Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Mesin Spinner Peniris Minyak Untuk Olahan Keripik Dengan Menggunakan Software Dassault Systemes Soliwork Nalendro Mataram; Noer Aden Bahry; Anis Siti Nurrohkayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keripik merupakan salah satu cemilan favorit masyarakat indonesia. Keripik sendiri memiliki berbagai macam variasi, dari keripik buah, sayur, hingga kulit hewan. Singkong merupakan salah satu bahan pangan yang mudah dibudidayakan sehingga memiliki harga jual yang terjangkau. Banyak produsen besar hingga kecil mengolah singkong menjadi kripik untuk dijual kepasaran. Produsen kecil atau rumahan memiliki kekurangan di sector lahan, lahan tersebut biasa digunakan untuk menggelar kertas guna meniriskan minyak hasil mengolah kripik singkong. Mesin spinner menjadi salah satu solusi untuk memecahkan masalah itu, mesin ini memiliki luas penampang yang relatif kecil sehingga mudah dipindahkan. Perancangan mesin menggunakan program CAD dengan memanfaatkan gaya sentrifugal didapati hasil hitungan mesin spinner yang didapati memiliki daya penggerak sebesar 1 HP, kecepatan 4.3m/s dan dalam sekali proses bisa menampung 70L keripik. Kata Kunci : Kripik, Singkong, Mesin spinner
PKM Pemberian Cup Susu Kedelai Guna Meningkatkan Penjualan IRT SMilk Di Kota Bontang Nuruddin Wahyu Eko Saputro; Nalendro Mataram; Anis Siti Nurrohkayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di kota Bontang yang menjual atau mengelola susu kedelai di kota Bontang Kalimantan Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan usaha susu kedelai. Selama ini usaha susu kedelai belum optimal melalui diversifikasi usaha pembuatan susu kedelai dalam kemasan atau pelastic cup,sehingga kedepannya dapat menjadi komoditas ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, mitra juga diharapkan memiliki sistem administrasi dan tata kelola yang jelas di bidang keuangan, produksi dan pemasaran sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di Kota Bontang. Mengingat manfaat sari kedelai ini sangat besar maka diperlukandiversifikasi produk agar produknya lebih diterima pasar. Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Menjadikan kedelai menjadi minuman siap minum, 2) Alih teknologi pengemasan, 3) Aspek pemasaran dan manajemen produk pengolahan kedelai menjadi minuman kemasan siap minum, dan 4) Analisis kelayakan memproduksi minuman berbahan dasar kedelai. Melalui pelatihan dan pengembangan teknologi pengolahan sari kedelai menjadi produk komoditas ekonomi berupa minuman dalam kemasan siap minum yang dilakukan dapatmemberikan alternatif usaha ekonomi baru di masyarakat. Setelah dilaksanakan program kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan pendampingan kepada mitra telah mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi olahan minuman kedelai yang hasilnya hampir dua kali lipat dari aslinya. Kata Kunci: Susu Kedelai, Cangkir Pelastik, Penjualan, Bontang
Analisa Keausan Pahat HSS Dan Karbida Terhadap Pembubutan Baja ST 37 Di PT.X Nuruddin Wahyu Eko Saputro; Anis Siti Nurrohkayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembubutan merupakan salah satu proses yang sering dilakukan dalam dunia industrimanufaktur, khususnya dalam produksi manufaktur berbagai macam jenis produk permesinan. Untukmenghasilkan prouk yang berkualitas digunakan pahat potong. Pahat yang baik harus memiliki sifatsifattertentu, dan dapat mengerjakan sesuatu yang diharapkan sehingga menghasilkan produkberkualitas baik dan ekonomis. Kekerasan dan kekuatan pahat harus tetap bertahan meskipun padatemperatur tinggi, data dilakukan untuk mengetahui cara kerja pengoperasian mesin bubut dan prosespengasahan pahat, tahapan awal menyiapkan terlebih dahulu pahat yang akan digunakan kemudianmenyiapkan benda kerja baja ST 37, proses penyanyatan pada benda kerja dengan perlahan masingmasing1mmmenggunakanpahatyangberbeda-beda.Untukvariasiparameterpembubutanasporosyaitu4kaliprosespembubutandengan2jenispahat,yaitupahatHSSdanKarbidadenganputaranspindleyangdipakaiadalah400rpmdan300rpmdenganrata-ratakeausanpahatyaitu0,495untukpahatHSSdan0,335untukpahatKarbida.Secarakeseluruhandatamenunjukkanbahwakeausanmeningkatseiring dengan meningkatnya putaran spindle kecepatan potong dan sudah diketahuiternyata pahat Karbida lebih unggul dibandingkan dengan pahat HSS yang diketahui tingkatkeausannya lebih besar daripada pahat Karbida yang tingkat keausannya lebih sedikit.Kata Kunci : Manufaktur, Pahat, Baja ST 37, Pemesinan, Produksi.
