Claim Missing Document
Check
Articles

SETTING POLITIK DALAM CERITA ABUNAWAS Haryadi Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.29 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8766

Abstract

Cerita Abunawas merupakan salah satu ·cer.ita jenakayang bercorak simbolis dan· bernad?- satire. Di dalamnya terdapatpikiran kritis dari sang'tokoh (Abunawas) untuk mengantisipasikondisi politik pada zamannya.Gi.lnlbaran mengenal kcaut!an polllik, pelllcrintalliln,dan kemasyarakatah yang amat bQbrok. terdapat pada hampirsemua cerita. Pada' uMllIlinya, ceritanya l11.enampilkanpejabat yang lalim, aniaya, dan -berlaku sewenang-wenangpada rakyainya. Beberapa cerita menampi'lkan kondisi ma-"syarakat yang kurang beradab, yang selama itu kurang.mendapatkan perhatian dari para pej~bat.Setting cerita berada. di dalam kerajaan Islam, tetapikerajaan Islam yang sudah jauh dari cahaya Islam. Hal inftampak 'dari sistem 'pemerintahan dan perilakti pejabat-yanghidup bermewah-mewah yang tidak sesuai dengan ajaranIslam, bahkan mirip dengan perilaku pejabat pada kerajaankuno yang pernah jaya ,sebelumnya (Romawi dan Yunani).Pes¥J.n (message) 'yang ingin disampaikan oleh pengarangrasanya akan te~ap - reIevan sepanjang zaman sebabkebobrokan sistem politik, pemerintahan, dan kema'syarakatanseperti tergambar dalam cerita itu dapat terjadi kapandan di mana saja.Setting Polltlk dalam Cerlta Abunawas yang disajikanini diharapkan dapat ,memperluas wawasan mengenai taktikdan strategi pengarang dalam menghadapi I;trisis politik danpemerintahan sehingga secara tidak langsung akan memberikankontribusi terhada,p pendidikan politik di negara kita,khususnya pendidikan demokrasi.
APRESIASI DOSEN TERHADAP FABEL Haryadi Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.827 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7606

Abstract

Societies ofold appreciated animal fables highly. They used such fables as means ofentertainment and education. Along with developments in science and technology, society's appreciation offables has started to change. As part ofmodem society, university lecturers have also been in lesser or greater degrees contaminated withnewviewson such fables. What their appreciation ofsuch fables is like would be analyzed in this writing. This article is based on the results ofa research on apopulation consisting ofteachers at Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ninety ofthem have been selected for the research by means ofsimple random sampling. The research instrument used has been a questionnaire containing twenty questions concerning relevant knowledge and appreciative activities. The data have been analyzed by means ofa descriptive quantitative technique. The research has yielded the conclusion that university teachers appreciation ofanimal fables as seen from indicators ofliterary appreciation is good. Mastery ofknowledge, receptive activity, and communication to others are categorized 'good' while documentative and productive ctivities are categorized 'fair'. Meanwhile, it turns out that gender, educational level, academic position, dan residence do not make a difference in their level of appreciation of such fables.
MANFAAT SASTRA LISAN NUSANTARA DALAM PEMBANGUNAN BIDANG PENDIDIKAN Haryadi Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3888.111 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9054

Abstract

Sastra lisan nusantara sebagai bagian dari khasanah sastra Indonesia lama memiliki sifat duice er utile, yakni pragmatik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, dan kemasan yang disuguhkan memiliki nilai seni yang membawa kenikmatan yang kepusan batin.
Dominansi dan Seleksi Jamur Aspergillus Perusak Gaplek H. A. Oramahi; Christanti Sumardiyono; Nursamsi Pusposendjojo; Haryadi Haryadi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 15, No 1 (2010): February 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v15i1.2646

Abstract

Dried cassava is a suitable host for the growth and development of the genus Aspergillus. Fungi reported to grow on dried cassava were A. clavatus, A. flavus, A. foetidus, A. fumigatus, A. niger, A. ochraceus, A. oryzae, A. tamarii, A. zonatus, dan Aspergillus sp. From those species, A. flavus is the most important species because of its toxigenic characteristic on agricultural product. This study was conducted to study dominant species of Aspergillus causing the most severe deterioration on stored dried cassava and causing the highest deterioration in dried cassava. The isolates were then cultured for determination of dominant species. The in vitro experiment was to obtain the species of Aspergillus that is resulted in highest change of dried cassava spoilage. Based on relative index frequency (Rif) and presence index of the fungus (Pif), A. flavus was the most dominant species and causing the highest deterioration on the dried cassava.
Pengaruh Lengas Nisbi dan Suhu terhadap Kerusakan Gaplek Akibat Aspergillus flavus Selama Penyimpanan H. A. Oramahi; Christanti Sumardiyono; Nursamsi Pusposendjojo; Haryadi Haryadi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 15, No 2 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v15i2.2723

