Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DARI FAKTOR PENGETAHUAN DAN SOSIAL BUDAYA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PINANG KABUPATEN BANJAR Nor’alina, Nor’alina; Tunggal, Tri; Yuniarti , Yuniarti; Yuliastuti, Erni
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan angka kematian ibu. dari studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Juni - Juli 2024 ada 11 ibu bersalin di dukun, dengan alasan masih menganut adat atau kepercayaan turun temurun dari keluarga, akses yang masih sulit, topografi yang terjal dan berliku-liku, dan jarak menuju ke tempat fasilitas kesehatan cukup jauh. Semua alasan tersebut tidak lepas dari kuatnya kepercayaan mereka terhadap dukun kampung yang dianggap dapat memberikan rasa aman. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang. Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan pendekatan waktu Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil trimester III sebanyak 36 orang dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Variabel Independen pengetahuan dan sosial budaya, variabel Dependen penolong persalinan. Dianalisa dengan Teknik univariat dan bivariat (menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05). Didapatkan ibu hamil trimester III berjumlah 36 (100%), sebagian besar berpengetahuan baik 28 (77,8%), dukungan sosial budaya baik 28 responden (77,8%) dan sebagian besar pertolongan persalinan oleh nakes 28 (77,8%). Uji analisis menggunakan Chi Square menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian bahwa ada hubungan pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil trimester III dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang. Semakin baik pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil maka semakin baik pula keputusan dalam menentukan pemilihan penolong persalinan yang aman.
HUBUNGAN PARITAS DAN POLA KONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS MARTAPURA 2 TAHUN 2024 Mutiara, Mutiara; Hipni, Rubiati; Suhrawardi, Suhrawardi; Yuliastuti, Erni
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v2i1.4760

Abstract

Latar belakang: Angka kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi di Puskesmas Martapura 2 termasuk dalam 5 besar Kabupaten Banjar yaitu 33,80%. Dengan prevalansi anemia yang meningkat dari 16.50% tahun 2022 menjadi 17.97% pada tahun 2023. Tujuan: untuk menganalisis hubungan paritas dan pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Martapura 2 tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan metode survey analitik desain Case Control. Populasi berjumlah 104 orang ibu hamil trimester III, sampel diambil menggunakan Random sampling, jumlah sampel case 52 ibu hamil trimester III yang anemia, sampel control 52 ibu hamil trimester III yang tidak anemia. Variabel Independen Paritas dan Pola Konsumsi, variabel dependen kejadian anemia pada ibu hamil. Pengumpulan data dari buku kohort, laporan bulanan cakupan Fe3 berdasarkan catatan riwayat ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya. Jenis data ordinal, dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji chi square melalui komputerisasi. Hasil: Didapatkan hasil dari 104 ibu hamil trimester III ada 52 orang (50,0%) ibu yang anemia, paritas berisiko 65 orang (62,5%),pola konsumsi tidak sesuai 57 orang (54,8%). Ada hubungan paritas dengan kejadian anemia p-value = 0,043 OR = 2,513, dan ada hubungan signifikan pada pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia p-value = 0,049) OR = 2,382. Kesimpulan: terdapat hubungan antara paritas dan pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian Anemia pada ibu hamil. Diharapkan dengan edukasi tentang anemia dan pencegahannya dapat menekan angka kejadian anemia
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DAN LAMA WAKTU TIDUR TERHADAP KEJADIAN ANEMA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Hasanah, Noor; Yuliastuti, Erni; Kirana, Rita; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10647

