Dewi Alfianti
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MEKANISME PERTAHANAN DIRI TOKOH DALAM NASKAH DRAMA “PADA SUATU HARI” KARYA ARIFIN CHAIRIN NOER: DEFENSE MECHANISMS OF CHARACTERS IN ARIFIN CHAIRIN NOER’S “PADA SUATU HARI” -, shinta salsa bella; Dewi Alfianti; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.319

Abstract

Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dengan fokus mekanisme pertahanan diri yang digunakan individu ketika dihadapkan pada situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan. Mekanisme ini digunakan secara tidak sadar oleh individu sebagai sarana perlindungan diri psikologis. Individu menggunakan mekanisme ini untuk mempertahankan diri dari konflik internal maupun eksternal guna menghindari kecemasan atau mencegah kondisi yang menyusahkan menjadi ancaman yang dirasakan. Mekanisme ini bekerja dengan menekan pikiran atau emosi yang mengganggu ke alam bawah sadar, sehingga mengurangi kemungkinan individu mengalami kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menyajikan analisis deskriptif terhadap data disertai pembahasan. Sumber data berasal dari naskah drama karya Arifin Chairin Noer yaitu “Pada Suatu Hari” yang ditulis tahun 1970. Data diperoleh dari arahan panggung dan dialog yang diartikulasikan oleh para tokoh. Penelitian ini mengungkapkan 41 data yang mengandung mekanisme pertahanan diri tokoh.
EKRANISASI NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI: ECRANISATION FROM THE NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI BY MIRANDA SEFTIANA AND AVESINA SOEBLI Andre Hardianto; Dwi Wahyu Chandra Dewi; Dewi Alfianti
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.381

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas proses ekranisasi novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli ke dalam film garapan Jay Sukmo. Fokus penelitian adalah perbedaan dan persamaan antara novel dan film, khususnya mengenai teks sastra yang ditransformasi menjadi bentuk visual. Tujuannya untuk mengetahui elemen-elemen yang dipertahankan maupun dimodifikasi dalam adaptasi. Metode penelitian yang dipilih berupa kualitatif deskriptif melalui teknik baca, simak, dan catat. Data berupa kutipan novel serta tangkapan layar dan transkrip film, dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penciutan sebanyak 116 data, penambahan 25 data, dan perubahan variasi 27 data, terutama pada tokoh, alur, serta latar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan medium film. Adaptasi film berhasil mewakili inti cerita dengan menekankan budaya Banjar dan Dayak, nilai pendidikan, kesehatan, dan inklusivitas. Penelitian ini memberi gambaran mengenai kreativitas dalam adaptasi sekaligus kontribusi terhadap kajian sastra dan media.Abstract This study discusses the process of adapting the novel Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli into a film directed by Jay Sukmo. The focus of the study is the differences and similarities between the novel and the film, particularly how the literary text is transformed into a visual form. The aim is to identify the elements that are retained and modified in the adaptation. The research method used is descriptive qualitative with reading, listening, and note-taking techniques. The data, in the form of novel excerpts, screenshots, and film transcripts, are analyzed comparatively. The results show that there are 116 instances of reduction, 25 instances of addition, and 27 instances of variation, mainly in the characters, plot, and setting. These adjustments were made to meet the needs of the film medium. The film adaptation successfully represented the essence of the story by emphasizing Banjar and Dayak culture, educational values, health, and inclusivity. This study provides an overview of creativity in adaptation as well as contributing to literary and media studies.
ALIH WAHANA NASKAH DEMANG LEHMAN KE PERTUNJUKKAN TEATER siti adijah; Dewi Alfianti; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.399

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses alih wahana dramatisasi naskah drama Demang Lehman karya Adjim Arijadi ke dalam pertunjukan teater oleh KS3B Kalimantan Selatan dengan menelaah bentuk penambahan dan penciutan yang terjadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode komparatif. Sumber data meliputi naskah drama Demang Lehman dan dokumentasi pementasan teater. Analisis dilakukan dengan membandingkan unsur teks drama dan unsur pementasan berdasarkan teori alih wahana Pamusuk Eneste. Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan berupa introduksi pementasan, tokoh tentara Belanda, penambahan dialog, serta improvisasi aktor untuk memperkuat situasi dramatik dan karakter. Penciutan dilakukan melalui penghilangan beberapa tokoh dan adegan, penyederhanaan alur, serta pengurangan dialog demi efektivitas pertunjukan. Temuan ini menegaskan bahwa dramatisasi merupakan proses penafsiran kreatif yang menyesuaikan gagasan teks dengan karakteristik media teater tanpa menghilangkan esensi cerita. Abstract. This study aims to describe the process of dramatization as a form of adaptation of the drama script Demang Lehman by Adjim Arijadi into a theatrical performance staged by KS3B of South Kalimantan by examining the forms of additions and reductions that occur. The research employs a descriptive qualitative approach with a comparative method. The data sources consist of the Demang Lehman drama script and documentation of the theatrical performance. Data analysis is conducted by comparing textual elements of the script with performative elements of the stage production based on Pamusuk Eneste’s adaptation theory. The findings reveal additions in the form of a performance introduction, the inclusion of Dutch soldier characters, additional dialogues, and actor improvisations to strengthen dramatic situations and characterization. Reductions are carried out through the elimination of certain characters and scenes, plot simplification, and dialogue reduction to enhance performance effectiveness. These findings indicate that dramatization is a creative interpretative process that adapts textual ideas to the characteristics of theatrical media without eliminating the essence of the story.
Keefektifan Penggunaan Metode Pembelajaran SQ4R Dalam Menyimpulkan Isi Artikel Siswa Kelas XI SMAN 12 Banjarmasin Supianur; Moh. Fatah Yasin; Dewi Alfianti
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i2.1592

Abstract

Each method directs us to design learning that can help students to achieve various goals in learning. The SQ4R learning method (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review) is one solution to overcome students' low reading ability. This research aims to determine the effectiveness of using the SQ4R learning method in summarizing the contents of students' articles. The sample in this research was class XI IPS at SMA Negeri 12 Banjarmasin. This research method is a quasi experiment with a nonequivalent control group design. The research sample was 30 students from class XI IPS 2 as the control class and 30 students from class XI IPS 3 as the experimental class. The independent variable is the SQ4R learning method, while the dependent variable is the ability to summarize the content of the article. Data collection uses test and non-test techniques. Data analysis techniques use descriptive and inferential analysis. The research results showed that there were differences in critical thinking abilities with an average of 81.33 from 33.83 for the experimental class and 71.67 for the control class from 34.50. The experimental class was better than the control class in training students' ability to summarize the contents of articles.