Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Jenis jenis Tumbuhan di Kawasan Ekosistem Estuaria di Gampong Jawa Banda Aceh Evi Apriana; Muyasir Muyasir
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2018): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v6i2.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang ada di kawasan ekosistem estuaria di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kawasan ekosistem estuaria Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh dalam areal 325 m2. Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah semua jenis tumbuhan yang ada pada petak contoh (plot). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat yaitu dengan cara membuat plot. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah dengan cara mencatat semua jenis tumbuhan yang berada dalam plot. Teknik pengolahan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh 35 spesies tumbuhan dan 33 genera dari 19 familia yang berhabitus pohon, perdu, semak dan terna. Dari keseluruhan spesies dan familia tumbuhan tersebut yang berhabitus pohon pada lokasi penelitian terdapat 11 spesies dari 9 familia, perdu 4 spesies dari 4 familia, semak 7 spesies dari 7 familia, dan terna 13 spesies dari 6 familia. Jenis tumbuhan yang paling banyak ditemui di kawasan ekosistem estuaria Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh adalah yang berhabitus terna. Kata kunci: identifikasi, jenis tumbuhan, estuaria, habitus
Kearifan Lokal Masyarakat Lamteuba Droe Seulimeum dalam Konservasi Ternak Evi Apriana; Erdi Surya; Herman Kombih; Samsul Bahri
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal masyarakat Lamteuba Droe Seulimeum dalam konservasi ternak. Penelitian ini menerapkan desain Deskriptif, dilakukan menggunakan metode observasi langsung pada masyarakat di Lamteuba Droe Seulimeum dan wawancara mendalam (deep interview) dengan informan (key person) masyarakat dan peternak hewan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Lamteuba Droe. Sampel penelitian berjumlah 8 orang di Gampong Lamteuba Droe Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara (interview), dan dokumentasi. Data observasi dianalisis melalui pengamatan langsung sedangkan data wawancara dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara turun temurun melakukan adat beternak hewan yang mengatur tata cara/peraturan beternak hewan peliharaan untuk konsumsi dan sumber penghasilan/pendapatan. Kearifan lokal masyarakat ini juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan konservasi ternak. Kearifan lokal masyarakat Lamteuba Droe Seulimeum dalam konservasi ternak yaitu menyediakan kandang bagi ternak agar terhindar dari berbagai ancaman. Menghidupkan api unggun di sekitar kandang ternak agar terhindar dari nyamuk dan berbagai macam penyakit. Perawatan khusus bagi ternak yang bunting dan masih kecil yaitu memisahkan kandang dari ternak yang lainnya, ternak yang sedang bunting perlu mendapat sinar matahari yang cukup setiap hari, oleh sebab itu kandang harus dihadapkan dengan arah datangnya sinar matahari. Masyarakat tidak boleh menyembelih ternak yang masih belum cukup umur dan ternak yang sedang bunting.Kata kunci: kearifan lokal, adat beternak hewan, konservasi ternak, masyarakat
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP KEPEDULIAN LINGKUNGAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH Anwar Anwar; Abdullah Abdullah; Evi Apriana
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.463 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan berfikir kritis dan sikap mahasiswa melalui penerapan model PBL dan inkuiri pada konsep dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan, menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Statistic group pretes-postes design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamadiyah Aceh. Kelas pertama dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan kelas kedua dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri. Analisis data tentang model PBL dan Inkuiri terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan sikap mahasiswa. Data penelitian di uji dengan T-Test, menggunakan program statistik software komputer. Hasil penelitian menunjukkan nilai kemampuan berpikir kritis pada model PBL dan inkuiri dengan t-hitung t-tabel (3,20 2,00), dengan nilai postest PBL mean = 72,25 dan mean inkuiri = 81,00. Sementara sikap, nilai t-hitung t-tabel (0,312,00). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan cara berpikir kritis pada model PBL dan Inkuiri, dan tidak ada peningkatan sikap mahasiswa antara kelas PBL dengan kelas Inkuri.
Pengaruh penambahan beberapa jenis asamterhadap proses pengolahan telur asin untuk menghilangkan bau amis Erdi Surya; Evi Apriana; Fanisah Fanisah
Jurnal Edubio Tropika Vol 5, No 2 (2017): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.422 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis asam terhadap proses pengolahan telur asin untuk menghilangkan bau amis, telah dilakukan di Gampong Neusok, Kecamatan DarulKamal, Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian adalah eksperimental pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima (5) perlakuan dan empat (4) kali pengulangan. Prosedur penelitian dalam penelitian ini adalah pemilihan telur, pembuatan adonan, pengasinan telur, dan proses uji coba rasa amis. Analisis data dilakukan dengan uji organoleptik menggunakan 20 orang panelis. Parameter yang diujikan: bau/aroma telur asin, rasa telur asin, warna kuning telur, dan warna putih telur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aroma telur asinmenunjukkan T0 (tanpa menggunakan asam) memiliki aroma yang amis, sedangkan T1 (menggunakan air belimbing) memiliki bau/ aroma yang tidak amis, akan tetapi T2 (menggunakan air jeruk nipis) dan T3 (menggunakan asam jawa) dari hasil uji ke 4 (empat) panelis didapatkan masing-masing satu orang panelis yang menilai bahwa T2 dan T3 amis. Pada T4 (menggunakan asam cuka) memiliki bau/aroma yang tidak amis. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengunaan asam/air belimbing wuluh (T1) dalam proses olahantelur asin sangat berpengaruh untuk menghilangkan bau amis, warna telur asin juga berpengaruh pada tingkat penilaian panelis pada telur asin.Kata Kunci: Jenis Asam, Telur Asin dan Bau Amis.
Acehnese Local Wisdom for Marine Conservation Evi Apriana
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2015): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.832 KB)

