Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Hubungan Kepuasan Pada Kualitas Pelayanan dengan Minat Kunjung Ulang Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Artha Medica Binjai Sitepu, Eninta; Khadijah, Siti; Zulfendri, Zulfendri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18871

Abstract

ABSTRACT The assessment of each patient on the satisfaction of a service at the hospital is very important as an input for the hospital in providing a service so that it is hoped that the public can be interested in using the service again or patients are interested in returning to the service facility. This study aims to analyze the influence of patient characteristics and satisfaction on the interest in revisiting the inpatient area of Artha Medica Binjai General Hospital. This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The study population is inpatients with a sample of 100 respondents. The research analysis used was the chi square test to analyze the relationship and the multiple logistic regression test to analyze the influence of independent variables on the dependent. The results showed that the reliability variable obtained a p value of 0.001, responsiveness obtained a p value 0.001, empathy obtained a p value 0.001, physical appearance obtained a p value 0.001, and guarantee obtained a p value 0.001, all variables had a p value less than 0.05 which means that all variables were significantly related. The variables of reliability, responsiveness, empathy, physical appearance, and assurance had a significant relationship with the interest of patients to return to the inpatient room of Artha Medica Binjai General Hospital. It is recommended to the hospital to continue to improve the quality of service and have a positive impact on patients for interest in revisiting. Keywords: Patients, Hospitals, Quality, Services  ABSTRAK Penilaian setiap pasien terhadap suatu kepuasaan layanan di rumah sakit sangatlah penting sebagai masukan untuk rumah sakit dalam memberikan suatu layanan sehingga harapannya masyarakat dapat kiranya berminat untuk menggunakan pelayanan itu kembali atau pasien berminat untuk kunjung ulang kembali ke fasilitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik dan kepuasan pasien terhadap minat kunjung ulang di runag rawat inap Rumah Sakit Umum Artha Medica Binjai. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Analisis penelitian yang digunakan adalah uji chi square untuk menganalisis hubungan dan uji regresi logistik berganda untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehandalan memperoleh p value 0,001, daya tanggap memperoleh p value 0,001, empati memperoleh p value0,001, tampilan fisik memperoleh p value 0,001, dan jaminan memperoleh p value 0,001, semua variable memiliki nilai p value lebih kecil dari 0,05 yang artinya semua variable berhubungan signifikan. Variabel kehandalan, daya tanggap, empati, tampilan fisik, dan jaminan memiliki hubungan yang signifikan dengan minat kunjung ulang pasien di ruang rawat inap rumah sakit umum Artha Medica Binjai. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan dampak positif kepada pasien untuk minat kunjung kembali. Kata Kunci: Pasien, Rumah Sakit, Kualitas, Pelayanan
Kepemimpinan Klinis pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Tahun 2023 S, Agus Setiadi; Zulfendri, Zulfendri
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.2.1.12519

Abstract

Kepemimpinan klinis merupakan kompetensi yang tepat bagi perawat dalam meningkatkan kualitas dan keselamatan pasien (patient safety) melalui inovasi dan kreativitas dalam praktik keperawatan. Kemampuan kepemimpinan klinis yang belum optimal menjadi masalah manajemen rumah sakit dan berpengaruh terhadap rendahnya kualitas pelayanan. Berdasarkan wawancara dalam survei pendahuluan terhadap delapan perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara, didapati bahwa implementasi kepemimpinan klinis belum berjalan dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan klinis (menunjukkan kualitas diri, bekerja dengan orang lain, manajemen asuhan keperawatan, pengembangan layanan, dan kemampuan menetapkan arah) pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian potonglintang (cross-sectional study). Sebanyak 58 responden dipilih secara total sampling. Pengumpulan data dihimpun melalui metode wawancara dengan Teknik wawancara langsung berpedoman pada kuesioner yang bersifat semi-terstruktur. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kepemimpinan klinis perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara tergolong baik yaitu dengan nilai 172,6. Kemampuan kepemimpinan klinis tersebut terdistribusi pada 1 indikator dengan kategori sangat baik (bekerja dengan orang lain), 3 indikator dengan kategori baik (menunjukkan kualitas diri, manajemen asuhan keperawatan, dan pengembangan layanan), dan 1 indikator dengan kategori tidak baik (kemampuan menetapkan arah). Kesimpulan penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara belum seluruhnya memiliki kepemimpinan klinis yang baik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara untuk memberikan dukungan manajemen guna meningkatkan kemampuan kepemimpinan klinis perawat.
Mengenyahkan Sampah Plastik Benalu dengan Ekobrik: Get Rid of Parasitic Plastic Waste with Ecobricks Zuska, Fikarwin; Naria, Evi; Zulfendri, Zulfendri
Pelita Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Pelita Masyarakat, Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v5i2.11417