Abstract

Adolescent anemia is influenced by daily dietary consumption that lacks iron, which is closely related to nutritional status. In Tanah Bumbu Regency, 40.8% of adolescent girls experience anemia, exceeding the indicator target of 28%. Examinations conducted on 501 seventh-grade female students in 12 schools within the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat revealed an anemia prevalence of 29.1%, with the highest rate at SMPN 1 Simpang Empat (34.04%). This study employed a Cross-Sectional Study design with a sample of 98 seventh-grade female students aged 12–14 years, selected using the Simple Random Sampling technique and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 96.9% of adolescents with good eating habits did not experience anemia, while 56.1% of those with poor eating habits suffered from anemia. Furthermore, 91.2% of adolescents with adequate sleep duration did not experience anemia, whereas 54.7% of those with insufficient sleep duration suffered from anemia. These findings indicate a relationship between eating habits and sleep duration with the incidence of anemia in adolescents. Therefore, schools are expected to provide education on anemia prevention through the UKS program and collaborate with health institutions for nutritional counseling. Additionally, increasing the availability of nutritionally balanced food in school cafeterias is necessary to support adolescent health Anemia pada remaja putri dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan sehari-hari yang kurang mengandung zat besi, yang berkaitan erat dengan status gizi. Di Kabupaten Tanah Bumbu, 40,8% remaja putri mengalami anemia, melebihi target indikator 28%. Pemeriksaan pada 501 remaja putri kelas 7 di 12 sekolah dalam wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat menunjukkan prevalensi anemia sebesar 29,1%, dengan angka tertinggi di SMPN 1 Simpang Empat (34,04%). Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan sampel 98 remaja putri kelas 7 usia 12–14 tahun yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling dan dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,9% remaja dengan kebiasaan makan baik tidak mengalami anemia, sementara 56,1% remaja dengan kebiasaan makan kurang mengalami anemia. Selain itu, 91,2% remaja dengan lama tidur baik tidak mengalami anemia, sedangkan 54,7% remaja dengan lama tidur kurang mengalami anemia. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara kebiasaan makan dan lama waktu tidur dengan kejadian anemia pada remaja. Oleh karena itu, sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pencegahan anemia melalui program UKS serta bekerja sama dengan institusi kesehatan dalam penyuluhan gizi. Selain itu, penyediaan makanan bergizi seimbang di kantin sekolah juga perlu ditingkatkan untuk mendukung kesehatan remaja
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI LANJUTAN DPT-HB-HIB DAN CAMPAK RUBELLA PADA ANAK BADUTA DI PUSKESMAS ANGSAU KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2024 Saptiningsih, Saptiningsih; Suhrawardi, Suhrawardi; Laili, Fitria Jannatul; Yuliastuti, Erni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10650

Abstract

Pada tahun 2023, cakupan imunisasi lanjutan DPT-Hb-Hib dan Campak Rubella di Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut masing-masing mencapai 42,4% dan 39,8%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis pengaruh pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan pada baduta. Sebanyak 85 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,021), dan dukungan keluarga (p=0,030) memiliki pengaruh signifikan terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan pada baduta. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut In 2023, the coverage of follow-up immunizations for DPT-Hb-Hib and Measles-Rubella at Angsau Health Center, Tanah Laut Regency, reached 42.4% and 39.8%, respectively, falling significantly below the national target of 95%. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach to examine the influence of maternal knowledge, maternal attitudes, and family support on the completeness of follow-up immunizations in toddlers. A total of 85 respondents were selected using purposive sampling, and data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed significant influences of maternal knowledge (p=0.000), maternal attitudes (p=0.021), and family support (p=0.030) on the completeness of follow-up immunizations in toddlers. In conclusion, there is a significant relationship between maternal knowledge, maternal attitudes, and family support and the completeness of follow-up immunizations in the working area of Angsau Health Center, Tanah Laut Regency
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Sari, Mutyara; Rafidah, Rafidah; Yuliastuti, Erni; Isnaniah, Isnaniah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10651

