Dewi Alfianti
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Ekranisasi Novel 3 Srikandi Karya Silvarani: Ecranisation 3 Srikandi Novel By Silvarani risnawati, rici; Hermawan, Sainul; Alfianti, Dewi
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.244

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel dan film, perubahan alih wahana novel ke film, serta tafsiran film 3 Srikandi berdasarkan novel 3 Srikandi. Metode menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa novel dan film 3 Srikandi. Data yang digunakan berupa kutipan dari paragraf dan kalimat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik dokumentasi, serta teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa karya sastra tidak hanya pada novel, tetapi mampu melampaui ke bentuk lainnya. Penelitian ini menemukan persamaan dan perbedaan yang disebabkan peralihan media sehingga memunculkan penambahan dan pengurangan pada unsur intrinsik. Perubahan dari novel ke film 3 Srikandi berupa perbandingan, pengontrasan, pengurangan, penambahan dan perubahan bervariasi. Selain itu, tafsiran film terhadap novel memunculkan alasan sutradara dalam menggarap 3 Srikandi dengan memaknai pesan yang terkandung di dalam novel. Kata kunci: ekranisasi, novel, film Abstract This research aims to define the intrinsic elements of novel and film, the adaptation pf novel into film, and the interpretation of the film 3 Srikandi based on the novel 3 Srikandi. The method uses a qualitative approach with a descriptive method. The data source is in the form of the novel and film 3 Srikandi. The data used is in the form of excerpts from paragraphs and sentences. The data collection technique uses reading technique, documentation technique, and note-taking technique. The data analysis technique uses comparative descriptive methods. The results of this study prove that literary works are not only novels but can transcend to other forms. This study finds similarities and differences caused by media switching that give rise to additions and subtractions to intrinsic elements. The changes from the novel to the movie 3 Srikandi in the form of comparison, contrast, subtraction, addition, and change vary. In addition, the film's interpretation of the novel gives rise to the director's reason for working on 3 Srikandi by interpreting the message in the novel. Keywords: ecranisation, novel, film
Pendalaman Literasi Kritis Berbasis Digital Bagi Guru Bahasa Indonesia SMA di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jumadi; Noortyani, Rusma; Alfianti, Dewi; Kamal, Sirajuddin; Ngalimun; Mubarak, Husni; Yahya, Andi Muhammad; Fitriana, Arina
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i3.1374

Abstract

Literasi kritis merupakan kemampuan berpikir analitis dan reflektif yang sangat penting dimiliki oleh pendidik, terutama di tengah arus informasi digital yang cepat dan kompleks. Guru Bahasa Indonesia sebagai pengampu mata pelajaran berbasis teks memiliki peran strategis dalam menanamkan kemampuan literasi kritis kepada siswa. Namun, berdasarkan identifikasi lapangan, masih banyak guru yang belum memahami secara utuh konsep literasi kritis dan penerapannya dalam pembelajaran berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendalaman materi literasi kritis berbasis digital kepada guru-guru Bahasa Indonesia SMA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi pembelajaran yang berlangsung pada tanggal 21 April 2025 dan diikuti oleh 25 guru dari berbagai SMA. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep literasi kritis, serta kemampuan mereka dalam menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas guru dalam membentuk generasi pembelajar yang kritis, adaptif, dan cakap digital.
MEKANISME PERTAHANAN DIRI TOKOH DALAM NASKAH DRAMA “PADA SUATU HARI” KARYA ARIFIN CHAIRIN NOER: DEFENSE MECHANISMS OF CHARACTERS IN ARIFIN CHAIRIN NOER’S “PADA SUATU HARI” -, shinta salsa bella; Dewi Alfianti; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.319

Abstract

Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dengan fokus mekanisme pertahanan diri yang digunakan individu ketika dihadapkan pada situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan. Mekanisme ini digunakan secara tidak sadar oleh individu sebagai sarana perlindungan diri psikologis. Individu menggunakan mekanisme ini untuk mempertahankan diri dari konflik internal maupun eksternal guna menghindari kecemasan atau mencegah kondisi yang menyusahkan menjadi ancaman yang dirasakan. Mekanisme ini bekerja dengan menekan pikiran atau emosi yang mengganggu ke alam bawah sadar, sehingga mengurangi kemungkinan individu mengalami kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menyajikan analisis deskriptif terhadap data disertai pembahasan. Sumber data berasal dari naskah drama karya Arifin Chairin Noer yaitu “Pada Suatu Hari” yang ditulis tahun 1970. Data diperoleh dari arahan panggung dan dialog yang diartikulasikan oleh para tokoh. Penelitian ini mengungkapkan 41 data yang mengandung mekanisme pertahanan diri tokoh.
Empowerment of the Creative Economy of the Sasirangan Home Industry in Sasirangan Village with the Technology Application of SALAM (Sasirangan WarnA aLAM) Syahmani, Syahmani; Alfianti, Dewi; Prasetyo, Yogo Dwi; Liyanti, Risma; Waruwu, Ibena; Taufiq, Muhammad; Al Fakhri, Handi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v8i1.17311

