikan Islam dalam upaya membangun kesadaran keislaman, dengan menyoroti prinsip-prinsip dasar yang diajarkan oleh tokoh-tokoh pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur terkait pendidikan Islam dan konsep kesadaran keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam harus mengintegrasikan aspek akidah, ibadah, dan akhlak dalam kurikulum, serta memberikan ruang bagi pengembangan spiritualitas melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Selain itu, pentingnya peran guru sebagai teladan yang menginspirasi dan membimbing siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam juga sangat ditekankan. Kesimpulannya, untuk membangun kesadaran keislaman dalam pendidikan, diperlukan pendekatan holistik yang mencakup pembelajaran teoritis dan praktik, serta dukungan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter Islami.
Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual Pada Kitab Taisir Al-Khallaq (Studi Kasus di SMA Abdul Wahid Hasyim Tebuireng Jombang) Sayyidah Rahmah An Nabila; Jasminto
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8891

Abstract

Kitab Taisir Al-Khallaq karya Hafiz Hasan Al-Mas’udi merupakan salah satu kitab yang membahas etika dan akhlak dalam membentuk karakter berbasis nilai nilai spiritual Islam. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeksripsikan nilai-nilai spritiual, proses internalisasi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat internalisasi nilai-nilai spiritual pada Kitab Taisir Al-Khallaq di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah, Ustadz yang mengajar Kitab Taisir Al-Khallaq beserta para siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan Kitab Taisir Al-Khallaq menekankan nilai tauhid dan akhlak untuk membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya akhlak dengan Allah, sesama manusia, dan diri sendiri. Proses internalisasi nilai spiritual dari kitab Taisir Al-Khallaq dirancang melalui berbagai program yang membentuk karakter serta akhlak mulia siswa. Internalisasi dilakukan secara sistematis melalui pendekatan religius, pengajaran berbasis kurikulum pendidikan karakter, serta penerapan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan siswa. Faktor pendukung proses internalisasi diantaranya peran guru, lingkungan sekolah, serta sarana dan prasarana yang memadai. Sementara, faktor penghambat internalisasi yakni minimnya pemahaman kitab dan motivasi siswa, keterbatasan waktu pembelajaran dan pengaruh lingkungan modern diera globalisasi menjadi tantangan yang dihadapi.
Pendidikan Islam Perspektif Pesantren: Diferensiasi, Aplikasi dan Motivasi Jasminto
Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Vol. 1 No. 1 (2020): Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/tjiss.v1i1.1222

Abstract

This article discusses several definitions of Islamic education and gives guidelines to clarify the use of the definition. The article describes that the definition depicts the typology of Islamic education and institutions related to it. This will explain the different concepts that depend on the context of Islamic education, especially with regard to pondok pesantren. Later, the article elucidates the theoretical conception of Islamic education based on the Qur’an and hadith. This article argues that the primary motivation of the holistic approach of ‘Islamic education’ of pesantren can be used as the representative of Islamic education in the world that teaches religious moderation.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Moderat dalam Kitab Khuluquna Karya Al-Habib Umar Bin Hafidz Masyhuda, Nailul Afroh; Jasminto
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman tentang akhlak serta nilai- nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Khuluquna karya Al Habib Umar bin Hafidz, serta menelaah relevansinya terhadap konteks pendidikan Islam masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Temuan dari studi ini mengungkap bahwa Khuluquna memuat nilai- nilai akhlak yang moderat dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam mengatasi isu-isu seperti radikalisme, perpecahan sosial, dan tantangan kemajuan teknologi. Nilai-nilai akhlak dalam kitab ini diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni akhlak terhadap Allah SWT, akhlak terhadap sesama manusia, dan akhlak terhadap diri sendiri. Berdasarkan hasil tersebut, Khuluquna dapat dijadikan sebagai referensi dalam membangun pendidikan akhlak yang moderat di era modern.
Reclaiming Islamic Educational Identity through Curriculum: A Critical Analysis of Adabul ‘Alim wal Muta’allim in Pesantren Tebuireng Jasminto, Jasminto; Rofi’ah, Siti; Amayreh, Muath Khalil
International Journal of Religion and Social Community Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Postgraduate Program, State Islamic Institute (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijoresco.v3i1.3585