Abstract

A study on the spoilage of dried cassava by Aspergillus flavus was still limited so that such study is very important to do. This experiment was done to examine the effect of relative humidity (RH) and storage room temperature on the development of A. flavus and dried cassava spoilage during storage time. Based on the population of A. flavus, starch content, reduction sugar content, and water content of dried cassava, it was concluded that RH 65%, the temperature of 30 and 35oC had better storage condition for dried cassava because it resulted in the lowest population of A. flavus and the lowest deterioration of dried cassava.
ANALISA PERHITUNGAN ENERGI LISTRIK PADA SEPEDA LISTRIK HYBRID Dhimas Satria; Rina Lusiani; Haryadi Haryadi; Imron Rosyadi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this increasingly modern era, many needs are increasing, one of which is energy. Fossil energy has long been the main fuel used on machines. Excessive use of energy further decreases the availability of fossil energy. To reduce the dependence on fossil energy that its formation is very long and quickly exhausted, hence the need for the utilization of alternative energy more environmentally friendly and easy to get. In this research, electrical energy analysis on hybrid electric bikes is done. In this analysis includes the utilization of electrical energy and electrical energy consumption on a hybrid electric bike with the test results to utilize the energy wasted on a hybrid electric bike at a speed of 25 km / h when the horizontal road condition is 9.36 watts. Whereas with the utilization of wasted energy at a speed of 20 km / h when the road conditions horizontally, the generator generated power of 8.16 watts. While on road conditions decreases at a speed of 15 km / h when the road conditions decrease is 3 watts and at a speed of 10 km / h power raised by 0.03 watts. For electric energy consumption of power used by hybrid electric bikes at the initial loading with a distance of 25 meters and travel time of 12.83 seconds is 87.61 watts, while for horizontal road conditions at a constant speed of 20 km / h is 29.42 watts with Covering 475 meters. While the power used by a hybrid electric bike on a ride load up to 25 meters with a slope of 220 at a speed of 5 km / h will consume power of 483.85 watts.
OPTIMASI PARAMETER PEMESINAN TANPA FLUIDA PENDINGIN TERHADAP MUTU BAJA AISI 1045 Haryadi Haryadi; Slamet Wiyono; Iman Saefuloh; Muhamad Rizki Mutaqien
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 1, April 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.319 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.1612

Abstract

Dalam upaya meningkatkan penanganan masalah pencemaran lingkungan akibat limbah cairan pendingin, maka para pakar pemesinan merekomendasikan dengan dry maching. Pemesinan kering (Dry Machining) adalah proses pemesinan yang tidak mengunakan fluida pendingin dalam proses pemotonganya dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah cairan pendingin. Untuk mendapatkan nilai optimum maka perlu mengetahui dan mendapatkan setting yang paling optimum dari parameter-parameter proses dry machining. Dalam penelitian proses dry machining, pengaruh parameter dari putaran spindel, , radius pahat, gerak pemakanan dan kedalaman potong terhadap kekerasan, kekasaran dan akurasi dimensi. Empat parameter tersebut dianalisa dengan metode desain eksperimen fraktional faktorial dua level (2k-1), analisa data menggunakan statistik MINITAB 16. Analisa DOE menunjukkan bahwa pengaruh putaran spindel, , radius pahat, dan kedalaman potong mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kekerasan. Untuk putaran spindel, , radius pahat, gerak pemakanan dan kedalaman potong mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kekasaran permukaan Sedangkan untuk parameter yang berpengaruh signifikan ke akurasi dimensi yaitu kedalaman potong. Dengan menggunakan respon optimasi metode pendekatan nilai fungsi desirability menghasilkan kondisi setting parameter yang optimum dari level-level tiap faktor yakni untuk kekerasan putaran spindel 560 rpm, radius pahat 0.4 mm dan kedalaman potong 0.5, dengan nilai keinginan (desirability) untuk kekerasan sebesar 0.89216. Untuk kekasaran putaran spindel 800 rpm, radius pahat 0.8 mm, gerak pemakanan 0.05 mm/rev dan kedalaman potong 0.8 mm , dengan nilai keinginan (desirability) untuk kekasaran permukaan sebesar 0,93086 dan untuk uji akurasi dimensi hanya kedalaman pemakanan yang berpengaruh signifikan. Untuk nilai desirability akurasi dimensi 0.5=0.82639 dan yang 0.8=1.0000 yang menunjukkan bahwa nilai desirability dari kekerasan, kekasaran dan akurasi dimensi cukup baik dan target yang diperoleh telah sesuai dengan keinginan.
OPTIMASI PARAMETER PEMESINAN TANPA FLUIDA PENDINGIN TERHADAP MUTU BAJA AISI 1045 Haryadi Haryadi; Slamet Wiyono; Iman Saefullah; Muhamad Rizki Mutaqien
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 1, April 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.319 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.1609

