Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi gamification dalam pembelajaran matematika sub-bab pecahan pada siswa kelas V sekolah dasar Aprianti; Feny Nida Fitriyani; Miftachudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan gamification dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pecahan, sebagai salah satu sarana peningkatan pemahaman pecahan bagi siswa kelas V di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen yang relevan dengan kurikulum dan kegiatan pembelajaran di sekolah.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan proses dan hasil penerapan gamifikasi dalam pembelajaran matematika pada subbab pecahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi dalam pembelajaran matematika pada subbab pecahan berjalan dengan baik dan kondusif dengan memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap pecahan. Guru memanfaatkan penggunaan media pembelajaran pizza pecahan yang mendukung visualisasi pecahan. Penerapan gamification pada pecahan terbukti efektif dalam meningkatkan semangat dan pemahaman dalam pembelajaran pecahan, siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran pecahan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, bekerja dalam kelompok dan termotivasi untuk mendapatkan poin. Selain itu pendekatan ini juga dapat meningkatkan motivasi dan kerjasama dalam keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil temuan tersebut, maka disarankan agar gamification diterapkan pada mata pelajaran lain agar siswa lebih bersemangat dan lebih memahami materi yang diajarkan secara visual serta tetap sesuai dengan kurikulum.
Sodium and Fat Consumption Patterns and Family History Among Hypertension Patiens in Banjarmasin City Afifa amelia, Putri; Aprianti; Dwi Andrestian, Meilla
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i2.266

Abstract

Hypertension is a major cause of death among adults in Indonesia. In 2023, the highest cases were reported at Terminal Community Health Center (12,744 cases) and the lowest at Pelambuan (3,648 cases). This study compared sodium and fat consumption patterns and family history among hypertensive patients aged 45–59 years, and identified the dominant factor influencing hypertension. A cross-sectional design was applied with 109 respondents selected through proportional and accidental sampling. Data were collected using a semi-FFQ, family history questionnaire, and blood pressure measurements. Data analysis used Mann-Whitney tests and logistic regression. Results showed significant differences in sodium intake (p=0.025), fat intake (p=0.000), and family history (p=0.017) between the two centers. Multivariate analysis revealed that family history was the dominant factor related to hypertension. In conclusion, family history plays a key role in hypertension risk, supported by unhealthy dietary patterns. Practical implications highlight the need for continuous nutrition education and family-based interventions, especially for those with a family history of hypertension. Longitudinal research is recommended to confirm these findings.
Penyuluhan Dan Pendampingan Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru Farhat, Yasir; Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.827

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu hamil adalah kekurangan energi kronik (KEK). KEK dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang terhambat dan risiko tinggi komplikasi persalinan. Prevalensi KEK cukup tinggi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman dan perawatan ibu hamil dengan kondisi tersebut. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK serta memberikan pendampingan dalam mengelola kondisi KEK mereka. Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari penyuluhan dengan metode presentasi/ceramah dan tanya jawab serta pendampingan dengan konseling menggunakan media leaflet. Jumlah peserta sebanyak 15 orang ibu hamil yang KEK. Setelah itu dilakukan evaluasi pengetahuan dengan pre test dan post test. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan dan pendampingan yaitu rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dan pendampingan adalah 79 dan sesudah penyuluhan dan pendampingan adalah 90. Simpulan: Penyuluhan dan pendampingan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang Kekurangan Energi Kronik sehingga kegiatan ini sangat berguna untuk mengatasi masalah program gizi khususnya KEK pada ibu hamil.
RESPONS PETANI TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK HAYATI PETROBIO TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.): The Response of Farmer To The Effectiveness of Petrobio Biofertilizer Application On The Vegetative Growth of Peanut (Arachis hypogaea L.) Atika, Atika; Syaifuddin, Syaifuddin; Kaharuddin, Kaharuddin; Jumadi; Aprianti
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v16i2.171