Abstract

This study aims to explore the process of reconstructing Islamic educational identity carried out by Pesantren Tebuireng through the development and implementation of a curriculum based on traditional values contextualized for the modern era. The main focus of this research is the classical text Adabul ‘Alim wal Muta’allim by Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, a foundational work that holds a significant position within the pesantren tradition as a reference for ethics and pedagogy. Using a qualitative method with textual and contextual approaches, this research traces how the noble values contained in the text are reinterpreted to address the challenges of modern education. Data were collected through comprehensive literature studies and in-depth interviews with caretakers, teachers, and curriculum developers within the Pesantren Tebuireng environment. The findings indicate that Adabul ‘Alim wal Muta’allim functions not only as a moral guideline in the teacher-student relationship but also as a strategic tool for character formation, the strengthening of spirituality, and the development of students’ integrity. Universal values such as sincerity, humility, responsibility, and proper conduct in the pursuit of knowledge are integrated into a curriculum framework that is relevant to contemporary developments. This curricular strategy demonstrates that Pesantren Tebuireng is not merely preserving tradition but is consciously and purposefully transforming education. Thus, the pesantren is able to build an Islamic educational identity that is dynamic, contextual, and firmly rooted in Islamic values, while also actively responding to current social and intellectual challenges.
Integrasi Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Pengembangan Motorik Anak Usia Dini Muniroh, Fitria A’yun; Jasminto, Jasminto
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1821

Abstract

Penelitian ini membahas tentang integrasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam model klasikal untuk pengembangan motorik anak usia dini di RA Menara Taufiq Bandung, Diwek, Jombang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada paradigma post-positivisme yang digunakan untuk meneliti kondisi objek alam, dimana peneliti merupakan instrumen kunci dalam penelitian ini. Adapun fokus penelitian dari penelitian ini yaitu mengintegrasikan nilai pendidikan agama islam untuk pengembangan motorik anak usia dini, menstimulasi perkembangan motorik yang terintegrasi dalam nilai-nilai pendidikan agama islam dalam model klasikal, faktor-faktor yang mempengaruhi stimulasi pengembangan fisik motorik. Pendidikan agama memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak sejak usia dini yang mengintegrasikan pembelajaran keimanan, ibadah, dan akhlak dengan stimulasi motorik kasar dan halus. Melalui kegiatan seperti bermain bola, gerakan sholat, menulis huruf hijaiyah, dan kegiatan sehari-hari lainnya, anak tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kesabaran, tanggung jawab, dan ketekunan. Guru-guru secara aktif mengamati dan mendukung minat dan bakat anak dalam suasana bermain yang edukatif. Perkembangan motorik halus anak juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti genetika dan gizi, serta faktor eksternal seperti pola asuh, kondisi sosial ekonomi, dan lingkungan. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sangat penting untuk menciptakan pengalaman belajar holistik yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, guna mendukung kesiapan akademis dan sosialnya di masa depan. RA ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keimanan, ibadah, dan akhlak dalam stimulasi motorik kasar dan halus anak melalui kegiatan seperti bermain bola, gerakan sholat, dan menulis huruf hijaiyah. Pendekatan ini tidak hanya mengembangkan kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran, tanggung jawab, dan ketekunan. Faktor internal (genetika, gizi) dan eksternal (pola asuh, lingkungan) turut memengaruhi perkembangan motorik. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sangat penting untuk menciptakan pembelajaran holistik guna mendukung kesiapan akademis dan sosial anak di masa depan.
REBRANDING PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Jasminto
Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 01 (2022): FEBRUARI
Publisher : PGMI UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/aldawat.v1i01.2248

Abstract

Artikel ini berupaya menguatkan pemahaman Islam tentang perkembangan manusia dalam kacapandang pendidikan Islam. Pemahaman Islam yang dimaksud adalah tentang proses penguatan sumberdaya manusia. Metode literer sebagai payung metodologi dimulai dengan kritik terhadap pandangan dunia sekuler Barat, yang secara eksklusif bergantung pada empirisme dan reduksionisme. Kebergantungan ini membawa konsepsi Islam bergantung bahkan dikucilkan dalam berbagai kajian yang berdimensi spiritual. Pengucilan ini disebabkan oleh pengakuan keunggulan materialisme dalam psikologi perkembangan sekuler. Artikel ini mengambil inisiasi Al-Quran dan hadits untuk menentukan faktor, hereditas dan lingkungan dalam perkembangan bentuk pendidikan. Hasilnya berupa kritik terhadap paradigma epistemologis dan metodologis serta kerangka ilmu sosial dan perilaku Barat secara umum dengan menggunakan paradigma Islam yang khas yang didasarkan pada episteme Tawhidi
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SD ISLAM ROUSHON FIKR PULO, JOMBANG Laily Masruroh; Sholihul Anshori; Jasminto
EL-Islam Vol 1 No 01 (2019): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/el-islam.v1i01.760

