Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Waktu dan Biaya Proyek Melalui Pengaplikasian Metode Earned Value: Studi Kasus Pada Pembangunan Ruas Jalan Sp. Armed Rumah-Great Kec. Biru-Biru Kab. Deli Serdang Sederhana Laia; Sheila Hani; Rini Rini
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp403-412

Abstract

Project delays are caused by lack of good control, which affects the time and cost of completion, in determining and knowing the time performance and cost performance of the SP. Armed-Rumah Great Road Construction Project, Biru-Biru District, Deli Serdang Regency. Using the Earned Value method. Based on the results, the results of the time performance from month 1 to month 3 of the project experienced delays, this is indicated by the Schedule Variant (SV) indicator which has a negative value of Rp. - 356,103,446.04 or Schedule Performance Index (SPI) = 0.828 <1. In the 4th month it was faster than the planned schedule, this is indicated by the Schedule Variant (SV) indicator which has a positive value of Rp. 96,183,088.74 or Schedule Performance Index (SPI) = 1.019>1. And in the 5th and 6th months the schedule performance index (SPI) value shows a value of 1 which means that the construction project work is in accordance. Meanwhile, for cost performance from month 1 to month 3, it incurred smaller costs than planned, this is indicated by the negative Cost Variance (CV) indicator of Rp. -150,413,906.18 or Cost Performance Index (CPI) = 0.920 <1. In month 4 to month 6, the Cost Variance CV value is above the X axis with a positive value of Rp. 829,560,555.98 or Cost Performance Index (CPI) = 1.110 >1 due to the addition of labor and additional working hours in project implementation.
Analisis Eksperimental Penggunaan Pasir Laut Sorake dan Pasir Sungai Gomo pada Campuran Beton Rini Rini; Sheila Hani; Dirifandi Laia
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i2.358

Abstract

Pasir pantai sorake memiliki karakteristik butiran yang halus dan bulat gradasi susunan besar butiran yang seragam serta mengandung garam garaman yang tidak menguntungkan bagi beton sehingga banyak disarankan untuk tidak digunakan dalam pembuatan beton Butiran yang halus dan bulat serta gradasi yang seragam dapat mengurangi daya lekat antar butiran dan berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan beton Akan tetapi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai masih menggunakan pasir pantai sebagai salah satu agregat halus pada beton dengan alasan mudah didapat Untuk itu perlu dilakukannya penelitian utuk mengetahui kuat tekan pada beton antara pasir laut Sorake dan pasir sungai Gomo sehingga diketahui kelayakan dari penggunaan pasir laut sorake dan pasir sungai Gomo sebagai bahan material campuran beton Penelitian pada beton ini menggunakan pasir laut sorake dan pasir sungai gomo yang berasal dari kabupaten nias selatan sebagai material agregat halus Berdasarkan hasil kuat tekan dari setiap sample diperoleh kesimpulan 1 Nilai kuat tekan beton yang paling besar dengan menggunakan Pasir Laut tidak cuci adalah 20 55 Mpa 2 agregat halus dari pasir laut sorake dan pasir sungai gomo tidak layak untuk struktur beton Kata Kunci: Beton Pasir Kuat Tekan
Pengaruh Penambahan Potongan Ban Bekas Terhadap Kuat Tekan Beton FC 20 Mpa Sheila Hani; Rini Rini; Beni Halimayus
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 3 No. 3: September 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v3i3.449

Abstract

Limbah ban bekas merupakan salah satu penyumbang limbah terbanyak Hal ini dapat dipahami seiring dengan makin banyaknya jumlah kendaraan setiap tahunnya Dengan banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang ada saat ini tentu akan menghasilkan limbah ban yang besar pula Ban yang tidak dapat digunakan kembali biasanya adalah ban yang alurnya sudah habis atau tipis Mutu beton yang digunakan pada penelitian ini yaitu mutu beton fc 20 Mpa Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan bahan potongan ban bekas kendaraan dengan kadar yang berbeda yaitu: 0 Persen 1 Persen 1 5 Persen dan 2 Persen Beton adalah material utama yang digunakan dalam pembuatan bangunan Seperti pada bangunan gedung jembatan jalan dan sebagainya Beton banyak digunakan karena keunggulan keunggulannya antara lain karena beton dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi mampu memikul beban yang berat tahan terhadap temperatur yang tinggi dan biaya pemeliharaan yang atau mudah dalam perawatan Hasil kuat tekan beton tanpa bahan tambah atau beton normal di umur 28 hari mancapai 23 08 Mpa Dari hasil kuat tekan beton modifikasi dengan penambahan ban bekas maka kuat tekan tertinggi terdapat pada penambahan ban bekas 1 Persen dengan kekuatan beton 24 11 Mpa dan paling rendah penambahan bekas 2 Persen dengan kekuatan beton 18 78 Mpa Penggunaan ban bekas untuk peneliti selanjutnya disarankan tidak melebihi 1 Persen
Studi Karakteristik Marshal pada Campuran Aspal AC WC dengan Penambahan Limbah Botol Plastik Sheila Hani; Rini Rini; Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Herman Giawa
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.821

