Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Di Kelurahan Angsau Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut Tahun 2024 Husna, Nikmatul; Yuliastuti, Erni; Kristiana, Efi; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.267

Abstract

Latar belakang: Penimbangan balita merupakan kegiatan pemantauan dan alat deteksi dini gangguan pertumbuhan balita. Efektifitas pencapaiannya D/S>80%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut tahun 2023 capaian D/S terendah kedua yaitu Puseksmas Angsau 40,0% (Kelurahan Angsau 39,18%). Tujuan: Menganalisa faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dengan keaktifan kunjungan ibu balita kePosyandu diKelurahan Angsau. Metode: Survei Analitik Cross Sectional. Populasi seluruh ibu balita 13-59 bulan diKelurahan Angsau 901. Teknik accidental sampling 90 responden. Variabel dependent (keaktifan kunjungan ibu balita ke Posyandu), variabel independent (pengetahuan, sikap, dukungan keluarga). Kuesioner uji statistik Chi Square. Hasil: 64 responden (71%) tidak aktif kunjungan kePosyandu, 38 responden (42,2%) berpengetahuan kurang, 54 responden (60%) sikap negatif dan 59 responden (65,6%) tidak mendapat dukungan keluarga. Ada hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan keaktifan kunjungan ibu balita diPosyandu Kelurahan Angsau (masing-masing ρvalue 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan variabel pengetahuan, sikap, dukungan keluarga terhadap keaktifan kunjungan ibu balita kePosyandu, diharapkan lebih mengoptimalkan pelayanan, peningkatan penyuluhan komunikasi, informasi, edukasi secara intensif berkelanjutan oleh petugas kesehatan.
Hubungan Pola Pemberian makanan Pada Balita Dengan Kejadian Stunting di Desa Hilir Muara Wilayah Kerja Puskesmas Kotabaru Tahun 2024 Roslinawati, Selvia; Tunggal, Tri; Yuliastuti, Erni; Yuniarti, Yuniarti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.272

Abstract

Latar Belakang: Di Kabupaten Kotabaru memiliki 28 puskesmas. Dari data cakupan gizi Kotabaru yaitu Puskesmas Kotabaru yang memiliki 6 desa dengan 630 balita dengan balita  stunting berjumlah 40 balita (6,35%). Dari keseluruhan data Desa Hilir Muara memiliki balita stunting pada tahun 2024 yaitu 23 balita (7,69%) dari 299 balita yang ditimbang. Tujuan penelitian : Menganalisis pola pemberian makan  pada balita dengan kejadian Stunting yang ada di Desa Hilir Muara Wilayah Kerja Puskesmas Kotabaru tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik korelasional dengan pendekatan  case-control. Populasi penelitian ini anak usia 12-59 bulan  sebanyak 299 balita. Sampel berjumlah 69 balita. Sampel kasus stunting 23 balita dan sebagai kontrol 46 balita dengan perbandingan 1:2. Dengan tekhnik simple random sampling .Pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk menguji hubungan antara variabel pola pemberian makan dengan kejadian stunting. Hasil Penelitian : Penelitian  menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan  kejadian stunting. Data hasil Univariat untuk pemberian makan tidak tepat pada kelompok tidak stunting berjumlah 46 responden, di dapatkan sebanyak 10 responden (21,70) dan pemberian makan yang tepat 36 responden (78,3%) hasil uji chi square p-value = 0,000 Kesimpulan terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan  kejadian stunting.
Faktor Yang Berhubungan Dengan ASI Ekslusif di Posyandu Desa Sumber Sari Wilayah Kerja Puskesmas Lontar Tahun 2024 Jannah, Raudatul; Yuliastuti, Erni; Tunggal, Tri; Megawati, Megawati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.274

