Claim Missing Document
Check
Articles

NERAPAN METODE DEPTH FIRST SEARCH (DFS) UNTUK SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN HANDPHONE BERBASIS ANDROID Yuliadi, Yuliadi; Oktaviasni, Asti; Idifitriani, Farida; Dinola, Dinola; Hamdani, Fahri; Rosika, Herliana
Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): MISI Januari 2026
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/misi.v9i1.1960

Abstract

Perkembangan teknologi smartphone yang semakin pesat menyebabkan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan handphone dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Tingginya intensitas penggunaan tersebut berdampak pada meningkatnya potensi terjadinya kerusakan, baik pada perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Permasalahan yang sering dihadapi pengguna adalah keterbatasan pengetahuan dalam mendiagnosis jenis kerusakan handphone, sehingga pengguna harus langsung membawa perangkat ke pusat layanan perbaikan yang memerlukan waktu dan biaya tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi sistem pakar diagnosis kerusakan handphone berbasis Android dengan menerapkan metode Depth First Search (DFS). Metode DFS digunakan sebagai mekanisme inferensi untuk menelusuri basis pengetahuan yang direpresentasikan dalam bentuk pohon keputusan berdasarkan gejala yang dialami pengguna hingga diperoleh kesimpulan berupa jenis kerusakan serta solusi penanganannya. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model prototyping yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan basis pengetahuan, perancangan alur inferensi, implementasi, dan pengujian sistem. Pemodelan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), dengan bahasa pemrograman PHP menggunakan framework CodeIgniter serta MySQL sebagai basis data. Aplikasi dikembangkan pada platform Android agar mudah diakses oleh pengguna kapan saja dan di mana saja. Hasil pengujian yang dilakukan dengan 15 responden pengguna handphone android dan 3 teknisi hanphone konter Jawa Cell menyatakan bahwa sistem pakar yang dibangun mampu melakukan diagnosis kerusakan handphone secara cepat dan akurat berdasarkan gejala yang diinputkan oleh pengguna. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu pengguna memperoleh informasi awal mengenai kerusakan handphone sebelum melakukan perbaikan lebih lanjut, serta menjadi media pembelajaran bagi teknisi pemula dalam proses diagnosis kerusakan handphone secara cepat dan otomatis.
Application of Information Gain to Select Attributes in Improving Naïve Bayes Accuracy in Predicting Customer's Payment Capability Herfandi, Herfandi; Zaen, Mohammad Taufan Asri; Yuliadi, Yuliadi; Julkarnain, M.; Hamdani, Fahri
JISA(Jurnal Informatika dan Sains) Vol 4, No 2 (2021): JISA(Jurnal Informatika dan Sains)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jisa.v4i2.1044

Abstract

The customer is the main factor in the running of PT. XYZ. A good understanding of customers is very important for predicting the capability of customers to pay. The implementation of credit collectibility is used to determine the quality of customer credit, one of which is the customer's capability to pay interest and principal on time. While manually, it is very difficult to accurately predict the capability of customer credit payments. Data mining techniques with the Naïve Bayes algorithm were chosen to classify customers to be able to find patterns, analyze and predict, because they have good performance, are efficient, and simple. The Naïve Bayes algorithm has a weakness in terms of sensitivity to many attributes, so the accuracy is low. Based on the problem stated, his study will apply the Information Gain method to select the most influential attribute on the label in order to increase the accuracy of the Naïve Bayes algorithm. This research produces a new dataset with seven attributes: TENOR, SALARY, DOWN PAYMENT, INSTALLMENT, APPROVAL, OTR CLASS, AGE with Labels: Status and Id: Id number based on the Information Gain method. The dataset comparison process with 995 data records showed an increase in accuracy, precision, and AUC using the new dataset compared to the old dataset, but in the t-Test test with an alpha value = 0.05 there is a difference but not significant. In the evaluation process, performance experienced a significant increase in the use of new datasets with the following percentages of performance improvement: accuracy = 8%, precision = 18.42%, recall = 17.65% and AUC= 0.057%. The results of this study obtained AUC of 0.876, accuracy of 87.88%, precision of 61.90%, and recall of 76.47%, and classified into good classification. 
PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG MENJADI PAKAN TERNAK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN DESA POTO DAN MENYUKSESKAN PROGRAM SEJUTA SAPI Yuliadi, Yuliadi; Munandar, Imam; Hermanto, Koko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30056

