Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Proses Kerja Marketing Communication dalam Promosi Hotel Permata Kota Bogor Putra, Adenatha Nugraha; Yusalina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perhotelan di Kota Bogor semakin kompetitif, sehingga Hotel Permata perlu memperkuat strategi promosi digital melalui Divisi Marketing Communication untuk mempertahankan daya saing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana tim Marketing Communication merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan promosi digital untuk meningkatkan citra merek hotel. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa Divisi Marketing Communication berperan strategis dalam mengelola kehadiran digital hotel dengan memproduksi konten foto dan video, menyebarkan informasi melalui Instagram, Facebook, TikTok, serta bekerja sama dengan Online Travel Agent (OTA). Efektivitas promosi dievaluasi melalui indikator kuantitatif seperti engagement rate, pertumbuhan pengikut, dan tingkat okupansi, serta indikator kualitatif seperti ulasan tamu dan brand awareness. Tim Marketing Communication tetap berinovasi melalui kampanye kreatif dan kolaborasi meski menghadapi keterbatasan sumber daya.
Menguatkan Agroforestri Kopi Indonesia: Strategi Kebijakan Menghadapi Risiko Iklim dan Fragmentasi Regulasi Utami, Anisa Dwi; Fariyanti, Anna; Yusalina; Muflikh, Yanti Nuraeni; Maharani, Indah; Miranda, Vanesha
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1577-1582

Abstract

Pengembangan agroforestri kopi penting sebagai respons terhadap meningkatnya risiko iklim, fluktuasi harga komoditas, dan tekanan organisme pengganggu tanaman yang menurunkan produktivitas serta pendapatan petani. Sistem agroforestri tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga berfungsi sebagai strategi mitigasi risiko dengan menyediakan sumber pendapatan alternatif ketika produktivitas kopi menurun. Agroforestri sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang Indonesia, khususnya pengurangan emisi, restorasi lahan terdegradasi, dan peningkatan kesejahteraan petani kecil. Namun, adopsi agroforestri kopi masih menghadapi hambatan struktural dan kelembagaan, seperti fragmentasi regulasi antarsektor, keterbatasan akses teknologi, serta terbatasnya model sistem yang teruji dan siap direplikasi. Kebijakan pengembangan kopi di bawah Kementerian Pertanian belum secara eksplisit mengintegrasikan agroforestri, sementara praktik agroforestri lebih berkembang dalam kerangka kebijakan kehutanan. Di tingkat perencanaan, Bappenas telah mendorong pembangunan berkelanjutan, namun belum secara spesifik mengarusutamakan agroforestri kopi. Kondisi ini menyebabkan tidak adanya integrasi kebijakan yang efektif dari hulu hingga hilir. Maka dari itu, penyusunan kebijakan pengembangan agroforestri kopi yang berkelanjutan menjadi penting. Policy brief ini menawarkan rekomendasi kebijakan, yaitu integrasi kebijakan antarsektor, penguatan dukungan teknis di tingkat petani, penguatan kelembagaan dan akses pasar, penerapan sistem insentif bagi petani yang menerapkan agroforestri kopi, dan penyediaan skema pembiayaan  khusus untuk agroforestri kopi. Tanpa integrasi kebijakan, agroforestri kopi akan tetap menjadi potensi yang belum termanfaatkan secara optimal.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BERAS DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE CONDUCT PERFORMANCE DI KABUPATEN BANYUASIN Oksalia, Elvira Putri; Asmarantaka, Ratna Winandi; Yusalina, Yusalina
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.1.87-104

Abstract

Kabupaten Banyuasin merupakan kabupaten yang memiliki luas lahan sawah terbesar di Sumatera Selatan, namun terdapat beberapa masalah dalam pemasaran beras yaitu rendahnya harga yang diterima oleh perani, fluktuasi harga dan kurangnya informasi pasar. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis efisiensi pemasaran beras di Kabupaten Banyuasin. Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan Snowball Sampling. Data analisis efisiensi pemasaran beras dilakukan dengan pendekatan Structure, conduct, dan Performance (SCP). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 5 saluran pemasaran beras di Kabupaten Banyuasin. Struktur pasar yang terbentuk merupakan struktur pasar oligopoli. Kinerja pasar yaitu dengan menghitung marjin, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya pemasaran dimana masing-masing saluran memiliki nilai yang berbeda. Saluran pemasaran yang paling efisien yaitu saluran pemasaran 2 dimana memiliki marjin pemasaran yang rendah, nilai farmer’s share cukup tinggi, dan memiliki nilai rasio keuntungan dan biaya tertinggi. Petani diharapkan padi mampu memanfaatkan kelompok-kelompok petani dalam memasarkan produknya, hal ini dapat membantu petani dalam memasarkan produknya agar lebih efisien. Dalam pemasaran beras, petani juga disarankan untuk mengolah dahulu produknya menjadi beras agar keuntungan yang diterima oleh petani dapat meningkat.
DISEMINASI INFORMASI MITIGASI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERBASIS KOMUNIKASI RISIKO MELALUI VIDEO ANIMASI BMKG Andriana, Amanda; Yusalina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48420

Abstract

This study is motivated by the importance of disaster information dissemination and risk communication in enhancing public understanding and preparedness, particularly through digital media such as educational videos produced by the Meteorological, Climatological, and Geophysical Agency (BMKG). This study aims to analyze how information dissemination and risk communication processes are represented in animated video content on earthquake and tsunami mitigation. The study employs the theoretical frameworks of information dissemination and risk communication using a qualitative approach through narrative message analysis and in-depth interviews. The findings show that BMKG delivers information through an educational visual and narrative approach by emphasizing hazard visualization, simplification of scientific concepts, and the use of language that does not provoke panic. In addition, risk communication is carried out by building awareness without generating excessive fear and emphasizing appropriate mitigation actions for the public.