Claim Missing Document
Check
Articles

Combining Clientelism and Incumbency Advantage: Political Strategy in Candidate Selection for the 2017 Local Head Election in Bekasi Regency Paskarina, Caroline; Hermawati, Rina; Yunita, Desi
Jurnal Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol 4, No 1 (2019): Problems and Prospects after 20 Years Reform
Publisher : Political Science Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ipsr.v4i1.13528

Abstract

This article discusses the post-clientelist initiatives used by political parties in the selection of candidates within the party to determine the regent and vice regents nominated for the local election. Candidate selection is the political domain of political parties, but in the context of figure-based politics, parties tend to play more as political vehicle in the candidacy of local head. Through this role, resource exchanges take place between parties and candidates within the internal party candidacy arena. Using qualitative methods through in-depth interviews and observations of candidate selection in the Bekasi Regent 2017 election, this article seeks to reveal how post-clientelist initiatives are used by party elites to optimize the incumbency advantage as main political resource in the candidate selection to determine who will pair the incumbent. The results show that the dominance of party elites in candidate selection process determines how financial resources and political support are optimized to win the incumbent. Decision to choose the vice-regent from the same party while still forming coalitions with other parties indicates that post-clientelistic strategy is operated both internally and externally. This practice confirms the tendency of the candidate selection model to be more inclusive because it involves other parties, but remains pragmatic.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA MENAMPUNG AIR Desi Yunita; Bintarsih Sekarningrum; Wahyu Gunawan
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v2i2.33408

Abstract

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terutama ketahanan terhadap air bersih. Hal tersebut penting karenqa diketahui bahwa selama masa pandemi covid-19 muncul kecenderungan terjadinya peningkatan konsumsi terhadap air bersih. Sehingga bagi masyarakat yang memiliki kesulitan untuk mengakses air bersih secara layak karena kondisi ataupun keterbatasan fasilitas, perlu diberikan gambaran factual mengenai kondisi tersebut.  Adapun upaya meningkatkan ketahanan masyarakat tersebut dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan konten edukatif berupa film animasi. Sebagai pendukung konten edukatif, diberikan juga gambaran mengenai kondisi factual pengelolaan air di Indonesia, sehingga hal tersebut dapat menggugah kesadaran masyarakat mitra. Untuk mengukur sejauh mana tingkat penerimaan dan pengetahuan masyarakat juga disebarkan angket sebelum dan sesudah kegiatan, sehingga memberikan gambaran sejauh mana kegiatan ini bermakna bagi masyarakat mitra. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan penampungan air bersih, untuk meningkatkan ketahanan mereka terutama ketika musim kemarau. Hal tersebut terlihat dari adanya peningkatan pemahaman masyarakat mitra sebesar 3,1% setelah penyuluhan.
Pelatihan Pemasaran Kopi Ramah lingkungan secara digital Wahyu Gunawan; Desi Yunita; Bintarsih Sekarningrum
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v3i1.37270

Abstract

Kegiatan ini merupakan prakarsa yang ditujukan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat petani kopi, khususnya melalui peningkatan kapasitas dan kemampuan masyarakat petani dalam pemasaran kopi secara digital, karena Era digitalisasi membawa perubahan pada model bisnis kopi dimana perubahan tersebut dapat positif berupa kemudahan pemasaran produk, ataupun negatif berupa dikesampingkannya aspek bahan baku ramah lingkungan terutama pada kemasan. Beberapa pengetahuan yang diberikan diantaranya: perancangan pemasaran meliputi segmentasi pasar, target pasar, penentuan positioning produk,penetapan strategi pemasaran; dan konsep mutu yang meliputi; mutu berdasarkan komposisi antar atribut produk, mutu berdasarkan atas kesesuaian persyaratan. Metode yang dipilih dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, presentasi, dan diskusi yang dilakukan yang dilakukan secara virtual.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN BISNIS HASIL REKAYASA KOMODITI PERTANIAN MASYARAKAT DI DESA WARJABAKTI KABUPATEN BANDUNG Wahyu Gunawan; Desi Yunita; Muhammad Fadhil Nurdin; Budi Sutrisno; Aditya Candra Lesmana
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v2i2.31769