Abstract

Dalam upaya meningkatkan penanganan masalah pencemaran lingkungan akibat limbah cairan pendingin, maka para pakar pemesinan merekomendasikan dengan dry maching. Pemesinan kering (Dry Machining) adalah proses pemesinan yang tidak mengunakan fluida pendingin dalam proses pemotonganya dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah cairan pendingin. Untuk mendapatkan nilai optimum maka perlu mengetahui dan mendapatkan setting yang paling optimum dari parameter-parameter proses dry machining. Dalam penelitian proses dry machining, pengaruh parameter dari putaran spindel, , radius pahat, gerak pemakanan dan kedalaman potong terhadap kekerasan, kekasaran dan akurasi dimensi. Empat parameter tersebut dianalisa dengan metode desain eksperimen fraktional faktorial dua level (2k-1), analisa data menggunakan statistik MINITAB 16. Analisa DOE menunjukkan bahwa pengaruh putaran spindel, , radius pahat, dan kedalaman potong mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kekerasan. Untuk putaran spindel, , radius pahat, gerak pemakanan dan kedalaman potong mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kekasaran permukaan Sedangkan untuk parameter yang berpengaruh signifikan ke akurasi dimensi yaitu kedalaman potong. Dengan menggunakan respon optimasi metode pendekatan nilai fungsi desirability menghasilkan kondisi setting parameter yang optimum dari level-level tiap faktor yakni untuk kekerasan putaran spindel 560 rpm, radius pahat 0.4 mm dan kedalaman potong 0.5, dengan nilai keinginan (desirability) untuk kekerasan sebesar 0.89216. Untuk kekasaran putaran spindel 800 rpm, radius pahat 0.8 mm, gerak pemakanan 0.05 mm/rev dan kedalaman potong 0.8 mm , dengan nilai keinginan (desirability) untuk kekasaran permukaan sebesar 0,93086 dan untuk uji akurasi dimensi hanya kedalaman pemakanan yang berpengaruh signifikan. Untuk nilai desirability akurasi dimensi 0.5=0.82639 dan yang 0.8=1.0000 yang menunjukkan bahwa nilai desirability dari kekerasan, kekasaran dan akurasi dimensi cukup baik dan target yang diperoleh telah sesuai dengan keinginan.
PENGENDALIAN JUMLAH CACAT PRODUK PADA PROSES CUTTING DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) PADA PT. TOYOTA BOSHOKU INDONESIA (TBINA) Slamet Riadi; Haryadi Haryadi
Journal Industrial Manufacturing Vol 4, No 1 (2019): Journal Industrial Manufacturing
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jim.v4i1.1241

