Dewi Alfianti
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Ekranisasi Novel 3 Srikandi Karya Silvarani: Ecranisation 3 Srikandi Novel By Silvarani risnawati, rici; Hermawan, Sainul; Alfianti, Dewi
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.244

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel dan film, perubahan alih wahana novel ke film, serta tafsiran film 3 Srikandi berdasarkan novel 3 Srikandi. Metode menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa novel dan film 3 Srikandi. Data yang digunakan berupa kutipan dari paragraf dan kalimat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik dokumentasi, serta teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa karya sastra tidak hanya pada novel, tetapi mampu melampaui ke bentuk lainnya. Penelitian ini menemukan persamaan dan perbedaan yang disebabkan peralihan media sehingga memunculkan penambahan dan pengurangan pada unsur intrinsik. Perubahan dari novel ke film 3 Srikandi berupa perbandingan, pengontrasan, pengurangan, penambahan dan perubahan bervariasi. Selain itu, tafsiran film terhadap novel memunculkan alasan sutradara dalam menggarap 3 Srikandi dengan memaknai pesan yang terkandung di dalam novel. Kata kunci: ekranisasi, novel, film Abstract This research aims to define the intrinsic elements of novel and film, the adaptation pf novel into film, and the interpretation of the film 3 Srikandi based on the novel 3 Srikandi. The method uses a qualitative approach with a descriptive method. The data source is in the form of the novel and film 3 Srikandi. The data used is in the form of excerpts from paragraphs and sentences. The data collection technique uses reading technique, documentation technique, and note-taking technique. The data analysis technique uses comparative descriptive methods. The results of this study prove that literary works are not only novels but can transcend to other forms. This study finds similarities and differences caused by media switching that give rise to additions and subtractions to intrinsic elements. The changes from the novel to the movie 3 Srikandi in the form of comparison, contrast, subtraction, addition, and change vary. In addition, the film's interpretation of the novel gives rise to the director's reason for working on 3 Srikandi by interpreting the message in the novel. Keywords: ecranisation, novel, film
Pendalaman Literasi Kritis Berbasis Digital Bagi Guru Bahasa Indonesia SMA di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jumadi; Noortyani, Rusma; Alfianti, Dewi; Kamal, Sirajuddin; Ngalimun; Mubarak, Husni; Yahya, Andi Muhammad; Fitriana, Arina
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i3.1374

Abstract

Literasi kritis merupakan kemampuan berpikir analitis dan reflektif yang sangat penting dimiliki oleh pendidik, terutama di tengah arus informasi digital yang cepat dan kompleks. Guru Bahasa Indonesia sebagai pengampu mata pelajaran berbasis teks memiliki peran strategis dalam menanamkan kemampuan literasi kritis kepada siswa. Namun, berdasarkan identifikasi lapangan, masih banyak guru yang belum memahami secara utuh konsep literasi kritis dan penerapannya dalam pembelajaran berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendalaman materi literasi kritis berbasis digital kepada guru-guru Bahasa Indonesia SMA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi pembelajaran yang berlangsung pada tanggal 21 April 2025 dan diikuti oleh 25 guru dari berbagai SMA. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep literasi kritis, serta kemampuan mereka dalam menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas guru dalam membentuk generasi pembelajar yang kritis, adaptif, dan cakap digital.
MEKANISME PERTAHANAN DIRI TOKOH DALAM NASKAH DRAMA “PADA SUATU HARI” KARYA ARIFIN CHAIRIN NOER: DEFENSE MECHANISMS OF CHARACTERS IN ARIFIN CHAIRIN NOER’S “PADA SUATU HARI” -, shinta salsa bella; Dewi Alfianti; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.319

Abstract

Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dengan fokus mekanisme pertahanan diri yang digunakan individu ketika dihadapkan pada situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan. Mekanisme ini digunakan secara tidak sadar oleh individu sebagai sarana perlindungan diri psikologis. Individu menggunakan mekanisme ini untuk mempertahankan diri dari konflik internal maupun eksternal guna menghindari kecemasan atau mencegah kondisi yang menyusahkan menjadi ancaman yang dirasakan. Mekanisme ini bekerja dengan menekan pikiran atau emosi yang mengganggu ke alam bawah sadar, sehingga mengurangi kemungkinan individu mengalami kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menyajikan analisis deskriptif terhadap data disertai pembahasan. Sumber data berasal dari naskah drama karya Arifin Chairin Noer yaitu “Pada Suatu Hari” yang ditulis tahun 1970. Data diperoleh dari arahan panggung dan dialog yang diartikulasikan oleh para tokoh. Penelitian ini mengungkapkan 41 data yang mengandung mekanisme pertahanan diri tokoh.