Abstract

Latar Belakang: Di Posyandu Desa Sumber Sari Wilayah Kerja Puskesmas Lontar meskipun sejumlah besar perempuan 96% menyusui, hanya 42% dari bayi yang berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Rendahnya ketercapaian ASI Esklusif di Posyandu Desa Sumber Sari Wilayah Puskesmas Lontar disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian Tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ASI Eksklusif di Posyandu Desa Sumber Sari Wilayah Kerja Puskesmas Lontar Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling. Jumlah sampel sebanyak 32 ibu yang mempunyai bayi berusia 7-36 bulan di Di Posyandu Sumber Sari Wilayah Kerja Puskesmas Lontar tahun 2024. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini usia paling tinggi yaitu usia tidak berisiko (20-35 Tahun) sebanyak 30 responden (93,8%), dan pekerjaan ibu paling tinggi sebagai ibu rumah tangga sebanyak 23 responden (71,9%), Pemberian ASI yang tidak Eksklusif sebanyak 18 responden (56,3%), dan pengetahuan ibu yang paling tinggi dengan pengetahuan baik 19 responden (59,4%), pemberian makanan tamabahan yang tinggi pada ≥ 6 bulan sebanyak 17 responden (53,1%). Hasil p value antara hubungan pendidikan ibu, pengetahuan ibu dan pemberian makanan tambahan nilai p value 0,001. Kesimpulan ; Ada hubungan pendidikan ibu ,pengetahuan ibu dan pemberian makanan tambahan terhadap pemberuan ASI ekslusif
Hubungan Pengetahuan Dengan Minat Keikutsertaan Laki-Laki Pasangan Usia Subur (PUS) Menjadi Akseptor KB Di kecamatan Pulau Laut Barat Tahun 2024 Citrawati, Risma Novi; Yuliastuti, Erni; Tunggal, Tri; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.279

Abstract

Latar Belakang: Program KB merupakan salah satu alternatif untuk menunda kehamilan, mengatur jumlah anak dan mengatur jarak kehamilan. Berdasarkan laporan KB Puskesmas Lontar tahun 2023, di Kecamatan Pulau Laut Barat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB hanya sebesar 1,2% dari target yang ditetapkan sebesar 5,33%. Ketimpangan keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian Tujuan penelitian  ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan dengan minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB Di Kecamatan Pulau Laut Barat Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 1.383 orang. Jumlah sampel 94 responden, diambil menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independent penelitian adalah  pengetahuan laki-laki PUS tentang KB laki-laki. Variabel dependent  penelitian adalah minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Analisa data menggunakan chi-square (α=0,05). Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan dari 94 responden terdapat 86 laki-laki PUS dengan minat keikutsertaan menjadi akseptor KB rendah (91,5%) dan laki-laki PUS yang memiliki pegetahuan rendah tentang KB laki-laki sebanyak 56 orang (59,6%). Hasil analisa menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB di Kecamatan Pulau Laut Barat tahun 2024 (p value 0,000). Kesimpulan ; Semakin tinggi pengetahuan laki-laki PUS tentang KB laki-laki, semakin tinggi minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB
Hubungan Riwayat Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Kejadian Diare Pada Anak Usia 7-24 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tanjung Selayar Tahun 2024 Mardiana, Mardiana; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Kristiana, Efi; Yuliastuti, Erni
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.283

Abstract

Latar Belakang: Diare masih menjadi masalah di Indonesia, Penyebab diare pada bayi < 6 bulan dikarenakan makanan dan minum yang masuk sebelum waktunya sehingga menyebabkan tidak tercapainya ASI Eksklusif. Target program Pemberian ASI Eksklusif menurut WHO (2023) tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2022 Tujuan untuk mengetahui Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare pada Anak 7-24 Bulan. Tujuan penelitian Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi (Fe) di Wilayah Kerja Puskesmas Pudi Kecamatan Kelumpang Utara Kabupaten Kotabaru Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan. pendekatan dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling. Jumlah sampel sebanyak 141 anak di Puskesmas Tanjung Selayar. Populasi pada penelitian adalah semua Ibu yang memiliki Anak 7-24 Bulan.  Instrumen yang digunakan adalah data MTBS dan buku KIA. Analisa Data yang digunakan yaitu Chi-Square. Hasil Penelitian : Kejadian Diare pada kasus ini yaitu sebanyak 47 bayi (33,3%) yang mengalami diare, dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif yaitu 54 bayi (38,3%) yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Hail analisa uji Chi Square diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare (ρ-value 0,000), dengan nilai OR: 0,96. Kesimpulan ; Dari hasil Penelitian ini disimpulkan Balita yang diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan maka kejadian diare akan berkurang.
Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Azhar Tahun 2023 Susanti, Dessy Setyo; Dewi, Vonny Kresna; Yuliastuti, Erni; Isnaniah, Isnaniah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.285

