Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI AGITASI PASCA ANESTESI UMUM TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN PRE OPERASI Ramadhani, Naufalita Putri; Handayani, Nia; Murdiyanto, Joko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i1.415

Abstract

Latar Belakang: Agitasi pasca anestesi merupakan salah satu efek samping dari anestesi umum yang sering muncul. Salah satu manajemn non-farmakologi dalam menghadapi agitasi adalah dengan bantuan dan dukungan dari keluarga pasien. Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarganya tentang perawatan pasca anestesi umum sangatlah penting, salah satunya adalah dengan cara memberikan informasi sebelum melakukan tindakan operasi. Buku saku merupakan alat bantu penyampaian informasi kesehatan dalam bentuk buku yang berisi tulisan dan gambar. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian edukasi tentang agitasi pasca anestesi umum dengan media buku saku terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental design one group pretest dan postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 18 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p-value 0.000<0.000 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi dengan buku saku dalam meningkatkan pengetahuan responden. Simpulan: Terdapat pengaruh antara edukasi dengan media buku saku terhadap pengetahuan responden
Relationship of Knowledge to SBAR Communication Attitude During Patient Handover in Recovery Room in Anesthesiology Nursing Students of Aisyiyah University Yogyakarta Azva, Zahara Febria; Murdiyanto, Joko; Rosidah, Istiqomah
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.7064

Abstract

Communication failure can lead to malpractice, misunderstanding, delayed diagnosis, service, additional costs, incomplete information, patient and family dissatisfaction and can even cause death, so effective communication with the SBAR method is needed during patient handover in the recovery room. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and the attitude of SBAR communication during patient handover in the recovery room in Anesthesiology Nursing students at 'Aisyiyah University of Yogyakarta. This research method uses quantitative correlation with a cross-sectional design. Sampling with random sampling totaling 67 respondents. Data were collected using a questionnaire with Spearman rank analysis. The results of the Spearman Rank correlation test obtained a p-value of 0.000 <0.005 and a correlation value of 0.758 (strong), meaning that there is a relationship between knowledge and the attitude of SBAR communication during patient handover in the recovery room in Anesthesiology Nursing students at 'Aisyiyah University of Yogyakarta. The majority of respondents had good knowledge of 35 respondents (52.5%) and good attitudes of 37 respondents (55.2%).
Analisis Hubungan Antara Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Remaja di Kabupaten Kuantan Singingi Nurulfajri, Mutiara; Widyantara, Aji Bagus; Murdiyanto, Joko
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1740

Abstract

Kualitas tidur berperan penting dalam mengatur metabolisme glukosa melalui mekanisme hormonal, termasuk pengaruh terhadap kerja insulin dan kadar kortisol dalam tubuh. Pada kelompok remaja, kualitas tidur cenderung terganggu akibat pola hidup modern yang kurang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada remaja di Kabupaten Kuantan Singingi. Desain penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Sampel terdiri dari 73 siswa berusia 14–17 tahun dari SMPN 2 Teluk Kuantan dan MAN 1 Kuantan Singingi yang dipilih secara total sampling. Kualitas tidur dinilai menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan GDS diukur dengan alat glukometer POCT. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dan Chi-Square. Hasil menunjukkan 91,8% responden memiliki kualitas tidur buruk, sementara 89% memiliki kadar GDS normal. Nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,110 (p = 0,354) dan nilai p pada uji Chi-Square sebesar 0,370. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kadar GDS. Penelitian ini memberikan dasar bagi studi longitudinal dengan alat pengukur objektif seperti Continuous Glucose Monitoring (CGM), serta mendorong pengembangan edukasi kesehatan tidur di sekolah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PEMASANGAN LARYNGEAL MASK AIRWAY PADA MAHASISWA DIV KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Pakaya, Nurafni G; Murdiyanto, Joko; Handayani, Nia
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.719

Abstract

Pemasangan Laryngeal Mask Airway (LMA) merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh mahasiswa program studi keperawatan anestesiologi, karena berperan penting dalam menjaga jalan nafas pasien selama proses anestesi. Faktor  penyebab keberhasilan pemasangan LMA dalam penanganan jalan nafas yaitu pengetahuan dan keterampilan yang wajib dikuasai mahasiswa anestesiologi agar dapat mencapai posisi ideal saat pemasangan LMA, yang dapat berisiko terhadap keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan pemasangan laryngeal mask airway pada mahasiswa DIV Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 61 responden yang diambil menggunakan Teknik simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan pemasangan LMA. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan dari 61 responden memiliki pengetahuan baik 55,7% dan keterampilan terampil 54,1%. Uji korelasi spearman rank didapatkan hasil nilai p-value 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,941 (sangat kuat). Ada hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pemasangan laryngeal mask airway pada mahasiswa DIV Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi institusi Pendidikan untuk meningkatkan pendalaman materi mengenai pemasangan laryngeal mask airway agar mahasiswa lebih siap untuk melakukan tindakan penanganan jalan nafas.
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN UREUM DAN KREATININ MENGGUNAKAN GRAFIK LEVEY-JENNINGS DAN SIX SIGMA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Akas, Sri Ramadhani E.; Widyantara, Aji Bagus; Murdiyanto, Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47161