Abstract

Some focus of the research are (1) Implementation of Integrated Quality Management in Improving Teacher Professionalism at Islamic Elementary School Roushon Fikr Pulo, Jombang (2) factors of supporting and inhibiting Integrated Quality Management Implementation in Improving Teacher Professionalism at Islamic Elementary School Roushon Fikr Pulo, Jombang. The purpose of discussing the main issues in writing the operational design of this paper is to escribe (1) Implementation of Integrated Quality Management in Improving Teacher Professionalism at Islamic Elementary School Roushon Fikr Pulo,Jombang (2) factors of supporting and inhibiting Integrated Quality Management Implementation in Improving Teacher Professionalism at Islamic Elementary School Roushon Fikr Pulo, Jombang. School as educational institutions is a place for educational processes that can be carried out by having a complex and dynamic system. The core activity of the school is HR (Human Resource) management. Preparation of quality human resources can be achieved only with quality education as well. All components of the education system (input, output process, outcome) must require some certain quality standards. An organization can improve and maintain its quality by building a quality improvement system, one of the quality improvement system models is TQM, Total Quality Management / Integrated Quality Management (MMT). TQM is based on customer satisfaction as the main target. Customers can be divided into internal customers and external customers. In education, internal customer is a system or doer of the educational institution itself, for example, the principal, teachers, staff, and school organizers. The researcher used a type of qualitative field research (field research) that was descriptive. The researcher used the method of observation (observation), interviews (interviews), focused discussions and documentation to collect the data.In the study, it was found that the quality of teachers in Islam Roushon Fikr was a well-chosen and well-selected teacher. To find out the level of teacher professionalism can be seen through the level of education, understanding of teacher competence, upgrading or training, and teacher competency testing. The implementation of MMT in increasing teacher professionalism is among others through teacher recruitment so, the selected teachers are skilled and creative teachers. Factors of supporting the implementation of TQM in increasing teacher professionalism are influenced by the leadership style of the principal and all supporting structures at the school. Factors of inhibiting the implementation of TQM in improving the teacher professionalism, we can say it is very little even not at all because of good performance, commitment and enjoyable environment. To realize it, the principal tried to create a healthyand pleasant work atmosphere by improving and maintaining togetherness in the group.
EKUILIBRASI PERKEMBANGAN KOGNITIF DALAM PRESTASI BELAJAR SISWA PROGRAM ILMU-ILMU KEAGAMAAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 4 JOMBANG Habibatul Mukaromah; Jasminto; Syamsuddin
EL-Islam Vol 2 No No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/el-islam.v2iNo 1.906

Abstract

Abstract: Education can not be separated from cognitive development that can grow and develop the potential in a child. In accordance with Jean Piaget's cognitive theory that in adolescence occurs at the fourth stage, namely formal operations. This study aims to determine the equilibration of cognitive development in adolescence that affects learning achievement. Through guidance, teachers can provide appropriate services to overcome problems in learning in accordance with the level of cognitive development. The methodology in this study uses a qualitative research approach and type of case study studies by collecting data from observations, interviews and documentation. In analyzing the data using Miles Huberman data analysis. The results show that in equilibration cognitive development in adolescence is a balance in the ability to think at the formal operational stage which is characterized by the ability to think abstractly and logically in solving a problem through the process of adaptation, assimilation and accommodation so that optimal performance appears. Keywords: Cognitive Development, Learning Achievement, Jean Piaget Abstrak: Pendidikan tidak lepas dari perkembangan kognitif yang dapat menumbuh kembangkan potensi pada diri seorang anak. Sesuai dengan teori kognitif Jean Piaget bahwa pada masa remaja terjadi pada tahap keempat yaitu operasional formal. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui ekuilibrasi perkembangan kognitif pada masa remaja yang mempengaruhi prestasi belajarnya. Melalui bimbingan, guru dapat memberikan layanan yang tepat untuk mengatasi permasalahan dalam belajarnya sesuai dengan tingkat perkembangan kognitifnya. Metodologi pada kajian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis kajian studi kasus dengan mengumpulkan data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam analisis datanya menggunakan analisis data Miles Huberman. Hasil menunjukkan bahwa dalam ekuilibrasi perkembangan kognitif pada masa remaja adalah keseimbangan dalam kemampuan berpikir pada tahap operasional formal yang ditandai dengan kemampuan berpikir abstrak dan logis dalam memecahkan suatu permasalahan melalui proses adaptasi, asimilasi dan akomodasi sehingga nampak prestasi yang optimal. Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Prestasi Belajar, Jean Piaget