Claim Missing Document
Check
Articles

KAWASAN KONSERVASI ACEH DAN PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KONSERVASI Evi Apriana; Muhammad Ridhwan
Jurnal Biology Education Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.911 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v7i1.1075

Abstract

KAWASAN KONSERVASI ACEH DAN PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KONSERVASI   (1Evi Apriana, (2M. Ridhwan(1,2Pend. Biologi Universitas Serambi Mekkah Banda Acehemail: eviapriana@serambimekkah.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kawasan konservasi Aceh dan pemanfaatannya dalam pembelajaran biologi konservasi. Penelitian ini menerapkan desain Penelitian Kualitatif (Qualitative Research), dilakukan menggunakan metode observasi langsung pada kawasan konservasi Aceh dan wawancara mendalam (deep interview) dengan informan (key person) pengelola kawasan konservasi Aceh. Dari observasi dan wawancara diperoleh hasil bahwa kawasan konservasi Aceh terdiri dari Kawasan Konservasi Hutan Ulu Masen, Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Laut Pulau Weh, Taman Wisata Alam Kepulauan Banyak, Taman Buru Lingga Isaq, Tahura Pocut Meurah Intan, Pusat Latihan Gajah Aceh – Saree, Cagar Alam Serbajadi, Cagar Alam Pinus Jantho, Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Taman Nasional Gunung Leuser. Pemanfaatan kawasan konservasi Aceh dalam pembelajaran biologi konservasi dapat dilakukan dengan metode kerja ilmiah melalui observasi dan eksperimen pada laboratorium lapangan (field laboratorium), agar mahasiswa mempunyai kapasitas dan tingkat kesadaran yang tinggi terhadap biologi konservasi. Kata kunci: kawasan konservasi Aceh, hutan Ulu Masen, taman wisata alam, taman wisatalaut, taman buru, cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, pembelajaran biologi konservasi
Jurnal Biology Education 2015 Evi Apriana
Jurnal Biology Education Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v4i2.970

Abstract

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PENGATURAN DAN PENGELOLAAN BERSAWAH EVI APRIANAUniversitas Serambi Mekkah Banda Acehemail: eviapriana@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal yang terdapat pada masyarakat dalam pengaturan dan pengelolaan bersawah, dan mengetahui sangsi adat yang diberikan kepada masyarakat yang melanggar hukum adat tersebut. Sampel dari penelitian ini adalah imeum mukim, keujreun blang, dan masyarakat di Desa Ateuk Mon Panah Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa kearifan lokal khususnya tata tertib turun ke sawah telah ada sejak lama, dan tradisi ini sampai saat ini masih dipertahankan. Sangsi adat yang masih berlaku hingga sekarang pada masyarakat adalah sangsi bagi pencuri air. Sangsi yang diberikan dapat berupa membuat kue talam sebanyak 1000 buah bahkan bisa berupa potong kambing (tergantung dari besar kecilnya perkelahian). Kearifan lokal masyarakat dalam pengaturan dan pengelolaan bersawah sebagai adat yang  telah dilakukan dan harus dilestarikan. Kata kunci:   Kearifan lokal, pengaturan dan pengelolaan bersawah, adat, sangsi adat, hukum adat 
PENGGUNAAN BERBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN MIKRO (MICROTEACHING) Evi Apriana
Jurnal Biology Education Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.659 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v4i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan penggunaan berbagai media pembelajaran biologi pada mata kuliah pembelajaran mikro (microteaching) melalui kegiatan perkuliahan berupa latihan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan berbagai media pembelajaran biologi. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kualitatif (Qualitative Research). Proses analisis data terhadap peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan berbagai media pembelajaran biologi pada latihan mengajar I, II, III, dan nilai mata kuliah pembelajaran mikro (microteaching);dilakukan pada saat perkuliahan sedang berlangsung dan setelah perkuliahan selesai. Dari analisis ini diperoleh hasil bahwa penggunaan berbagai media pembelajaran biologi pada mata kuliah pembelajaran mikro (microteaching) harus disesuaikan dengan materi (konsep dan sub konsep), LKS, model, metode, dan lokasi pembelajaran yang bervariasi. Media asli lebih efektif digunakan dalam pembelajaran mikro (microteaching) (Biologi) dengan LKS “Kegiatan” dan LKS “Materi” sebagai panduan siswa untuk melakukan kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah. Terjadi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan berbagai media pembelajaran biologi padalatihan mengajar I, II dan III dengan nilai berkisar dari cukup, baik dan sangat baik bagi mahasiswa yang telah melakukan latihan mengajar dan berhasil menggunakan berbagai media pembelajaran biologi.Kata kunci: media pembelajaran, lembar kegiatan siswa, pembelajaran mikro (microteaching) dan latihan mengajar
PROSES EVALUASI (ASSESSMENT) KEMAMPUAN MENGELOLA PEMBELAJARAN MIKRO (MICROTEACHING) Evi Apriana; Samsul Bahri
Jurnal Biology Education Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Biologi Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.403 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v10i1.4236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan proses evaluasi (assessment) kemampuan mengelola pembelajaran mikro (microteaching) melalui kegiatan perkuliahan berupa latihan kemampuan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran biologi. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kualitatif (Qualitative Research). Proses analisis data terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran biologi pada latihan mengajar mata kuliah pembelajaran mikro (microteaching) dilakukan pada saat perkuliahan sedang berlangsung. Dari analisis ini diperoleh hasil bahwa proses evaluasi (assessment) kemampuan mengelola pembelajaran mikro (microteaching) harus disesuaikan dengan pedoman observasi dan rubrik penilaian kemampuan mengelola pembelajaran mikro (microteaching). Pedoman observasi kemampuan mengelola pembelajaran mikro (microteaching) memperhatikan aspek dan indikator penilaian yaitu kemampuan membuka pelajaran, bertanya, mengadakan variasi, menjelaskan, mengelola kelas, memberi penguatan, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola pembelajaran kelompok kecil dan perorangan, penggunaan bahasa lisan, dan menutup pelajaran. Rubrik penilaian kemampuan mengelola pembelajaran mikro (microteaching) digunakan untuk menilai 10 (sepuluh) kemampuan mengelola pembelajaran dengan memperhatikan empat deskriptor yang tampak sehingga memperoleh nilai skor 0, 1, 2, 3, dan 4.
Development of Learning Concepts For Natural Resources Materials Teaching In High School Students Evi Apriana; Azwir Azwir; samsul bahri; M Husin
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v24i2.4694