Abstract

Household plastic packaging waste, which we refer to as 'parasitic plastic' due to its perceived lack of usefulness for business, is generally disposed of by household members without processing. The quantity of this waste throughout Indonesia is very large and continues to increase, in line with household consumption growth. If this parasitic plastic waste continues to be left untreated, it will have long-term impacts on ecology and health; in the short term, it will affect cleanliness and the aesthetics of residential environments. The creation of incentive-based eco-bricks, by stuffing plastic packaging waste into 600 ml bottles weighing around 200 grams, and providing incentives of IDR 3,000 - 5,000 per bottle to participating communities. Additionally, the formation of organized ecobrick groups is a solution that can reduce daily plastic waste from households and decrease the scattered plastic waste that damages environmental aesthetics, cleanliness, and sustainability. Through participatory action methods, it was found that those involved in the creation of incentive-based eco-bricks tend to be predominantly women (housewives) and children from low-income families. Women involved in this activity (in terms of age) generally move slowly but consistently.
Hubungan Implementasi Patient-Centered Care (PCC) dengan Kepuasaan Pasien Rawat Inap di RSU Martha Friska Brayan Medan Zubaidah, Siti; Zulfendri, Zulfendri; Theo, Deli
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15927

Abstract

ABSTRACT The preliminary survey revealed that 60% of patients still feel that they are not fully involved in the care process, possibly due to factors such as lack of information provided to the patients, limited time available for healthcare providers, and insufficient therapeutic communication. Moreover, 70% of patients feel that their care is not smoothly coordinated, possibly due to lack of coordination among healthcare providers, inadequate documentation (medical records), and insufficient patient information.  The research utilized a quantitative research design, based on the positivist philosophy, to examine a specific population at Martha Friska Hospital in Medan. The population size was unknown, and the sample size was determined using the Lemeshow formula, resulting in 96 individuals. Data collection involved distributing questionnaires to inpatients to assess the impact of patient-centered care on satisfaction levels. Bivariate analysis, specifically the Chi Square test. The study conducted at RSU Martha Friska Brayan Medan in 2024 assessed the implementation of patient-centered care and its impact on inpatient satisfaction. The analysis revealed significant relationships between various aspects of patient-centered care and patient satisfaction. These findings highlight the importance of specific elements of patient-centered care in enhancing overall patient satisfaction. The research findings show that the aspects of patient-centered care (PCC) related to inpatient satisfaction at RSU Martha Friska Brayan Medan are respecting patient choices and judgment, emotional support, physical comfort, and information and education. However, factors such as continuity and transition, service coordination, and involvement of family and friends are not associated with patient satisfaction. Recommendations for RSU Martha Friska Brayan Medan to improve inpatient services include respecting patients' choices, providing physical comfort, emotional support, and health education to patients. Keywords: Implementation, PCC, Patient Satisfaction, Hospital  ABSTRAK Survei pendahuluan mengungkapkan bahwa 60% pasien masih merasa bahwa mereka tidak sepenuhnya terlibat dalam proses perawatan, mungkin karena faktor-faktor seperti kurangnya informasi yang diberikan kepada pasien, terbatasnya waktu yang tersedia untuk penyedia layanan kesehatan, dan komunikasi terapeutik yang tidak memadai. Selain itu, 70% pasien merasa bahwa perawatan mereka tidak terkoordinasi dengan lancar, mungkin karena kurangnya koordinasi di antara penyedia layanan kesehatan, dokumentasi (rekam medis) yang tidak memadai, dan informasi pasien yang tidak memadai.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, berdasarkan filosofi positivis, untuk memeriksa populasi tertentu di Rumah Sakit Martha Friska di Medan. Ukuran populasi tidak diketahui, dan ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, menghasilkan 96 individu. Pengumpulan data melibatkan penyebaran kuesioner kepada pasien rawat inap untuk menilai dampak perawatan yang berpusat pada pasien pada tingkat kepuasan. Analisis bivariat, khususnya uji Chi Square. Studi yang dilakukan di RSU Martha Friska Brayan Medan pada tahun 2024 menilai implementasi perawatan yang berpusat pada pasien dan dampaknya terhadap kepuasan rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek patient-centered care (PCC) terkait kepuasan rawat inap di RSU Martha Friska Brayan Medan adalah menghargai pilihan dan penilaian pasien, dukungan emosional, kenyamanan fisik, serta informasi dan edukasi. Namun, faktor-faktor seperti kontinuitas dan transisi, koordinasi layanan, dan keterlibatan keluarga dan teman-teman tidak terkait dengan kepuasan pasien. Rekomendasi RSU Martha Friska Brayan Medan untuk meningkatkan pelayanan rawat inap antara lain menghormati pilihan pasien, memberikan kenyamanan fisik, dukungan emosional, dan edukasi kesehatan kepada pasien. Kata Kunci: Implementasi, PCC, Kepuasaan Pasien, Rumah Sakit.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Pemanfataan Prolanis pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Nasution, Savira Medinah; Nasution, Siti Khadijah; Zulfendri, Zulfendri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15753

