Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

SEJARAH DAN PERJUANGAN ORGANISASI MUHAMMADIYAH DALAM KEMAJUAN INDONESIA Abdul Rozak Zumhur; Khairul Anwar; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran Muhammadiyah dalam sejarah Indonesia telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kemajuan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Tulisan ini membahas peran signifikan Muhammadiyah dalam mendorong perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis untuk menganalisis peran Muhammadiyah dalam memperjuangkan kemerdekaan. membangun infrastruktur pendidikan, serta mempromosikan nilai-nilai keadilan sosial dan kesejahteraan. Kata kunci seperti "Muhammadiyah", "sejarah", "peran", dan "kemajuan" menjadi fokus utama dalam pembahasan ini.. Temuan menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukan hanya sebuah gerakan keagamaan, tetapi juga sebuah kekuatan sosial yang telah berperan dalam mengubah wajah Indonesia. Melalui pendidikan yang inklusif. pemberdayaan masyarakat, dan upaya-upaya keadilan, Muhammadiyah terus berkontribusi dalam memajukan bangsa ini. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana organisasi keagamaan dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun masyarakat yang lebih beradab dan maju.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Pada Mata Pelajaran PKn Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Di MTs Nurul Karomah Galis Bangkalan Khairul Anwar; Hefi Rusnita Dewi; M. Sahid
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 3 No. 2 Extra (2019): Pendidikan di Bangkalan
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe student activities, student responses and student learning achievements through the implementation of a portfolio-based learning model. This research is communicative descriptive research. The instruments used in this study were observation sheets of student activities, student response questionnaires and learning achievement test sheets.The results of this study can be described as follows (1) student activities during the teaching and learning process that took place is said to be good, because the average score of observation of student activity is 3.25% (2) students' responses to the implementation of Portfolio-Based learning models are positive because the average score the average of all questionnaires, namely 75.6 (3) student learning achievements are said to be classically completed because as many as 88% of students have finished learning. Overall, it can be concluded from the results of this study that student activities on learning using portfolio-based learning models are in the good category, student responses to learning using portfolio-based learning models are in the positive category, and student learning achievements in learning using portfolio-based learning models said to be classically completed.
PENDAMPINGAN GURU BAHASA INDONESIA MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM PENGENALAN KURIKULUM BERBASIS CINTA MELALUI METODE KETERAMPILAN MENYIMAK EKSTENSIF DI KABUPATEN MERANGIN Baitullah; Yusrizal; Elfa Eriyani; Sriutaminingsih; Khairul Anwar; Wiko Antoni
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4717

Abstract

Abstrak Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, dan kepedulian sebagai dasar proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah, nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan melalui keterampilan menyimak ekstensif. Kegiatan ini bertujuan mendampingi guru Bahasa Indonesia dalam mengenal dan menerapkan kurikulum berbasis cinta melalui metode keterampilan menyimak ekstensif di Kabupaten Merangin. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif (participatory mentoring approach), yang menempatkan guru sebagai mitra aktif dalam pelatihan, refleksi, dan penerapan pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi–refleksi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep kurikulum berbasis cinta serta keterampilan dalam mengintegrasikan nilai kasih sayang dan empati melalui pembelajaran menyimak. Guru juga menunjukkan sikap lebih reflektif dan kolaboratif dalam merancang pembelajaran Bahasa Indonesia yang humanis. Pendekatan pendampingan partisipatif terbukti efektif memperkuat profesionalisme guru sekaligus menginternalisasi nilai kemanusiaan dalam pendidikan dasar. Kata kunci: kurikulum berbasis cinta, pendampingan partisipatif, menyimak ekstensif, guru Bahasa Indonesia, madrasah ibtidaiyah. Abstract The love-based curriculum is an educational approach that places compassion, empathy, and care as the foundation of the learning process. In the context of teaching Indonesian at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary Schools), these values can be integrated through extensive listening activities. This program aims to assist Indonesian language teachers in understanding and implementing a love-based curriculum through the extensive listening method in Merangin Regency. The implementation used a participatory mentoring approach, which positions teachers as active partners in training, reflection, and classroom application. The activity was conducted in four stages: preparation, implementation, evaluation–reflection, and follow-up. The results showed an increase in teachers’ understanding of the love-based curriculum concept and their ability to integrate compassion and empathy values through listening activities. Teachers also demonstrated more reflective and collaborative attitudes in designing humanistic Indonesian language lessons. The participatory mentoring approach proved effective in enhancing teachers’ professionalism while internalizing humanitarian values in primary education. Keywords: love-based curriculum, participatory mentoring, extensive listening, Indonesian language teachers, Madrasah Ibtidaiyah.
Social Capital And Food Security Of Poor Households In Watersheds During The Covid-19 Pandemic Meyzi Heriyanto; Khairul Anwar; Ismandianto; Ruzikna; Mashur Fadli; Yusmar Yusuf
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 5 (2021): October 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i5.179