PKM Penyerahan Wastafel Portabel Pedal Sebagai Upaya Pencegahan Covid19 di Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran Samarinda Muhammad Khairul; Nuruddin Wahyu Eko Saputro; Anis Siti Nurrohkayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran virus covid-19 meningkat semakin cepat melalui tangan atau bersentuhan langsung, ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin menempel di benda-benda yang ada disekitar kita yang tercemar virus covid-19 yang kita sentuh kemudian tangan menyentuh mulut, hidung dan mata maka penyebaran virus sangat cepat. Tangan adalah sumber kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan beragam penyakit. Penting dalam upaya pencegahan penularan covid-19 adalah rajin mencuci tangan dengan sabun. Cuci tangan merupakan satu hal yang penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan. Jumlah positif corona setiap hari meningkat, sementara berbagai kegiatan harus tetap berjalan agar masyarakat tetap bisa produktif dan merasa aman. Maka dari itu tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membuat alat cuci tangan/wastafel portabel yang fleksibel dan mudah dipindahkan sesuai dengan kebutuhan. Pengabdian ini menyerahkan wastafel portabel pedal di masjid Jami Ath-Thayyibah Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.Sebagian besar perangkat cuci tangan yang ada masih menggunakan tangan dalam proses penggunaannya, baik pengambilan sabun dan pemakaian air, sentuhan tangan masih terjadi saat menutup keran air, sehingga masih ada potensi resiko terpapar virus corona yang masih melekat di kran air mengingat penggunaanya untuk banyak orang.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu melakukan survai lokasi pengabdian, pembuatan desain alat, konsultasi desain alat, pembuatan alat, penyerahan alat, dan pelatihan penggunaan alat. Dengan adanya wastafel portable pedal yang dibuat oleh Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur tanpasentuhan tangan dalam penggunaannya dapat di manfaatkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan masjid Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran. Kata Kunci : covid-19, cuci tangan, wastafel portabel
Rancang Bangun Mesin Pencacah Kulit Singkong Dan Kulit Pisang Sebagai Bahan Dasar Pupuk Organik Dede Zulrahman; Nuruddin Wahyu Eko Saputro; Anis Siti Nurrohkayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong dan pisang merupakan salah satu tumbuhan dan umbi-umbian yang banyak terdapat di indonesia. Selain itu, singkong dan pisang juga dapat dijadikan sebagai olahan jajanan seperti kripik. Umumnya dari proses pembuatan kripik pisang dan singkong memiliki limbah yaitu kulit. Oleh sebab itu dari kondisi di atas kami ingin membuat dan mendesain mesin pencacah kulit singkong dan pisang, agar nantinya mengurangi limbah dari kulit pisang dan singkong dan dijadikan buat campuran dari pupuk kompos. Oleh karena itu, desain dari mesin pencacah kulit singkong dan pisang ini menggunakan jenis mata pisau crusher untuk mencacah dengan tenaga penggerak adalah motor listrik. Selajutnya, menghitung daya motor yang akan digunakan serta kapasitas dari mesin pencacah kulit singkong dan pisang. Perhitungan yang didapatkan dari mesin pencacah kulit pisang dan singkong menggunakan daya sebesar1 Hp, dengan putaran 360 rpm dengan menghasilkan 1440 gr/menit. Kata Kunci : singkong, pisang, kulit, motor listrik, dan pupuk