Abstract

ABSTRACT The number of people with diabetes mellitus in the Helvetia Health Center work area is 2,883 people and the number of prolanis participants who have diabetes mellitus is only 45 people or 10 percent.  The prolanis achievement target is 75 percent and based on this, it can be seen that the prolanis capaain is very far from the achievement target. The purpose of this study is to analyze the relationship between family support and the role of health workers with the use of prolanis in patients with diabetes mellitus at the Helvetia Health Center. The type of research used is survey research with a Cross Sectional design. The population in this study is 2,883 people with diabetes mellitus at the Helvetia Health Center. The number of samples in the study was 100 people with the slovin formula The sampling technique was carried out by simple random sampling. Diabetic mellitus patients who are ≥ 40 years old are 86 people (86.0%), women are 55 people (55.0%), diabetic mellitus patients who have an income < Medan City MSEs are 78 people (78.0%) and diabetic mellitus patients who are still working as many as 61 people (61.0%) and 39 people (39.0%) are not working. The results of statistical analysis using the chi-square test showed that there was a relationship between family support and the use of Prolanis in the Helvetia Health Center (p=0.007) and there was no relationship between the role of health workers and the use of Prolanis in the Helvetia Health Center (p=0.143). There is a relationship between family support and the use of prolanis in patients with diabetes mellitus at the Helvetia Health Center and there is no relationship between the role of health workers and the use of prolanis in patients with diabetes mellitus at the Helvetia Health Center. Keywords: Diabetes, Prolanis, Utilization  ABSTRAK Jumlah penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Helvetia sebanyak 2.883 orang dan jumlah peserta prolanis yang diabetes melitus hanya sebanyak 45 orang atau 10 persen.  Target capaian prolanis sebesar 75 persen dan berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa capaain prolanis sangat jauh dari target capaian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan pemanfataan prolanis pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Helvetia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus di Puskesmas Helvetia yaitu 2.883 orang. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 100 orang dengan rumus slovin Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling.  Penderita diabetes melitus yang berumur ≥ 40 tahun sebanyak 86 orang (86,0%), perempuan sebanyak 55 orang (55,0%) penderita diabetes melitus yang memiliki pendapatan < UMK Kota Medan sebanyak 78 orang (78,0%) dan penderita diabetes melitus yang masih bekerja sebanyak 61 orang (61,0%) dan tidak bekerja sebanyak 39 orang (39,0%). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Helvetia (p=0,007) dan tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Helvetia (p=0,143). Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan prolanis pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Helvetia dan tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan pemanfaatan prolanis pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Helvetia. Kata Kunci: Diabetes, Prolanis, Pemanfaatan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Tenaga Kefarmasian di RSU Haji Medan Agoes, Akni Sakinah; Nasution, Siti Khadijah; Zulfendri, Zulfendri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15468