Abstract

p Masalah utama dalam perkerasan jalan adalah kerusakan dini yang disebabkan oleh beban lalu lintas tinggi dan kualitas material yang kurang baik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah botol plastik Polyethylene Terephthalate PET terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal AC WC Metode yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan variasi kadar PET sebesar 0 Persen 1 Persen 2 Persen dan 3 Persen dari berat aspal menggunakan metode Marshall untuk pengujian parameter stabilitas flow VIM VMA VFB dan Marshall Quotient MQ Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PET memberikan dampak signifikan terhadap seluruh parameter Marshall Campuran dengan penambahan 1 Persen PET menunjukkan performa terbaik dengan nilai stabilitas sebesar 2 383 04 kg dan MQ tertinggi sebesar 742 52 kg mm Semua parameter berada dalam rentang spesifikasi Bina Marga menunjukkan bahwa nilai tersebut merupakan kadar optimum untuk meningkatkan kinerja mekanis campuran Penambahan lebih dari 1 Persen cenderung menurunkan stabilitas dan meningkatkan nilai flow secara berlebihan Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan limbah PET sebesar 1 Persen dapat menjadi alternatif bahan tambah yang efektif dalam perkerasan jalan aspal Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan terhadap durabilitas dan performa jangka panjang dari campuran ini di lapangan p
Sosialisasi Penggunaan Google Form Dalam Penunjang Kegiatan Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid 19 Di Lembaga Komunikasi Dan Informasi Dosen (LEMKOMINDO-Indonesia) Mahyudin Situmeang; Sheila Hani; Rini Rini; Jenda Ingan Mahuli; Manner Tampubolon
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 2: September 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i2.681

Abstract

Kegiatan sosialisasi penggunaan google form ini dilakukan dalam upaya memperlancar proses belajar dan mengajar dimasa pandemic covid 19. Dengan tujuan agar semua dosen dapat memanfaatkan fasilitas google form ini dengan baik. Adapun metode pelaksanaan dilakukan dengan cara Daring, disampaikan materi sosialisasi, kemudian dipraktekkan dan dilakukan sesi tanya jawab. Sedangkan tempat penelitian dilakukan di Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen (LEMKOMINDO) Medan. Hasil sosialisai ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang sangat baik dari pengurus dan anggota LEMKOMINDO Medan. Sedangkan hasil luarannya adalah jurnal yang materinya diambil dari materi persentase kegiatan PKM tersebut. Kata Kunci: Sosialisasi, Google Form, Pembelajaran, Covid 19, LEMKOMINDO
Sosialisasi Pentingnya Kepedulian Pengunjung Terhadap Keindahan Pantai Cermin Elazhari Elazhari; Rini Rini; Sheila Hani; Alinur Alinur; Jenda Ingan Mahuli; Darmawan Sriyanto
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.709

Abstract

Kabupaten Serdang Bedagai terkenal sebagai daerah dengan destinasi wisata karena pantainya yang indah. Salah satu pantai di Kabupaten Serdang Bedagai yaitu pantai Cermin yang secara geografis dan administrasi terletak di pesisir Timur pulau Sumatera. Sebagai pantai yang menjadi destinasi wisata, pantai Cermin mengalami beberapa dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Dampak positif yang dirasakan adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru maupun lahan usaha baru yang tentunya menjadi peluang yang menjanjikan bagi masyarakat. Banyaknya pembangunan seperti tempat wisata dan restoran, menyerap banyak tenaga kerja. Namun disamping dampak positif, terdapat juga dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat secara tidak langsung yaitu kerusakan lingkungan akibat rendahnya kepedulian masyarakat sebagai pengunjung dalam menjaga lingkungan sekitar. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pengunjung menyadari pentingnya menjaga kebersihan pantai dan kelestarian ekosistem di pantai. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pengunjung acuh terhadap sosialisasi yang diberikan oleh tim pengabdian mengenai pentingnya kepedulian terhadap keindahan pantai. Kata Kunci: keindahan, pantai, pengunjung, wisata
Sosialisasi Menciptakan Lingkungan Sekolah Sehat dan Asri Melalui Penataan Taman Sekolah pada Pondok Pesantren Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batubara Ramadha Yanti Parinduri; Julian Julian; Rahmaniah Rahmaniah; Sheila Hani; Rini Rini; Muhammad Razali
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.738