Abstract

This study was aimed to identify the local wisdom of Acehnese people in marine conservation. The study used qualitative research design (Qualitative Research). Methods of collecting data were direct observation on society GampongLampulo,KutaAlam sub-district of Banda Aceh and deep interview. The interviewees were Pawang Laot (Fisherman Chief) and local people.  According to observation and interview that marine conservation management in Port Lampulo has been done since a long time ago by implementing rules created by the chief to maintain marine conservation. Local wisdom in marine conservation consisted of positive and negative behaviours, obeyed rules and ignored rules, and the customary sanctions. Expenditure for weekly sailing was 5-7 millions with montly sailing expenditure was about 30-60 millions. The obstacles faced by fishermen were weather,  climate changes, high price of fossil fuel, and shallowness of fish landing sties. Improvement suggestions for government and local people are infrastructure improvements, decrease in fuel prices, and increase in welfare of fishermen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PADA PERKULIAHAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Siti Maryam Fadhilah Palestina; Samingan .; Evi Apriana
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study were aimed to know : different concept understanding students who taught using Giving Question and Getting Answer  with students who taught using conventional learning The sample in this study were two classes is determined by cluster random sampling, consist of an exsperimental class(Giving Question and Getting Answer)  and the control class (conventional). The technique of analyzing data was conducted through t test. The conclusion of the research is a significant different concept understanding students who taught using Giving Question and Getting Answer  with students who taught using conventional learning.  Key words:    concept understanding, Giving Question and Getting Answer
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Konsep Sistem Pernapasan Manusia Siti Maryam Fadhilah Palestina; Samingan Samingan; Evi Apriana
Biotik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Biotik
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v2i1.237

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran antara penerapan berbasis masalah dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Bireuen. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 2 kelas yang ditentukan secara cluster random sampling terdiri dari kelas kelas eksperimen (pembelajaran berbasis masalah) dan kelas sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Teknik analisis data dilakukan dengan uji-t. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis secara signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Berpikir Kritis, Sistem Pernapasan Manusia This research aimed at knowing the difference of students’critical thinking ability after learning process by using problem-based learning and conventional learning. This is done at SMAN 4 Bireuen. This research used experimental method. The sample of the research was 2 classess determined by cluster random sampling. The data were analyzed by using t-test. The result showed that there was significant different of students’ critical thinking ability between the students taught by using problem-based learning and students taught by using conventional learning. Keywords: Problem Based Learning, Critical Thinking, Human System Respiratory
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis pada Konsep Pencemaran Lingkungan di SMA Negeri 12 Banda Aceh Almukarram Almukarram; Muhammad Ali Sarong; Evi Apriana
Biotik Vol 4, No 1 (2016): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v4i1.1066