Abstract

Quality Control (QC) adalah langkah penting yang dilaksanakan selama tahap analitik untuk menjamin keandalan mutu pemeriksaan. Prosedur ini menggunakan pendekatan statistik guna memastikan hasil pemeriksaan memiliki tingkat ketepatan (akurasi) dan ketelitian (presisi) yang baik. Evaluasi QC dilakukan melalui grafik levey-jennings dengan penerapan aturan Westgard. Selain itu, laboratorium klinik juga dapat menerapkan six sigma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin menggunakan grafik levey-jennings dan six sigma. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah data hasil quality control pemeriksaan ureum kreatinin, sampel penelitian merupakan semua hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin pada bulan Oktober-Desember 2024 dan data pemantapan mutu eksternal (PME) siklus dua pemeriksaan ureum dan kreatinin, teknik pengumpulan sampel berdasarkan Total Sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dengan menghitung akurasi, presisi, pembuatan grafik levey-jennings dan six sigma. Hasil menunjukkan bahwa akurasi dari kedua pemeriksaan tergolong baik, karena nilai bias (d%) masih berada dalam batas maksimum yang ditetapkan. Presisi juga menunjukkan hasil yang baik, ditandai dengan nilai CV(%) ureum dan kreatinin yang tidak melebihi batas maksimum. Berdasarkan evaluasi dengan grafik levey-jennings dan penerapan aturan Westgard, tidak ditemukan pelanggaran aturan pada pemeriksaan ureum. Sementara itu, pada pemeriksaan kreatinin teridentifikasi pelanggaran aturan 12s. Nilai six sigma yang diperoleh untuk ureum adalah 5,7 yang mencerminkan performa sangat baik, sedangkan kreatinin memperoleh nilai sebesar 13,6 yang termasuk dalam kategori kelas dunia (world class).
GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PRA DAN POST HEMODIALISA DI RS X YOGYAKARTA septiani, erna; Widyantara, Aji Bagus; Murdiyanto, Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48119

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjal mengalami penurunan secara permanen, sehingga tidak mampu lagi menyaring racun dan sisa metabolik dari darah secara efisien. Kondisi ini ditandai oleh sejumlah indikator klinis seperti adanya protein dalam urin (proteinuria), penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG), serta gangguan fungsi ginjal yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Salah satu indikator utama dari kondisi ini adalah meningkatnya kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup pasien, terapi hemodialisis digunakan sebagai pengganti sebagian fungsi ginjal. Hemodialisis berperan penting dalam memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan kadar ureum dan kreatinin pada pasien dengan gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisis. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan melibatkan 66 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-Test, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa hemodialisis efektif dalam menurunkan kadar kedua parameter tersebut pada pasien gagal ginjal kronik.
GAMBARAN KADAR TRIGLISERIDA DAN LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Anggraini, Rita; Murdiyanto, Joko; Widyantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48440

Abstract

Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri koronaria menyempit, aliran darah ke otot jantung terhambat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menderita penyakit ini adalah laki-laki, hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang berfungsi untuk melindungi dan melindungi perempuan Peningkatan kadar trigliserida dalam darah menyebabkan penumpukan plak di dalam pembuluh darah dan membuat pembuluh darah akan mengecil dan memadat sehingga dapat meningkatkan tekanan darah dan jumlah darah yang mengalir dalam tubuh menjadi sedikit. LDL merupakan faktor utama aterogenik sebab peningkatan kadar kolesterol LDL menyebabkan angka kejadian PJK. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui gambaran kadar trigliserida dan Low Density Lipoprotein (LDL) pada pasien yang terdiagnosis PJK di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2024. Penelitian ini berjenis obervasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 51 data pasien. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi pasien PJK berdasarkan usia didominasi oleh kelompok usia ≥ 40 tahun yaitu sebanyak 50 (98,0%) orang, sedangkan berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh kelompok laki-laki yaitu sebanyak 36 (70,6%) orang. Pasien PJK yang melakukan pemeriksaan trigliserida paling banyak ditemukan dengan kadar normal (< 150 mg/dL) sebanyak 27 (52,9%) dengan kadar minimal sebesar 42 mg/dL dan maksimal 412 mg/dL dan rata-rata kadar senilai 163,75±80,63 mg/dL, begitupula pada pemeriksaan LDL dengan kadar normal (< 100 mg/dL) sebanyak 21 (41,2%) dengan kadar minimal 60 mg/dL dan maksimal 185 mg/dL dan rata-rata kadar senilai 107,88±25,45 mg/dL.
PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN VOLI PADA ANGGOTA UKM VOLI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA septiani, restia putri; Amalia, Arifiani Agustin; Murdiyanto, Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49017

