Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Ecotrophic, Journal of Environmental Science

Keberlanjutan dan Dampak Jangka Panjang Operasi Perikanan Intensif di Tempat Pemijahan Ikan Baronang (Siganus canalicullat) di Pulau Papagaran-Taman Nasional Komodo Sudaryanto Sudaryanto; Herdis Herdiansyah
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.002 KB) | DOI: 10.24843/EJES.2018.v12.i02.p06

Abstract

Papagaran merupakan pulau yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Komodo dihuni oleh lebih dari 280 kepala keluarga nelayan. Mata pencaharian utama adalah perikanan Siganus canaliculatus dengan dua cara menggunakan bahan beracun tuba, dan mengambil manfaat dari keberadaan tempat pemijahan secara berkelompok di dekat zona pemanfaatan pesisir. Para nelayan mengamati terjadi tren penurunan jumlah tangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyebab turunnya jumlah tangkapan ikan di perairan laut Pulau Papagaran, dan juga menentukan pilihan kebijakan untuk mewujudkan konservasi area pemijahan ikan beronang. Pendekatan penelitian menggunakan metode penelitian campuran kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif menggunakan metode survei terhadap penduduk desa terkait kegiatan penangkapan ikan. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk mengetahui sejarah dan kemungkinan penyebab turunnya jumlah tangkapan ikan berdasarkan observasi dan wawancara mendalam.Opsi kebijakan konservasi yang diperlukan dalam upaya memperbaiki kondisi tangkapan ikan di wilayah Papagarandilakukan dengan penghitungan. Hasil penelitian menunjukkan ikan ditangkap sebelum bertelur. Hasil perhitungan AHP diperoleh hasil upaya konservasi pemijahan ikan beronang dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan (67,16%), sosial budaya (26,54%), dan ekonomi (6,29%). Hasil perhitungan AHP terhadap pilihan alternatif berturut-turut adalah pembentukan reservat (64,64%), pengaturan waktu penangkapan ikan (25,54%) dan penggantian metode penangkapan ikan (9,82%).