Abstract

Produktivitas kacang tanah di Indonesia masih sangat rendah, hanya sekitar 1 ton/ha polong kering, sedangkan kebutuhan ke depan diperkirakan terus meningkat, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pemberian pupuk hayati petrobio terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Penelitian ini diawali dengan kajian teknis disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan, yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (10 g/tanaman), P2 (20 g/tanaman) dan P3 (30 g/tanaman), dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman dan jumlah cabang primer. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi penyuluhan untuk melihat respons petani (perubahan tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan) terhadap hasil kajian teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa dosis pupuk hayati petrobio terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah memberikan pengaruh yang tidak nyata. Pupuk hayati petrobio dengan dosis 10 g/tanaman memberikan hasil yang tertinggi, yaitu umur 2 MST (14.20 cm), 4 MST (21.33 cm), 6 MST (44.87 cm), 8 MST (60.40 cm), sedangkan pada jumlah cabang primer, dosis 30 g/tanaman memberikan hasil yang tertinggi, yaitu: umur 2 MST (17.67), 4 MST (18.00), 6 MST (11.33), dan 8 MST (11.67). Hasil evaluasi penyuluhan untuk tingkat pengetahuan meningkat dari 38,5% menjadi 60,92%, Sikap dari 46,62% menjadi 76,5% dan keterampilan dari 40,42% menjadi 70,82%, dengan efektivitas penyuluhan berada pada kategori cukup efektif untuk pengetahuan, dan efektif untuk sikap dan keterampilan.
An Overview of Maternal Knowledge, Parenting Practices, and Environmental Sanitation in Relation to Stunting Among Children Aged 24–59 Months: A Study in The Working Area of Karang Intan 2 Public Health Center, Banjar Regency Nazarul Akhta, M.; Abdurrachim, Rijanti; Aprianti; Yanti, Rusmini
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i2.272

Abstract

The prevalence of stunting in Banjar Regency in 2023 increased to 30.1%, with Karang Intan 2 Public Health Center being one of the areas with a high stunting rate, at 31.65%. This study aims to describe maternal knowledge, parenting patterns, and environmental sanitation in relation to stunting among children aged 24–59 months in the area. This is an observational study with a descriptive approach, conducted from February to April 2025 in the working area of Karang Intan 2 Public Health Center. The variables studied include maternal knowledge, parenting patterns, and environmental sanitation related to stunting in children aged 24–59 months. A sample of 90 respondents was selected using Slovin’s formula. Data were collected through structured questionnaire interviews, observation of home sanitation, and documentation. Univariate analysis was used for data analysis. The results show that the majority of mothers have poor knowledge (52.2%), poor parenting patterns (46.7%), and sanitary conditions that do not meet standards (54.4%). Stunted children account for 41.1% of the total sample. Improving nutrition education for children, guidance on appropriate parenting practices, and enhancing environmental sanitation are important steps to reduce stunting in the working area of Karang Intan 2 Public Health Center, Banjar Regency.
The Effect of Mocaf Flour and Yellow Pumpkin Flour (Cucurbita Moschata) Proportion on the Acceptability and Physicochemical Quality of Wet MI Ni’mah, Isna Khairun; Syainah, Ermina; Yanti, Rusmini; Aprianti; Nurhamidi; Farhat, Yasir
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1014

Abstract

Overcoming dependence on wheat flour as raw material, researchers want to develop a wet noodle product by using mocaf flour to substitute wheat flour and adding pumpkin flour to increase the nutritional value of wet noodles, namely potassium minerals as an alternative main food that can help lower blood pressure in hypertension sufferers.To determine the effect of the proportion of mocaf flour and pumpkin flour on the physicochemical quality of wet noodles. This type of research uses an experimental study design with a Completely Randomized Design (CRD). The comparison of the proportions of mocaf flour and pumpkin flour is P0 (100g : 0g), P1 (95g : 5g), P2 (90g :10g), P3 (85 g :15g), P4 (80g :20g). Physical quality and chemical quality test data were analyzed using the Independent T-test. The research results show that the percent water absorption capacity; percent elongation; potassium levels; and sodium levels, namely P0 (58.5% ; 19.8% ; 16.5mg/100 g; 5.64 mg/100g), P2 (70.3% ; 8.8% ; 55.95 mg/100g ; 5.55 mg/100g). The best treatment P2 does not meet the adult RDA percentage and cannot be classified as high in potassium. Wet noodle products cannot yet be used as an alternative to foods high in potassium for preventing hypertension.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Riwayat BBLR dan Ibu Hamil Usia Dini dengan Kejadian Stunting pada Balita Nesa, Yunisari Puteri; Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.188