Abstract

ABSTRACT Empowering pharmaceutical installations is crucial, starting with educating the hospital community about the role and purpose of pharmaceutical personnel in clinical practice. The hospital has five revenue centers, with pharmaceutical installations being the main source of revenue due to the high utilization of pharmaceutical supplies. To analyze factors related to the performance of pharmaceutical personnel in pharmaceutical services at RSU Haji Medan. This type of research is quantitative research with the research design used is a cross sectional approach. The sampling technique in this study is total sampling. The reason for using total sampling is that the population is less than 50 people, so the entire population is used as a research sample to minimize the bias that occurs. The sample in this study was 30 people. Based on the results of the study, pharmaceutical personnel obtained satisfactory compensation perceptions as many as 23 people (76.7%), good feedback as many as 23 people (86.7%), good working conditions there were 23 people (76.7%), good motivation as many as 3 people and pharmaceutical personnel who performed well as 27 people (90.0%). Perception of Compensation and Motivation is not related to the performance of pharmaceutical personnel at RSU Haji Medan. However, there is a statistically significant relationship between feedback and working conditions with the performance of pharmacy staff at RSU Haji Medan Keywords: Performance, Pharmaceutical Personnel, Hospitals  ABSTRAK Pemberdayaan instalasi farmasi sangatlah penting, dimulai dengan mendidik komunitas rumah sakit tentang peran dan tujuan tenaga kefarmasian dalam praktik klinis. Rumah sakit ini memiliki lima pusat pendapatan, dengan instalasi farmasi menjadi sumber pendapatan utama karena tingginya pemanfaatan perbekalan farmasi. Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja tenaga kefarmasian pada pelayanan kefarmasian di RSU Haji Medan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan total sampling. Alasan digunakan total sampling adalah jumlah populasi kurang dari 50 orang maka keseluruhan populasi dijadikan sampel penelitian untuk memperkecil bias yang terjadi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tenaga kefarmasian yang persepsi kompensasi memuaskan sebanyak 23 orang (76,7%), umpan balik yang baik sebanyak 23 orang (86,7%), kondisi kerja baik terdapat 23 orang (76,7%), motivasi baik sebanyak 3 orang dan tenaga kefarmasian yang kinerja baik sebanyak 27 orang (90,0%). Persepsi Kompensasi dan Motivasi tidak berhubungan dengan kinerja tenaga kefarmasian di RSU Haji Medan. Namun, ada hubungan yang signifikan secara statistik antara umpan balik dan kondisi kerja dengan kinerja staf farmasi di RSU Haji Medan. Kata Kunci: Kinerja, Tenaga Kefarmasian, Rumah Sakit.
Analysis of Factors Affecting Inpatient Satisfaction at RSU Wulan Windy Medan Marelan Sihombing, Sartika Dewi; Nasution, Siti Khadijah; Zulfendri, Zulfendri
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 3 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v3i10.11843

Abstract

Patient satisfaction is a key indicator in assessing the quality of healthcare services provided by hospitals. It reflects the individual experiences of each patient and signifies the effectiveness of the service delivery system. High levels of satisfaction are associated with timely service delivery, environmental comfort, effective communication, and the expertise and friendliness of medical staff. This study analyzes factors influencing inpatient satisfaction at RSU Wulan Windy Medan Marelan. The research employs a quantitative approach through survey methodology with data collected from 355 respondents. Statistical analysis included bivariate chi-square tests and multivariate logistic regression. Results indicate significant impacts of timely service delivery, comfort, and staff competence on patient satisfaction, with p-values of <0.001 for each factor.
SISTEM RUJUKAN DAN UTILISASI RUMAH SAKIT STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2019 Sinta, Sinta; Juanita, Juanita; Aulia, Destanul; Santosa, Heru; Zulfendri, Zulfendri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1790