Abstract

Latar Belakang Tingginya angka kematian ibu salah satunya karena masih banyaknya ibu hamil yang anemia, penyebab anemia antara lain usia dan paritas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian anemia ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Azhar Tahun 2023. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 252 responden, Sampel penelitian ini adalah Ibu hamil sebanyak 72 orang responden.  desain kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Yang diambil dengan Tehnik random sampling. Variabel usia dan paritas dan kejadian anemia ibu hamil. Instrument yang digunakan yaitu Register, KIA, Kohort ibu hamil, Analisis data yang digunakan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian membuktikan ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas dengan kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas Darul Azhar Tahun 2023. Data Univariat dari 72 Responden didapatkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah responden yang mengalami anemia, yaitu sebanyak 45 orang (62,5%), usia beresiko ada sebanyak 32 orang (44,4%), paritas beresiko ada sebanyak 38 orang (52,8%). Data hasil Bivariat hasil uji chi square usia dengan nilai p value sebesar 0,000, paritas nilai p value sebesar 0,003. Kesimpulan Terdapat hubungan yang bermakna antara Usia dan Paritas dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil. Sesuai dengan teori, pada saat organ reproduksi yang siap maka kehamilan yang terjadi akan lebih optimal dan didukung dengan paritas yang aman sehingga melahirkan bayi yang sehat dan ibu selamat.
Hubungan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Lontar Kabupaten Kotabaru Tahun 2024 Damanik, Romewahni Br; Tunggal, Tri; Yuliastuti, Erni; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.307

Abstract

Latar Belakang : Anemia selama kehamilan, terutama pada trimester III menjadi penyebab utama komplikasi kehamilan dan persalinan. Salah satu faktor risiko anemia adalah paritas, semakin tinggi paritas semakin besar risiko anemia akibat berkurangnya cadangan zat besi tubuh. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Lontar, Kabupaten Kotabaru, tahun 2024. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan sampel 38 ibu hamil trimester III. Data diperoleh dari buku Buku Khohort Ibu Hamil dan buku KIA. Data di analisa menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 63,2% ibu hamil mengalami anemia dengan kadar Hb <11 g/dL, dan sebanyak 57,9% ibu memiliki paritas yang berisiko tinggi (≥3). Sementara, analisis uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paritas dengan kejadian anemia (p = 0,000), di mana ibu dengan paritas tinggi memiliki prevalensi anemia lebih besar (95,5%) dibandingkan paritas rendah (10,5%). Kesimpulan: Paritas yang tinggi menjadi faktor risiko signifikan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Maka, penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi kesehatan dan intervensi gizi untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KESEDIAAN WANITA PASANGAN SUBUR UNTUK PERIKSA IVA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN PAGATAN TAHUN 2024 Maulidah, Nurul; Yuliastuti, Erni; Isnaniah, Isnaniah; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i1.11630