Abstract

Prevalensi stunting di Tanah Bumbu mengalami penurunan dari 18,7% pada tahun 2021 menjadi 16,1% pada tahun 2022, namun tetap stagnan pada tahun 2023. Kondisi stunting pada balita dapat berdampak pada penurunan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan, sementara berat badan lahir rendah (BBLR) diduga menjadi salah satu faktor risiko utama. Penelitian berikut memanfaatkan model observasional analitik dan mengadaptasi cross-sectional dalam proses menganalisis korelasi antara BBLR dan peristiwa stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat tahun 2024. Sampel terdiri dari 91 balita yang dipilih secara acak, dengan data dikumpulkan melalui rekapitulasi laporan bulanan dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27,5% balita mengalami BBLR, sementara angka kejadian stunting mencapai 47,3%. Analisis statistik menampilkan terjadinya korelasi signifikan antara BBLR dan kejadian stunting dan nilai p mencapai = 0,000. Oleh karena itu, balita dengan Sejarah BBLR mempunyai risiko lebih besar terjangkit stunting. Upaya pencegahan perlu dilakukan dengan meningkatkan asupan nutrisi ibu selama kehamilan serta memastikan pemberian gizi yang optimal bagi balita untuk mengurangi risiko BBLR dan stunting The prevalence of stunting in Tanah Bumbu decreased from 18.7% in 2021 to 16.1% in 2022 but remained stagnant in 2023. Stunting in toddlers can negatively impact intelligence and future human resource quality, while low birth weight (LBW) is suspected to be a major risk factor. This research utilized an analytical observational method with a cross-sectional design to investigate the association between low birth weight (LBW) and stunting in toddlers in the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat in 2024. A total of 91 toddlers were randomly selected as samples, with data collected through monthly report recapitulation and analyzed using the chi-square test with a significance threshold of α = 0.05. The findings indicated that 27.5% of toddlers had LBW, while the prevalence of stunting reached 47.3%. Statistical analysis revealed a significant relationship between LBW and stunting, with a p-value of 0.000. Therefore, toddlers with a history of LBW are at a higher risk of experiencing stunting. Preventive measures should focus on improving maternal nutrition during pregnancy and ensuring optimal nutritional intake for toddlers to reduce the risk of LBW and stunting
Edukasi tentang Senam Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Perumus dalam Kota Banjarmasin Tahun 2023 Prihatanti, Nur Rohmah; Isnaniah, Isnaniah; Yuliastuti, Erni; Maslani, Noorhayati
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v2i2.40

Abstract

Pregnancy exercise is a fitness program for pregnant women. Therefore, pregnancy exercise has special movement principles that are adapted to the conditions of pregnant women. Pregnancy exercise is very important for pregnant women 22 weeks after pregnancy so that it can reduce the incidence of low birth weight and premature birth. The results of the research conducted showed that 100% of pregnant women experienced back pain, although the levels were different and regular pregnancy exercise was proven to reduce back pain. The results of other studies also show that there is an effect of pregnancy exercise on the sleep quality of third-trimester pregnant women. The goal to be achieved through this service activity is to increase the knowledge of pregnant women about pregnancy exercise in the Pemurus Community Health Center Area in the City of Banjarmasin in 2023. The method for this community service activity is a form health promotion and community empowerment programs through counseling and IEC for pregnant women. The results of the community service activities carried out showed an increase in knowledge from before and after counseling by increasing from 45% to 85% being good. The conclusion from this counseling activity is that efforts that can be made to reduce back pain are increasing knowledge through education about pregnancy exercise. Health education or health promotion is carried out from the beginning of pregnancy, it is hoped that this information can change the understanding and knowledge of pregnant women so that pregnant women understand the purpose and indications of pregnancy exercise so that mothers can prepare for pregnancy physiologically.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TRIPLE ELIMINASI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN LASUNG KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 Maulidah, Nurul; Yuliastuti, Erni; Isnaniah, Isnaniah; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i1.10853