Abstract

Poor Household Research on Social Capital and Food Resilience (RTM) The socioeconomic imbalances of impoverished households in the Siak watershed areaprovide the backdrop for the execution of the 2020 Social Distancing and PSBBpolicies. The condition of the population in the Tanjung Rhu and Rumbai PesisirSub-Districts that has tested positive for Covid-19 is relatively low, but the potentialfor the rise and socio-economic gaps is substantial. This research sought to answerthe following key question: How can social capital be mobilized to increase foodsecurity for poor households in the context of social distancing and PSBB policies intwo Pekanbaru sub-districts? Social participation and social capital theory canprovide answers to this topic. The goal of this study was to look at the state of socialcapital and the possibilities for enhancing food security for disadvantaged familiesin the two Covid-19 in the year 2020: (1) The level of public trust in workingtogether to strengthen food security during the implementation of social distancingand PSBB policies; (2) The level of a family trust in working together to strengthenfood security during the implementation of social distancing and PSBB policies; (3)The benefits of formal and informal social networks in dealing with SocialDistancing and PSBB; (4) The benefits of socialization medium for formalgovernment and informal regulations fo? The following are the findings of theresearch given in this paper: To begin with, this PSBB policy influenced the riverflow resilience of impoverished households in Pekanbaru City's Tanjung Rhu andMeranti Pandak villages. Second, the components of social capital that weresignificantly related to community and household trust in establishing relationshipswithout mutual suspicion, household trust in being able to maintain a sustainableenvironment, and in dealing with the impact of the implementation of Covid 19 afterthe PSBB's enactment. Third, social capital can be established and improved at thecommunity level in the form of social institutions that help improve food security inpoor communities.
Kesulitan Pemahaman Positional Value Numerasi Siswa Fase A pada Sistem Bilangan Desimal Nur Habibah Rahmawati; Siti Robithoh; Salsabilla, Salsabilla; Khairul Anwar; Fatihul Ihsan Amry
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 11 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i11.576

Abstract

Low numeracy achievement among Phase A students in the decimal number system remains a serious problem in elementary mathematics learning, particularly regarding difficulties in understanding place value (positional value), marked by high misconceptions in reading, comparing, and performing basic operations on decimal numbers. This study aims to analyze the difficulties in understanding positional value numeracy among Phase A students in the decimal number system. The method used is descriptive literature review by examining 50 relevant scientific sources, including national and international journals, official reports from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemdikbudristek), and previous research findings on numeracy, decimal numbers, and elementary mathematics learning. The review results indicate that 65-75% of Phase A students experience systematic misconceptions in decimal place value concepts, particularly in the form of whole number bias, decimal comparison errors, and inaccuracies in basic addition and subtraction operations. These difficulties are influenced by the integration of cognitive factors such as whole number interference and overconfidence, social factors like low family numeracy literacy and post-pandemic learning loss impacts, as well as instructional factors involving minimal use of visual media and limited practice time. This study confirms that understanding decimal positional value in Phase A requires a diagnostic, contextual, and locally cultured learning approach through the utilization of manipulatives, ethnopedagogy, and formative assessment.
Hakikat dan Urgensi Ilmu Menurut Imam An-Nawawi dalam Kitab Riyadus Salihin Al-Faroby, Adib; Khairuddin Lubis; Khairul Anwar
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.170