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun, faktor risiko terjadinya stunting diantaranya asupan makanan kurang, riwayat BBLR, usia ibu saat hamil, pengetahuan ibu, sosial ekonomi dan masih banyak faktor lainnya. Prevalensi stunting di Puskesmas Simpang Empat 2 tahun 2021 sebesar 71,03%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, riwayat BBLR dan ibu hamil usia dini dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat 2 Kabupaten Banjar. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas yaitu pengetahuan ibu, riwayat BBLR dan ibu hamil usia dini, dengan variabel terikat kejadian stunting. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Empat 2 sebanyak 389 balita. Teknik pengambilan sampel dengan cara proportionate stratified random sampling, sampel didapat sebanyak 83 balita. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki ibu dengan tingkat pengetahuan kurang (79,5%), memiliki riwayat BBLR (31,3%), dan sebagian besar usia ibu saat hamil usia ≥ 20 tahun (83,1%). Analisis statistik uji korelasi Spearman Rank didapatkan hasil. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat 2 Kabupaten Banjar. Untuk meningkatkan pengetahuan pada ibu balita diharapkan  pihak puskesmas agar lebih meningkat instensitas penyuluhan kesehatan mengenai stunting dan gizi kepada masyarakat dan untuk ibu balita diharapkan untuk terus memantau tumbuh kembang dan kesehatan balita di faskes terdekat.
Determinants of Sexual Behaviour among Adolescents with Disabilities: Comparative Study between The Deaf and The Intellectually Disabled Aprianti; Mubarokah, Kismi; Wulandari, Respati; Puspita Ratih, Suci; Dewi Puspita Anggraini, Fitria
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. SI1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.ISI1.2026.26-34

Abstract

Background: In Indonesia, approximately 7.7% of individuals aged 10–17 years live with disabilities, representing a substantial portion of the adolescent population. These adolescents experience puberty similarly to their non-disabled peers but face unique social and cognitive challenges that may influence their sexual behaviour. This study aims to identify the determinants of sexual behaviour among adolescents with hearing and intellectual disabilities. Method: A quantitative, cross-sectional study was conducted at a Public Special Needs School in Semarang City. The study population consisted of 73 students with hearing impairments and 101 students with intellectual disabilities. Based on total sampling and predefined inclusion criteria, 34 adolescents with hearing impairments and 38 with intellectual disabilities were included as participants. Data were collected using validated, closed-ended questionnaires administered with the assistance of teachers. Statistical analyses were performed using Spearman’s rank correlation and the Mann–Whitney U test. Result: Attitudes (p = 0.004), peer influence (p = 0.001), and access to health information (p = 0.015) were significantly associated with sexual behaviour. However, no significant differences in sexual behaviour were found between adolescents with hearing impairments and those with intellectual disabilities. Among adolescents with hearing impairments, peer influence and access to information were the strongest predictors, whereas among those with intellectual disabilities, attitudes and peer roles emerged as the dominant determinants. Conclusion: Sexual behaviour among adolescents with disabilities is influenced by both interpersonal and cognitive factors. School-based programmes that enhance peer support, foster positive attitudes, and improve access to accessible reproductive health information are essential for promoting safer sexual behaviour within this population.
Determinan Kejadian Tengkes Pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus Di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Maulany; Aprianti; Andrestian, Meilla Dwi; Sajiman
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.923

Abstract

Tengkes/Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan pada masyarakat adat yang tinggal di wilayah terpencil. Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus merupakan kelompok rentan terhadap tengkes akibat keterbatasan akses pangan, layanan kesehatan, serta pola asuh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Determinan Kejadian Tengkes pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 balita usia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi riwayat infeksi, asupan energi dan protein, pola asuh, serta akses layanan kesehatan. Variabel dependen adalah kejadian tengkes berdasarkan indikator TB/U menurut standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi (p < 0,001), asupan energi (p < 0,001), asupan protein (p < 0,001), dan pola asuh (p < 0,001) dengan kejadian tengkes. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dengan kejadian tengkes (p = 1,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor asupan gizi, riwayat infeksi, dan pola asuh memiliki peran penting terhadap kejadian tengkes pada balita di komunitas Dayak Pegunungan Meratus.
Hubungan MPASI dan Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian Balita Wasting Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur Rahmah, Amelia; Aprianti; Mahpolah; Syainah, Ermina
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.938

Abstract

Wasting merupakan salah satu bentuk malnutrisi akut pada balita yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada usia 6–23 bulan. Praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai serta ketidaklengkapan imunisasi dasar diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya wasting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan praktik pemberian MP-ASI dan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Sampel sebanyak 78 balita terdiri dari 39 balita wasting (kasus) dan 39 balita dengan status gizi normal (kontrol) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara menggunakan kuesioner terkait praktik MP-ASI, serta penelusuran buku KIA dan rekam medis untuk status imunisasi dasar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita wasting menerima MP-ASI yang tidak sesuai (79,5%) dan memiliki status imunisasi dasar tidak lengkap (71,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pemberian MP-ASI dan kejadian wasting (p = 0,001; OR = 2,1), serta antara kelengkapan imunisasi dasar dan kejadian wasting (p = 0,001; OR = 1,9). Praktik pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dan ketidaklengkapan imunisasi dasar berhubungan signifikan dengan kejadian wasting pada balita usia 6–23 bulan.