Abstract

Program pengabdian masarakat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat merupakan salah satu hal penting yang harus disiapkan oleh satuan Pendidikan. Lingkungan sekolah yang sehat dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang menyenangkan demi tercapainya proses dan hasil belajar yang optimal. Kesehatan tubuh manusia tergantung pada keberagaman hidup manusia dalam memenuhi hidupnya. Banyak manfaat yang dirasakan dengan menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat yaitu menjauhkan sumber-sumber penyakit yang berkembang di sekitar kita. Sosialisasi ini bertujuan agar siswa Pondok Pesantren Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batubara berprilaku dan mempunyai kesadaran untuk hidup lebih sehat. Proses Pendidikan akan berlangsung dengan baik jika lingkungan tempat terjadinya proses Pendidikan iu sendiri mendukung dalam artian aman, nyaman dan menyenangkan. Oleh karena itu, selain sarana dan fasilitas yang memadai sekolah juga memerlukan lingkungan nyaman bagi para siswanya. Untuk itu, pentingnya penanaman karakter secara langsung dapat membentuk nilai-nilai yang positif pada diri siswa. Maka dari itu disediakan taman yang berada didalam sekolah, yang biasa disebut taman sekolah. Kata kunci: Lingkungan sehat, sosialisasi, taman sekolah.
Interaksi dan Diskusi dengan Masyarakat Kampung Angro di Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara Eri Samah; Rahmaniah Rahmaniah; Misdawati Misdawati; Ramadha Yanti Parinduri; Nirmadarningsih Hiya; Sheila Hani
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.748

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih memahami pentingnya pembinaan agro wisata sebagai salah satu alternatif dan cara membina masyarakat dalam mewujudkan sinergitas pariwisata dengan pertanian yang dapat menghasilkan pertumbuhan sosial, ekonomi dan organisasi masyarakat. Ada beberapa poin materi PKM yang disampaikan yaitu 1) Aspek sumber daya manusia, 2) Aspek keuangan, 3) Aspek fasilitas, sarana, dan prasarana, 4) Aspek pemilihan lokasi agro wisata, 5) Karakteristik tradisi para petani, 6) Karakteristik agro industri. Hasil Kegiatan PKM yaitu dari hasil sosialisasi dan interkasi dengan masyarakat diharapkan masyarakat memahami bagaimana menciptakan kampung Agro, sehingga selain m,endukung daya tarik kawsan wisata maka kampung agro akan memilki ruang tersendiri pula untuk mendapatkan niali ekonomis bagi masyarakatnya. Kemudian dari kegiatan tersebut masyaearakt terlihjat antusias dan termotivasi untuk dapat menata kampung agro bersama masyarakat alinnya. Kata Kunci : Interaksi; Diskusi; Masyarakat; Kampung Agro.
Digitalisasi Sistem Monitoring Kesehatan dan Infrastruktur Komunitas Berbasis IoT dan Big Data: Pelatihan Daring untuk Masyarakat Tanggap Teknologi Fider Lumban Batu; Sheila Hani; Rini Rini; Herlina Herlina; Doni Efrizah; Misdawati Misdawati; Ardi Ardi; Supriono Supriono
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.840

Abstract

p Perkembangan teknologi digital yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 telah membawa transformasi mendasar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang kesehatan masyarakat dan pengelolaan infrastruktur lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat menjembatani pemanfaatan teknologi dalam konteks komunitas adalah penerapan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) dan Big Data. Namun demikian, rendahnya literasi digital di tingkat masyarakat, terutama pada kelompok masyarakat non-teknis dan kawasan semi-perkotaan, menjadi tantangan utama dalam proses adopsi dan implementasi teknologi tersebut. Menyikapi tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan daring yang bersifat aplikatif, partisipatif, dan mudah diakses, guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar masyarakat dalam merancang dan mengoperasikan sistem monitoring kesehatan dan infrastruktur berbasis teknologi. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui platform video konferensi selama tiga sesi utama, meliputi pengenalan konsep IoT dan Big Data, praktik simulasi penggunaan perangkat sensor sederhana, serta integrasi data ke dalam dashboard pemantauan real-time. Metodologi yang digunakan menggabungkan pendekatan andragogi digital, microlearning, dan project-based learning untuk memastikan efektivitas pembelajaran bagi peserta dewasa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta kuesioner kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman peserta terhadap konsep teknologi digital, serta keterampilan teknis dasar dalam penggunaan sensor dan platform analitik daring. Sekitar 85 Persen peserta berhasil memahami dan mempraktikkan simulasi monitoring suhu dan kelembaban, serta menyusun rencana penerapan sistem monitoring sederhana di lingkungan masing-masing. Pelatihan ini tidak hanya memperluas literasi digital masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi dan inisiatif berbasis data dalam menghadapi isu kesehatan dan infrastruktur lingkungan secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan daring berbasis teknologi dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan agenda transformasi digital nasional. Pelibatan masyarakat dalam sistem monitoring berbasis IoT dan Big Data dapat menjadi langkah strategis dalam membentuk komunitas tanggap teknologi yang adaptif, inklusif, dan berdaya.