Abstract

Capaian pemeriksaan IVA di Puskesmas Perawatan Pagatan hingga Juli 2024 hanya mencapai 5 orang (0,1%) dari total 5.252 WUS, dengan satu kasus IVA positif dan satu kematian akibat kanker serviks pada bulan yang sama. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 99 responden WUS usia 30-50 tahun yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner baku HARS, dengan analisis uji chi-square (α ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 responden (46,5%) mengalami kecemasan sedang, dan 66 responden (66,7%) tidak bersedia melakukan pemeriksaan IVA. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kesediaan pemeriksaan IVA (ρ-value = 0,000). Kesimpulan penelitian mengungkapkan bahwa kecemasan berperan besar terhadap kesediaan wanita pasangan usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA, sehingga diperlukan upaya edukasi masyarakat dan tenaga kesehatan untuk menyampaikan informasi positif tentang kanker serviks tanpa memandang latar belakang sosial budaya, guna mendukung deteksi dini melalui pemeriksaan IVA The coverage of IVA examinations at Pagatan Treatment Health Center up to July 2024 reached only 5 individuals (0.1%) out of 5,252 WUS, with one positive IVA case and one cervical cancer-related death recorded in the same month. This study employed a cross-sectional design, involving 99 WUS aged 30-50 years selected through random sampling. Data collection utilized a standardized HARS questionnaire, analyzed using the chi-square test (α ≤ 0.05). The results revealed that 46 respondents (46.5%) experienced moderate anxiety, and 66 respondents (66.7%) were unwilling to undergo IVA examinations. Statistical analysis indicated a significant relationship between anxiety and willingness to undergo IVA examinations (ρ-value = 0.000). The study concluded that anxiety significantly influences the willingness of women of reproductive age to undergo IVA examinations. Therefore, it is essential for healthcare professionals and communities to provide positive information about cervical cancer, disregarding socio-cultural barriers, to promote early detection through IVA examinations
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PEMBERIAN BOOKLET TERHADAP PERUBAHAN SIKAP REMAJA PUTERI DI POSYANDU REMAJA DESA BINAWARA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN LASUNG TAHUN 2024 Wahyuni, Wahyuni; Hipni, Rubiati; Yuliastuti, Erni; Tunggal, Tri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i2.10869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian booklet sebagai strategi edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai kesehatan reproduksi. Menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain kontrol grup, penelitian ini melibatkan 56 remaja putri di Desa Binawara, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol yang hanya menerima penyuluhan (28 orang) dan kelompok perlakuan yang menerima penyuluhan serta booklet (28 orang). Hasil menunjukkan bahwa kelompok perlakuan seluruhnya (100%) memiliki sikap positif terhadap kesehatan reproduksi, sementara pada kelompok kontrol terdapat 24 remaja (85,7%) dengan sikap positif dan 4 remaja (14,3%) dengan sikap negatif. Analisis statistik dengan uji T menghasilkan ρ value 0,000 (<0,005), mengindikasikan pengaruh signifikan pemberian booklet dalam meningkatkan sikap positif remaja putri. Kesimpulan menunjukkan bahwa kombinasi penyuluhan dan pemberian booklet lebih efektif dibandingkan penyuluhan saja dalam mendorong perubahan sikap positif remaja putri terhadap kesehatan reproduksi This study aimed to evaluate the effectiveness of providing booklets as an educational strategy to improve adolescent girls' knowledge and attitudes toward reproductive health. Using a quasi-experimental method with a control group design, the study involved 56 adolescent girls from Binawara Village, divided into two groups: a control group receiving counseling only (28 participants) and an intervention group receiving counseling along with booklets (28 participants). The results showed that all participants in the intervention group (100%) exhibited positive attitudes toward reproductive health, compared to the control group, where 24 participants (85.7%) displayed positive attitudes and 4 participants (14.3%) displayed negative attitudes. Statistical analysis using the T-test produced a ρ value of 0.000 (<0.005), indicating a significant influence of booklet distribution on improving positive attitudes among adolescent girls. The findings conclude that combining counseling with booklet distribution is more effective than counseling alone in fostering positive changes in adolescent girls' attitudes toward reproductive health
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor Di PMB DN Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kota Banjarbaru Habibah, Nor; Yuliastuti, Erni; Suhrawardi, Suhrawardi; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.244