Abstract

Salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan adalah dengan melakukan rekayasa sosial pada komoditi pertanian yang selama ini masih dikembangkan oleh masyarakat. Di Desa Warjabakti Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung rekayasa sosial yang dipilih adalah dengan memasukkan komoditi tanaman jeruk ini telah membuka peluang untuk pengembangan bisnis berbasis pertanian bagi masyarakat. Salah satu rencana pengembangan desa yang diketahui adalah dengan menjadikan desa Warjabakti ini sebagai salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Bandung. Dengan adanya komoditi tanaman jeruk tersebut, peluang pengembangan desa menjadi desa wisata tersebut semakin terbuka terutama jika dijadikan destinasi agrowisata dengan wisata unggulannya adalah petik jeruk. Pada kegiatan ini, metode yang dipilih adalah assessement melalui pemetaan sosial, penggunaan metode ini memungkinkan untuk dilakukan identifikasi persoalan dengan teknik transek, pemetaan lokasi, pohon masalah, serta diskusi terfokus dengan idiologi pendidikan pembebasan Paulo Freire. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah berhasil memberikan masukan bagi masyarakat mengenai strategi-strategi dan rencana pengembangan yang perlu dilakukan. Selain itu, sejauh ini desa ini sudah mulai dikenal sebagai desa wisata petik jeruk, meskipun hal tersebut masih menyebar dari mulut ke mulut, akan tetapi hal tersebut telah memberikan keuntungan bagi masyarakat karena tidak lagi kesulitan untuk memasarkan hasil panen jeruknya.
EKSPLOITASI PASIR BESI DAN DAMPAK LINGKUNGAN SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI PADA MASYARAKAT DI PESISIR PANTAI SELATAN JAWA BARAT Desi Yunita
Sosioglobal Vol 1, No 1 (2016): SOSIOGLOBAL Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3007.409 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v1i1.11183

Abstract

Eksploitasi pasir besi sejauh ini dilihat sebagai salah satu potensi yang cukup menguntungkan bagi peningkatan ekonomi, namun dalam prosesnya muncul resistensi dari masyarakat. Penelitian ini untuk melihat sejauh mana aktivitas pertambangan pasir besi yang dilakukan di Kecamatan Cidaun memberikan dampak pada perubahan lingkungan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Kertajadi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan metode ini lebih didasari oleh kebutuhan untuk memperoleh data dan informasi mendalam yang membutuhkan pendekatan yang personal sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis secara akurat dengan otentisitas data yang tak terbantahkan karena merupakan temuan langsung dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya aktivitas penambangan pasir besi di Desa Kertajadi telah mendorong terjadinya perubahan dalam masyarakat baik itu perubahan sosial, budaya, maupun ekonomi. Hal itu terlihat dari terjadinya perubahan struktur dalam masyarakat dimana penambangan pasir besi ini telah mendorong munculnya struktur-struktur informal baru dalam masyarakat akibat dari adanya aktivitas penambangan. Aktivitas penambangan juga telah mendorong munculnya perubahan budaya dalam masyarakat dimana masyarakat yang awalnya mengandalkan budaya subsisten, terdorong untuk melakukan dominasi pada salah satu sumberdaya tertentu khususnya wilayah pantai. Perubahan pola mata pencaharian ini juga telah mendorong perubahan ekonomi, dimana muncul relasi ekonomi akibat dari adanya aktivitas pertambangan.
PERUBAHAN INFRASTRUKTUR SOSIAL SEBAGAI IMPLIKASI PERUBAHAN SISTEM PERTANIAN (Kasus Pada Masyarakat Petani Kelapa Sawit) Desi Yunita
Sosioglobal Vol 1, No 2 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.676 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v1i2.13307

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat petani adalah perubahan system pertanian. Masyarakat yang awalnya merupakan petani subsisten, saat ini telah berubah menjadi petani yang berorientasi industry dengan menjadi petani monokultur kelapa sawit. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perubahan infrastruktur social yang terjadi sebagai konsekuensi dari perubahan sistem pertanian tersebut. Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi dipilih sebagai teknik dalam pengumpulan data. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis materialisme budaya oleh Marvin Harris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan system pertanian telah mendorong terjadinya perubahan sosial mendasar dalam masyarakat. Perubahan mendasar ini sering disebut sebagai perubahan infrastruktur. Adapun perubahan-perubahan yang termasuk dalam perubahan infrastruktur tersebut adalah pada mode produksi seperti perubahan pola tanam, pola produksi dan teknologi, aktivitas kerja, dan fungsi lahan. Dan perubahan mode reproduksi berupa perubahan komposisi penduduk dengan adanya penambahan jumlah penduduk melalui transmigrasi.. 
Eksklusi sosial pada masyarakat Petani Desi Yunita, S.Sos., M.Si
Sosioglobal Vol 2, No 2 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.303 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v2i2.17084

Abstract

Konsep eksklusi sosial yang digunakan oleh para sosiolog barat, saat ini juga telah berkembang dan menjadi kajian keilmuan sosial di Indonesia. Pertumbuhan penduduk dan kebijakan pembangunan yang dikembangkan oleh pemerintah di daerah pedesaan telah menimbulkan perubahan pada masyarakat petani. Artikel ini berfokus  pada perubahan-perubahan yang menjadi pendorong terjadinya eksklusi sosial pada masyarakat petani, dan memperlihatkan bentuk-bentuk eksklusi sosial apa saja yang terjadi pada masyarakat petani khususnya di wilayah Jawa Barat.
Fenomena Ojek Didalam Kampus Universitas Padjadjaran dan Relasi Sosial yang Terbangun di Dalamnya Distyatami Lantri; Wahju Gunawan; Desi Yunita
Sosioglobal Vol 1, No 2 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.69 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v1i2.13308

