Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH DARI EKSTRAK ETANOL BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI PEREDA NYERI Rulia Meilina; Indah Amelia Putri; Periskila Dina Kali Kulla; Fauziah Andika; Ratna Willis; Ismail Ismail; Syafriadi Syafriadi; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Yustika Wirda Ningsih
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4839

Abstract

Buah pala merupakan tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan. Buah pala memiliki aktivitas sebagai analgesik karena mengandung senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki peran dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Rhematoid arthitis merupakan penyakit sendi yang menyebabkan nyeri, menurut WHO penderita penyakit ini telah mencapai 355 juta jiwa dengan penghantaran obat yang dapat mengiritasi lambung, sehingga diberikan alternatif lain dengan penghantaran obat secara transdermal untuk mengurangi first pass effect. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi ekstrak etanol buah pala menjadi sediaan transdermal patch sebagai pereda nyeri. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium, ekstrak yang didapat diformulasikan menjadi sediaan patch selanjutnya dilakukan uji evaluasi dan uji efektivitas analgesik. Analisa data dilakukan secara statistik dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pala dapat diformulasikan menjadi sediaan transdermal patch yang memiliki efektivitas sebagai pereda nyeri dengan hasil pengujian terhadap hewan coba yaitu mencit yang telah dianalisis secara statistik sehingga diperoleh formulasi F1(10%), F2 (15%), dan F3(20%) memiliki perbedaan efektivitas sebagai pereda nyeri. Formulasi terbaik yaitu formula 3 dengan konsentrasi 20% dengan nilai p-value yaitu 0.000 atau <0.05.
ETHNOBIOLOGICAL STUDY OF CHINGKUI, TRADITIONAL FOOD FROM LAMNO, ACEH JAYA, INDONESIA Ardhana Yulisma; Nir Fathiya; Astho barni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5931

Abstract

This study entitled Ethnobiological Study of Chingkui, Traditional Food from Lamno, Aceh Jaya, Indonesia aimed to document the ethnobiological dimensions of chingkui, focusing on plant diversity, cultural significance, and knowledge transmission. A qualitative ethnobiological approach was employed through semi-structured interviews, participant observation, and ethnobotanical documentation involving 60 informants from three villages in Lamno. The study identified 13 plant species from 13 families used in chingkui preparation, each possessing culinary, medicinal, and symbolic functions. Findings revealed that chingkui represents a biocultural heritage integrating ecological knowledge, spirituality, and communal identity, with women playing a central role in preserving traditional knowledge.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TEH HERBAL SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PENYAKIT Rulia Meilina; Eva Rosdiana; Mutiawati Mutiawati; Syafriadi Syafriadi; Yustika Wirda Ningsih; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Nasyani Elisiya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar dalam pemanfaatan teh herbal sebagai alternatif pencegahan penyakit. Permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat adalah kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sumber minuman kesehatan preventif. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 melalui metode penyuluhan, pelatihan pembuatan teh herbal, dan diskusi interaktif bersama masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanaman herbal lokal, manfaat kesehatan teh herbal, serta teknik pengolahan dan penyajian yang higienis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat teh herbal serta adanya minat untuk mengembangkan produk teh herbal secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal serta memperkuat budaya hidup sehat di pedesaan.
PELATIHAN PEMBUATAN BODY SCRUB DARI KOPI KEPADA SISWA-SISWI SMK FARMASI CUT MEUTIA BANDA ACEH Rulia Meilina; Fitria Fitria; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati Nurhayati; Silmi Kaffah; Ardhana Yulisma; Syafriadi Syafriadi; Yustika Wirda Ningsih; Nadia Safira; Nurul Anjelini; Muhammad Afrizal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pembuatan body scrub dari kopi merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa-siswi SMK Farmasi Cut Meutia Banda Aceh dalam bidang formulasi kosmetik sederhana berbasis bahan alam. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi pemanfaatan kopi sebagai bahan aktif perawatan kulit yang memiliki efek eksfoliasi dan antioksidan, serta perlunya peningkatan kompetensi siswa dalam praktik pembuatan sediaan kosmetik yang aplikatif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan mengenai manfaat kopi untuk kesehatan kulit, demonstrasi pembuatan body scrub, serta praktik langsung oleh peserta dengan pendampingan tim pengabdian. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi langsung terhadap keterampilan siswa dalam meracik sediaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai fungsi bahan, teknik formulasi, serta prosedur pembuatan kosmetik alami. Selain itu, siswa mampu menghasilkan produk body scrub yang sesuai dengan parameter sederhana seperti homogenitas, aroma, dan tekstur. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan siswa, menumbuhkan minat terhadap pengembangan produk berbasis bahan alam, serta menjadi bekal untuk peluang usaha kecil di bidang kosmetik.