Abstract

AbstractThis study aims to determine how the development of learning the conceptof conserving biological natural resources (SDAH) in high school studentsthrough a community science technology approach (STS) with a roleplaying method. This research is qualitative in nature, an analysis of the development of learning the concept of conservation of natural resources iscarried out through the STS approach with a role-playing method related toAceh's environmental issues. A trial was conducted on a limited scale on theimplementation of learning in class X-4 with 34 students as a subject in oneof the State Senior High Schools in Darul Imarah District, Aceh BesarDistrict. Data were collected by classroom observation, interviews andconcept understanding tests. The results showed that the development oflearning the concept of conservation of SDAH can be done through the STSapproach with the role playing method, can increase students' motivation,creativity in learning; By playing a role, students can place themselves as ifthey were in a real situation so that they can instill roles, understandconcepts, can improve science and technology for the preservation of livingnatural resources related to Aceh's environmental issues.
Rethinking The Roles and Institutions of Pawang Uteun for Sustainable Forest Management: Literature Review Dian Aswita; Suleman Samuda; Evi Apriana; Herlina Herlina
International Conference on Multidisciplinary Research Vol 5, No 1 (2022): ICMR
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/pic-mr.v5i1.5254

Abstract

Customs that are sourced from local traditions and knowledge offer alternative perspectives for solutions in environmental management, one of which is sustainable forest governance. Local knowledge contains about how to interact and use resources born of an adaptive process with nature and the environment which is transmitted orally and shared practice from generation to generation. This study discusses the role of the pawang uteun in using their cultural authority as a manifestation of Traditional Ecological Knowledge to respond to the increasingly complex forest governance in Aceh. This research is a literature review research, using library research method. Data obtained from several articles and books, which were analyzed using descriptive analysis techniques. From the results of the study, it is known that studies related to Pawang Uteun discuss more about the role of institutions, customary law and as Indatu Tradition but very minimally discuss the existence of Pawang Uteun from the perspective of local ecological knowledge and the ecological wisdom of Acehnese indigenous peoples as a solution in overcoming forest destruction. The Pawang Uteun is only seen as a traditional representation but ignores the Pawang Uteun as a manifestation of local knowledge about ecological wisdom. The diminishing role of the pawang utuen (delegation) is directly proportional to the high rate of clearing of forest land cover. Keywords: pawang uteun, ecological wisdom, local knowledge, sustainability.
PENGARUH PEMBERIAN DAUN GENJER (LIMOCHARIS FAVA) TERHADAP PERTUMBUHAN BERAT BADAN ITIK AIR (ANAS SP) Erdi Surya; Evi Apriana; M. Ridhwan; Armi Armi; Hendriani Hendriani
PERISAI: Jurnal Pendidikan dan Riset Ilmu Sains Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober Jurnal Perisai
Publisher : LPPM - Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.95 KB) | DOI: 10.32672/perisai.v1i1.59