Abstract

ABSTRAKPelayanan kesehatan yang diterima peserta Jaminan Kesehatan Pemerintah dilakukan melalui mekanisme rujukan berjenjang. Sistem ini dikeluarkan untuk memenuhi aspek ketersediaan fasilitas kesehatan dan kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Sistem rujukan merupakan pelimpahan tanggung jawab terhadap masalah kesehatan secara vertikal  dan horizontal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apa saja yang menjadi faktor/determinan penurunan utilisasi, Menganalisi ketersedi aan supplyside pelayanan kesehatan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan. Penelitian telah dilakukan sejak 23 Januari hingga 25 Januari di Rumah Sakit Haji Medan.Dari hasil dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rendahnya utilisasi Rumah Sakit Haji Medan disebabkan oleh beberapa faktor utama, antara lain: masalah administrasi dan sistem seperti sistem rujukan, pilihan rumah sakit dan pilihan pasien mengenai citra pelayanan dan peralatan rumah sakit; keterbatasan sarana dan prasarana; sumber daya manusia yang tidak sesuai baik secara kuantitas maupun kompetensi. Disarankan agar rumah sakit dan pegawai mengupayakan dan meningkatkan pelayanan kompetensinya agar sesuai dengan standar dan mekanisme yang telah diterapkan.Kata Kunci    : Sistem rujukan berjenjang, sarana, prasarana
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEMAND (PERMINTAAN) VAKSINASI COVID-19 BAGI LANSIA DIKELURAHAN BANDAR SELAMATTAHUN 2021 Susilawati, Erni; Martalena Silitonga, Evawani; Zulfendri, Zulfendri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1738

Abstract

COVID-19 membuat dunia menjadi resah, termasuk di Indonesia. COVID-19 merupakan jenis virus yang baru sehingga banyak pihak yang tidak tahu dan tidak mengerti cara penanggulangan virus tersebut. Pemerintah dituntut untuk sesegera mungkin  menangani  ancaman  nyata  COVID-19. Berdasarkan permasalahan tersebut maka pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu dengan mendatangkan vaksin. Pemerintah Indonesia berharap dengan adanya vaksinasi maka angka kejadian penyakit virus corona-19 dapat berkurang dan terselesaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Demand (Permintaan) Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia, jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study, penelitian dilakuakn di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, dengan populasi adalah lansia di lingkungan I, II, III Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan, teknik pengambialn sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita hoax, pengetahuan, sikap dan persepsi mempunyai hubungan yang signifikan dengan demand vaksin covid19, akan tetapi Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) tidak mempunyai hubungan dengan demand vaksin covid19 pada lansia.Kata Kunci : Demand, COVID-19, Lansia
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KABIL KOTA BATAM Mindasari, Hanny; Nababan, Donal; Zulfendri, Zulfendri; Siagian, Mindo Tua; Adiansyah, Adiansyah; Silitonga, Evawani Martalena
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.10713

Abstract

Tingkat kepuasan pasien menunjukkan tingkat keberhasilan suatu layanan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanannya. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai tingkat kepuasan pasien yaitu menggunakan Service Quality, metode ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi kepuasan pelanggan menggunakan lima dimensi mutu, diantaranya: keandalan (realibility), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles). Metode ini digunakan karena dapat membantu untuk mengetahui apakah pelayanan yang diberikan oleh puskesmas telah memberikan rasa kepuasan terhadap pasien atau diperlukan kembali suatu peningkatan pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien di Puskesmas Kabil Kota Batam. Jenis penelitian dengan pendekatan crosssectional dilakukan dari bulan Desember 2024 - Febuari 2025.  Setelah data terkumpul, dilakukan Analisa Univariat untuk mendeskripsikan masing-masing variabel penelitian kemudian dilakukan analisis bivariat untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan kepastian dan empati secara serempak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien (Kelima variabel bebas memiliki Sig.< 0,005). Hendaknya pihak Puskesmas melalui kegiatan sosial, membuat brosur, membuat bill board di persimpangan jalan di kota Batam sehingga masyarakat semakin mengetahui keberadaan Puskesmas dan layanan yang ada.