Abstract

Abstrak: Musim kemarau di Kabupaten Sumbawa ditandai oleh tingkat kekeringan yang sangat tinggi, yang berdampak pada terbatasnya ketersediaan pakan ternak. Kondisi ini berpotensi menurunkan produksi sapi, sehingga menghambat pencapaian program NTB Bumi Sejuta Sapi. Desa Poto, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu daerah dengan produksi jagung yang melimpah berdampak pada meningkatnya jumlah limbah jagung. Produksi jagung yang melimpah menghasilkan limbah dalam jumlah besar, yang umumnya dibakar oleh petani untuk membersihkan lahan, meskipun hal ini menimbulkan polusi. Padahal, limbah jagung masih mengandung nutrisi yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Melalui program pemberdayaan kemitraan masyarakat, dilakukan pelatihan kepada Kelompok Tani Ternak Lenang Rea III untuk mengolah limbah jagung menjadi pakan alternatif menggunakan mesin pencacah (Hammer Mill). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan hardskill mitra dalam fermentasi limbah jagung dan formulasi pakan ternak. Meningkatan softskill dalam kesadaran akan pentingnya inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan potensi ekonomi dari limbah jagung. Tiga tahapan kegiatan meliputi diskusi, pelatihan pembuatan silase dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta cukup tinggi dengan skor total setiap variabel berada dalam rentang antara 0,72 hingga 0,88, yang mengindikasikan bahwa nilai pada masing-masing indikator berada pada kategori sedang (medium). Secara keseluruhan, nilai Technology Readiness Index (TRI) sebesar 3,14, menandakan kesiapan moderat dalam menerapkan teknologi pengolahan limbah jagung.Abstract: The dry season in Sumbawa Regency is characterized by very high levels of drought, which impacts the limited availability of animal feed. This condition can potentially reduce cattle production, thus hampering the achievement of the NTB Bumi Sejuta Sapi program. Poto Village, Sumbawa Regency, is one of the areas with abundant corn production, which impacts the increasing amount of corn waste. Abundant corn production produces large amounts of garbage, which farmers generally burn to clear the land, although this causes pollution. Corn waste still contains nutrients that can be used as animal feed. Through the community partnership empowerment program, training was conducted for the Lenang Rea III Livestock Farmers Group to process corn waste into alternative feed using a shredder (Hammer Mill). This training aims to improve the hard skills of partners in corn waste fermentation and animal feed formulation. Increasing soft skills in awareness of the importance of innovation, environmental sustainability, and the economic potential of corn waste. The three stages of activity include discussion, silage-making training using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, and evaluation. The evaluation process involved [specific details about the evaluation process]. The evaluation results showed that the level of participant satisfaction was relatively high, with the total score of each variable ranging from 0.72 to 0.88, indicating that the value of each indicator was in the medium category. Overall, the Technology Readiness Index (TRI) value was 3.14, indicating moderate readiness to implement corn waste processing technology.
Empowering Students at the Markaz Imam Malik (MIM) Makassar Boarding School Through Aquaponic Fish Culture Systems Sani, Asrianti; Andriani, Andriani; Yuliadi, Yuliadi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren Markaz Imam Malik (MIM) sebagai mitra PKM merupakan lembaga pendidikan dengan fokus pembinaan ditujukan pada pendidikan karakter Islami dan berakhlak qur’ani dalam semua lini kehidupan. Untuk penguatan karakter siswa, maka dibutuhkan program pemberdayaan salah satunya melalui kegiatan PKM untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan softskill terutama karakter yang berorientasi ekonomi (wirausaha). Tujuan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melakukan budidaya ikan system akuaponik sebagai bekal untuk kelak bisa berwirausaha serta meningkatkan pendapatan pesantren. Metode pelaksanaan PKM terdiri dari observasi dan identifikasi masalah, sosialisasi program, pelatihan teknis budidaya ikan sistem akuaponik, penerapan teknologi akuponik berupa dua unit kolam ikan yang dilengkapi media budidaya kangkung (akuaponik), pendampingan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil PKM menunjukkan dampak positif karena siswa berpartisipasi langsung dengan antusias  mengikuti setiap kegiatan, begitupun dengan pesantren  Luaran yang dicapai yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra serta peningkatan pendapatan dari hasil penjualan produk. Hasil kegiatan PKM yang diperoleh berupa ikan lele sebanyak 370 kg dan kangkung sebanyak 100 kg.