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang judul: Pengaruh Pemberian Daun Genjer (Limocharis Fava) terhadap Pertumbuhan Berat Badan Itik Air. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian daun genjer (limocharis fava) terhadap pertumbuhan berat badan itik air. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian daun genjer (Limocharis fava) terhadap pertumbuhan berat badan itik air. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode jenis penelitian eksperimental. Pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali perlakuan dan 4 kali pengulangan yang dilakukan terhadap itik air. Prosedur penelitian dalam penelitian ini adalah pakan hijauan merupakan salah satu komponen pakan yang memasuk kebutuhan serat bagi itik. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis varians model linier aditif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa P1 pada 10 hari pertama dan 20 hari pertama mencapai berat badan itik air tertinggi yaitu P1 pada 10 hari pertama 650 gram, dan P1 pada 20 hari pertama 970 gram. Akan tetapi pada 30 hari pertama P4 mengalami peningkatan lebih dari perlakuan yang lainya, yaitu P4 pada 30 hari pertama mencapai 1930 gram, P4 Pada 40 hari pertama 2640 gram, P4 pada 50 hari pertama mencapai 3710 gram dan P4 pada 60 hari pertama 4990 gram, hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa P4 berpengaruh pada berat badan itik air. Suplementasi dalam genjer ternyata berpengaruh sevara nyata terhadap berat badan itik disebabkan adanya enxim-enzim yang terdapat dalam daun genjer sehingga dapat membantu proses perencanaan racun yang berakibat penyerapan zat-zat makanan yang lebih tinggi.
PENGARUH PENERAPAN MODEL SQ3R (SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW) TERHADAP KEMAMPUAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN SERTA PEMANFAATANNYA DALAM TEKNOLOGI DI SMP 14 BANDA ACEH Evi Apriana; Rubiah Rubiah; Samsul Bahri; Ernawati Ernawati
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v25i1.5697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap kemampuan penguasaan konsep siswa pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan serta pemanfaatannya dalam teknologi di SMPN Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah pre-test pos-test kontrol group desain dengan menggunakan model SQ3R. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMP Negeri Banda Aceh sebanyak 128 siswa. Sampel penelitian ditetapkan dua kelas yaitu kelas VIII-1 (17 siswa) ditetapkan sebagai kelas eksprimen yang diajarkan dengan model SQ3R dan kelas VIII-2 (17 siswa) sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa silabus, RPP, LKPD, tes, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan pedoman perhitungan Normalized gain (N-Gain), dan uji hipotesis  dengan “uji-t”. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Adanya perbedaan yang positif antara penggunaan model SQ3R dan konvensional terhadap kemampuan penguasaan konsep siswa..
Daily Behavior of Sambar Deer (Cervus Unicolor) within Ex-Situ Conservation Areas in Deer Parks Evi Apriana; Roslina; Lukmanul Hakim; Armi; Nurlena Andalia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.4166

Abstract

Research has been conducted on "Daily Behavior of Sambar Deer (Cervus unicolor) in Ex-situ Conservation Area in Deer Park, Desa Lamtanjong, Kabupaten Aceh Besar". This study aims to determine the daily behavior of sambar deer in the conservation area in deer park Desa Lamtanjong, Kabupaten Aceh Besar, and the most dominant behavior carried out by sambar deer, as well as the feasibility of the results of research on the daily behavior of sambar deer (Cervus unicolor) in Deer park Desa Lamtanjong, Kabupaten Aceh Besar. The approach used in this study is quantitative, the type of research used is descriptive. The sample in this study was 6 sambar deer consisting of 2 males and 4 females. Data on the daily behavior of sambar deer were obtained through direct observation using the animal sampling scan method for 14 days of observation. Based on the results of the study, it is known that the behavior carried out is in the form of eating behavior, shifting behavior, resting behavior, grooming behavior, and reproduction. The dominant behaviors were eating (47%), moving (20%), resting (29%), grooming (3%), and reproduction (1%). The dominant behavior that deer perform is feeding behavior. The use of the results of this research is applied in the form of a practicum guide for the Animal Ecology course, to conduct practicum directly at the deer park Desa Lamtanjong, Kabupaten Aceh Besar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMP NEGERI 14 BANDA ACEH Erdi Surya; Evi Apriana; M. Ridhwan; Armi; Roslina; Lukmanul Hakim; Fina Sasmita
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Bionatural
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi UP2M STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang terdapat di sekolah harus dilakukan sesuai dengan kearifan lokal yang terdapat di wilayah sekitar sekolah, Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dan lingkungan berbasis kearifan lokal dapat melakukan tindakan di tingkat SMP, khususnya siswa kelas VII. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup dan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal di SMP Negeri 14 Banda Aceh.. Teknik pengumpulan data menggunakan silabus, RPP, LKS, tes pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi interksi makhluk hidup dengan lingkungan berbasis kearifan lokal pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 14 Banda Aceh. Hal ini didasari pada kemampuan tes awal (pre-test) dan kemampuan akhir (post-test), dan peningkatan nilai peserta didik setelah pembelajaran hasil belajar siswa di kelas VII-A sudah maksimal. Nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa pada saat pre test hanya mencapai 62,50. Sedangkan pada saat post test mencapai nilai 89,25. Nilai N-Gain juga menunnjukkan 0,71 yang termasuk kategori tinggi. Hal ini dikarenakan peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dalam proses pembelajaran. Hasil pembagian angket kepada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 14 Banda Aceh diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pembelajaran interaksi makhluk hidup dengan lingkungan berbasis kearifan lokal melalui penerapan model Problem Based Learning ditanggapi dengan baik.