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan di era modern seringkali berorientasi pada prestasi akademik dan kemajuan teknologi, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan pembentukan nilai-nilai spiritual dan moral. Kondisi ini telah menimbulkan krisis makna dan degradasi adab dalam dunia pendidikan. Dalam konteks ini, pemikiran para ulama klasik seperti Imam An-Nawawi relevan untuk dikaji ulang sebagai acuan paradigma keilmuan Islam yang beradab dan berorientasi pada ketakwaan. Penelitian ini berfokus pada kajian hakikat dan urgensi ilmu pengetahuan menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadus Salihin dan relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan. Data primer bersumber dari kitab Riyadus Salihin, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan dan nilai-nilai etika ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pengetahuan Imam An-Nawawi bersifat normatif-transformatif, artinya pengetahuan berasal dari wahyu, dipelajari dengan niat tulus, dipraktikkan dalam kehidupan, dan disebarluaskan untuk kepentingan masyarakat. Pengetahuan tidak dipahami sebagai pengetahuan yang bebas nilai, melainkan sebagai sarana untuk mengembangkan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa paradigma ilmiah Imam An-Nawawi relevan untuk mengatasi tantangan pendidikan modern yang cenderung sekuler dan pragmatis. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya reorientasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan penguasaan pengetahuan dengan pengembangan adab dan karakter berdasarkan nilai-nilai spiritual Islam.
Teknik Optimalisasi Sumber Daya Desa Pasca Bencana Melalui Pendidikan Produktivitas Pertanian, Ekonomi, Serta Pemulihan Sarana Dan Prasarana Desa Balelutu Kecamatan Ketambe: Penelitian Sabitah; Mika Sri Wa.3hyuni; Prastika; Wahyu Al Ikram Nasution; Muhammad Reza; Sri Isnaida; Makmur Hartono; Unchu Maiwanda; Khairul Anwar; Lesmana Rian Andika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5374

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya desa pasca bencana melalui pendidikan produktivitas pertanian, penguatan ekonomi lokal, serta pemulihan sarana dan prasarana di Desa Balelutu, Kecamatan Ketambe. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pemulihan desa. Metode PkM meliputi tahap pemetaan kebutuhan, perancangan program, pelaksanaan edukasi dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan adalah petani, pelaku ekonomi produktif desa, perangkat desa, dan masyarakat terdampak bencana yang dipilih secara purposive. Data kegiatan diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, diskusi kelompok terarah, angket sederhana, serta dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pertanian adaptif pasca bencana, meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana desa melalui keterlibatan masyarakat secara gotong royong. Pendekatan terpadu antara pendidikan produktivitas dan pemulihan fisik desa terbukti mampu mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat pasca bencana.
Fungsi Manajemen Pada Lembaga Zakat (Studi Kasus di UPZIS Wonopringgo Pekalongan) Khairul Anwar; Novalini Jailani; Fikrotus Shofi; Tarmidzi
AMAL: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : UIN AM. Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/eksy.v7i1.8125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis fungsi manajemen pada lembaga zakat UPZIS Wonopringgo Pekalongan. Penelitian adalah penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari wawancara dengan pengelola UPZIS Bapak Nur Anafi, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan artikel lainnya yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukan penerapan fungsi manajemen pada lembaga zakat (UPZIS) di Wonopringgo, sudah berjalan dengan baik, namun belum maksimal, dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat yang kurang akan pentingnya berzakat. Prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan sudah diterapkan di UPZIS Wonopringgo. Salah satu bentuk program di UPZIS Wonopringgo adalah adanya program koin NU, yang diambil setiap bulannya di masyarakat.