Abstract

PT. Toyota Boshoku Indonesia merupakan perusahaan asing yang bergerak dibidang komponen otomotif dengan produk utama yang dihasilkan adalah kursi mobil. Dalam proses pembuatan produk kursi mobil tersebut sering terjadi produk cacat atau kurang sempurna. Untuk meminimalisir terjadinya produk dengan kualitas yang kurang baik, pihak perusahaan melakukan analisa kegiatan dengan menggunakan metode QCC (Quality Control Circle), metode analisa yang dilakukan adalah dengan menggunakan pareto dan fishbone. Dengan kegiatan yang dilakukan diharapakan perbaikan kualitas akan terus berlangsung, dan kualitas semakin membaik. Untuk meminimalisir terjadinya pembuatan barang yang kurang berkualitas pihak perusahaan mewajibkan setiap operator untuk menjaga 3M (Tidak menerima, Tidak membuat, Tidak meneruskan), serta apabila terjadi upnormal pada saat proses berlansung, maka operator diharuskan untuk melakukan tindakan SCW (Stop, Call, Wait). Kata Kunci: kualitas, QCC, 3M, SCW
PERANAN KELOMPOK TANI DAN PENDAPATAN PETANI UBI KAYU DI DESA SISWO BANGUN KECAMATAN SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Haryadi Haryadi; Indah Nurmayasari; Begem Viantimala
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.258 KB) | DOI: 10.23960/jiia.v7i4.3871

Abstract

The purposes of this study are to examine the role of cassava farmer groups, factors related to the role, the level of cassava farming income and the relationship between the role and the income in Siswo Bangun Village, Seputih Banyak District, Central Lampung Regency. Respondents were 87 cassava farmers involved in 18 farmer groups. This research was conducted in January 2018 and used a survey method. Data analysis used descriptive analysis and Rank Spearman correlation test. The results showed that the level of the role of farmer groups was classified as moderate. Factors significantly related to the role of cassava farmer groups were the role of extension workers and leadership of farmer group leaders. Cassava farming income in Siswo Bangun Village, Seputih Banyak District, Central Lampung regency was classified as moderate, which was Rp21.925.801 per ha per season. There is no significant relationship between the role of farmer groups and the level of cassava farming income  Key words: cassava, farming income, role of farmer groups
Co-Authors A Nurhasanah Abdul Rahim Ade Irma Anggraeni Ade Irman Adianto, Irham Husna Aditya Ramadhan Aga Anum Prayudi Agnes Swasti Anindya Agus Nuryatin Ali Fikri Hasibuan Ali Rahmat Allamanda Kusumaning Anjora Amril Amril Andri Zainal Anny Sulaswatti Apriansyah Sipayung Aprinawati, Aprinawati Aprizal Aprizal Arif Suryono Arthia Diarina Asa Alvi Zahroh Asep Purwo Yudi Utomo Asmaul Husna Aswata Aswata Audya Nilam Nariswari Begem Viantimala Bernadus Wahyudi Joko Santoso Burhanuddin Burhanuddin Chandra Wijaya Chandra Wijaya Christanti Sumardiyono Cita Chusnul Chotimah Dhimas Satria Dimas Ersantyo Dio Caisar Darma Dito Wijaya Eka Marisca Harliyani Eman Sutrisna Emy Listijorini Eti Daniastuti Etik Umiyati Eva Riani Fadillah Fasha Fadli Agus Triansyah Fahmi Rizky Ferdiansyah Farah Failasufa Firman Gusmawan Hari Bakti Mardikantoro Hasan Ashari Oramahi Heru Mei Giantoro Hidayah, Nasik Hidir Efendi Hikmah, Mamluatul Hilyati Hilyati Imron Rosyadi Imron Rosyadi Indah Nurmayasari khafi puddin KHOIRUL ANWAR M Greasia M Haikal Fasya M. Aji Sadewo Mamluatul Hikmah Muhamad Rizki Mutaqien Muhammad Fauzan Muhammad Firdaus Muhammad Furi Irsyadi Mustika Mustika Nas Haryati Nasywa Khalista Nendyah Roestijawati Nofita, Desi Novreza Pratama Nur Alam Nur Alam Nur Alam Nursamsi Pusposendjojo Nuryatini Nuryatini Pujo Widodo Putri Rahmadani Sitorus R Endang Rahab Rahab Rahmad Nur Setiawan Rahmad Santosa Rakhman, Moh. Arief Ratih Rosita Ratno Purnomo Rina Lusiani Rio Rizkiansyah Rustono Rustono Saefuloh, Iman Siti Dahlia Siti Hodijah Siti Isnijah Slamet Riadi Slamet Wiyono Sobar Sutisna Sri Adeyana Thohiri, Roza Tri Imam Munandar Umar Santoso Wagiran Windarto Windarto Wira Fazri Rosyidin Yuliana Yuliana Yuliyana, Rian Yusvardi Yusuf Zulgani Zulgani