PKM Implementasi Kemasan Ramah Lingkungan untuk Produk IRT Donat di Kota Bontang Sabaruddin Syach; Noer Aden Bahry; Anis Siti Nurrohkayati; Khanif Setiyawan
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Donat merupakan makanan yang sangat dikenal dimasyarakat baik untuk dikomsumsi anak-anak maupun dewasa. Biasanya penjual donat mengemas donatnya menggunakan kemasan berbahan plastik. kemasan berbahan plastik memiliki bahaya bagi Kesehatan tubuh dan dapat menyemari lingkungan. Penggunaan plastik dalam kehidupan manusia semakin lama semakin meningkat. Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat di urai oleh tanah. Maka dari itu tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengurangi kemasan berbahan plastik sehingga menghasilkan kemasan yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di lakukan di jalan pancak silat 1 RT 12 Bontang baru kota Bontang Kalimantan Timur, pada penjual donat.  Kata Kunci : kemasan, ramah lingkungan,
Pembuatan prototype mesin pencacah sebagai pengolah limbah organik untuk pupuk kompos dan pakan ternak Noer Aden Bahry Aden; Anis Siti Nurrohkayati; Sigiet Haryo Pranoto; Andi Nugroho Nurrohkayati
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 10 No 1 (2023): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v10i1.251

Abstract

Pemanfaatan limbah digunakan pada berbagai sektor seperti bidang industri, makanan, manufaktur, dll. Limbah organik terdiri dari sisa makanan, sayuran, atau bahan sisa proses pengolahan tanaman. Limbah organik dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan juga pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat prototype mesin pencacah limbah organik untuk mencacah limbah agar dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pakan ternak. Komponen penggerak utama pada prototype mesin pencacah limbah organik adalah motor listrik dengan daya 1/2 HP dan 2880 rpm, reducer dengan rasio putaran 1/20, perbandingan pulley 3/4 dengan belt yang digunakan A-66. Perhitungan yang dilakukan pada proses perancangan prototype mesin pencacah limbah organik adalah perencanaan v-belt dan pulley, perhitungan laju dan torsi pada poros pisau. Kapasitas hasil cacahan dibedakan dengan 2 jenis pengujian yaitu dengan reducer dan tanpa reducer. Jenis limbah yang dicacah adalah limbah sayur, limbah kulit organik, dan ubi-ubian. Hasil kapasitas cacahan dengan reducer mencacah limbah sayur dengan kapasitas sebanyak 16.5 kg/jam, untuk limbah kulit organik 8.7 kg/jam, dan untuk limbah ubi-ubian sebanyak 26.13. Untuk prototype mesin pencacah tanpa reducer memiliki kapasitas cacahan untuk limbah sayur sebanyak 111.84 kg/jam, dan kapasitas untuk limbah jenis kulit organik sebanyak 93.72 kg, sedangkan untuk limbah ubi-ubian tidak dapat dicacah oleh prototype tanpa reducer.