Abstract

Craftsmen in Madara Sasirangan lack skills in producing and marketing natural Sasirangan products. To address this, training on natural color Sasirangan technology will be provided in Sasirangan Village, enhancing their production and marketing knowledge and skills. The method used is four stages, namely the 1) Socialization, 2) Training, 3) Monitoring and Evaluation, and 4) Program Continuation stages. Community service was attended by 15 participants/craftsmen for eight meetings from October to November 2025. Lectures and discussions on natural dye extraction techniques, Sasirangan production, and marketing media were held in three meetings. Demonstrations/practices of making natural color Sasirangan from plants were held in three meetings. Furthermore, monitoring and evaluation were held in two meetings. The evaluation results are that (1) There are various types of colors produced from natural dye sources. The suitability between pigment compounds and materials, extraction processes, mordanting, and dyeing can produce good coloring. (2) Participants have an understanding and skills in making Sasirangan natural dyes and marketing them of 80% (good category). Training enhances participants' empowerment in natural Sasirangan product production and marketing, with a focus on natural dye extraction, biomordants for durability, consumer education, and support for sustainable businesses.
EKRANISASI NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI: ECRANISATION FROM THE NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI BY MIRANDA SEFTIANA AND AVESINA SOEBLI Andre Hardianto; Dwi Wahyu Chandra Dewi; Dewi Alfianti
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.381

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas proses ekranisasi novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli ke dalam film garapan Jay Sukmo. Fokus penelitian adalah perbedaan dan persamaan antara novel dan film, khususnya mengenai teks sastra yang ditransformasi menjadi bentuk visual. Tujuannya untuk mengetahui elemen-elemen yang dipertahankan maupun dimodifikasi dalam adaptasi. Metode penelitian yang dipilih berupa kualitatif deskriptif melalui teknik baca, simak, dan catat. Data berupa kutipan novel serta tangkapan layar dan transkrip film, dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penciutan sebanyak 116 data, penambahan 25 data, dan perubahan variasi 27 data, terutama pada tokoh, alur, serta latar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan medium film. Adaptasi film berhasil mewakili inti cerita dengan menekankan budaya Banjar dan Dayak, nilai pendidikan, kesehatan, dan inklusivitas. Penelitian ini memberi gambaran mengenai kreativitas dalam adaptasi sekaligus kontribusi terhadap kajian sastra dan media.Abstract This study discusses the process of adapting the novel Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli into a film directed by Jay Sukmo. The focus of the study is the differences and similarities between the novel and the film, particularly how the literary text is transformed into a visual form. The aim is to identify the elements that are retained and modified in the adaptation. The research method used is descriptive qualitative with reading, listening, and note-taking techniques. The data, in the form of novel excerpts, screenshots, and film transcripts, are analyzed comparatively. The results show that there are 116 instances of reduction, 25 instances of addition, and 27 instances of variation, mainly in the characters, plot, and setting. These adjustments were made to meet the needs of the film medium. The film adaptation successfully represented the essence of the story by emphasizing Banjar and Dayak culture, educational values, health, and inclusivity. This study provides an overview of creativity in adaptation as well as contributing to literary and media studies.
ALIH WAHANA NASKAH DEMANG LEHMAN KE PERTUNJUKKAN TEATER siti adijah; Dewi Alfianti; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.399

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses alih wahana dramatisasi naskah drama Demang Lehman karya Adjim Arijadi ke dalam pertunjukan teater oleh KS3B Kalimantan Selatan dengan menelaah bentuk penambahan dan penciutan yang terjadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode komparatif. Sumber data meliputi naskah drama Demang Lehman dan dokumentasi pementasan teater. Analisis dilakukan dengan membandingkan unsur teks drama dan unsur pementasan berdasarkan teori alih wahana Pamusuk Eneste. Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan berupa introduksi pementasan, tokoh tentara Belanda, penambahan dialog, serta improvisasi aktor untuk memperkuat situasi dramatik dan karakter. Penciutan dilakukan melalui penghilangan beberapa tokoh dan adegan, penyederhanaan alur, serta pengurangan dialog demi efektivitas pertunjukan. Temuan ini menegaskan bahwa dramatisasi merupakan proses penafsiran kreatif yang menyesuaikan gagasan teks dengan karakteristik media teater tanpa menghilangkan esensi cerita. Abstract. This study aims to describe the process of dramatization as a form of adaptation of the drama script Demang Lehman by Adjim Arijadi into a theatrical performance staged by KS3B of South Kalimantan by examining the forms of additions and reductions that occur. The research employs a descriptive qualitative approach with a comparative method. The data sources consist of the Demang Lehman drama script and documentation of the theatrical performance. Data analysis is conducted by comparing textual elements of the script with performative elements of the stage production based on Pamusuk Eneste’s adaptation theory. The findings reveal additions in the form of a performance introduction, the inclusion of Dutch soldier characters, additional dialogues, and actor improvisations to strengthen dramatic situations and characterization. Reductions are carried out through the elimination of certain characters and scenes, plot simplification, and dialogue reduction to enhance performance effectiveness. These findings indicate that dramatization is a creative interpretative process that adapts textual ideas to the characteristics of theatrical media without eliminating the essence of the story.