Abstract

Latar belakang : Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu program pemerintah dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Pada tahun 2023 jumlah akseptor KB suntik di wilayah Kota Banjarbaru Selatan sebanyak 23.519 orang (55,3%). Efek samping yang sering ditemukan pada penggunaan kontrasepsi suntik adalah kenaikan berat badan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di PMB DN, didapatkan dari 9 akseptor KB suntik dengan lama penggunaan 1-2,5 tahun (sedang) sebanyak 7 orang (77,8%) mengalami peningkatan berat badan. Tujuan : mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor di PMB DN. Metode : Penelitian ini adalah survey analitik, dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini 248 akseptor KB suntik di PMB DN. Sampel penelitian ini 228 akseptor. Variabel dalam penelitian ini adalah lama penggunaan kontrasepsi suntik dan peningkatan berat badan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari status akseptor KB dilakukan uji menggunakan uji chi square. Hasil : Akseptor yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 114 akseptor (50,0%) dari 228 akseptor. Sebagian besar akseptor yang mengalami peningkatan berat badan menggunakan kontrasepsi suntik selama >2,5 tahun (lama) sebanyak 65 akseptor (57,0%). Hasil uji Chi Square menunjukkan p-value 0,008 <α0,05, artinya ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor. Kesimpulan : Lama penggunaan kontrasepsi suntik berpengaruh terhadap peningkatan berat badan akseptor. Diharapkan tenaga kesehatan selalu memberikan informasi mengenai efek samping penggunaan kontrasepsi dalam jangka panjang sehingga akseptor dapat mengetahui dengan baik terkait kontrasepsi yang akan digunakannya.
Hubungan Usia Ibu, Paritas Dan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Terhadap Kejadian Pre Eklampsi Di Puskesmas Pelambuan Tahun 2024 Rahmatika, Novia; Tunggal, Tri; Yuliastuti, Erni; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.247

Abstract

Latar Belakang: Penyebab tingginya AKI di Indonesia pada tahun 2020 adalah hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.066 kasus (25,2%), sekota Banjarmasin, 5 kasus disebabkan akibat dari Hipertensi dalam kehamilan (Hipertensi, Preeklampsia, Eklamsi). Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Pelambuan ditemukan sebanyak 8 (9,30%) kasus preeklampsia pada tahun 2023 dan ditemukan sebanyak 6 kasus pada Januari-Juni tahun 2024. Tujuan: Mengindentifikasi dan menganalisa hubungan usia ibu, paritas dan kenaikan berat badan  ibu hamil terhadap kejadian preeklampsia di Puskesmas Pelambuan. Metode Penelitian Menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil triwulan II dan triwulan III di Puskesmas Pelambuan sejumlah 988 orang. Pengambilan jumlah sampel menggunakan perbandingan 1:2 menggunakan teknik simple random sampling, Instrumen penelitian menggunakan buku register dan kohort ibu hamil di Puskesmas Pelambuan. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian Didapatkan bahwa dari 57 ibu hamil, responden yang mengalami kejadian preeklampsia 19 orang (33,33%). Responden usia berisiko 30 orang (52,60%). Responden dengan paritas tidak aman 26 orang (45,60%). Responden dengan kenaikan berat badan tidak normal 24 orang (42,10%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan usia ibu hamil (ρ = 0,024) terhadap kejadian preeklampsia di Puskesmas Pelambuan. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan paritas (ρ = 0,851) dan kenaikan berat badan (ρ = 0,255) terhadap kejadian preeklampsia di Puskesmas Pelambuan. Kesimpulan: Adanya hubungan usia ibu hamil terhadap kejadian preeklampsia, tidak ada hubungan paritas dan kenaikan berat badan terhadap kejadian preeklampsia