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan relasi sosial pada kelompok ojek yang berada di dalam kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor dengan melihat hubungan antar sesama ojek, kampus Universitas Padjadjaran dan hubungan yang terbangun antar sesama tukang ojek pangkalan tersebut. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dimana penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menguji validitas dan keabsahan data, dalam menganalisa data hasil penelitian tersebut, proses triangulasi data mutlak dilakukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa relasi sosial yang terjalin antar sesama tukang ojek di pangkalan yang sama maupun dengan tukang ojek yang berbeda pangkalan memperlihatkan kecenderungan assosiatif dan dissosiatif. Meskipun begitu kecenderungan relasi sosial assosiatif lebih terlihat daripada dissosiatif. Adapun hubungan kelompok ojek yang ada di lingkungan kampus dengan kampus unpad sendiri juga menunjukkan relasi sosial yang dissosiatif.
EMPOWERING FARMER THROUGH THE NEW PADDY PRINTING PROGRAM IN WAY KANAN DISTRICT Desi Yunita; Ahmad Thoriq
Sosioglobal Vol 2, No 1 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.675 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v2i1.15272

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini menjelaskan kelayakan program pencetakan sawah baru secara sosial di kabupaten Way Kanan serta bagaimana program pencetakan sawah baru ini dapat mendorong perubahan pada masyarakat di Kabupaten Way Kanan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam penelitian ini diantaranya adalah usia, pendidikan, jumlah anggota keluarga, luas lahan yang diikutkan dalam program, serta kondisi sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, agar data yang diperoleh semakin lengkap penelitian ini juga menggunakan kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadinya perubahan skema program telah menyebabkan beberapa kelompok masyarakat menarik diri dari program. Hal itu disebabkan oleh adanya upaya manipulasi yang dilakukan oleh masyarakat terkait program ini. Bagi masyarakat yang mengikuti program, skema pembentukan kelompok dalam program telah mendorong menguatnya modal sosial masyarakat yang ditunjukkan dengan menguatnya kepercayaan, keterhubungan, dan jaringan sosial. Selain itu, program ini juga meningkatkan solidaritas dan kerjasama serta keterhubungan antar kelompok petani.Kata kunci: masyarakat petani, cetak sawah, solidaritas, kerjasama, keterhubungan     ABSTRACTThis paper describes the social feasibility of a new paddy printing program in Way Kanan district. As well as how this program can drive change in communities in Way Kanan District. Some aspects of concern in this study are age, education, number of family members, land area included in the program, and social condition of the community. The method used in this study is qualitative, to complement the data also used questionnaire. The analysis of this research uses social capital theory. The results of the study show that the change of program scheme has caused some community groups to withdraw from the program. This is caused by any manipulation efforts undertaken by the community related to this program. For the community who participated in the program, the scheme of group formation in the program has encouraged the strengthening of community social capital as demonstrated by the strengthening of trust, connectedness, and social network. In addition, the program also promotes solidarity and cooperation, and connectivity among farmer groups.Keywords: farming communities, paddy fields, solidarity, cooperation, connectedness
INTEGRASI POTENSI WIRAUSAHA DALAM MEWUJUDKAN CITAMAN SEBAGAI DESA WISATA Desi Yunita; Bintarsih Sekarningrum
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i3.27149

Abstract

Pemetaan sosial ini ditujukan untuk mengetahui potensi wirausaha di Desa Citaman yang akan mendukung rencana pengembangan desa wisata di Desa Citaman. Pada kegiatan ini digunakan beberapa teknik PRA untuk dapat mengetahui potensi yang ada di Desa Citaman khususnya wirausaha, teknik tersebut diantaranya peta sketsa, transek, dan FGD. Proses pemetaan ini, menemukan beberapa potensi wirausaha yang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi dalam rangka mendukung pengembangan wisata desa diantaranya, perkebunan buah naga, perkebunan kopi, kolam renang, kolam pemancingan, lomba ketangkasan domba, seni tari, dan kesenian pencak silat. Kegiatan ini juga menemukan beberapa hal yang dapat menjadi penghambat. Seperti, belum tersebarnya gagasan pengembangan desa wisata ini pada seluruh masyarakat, yang berpengaruh pada masih minimnya dukungan dan partisipasi dari. Selain itu, belum adanya penyesuaian pada struktur masyarakat menjadi struktur pariwisata juga diyakini akan memberikan hambatan bagi rencana pengembangan desa wisata ini. Secara keseluruhan pemetaan ini memberikan gambaran bagi pemerintah desa Citaman sebagai acuan pengembangan desa wisata melihat dari potensi dan masalah yang ada di Desa Citaman.