Abstract

Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ tubuh. Aktivitas fisik ataupun latihan memberi banyak kegunaan untuk kesehatan manusia, contohnya penurunan tekanan darah maupun kadar trigliserida dalam plasma. Kajian ini tujuannya guna mengidentifikasi perbedaan kadar trigliserida sebelum maupun sesudah latihan voli di anggota UKM Voli Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Studi ini termasuk penelitian eksperimen, dengan memakai metode Pre-Eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest, juga pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 145 UKM Voli Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, dan pengambilan sampel dijalankan dengan purposive sampling dengan jumlah responden yakni 30 orang. Variabel bebas pada studi ini yakni bola voli, sementara variabel terikatnya yakni kadar trigliserida. Data dengan dikumpulkan termasuk data primer yang didapat langsung dari perolehan studi. Perolehan uji-T berpasangan memerlihatkan nilai p signifikan ≤ 0,05 dengan tunjukan terdapatnya perbedaan kadar trigliserida secara signifikan sebelum maupun setelah latihan bola voli. Kesimpulan kajian ini yakni pemeriksaan kadar trigliserida sebelum maupun setelah latihan bola voli memerlihatkan nilai signifikansi 0,000, artinya ≤ 0,05. Sebab itu, bila nilai signifikansi ≤ 0,05, dengan begitu hipotesis alternatif (Ha) diterima, dengan memerlihatkan terdapatnya perbedaan kadar trigliserida secara signifikan sebelum juga setelah latihan bola voli.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN ASAM URAT MENGGUNAKAN METODE POCT DAN FOTOMETER DI PUSKESMAS PAKEM Z. Ahmad, Putri Pratiwi; Murdiyanto, Joko; Widyantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49945

Abstract

Asam urat terbentuk sebagai produk akhir dari pemecahan purin di dalam tubuh. Proses metabolisme purin, yang merupakan bagian dari asam nukleat pada inti sel, dapat memicu akumulasi kristal di area sendi. Konsentrasi asam urat dapat diperiksa menggunakan perangkat Point Of Care Testing (POCT) maupun fotometer. Fokus penelitian ini adalah menilai apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan asam urat dengan memakai metode POCT dan fotometer. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif komparatif dan rancangan cross-sectional. Responden penelitian adalah pasien yang memeriksakan kadar asam urat di Puskesmas Pakem, dengan jumlah sampel 58 orang berusia 45–75 tahun. Data hasil uji asam urat menggunakan Point Of Care Testing (POCT) dan fotometer dipaparkan secara deskriptif lalu diuji dengan Paired Sample T-Test. Pemeriksaan melalui POCT memperlihatkan rata-rata 5,631 mg/dL, nilai terendah 2,4 mg/dL, tertinggi 9,7 mg/dL, serta simpangan baku 1,670 mg/dL. Hasil pengukuran kadar asam urat melalui fotometer mencatat rata-rata 6,024 mg/dL, batas terendah 2,43 mg/dL, batas tertinggi 10,61 mg/dL, serta standar deviasi 1,706 mg/dL. Pengujian menggunakan Paired Sample T-Test memperoleh nilai p 0,060 lebih besar dari α 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan nyata antara pemeriksaan dengan metode POCT dan fotometer. Kesimpulan penelitian menyatakan kedua metode, Point Of Care Testing (POCT) dan fotometer, memberikan hasil yang sebanding.
Health belief model-based analysis of Prolanis Exercise Cahyarani, Astika; Murdiyanto, Joko; Latifa, Annisa; Dyatmiko, Hendrian; Sekarlangit, Sekarlangit; Husmarini, Novi; Salsabila, Huda; Illahi, Annisasufitri Bryan; Rasyid, Rico Firman
International Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v7i2.4413

Abstract

Managing non-communicable diseases, particularly diabetes and hypertension, requires a blend of pharmacological and non-pharmacological interventions, including enhanced physical activity. The Prolanis exercise program, created by BPJS, is a promotive-preventive initiative aimed at fostering healthy lifestyle modifications through consistent physical activity and health education. The Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Primary Clinic has implemented this program for individuals with hypertension and diabetes; however, the participation rate requires enhancement. This study seeks to examine the determinants affecting participant engagement in Prolanis Exercise through the Health Belief Model (HBM) framework. This research is a cross-sectional qualitative research with a sample of 40 participants which was then analyzed using the linear regression method. Results show that most HBM constructsperceived susceptibility, severity, benefits, barriers, and cues to actiondo not significantly influence participation. Only self-efficacy demonstrated a positive but marginally significant effect while the promotive-preventive approach showed a significant negative relationship with participation. The research results indicate that the majority of HBM constructs such as perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, and cues to action do not have a significant relationship with the level of participation in the Prolanis exercise activities at the clinic. However, there are serious drawbacks to the existing promotive-preventive strategy, which highlights the need to enhance health communication approaches to be more participative, interactive, and in line with patients' needs and sociocultural context. This study highlights the importance of redesigning promotive-preventive strategies toward more participatory, context-sensitive, and empowerment-oriented health communication models, providing valuable insights for policymakers and primary healthcare providers in developing more effective community-based interventions for non-communicable disease management.