Abstract

This study aims to determine differences in the students' critical thinking skills through the application of cooperative learning jigsaw with conventional learning the concepts of environmental pollution in SMA 12 Banda Aceh. Data were collected in April 2016. The method used in this study was an experimental method with pretest posttest control design. The research was conducted in two classes, namely X-IPA 1 as the experimental class and X-IPA 2 as the control class. The instrument used in this study using multiple choice questions to assess students' critical thinking. Data analysis used independent sample t-test with SPSS 16.0 for Windows at significant level of 0.05. T test results showed tvalue>t table was to think critically 6.633> 2.68. The conclusions show that there are differences in critical thinking ability of students to use the application model of cooperative learning jigsaw with the conventional concept of environmental pollution in SMA 12 Banda Aceh.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Inkuiri Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pada Konsep Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Kesehatan Evi Apriana; Anwar Anwar
Biotik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Biotik
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v2i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri pada konsep dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan, menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Statistic group pretes-postes design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamadiyah Aceh. Kelas pertama dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan kelas kedua dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri. Analisis data tentang model pembelajaran PBL dan Inkuiri terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Data penelitian diuji dengan t-test, menggunakan program statistik software komputer. Hasil penelitian menunjukkan nilai kemampuan berpikir kritis pada model pembelajaran PBL dan Inkuiri dengan t-hitung > t-tabel (3,20 > 2,00), dengan nilai postest mean PBL = 72,25 dan mean Inkuiri = 81,00. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada model PBL dan Inkuiri. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Inkuiri, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Pencemaran Lingkungan This study aims to determine the improvement of students' critical thinking skills through the application of the Problem Based Learning (PBL) and Inquiry on the concept of the impact of environmental pollution on health, using experimental methods to design pretest-posttest Statistic group design. The population in this study were students of the Faculty of Public Health, University of Muhammadiyah in Aceh. First class learned with PBL learning model and the second class learned with inquiry learning model. Analysis of data on PBL and inquiry learning model to increase students' critical thinking skills. Data were tested by t-test, using a statistical software program computer. The results show the value of critical thinking skills in the PBL and inquiry learning model with t count> t-table (3.20> 2.00), with a mean post-test score and the mean PBL = 72.25 and mean Inquiry = 81.00. It can be concluded that there is an increase in students' critical thinking skills and inquiry PBL model. Keyword: Learning Model of Problem Based Learning, Inquiry, Critical Thinking Skills, and Environmental Pollution
Penggunaan Metode Karyawisata Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Pada Materi Keanekaragaman Hayati Nurmaliah Nurmaliah; Suhrawardi Ilyas; Evi Apriana
Biotik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Biotik
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v2i1.231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan peningkatan keterampilan proses sains siswa pada materi keanekaragaman hayati dan upaya pelestariannya melalui metode karyawisata. Penelitian ini dilakukan di MTsN Model Banda Aceh. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Sampel pada penelitian ini sebanyak 2 kelas yang ditentukan secara random terdiri dari kelas eksperimen menggunakan metode karyawisata dan kelas kontrol dengan metode ekspositori. Teknik analisis data dilakukan dengan uji-z dengan bantuan program SPSS 16.0 for window. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan metode karyawisata dengan metode ekspositori terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa; (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan metode karyawisata dengan metode ekspositori terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci: Metode Karyawisata, Pemahaman Konsep, Keterampilan Proses Sains dan Keanekaragaman Hayati The purposes of this study were to know the improvement of students’ concept understanding and science processing skill in biodiversity material and its preservation effort through field trip method. The study was conducted in MTsN Model Banda Aceh. The method used was experimental research. The sample of this study was two classes which was determined by cluster random sampling that consisted of experimental class that used field trip method and control class that used expository method. The data then analyzedby using z- test with SPSS 16,0 for windows. The results showed that: (1) There was significant difference between using field trip method and expository method toward the improvement of students’ concept understanding. (2) There was significant difference between the aplication of field trip method and expository method in improving students’ science processing skill. Keywords: Field Trip Method, Concept Understanding, Science Processing Skill and Biodiversity