Abstract

Capaian pemeriksaan IVA di Puskesmas Perawatan Pagatan hingga Juli 2024 hanya mencapai 5 orang (0,1%) dari total 5.252 WUS, dengan satu kasus IVA positif dan satu kematian akibat kanker serviks pada bulan yang sama. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 99 responden WUS usia 30-50 tahun yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner baku HARS, dengan analisis uji chi-square (α ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 responden (46,5%) mengalami kecemasan sedang, dan 66 responden (66,7%) tidak bersedia melakukan pemeriksaan IVA. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kesediaan pemeriksaan IVA (ρ-value = 0,000). Kesimpulan penelitian mengungkapkan bahwa kecemasan berperan besar terhadap kesediaan wanita pasangan usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA, sehingga diperlukan upaya edukasi masyarakat dan tenaga kesehatan untuk menyampaikan informasi positif tentang kanker serviks tanpa memandang latar belakang sosial budaya, guna mendukung deteksi dini melalui pemeriksaan IVA The coverage of IVA examinations at Pagatan Treatment Health Center up to July 2024 reached only 5 individuals (0.1%) out of 5,252 WUS, with one positive IVA case and one cervical cancer-related death recorded in the same month. This study employed a cross-sectional design, involving 99 WUS aged 30-50 years selected through random sampling. Data collection utilized a standardized HARS questionnaire, analyzed using the chi-square test (α ≤ 0.05). The results revealed that 46 respondents (46.5%) experienced moderate anxiety, and 66 respondents (66.7%) were unwilling to undergo IVA examinations. Statistical analysis indicated a significant relationship between anxiety and willingness to undergo IVA examinations (ρ-value = 0.000). The study concluded that anxiety significantly influences the willingness of women of reproductive age to undergo IVA examinations. Therefore, it is essential for healthcare professionals and communities to provide positive information about cervical cancer, disregarding socio-cultural barriers, to promote early detection through IVA examinations
The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes and the Incidence of Young Marriage in the West Martapura Region Yuliastuti, Erni; Safitri, Khairunnisa; Hipni, Rubiati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 7 No 02 (2023): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v7i02.120

Abstract

Results of the 2007 Indonesian Population Data Survey (IDHS) the number of cases of early marriage in Indonesia reached 50 million people with an average age of marriage 19.1 years. Data from the Office of the Ministry of Religion of South Kalimantan Province shows that the highest cases of early marriage occurred in Banjar Regency, with 7,346 cases of early marriage. In the West Martapura Region, there was an increase in young marriages from 2015 (24.6%) to 2016 (35.8%). This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers with the incidence of young marriage in the West Martapura Region in 2017. The research method used is an analytical survey with a cross sectional approach. The total population is 65 mothers and the total sample is 56 mothers who married young in 2016. The sampling technique used is simple random sampling. The research instrument used daily marriage registers and questionnaires directly to mothers who were recorded as having married at a young age in the West Martapura Region in 2016. Data analysis was carried out using the Chi-Square test with a 95% confidence level. Statistical test results using Chi Square obtained ρ= 0.026 <α=0.05 meaning that there is a relationship between mother's knowledge and young marriage and for the relationship between mother's attitude and young marriage the result is ρ= 0.014 <α=0.05 meaning that there is a relationship between attitude mother with young marriage. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of mothers with the incidence of young marriage.
Factor Related to Women's Delay in Undergoing Breast Cancer Examination at Dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu Regional Hospital ariyanti, eva mismaya wahyu; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Hipni, Rubiati; Yuliastuti, Erni
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Bestari (On Progress)
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v9i1.191

Abstract

Introduction: Delayed examination is the subject's delay in checking themselves to a health facility or medical professional, after realizing the signs and symptoms of breast cancer. From several studies that concluded that the delay in examination ≥3 months, based on the register data, monthly reports and medical records of RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu, most of the research subjects experienced late examination. The aim of this study is to Analyzing Factors Associated with Women's Delay in Undergoing Breast Cancer Screening. Methods: This research uses an analytical survey, with a cross-sectional approach. The population in this study was all 149 women who had breast cancer who underwent examination, taken using the Total Sampling Technique. Education, Pain/Pain Complaints, Health Insurance, and Affordability of Health Facilities. The dependent variable is the delay in women undergoing breast cancer examination. Collection and use of Secondary Data. Data were analyzed using the chi square test with significance α=0.05. Results: The majority of study subjects experienced a delay in breast cancer examination ≥3 months (52.3%), were highly educated (45%), experienced pain complaints (53%), had health insurance (54.4%), and the accessibility of health facilities was very far (82.6%). There was a significant relationship between delay and education (p-value = 0.004), delay with complaints of pain (p-value = 0.010; OR = 0.39), delay with health insurance (p-value = 0.008; OR = 2.58), delay with accessibility of health facilities (p-value = 0.001). Conclusion: There is a relationship between delays in breast cancer screening and education, complaints of pain, health insurance, and affordability of health facilities. Keyword: Factors, Delayed Examination, Breast Cancer.