Pengaruh besar sudut potong mata pisau tipe flate terhadap hasil cacahan plastik pada mesin pencacah Syam Ramadhani Saputra; Anis Siti Nurrohkayati; Andi Nugroho; Hery Tri Waloyo
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 10 No 1 (2023): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v10i1.252

Abstract

Given that plastic is typically only used once, increasing levels of plastic waste in TPA make it difficult for Indonesia and even the rest of the world to solve the problem of plastic trash (final disposal sites). Performing a field investigation and literature review comes first. Making a blade model that is distinct from the previous one involves using the findings of the field survey and the literature study. According to the examination of the most recent blades, which have angles of 30° and 60°, the blade system models can be compared and it can be shown that the results of the number of capacities and the results of the size of the pieces are issued. Waste materials that are cut into plastic bottles, PET or PETE bottle caps, and LDPE (low density polyethylene) plastic bags. The findings for a blade with a 30° angle are 1.8 kg/hour for plastic bottles, 0.780 kg/hour for bottle caps, and nil capacity for plastic bags since the bag is wrapped around the blade. Due to the angle's lack of sharpness or tendency to be moreblunt, this blade tends to only clamp a large amount of plastic. While the 60° blade angle produces 0.200 kg/hour of plastic bags, 1.5 kg/hour of plastic bottles, and 1.3 kg/hour of bottle caps. Since the 60° angle blade has a better sharp angle for slicing or breaking plastic waste into smaller bits, it can be seen that it produces the highest capacitance
Effect of the number of blades in palm oil chopping machine Fajar David Aminuddin; Anis Siti Nurrohkayati; Muhammad Ali Rohmatulloh
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 11 No 2 (2024): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v11i2.955

Abstract

A single hectare of oil palms may yield 10 tons of fronds annually, with young oil palms producing 40–56 fronds and mature oil palms producing 40–48 fronds. One kind of solid debris that comes from making palm oil is called palm oil fronds. A method is required to lessen palm frond waste because substantial volumes of it will still need to degrade. Waste palm fronds are reduced in size and broken down more quickly with the assistance of a chopping machine. But for slicing palm frond trash, the frond machines that are now in use are not the best. The purpose of this study is to ascertain whether adding more blades to a chopping machine's cutting knife can enhance the chopping process. Two designs with 19 and 26 blades were manufactured and tested for the research, and the results were compared with the cutting knife design from the prior study, which had 24 blades. According to the test results, adding additional blades to the cutting knife will improve the machine's effective capacity by 14.22% and decrease the size of waste palm fronds and leaves, allowing the machine to operate more efficiently. In addition, reducing the size of palm fronds with more knives can make them easier to break down
ANALISIS DESAIN MESIN PARUT KELAPA SKALA RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK Akbar Ramadhan, Muhaimin; Siti Nurrohkayati, Anis; Tri Waloyo, Hery; Nugroho, Andi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): PROCEEDING SEMAKIN E.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa merupakan tanaman serbaguna yang memiliki potensi ekonomi melalui seluruh bagian tubuhnya. Daging buah kelapa, umumnya diolah dalam industri kecil seperti catering makanan, seringkali diproses secara manual dengan menggunakan papan parut sederhana. Untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah mesin parut kelapa yang sederhana dan efisien. Mesin parut kelapa ini menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya, sehingga dapat meringankan pekerjaan dalam proses pemarutan kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang mesin parut kelapa yang optimal untuk skala rumah tangga dan menilai pengaruh putaran rol mata parut terhadap hasil parutan kelapa. Dari hasil penelitian, mesin parut kelapa ini membawa beberapa keunggulan, antara lain efisiensi waktu dan tenaga yang tinggi, keamanan pengguna yang terjamin, serta kemudahan penggunaan. Temuan ini mencerminkan kesuksesan desain mesin dalam memenuhi kebutuhan pemarutan kelapa secara efektif. Berdasarkan perhitungan, laju putaran poros mesin adalah 51 kg.f.mm, dengan kapasitas parutan kelapa mencapai 168,000 kg/menit untuk berat kelapa seberat 1 kg. Daya motor yang telah direncanakan sebesar 0,199 HP dengan putaran mesin 2800 rpm. Kesimpulannya, mesin parut kelapa ini berhasil mencapai efisiensi dan keamanan yang diinginkan, serta memenuhi kapasitas produksi yang direncanakan.