Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Moral Dalam Novel KKN Di Desa Penari Karya Simpleman Dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ari Julian Pratama; Ermawati Arief
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i2.1122

Abstract

This study aims to describe the relationship of moral values with God, the relationship of human moral values with themselves, and the relationship of human moral values with other humans contained in the novel KKN in Desa Penari by Simpleman. This research is a qualitative type with descriptive method. The data in this study are data obtained from the speech of the characters, and the actions of the characters contained in the novel KKN in Desa Penari by Simpleman. The data source in this research is the novel KKN in Desa Penari by Simpleman. The instrument of this research is the researcher himself. Based on the results of the analysis, there are 23 moral values related to man's relationship with God. Moral values related to man's relationship with himself are found in 36 data. And also found moral values related to human relationships between fellow humans as much as 47 data. The implication in Indonesian language learning is that it can be implied through the Learning Implementation Plan (RPP) and Teaching Material with KD 3.9 analyzing the content and language of the novel read with the indicator that students can identify intrinsic, extrinsic and linguistic elements in a novel
Struktur dan Diksi Teks Anekdot Siswa Kelas X SMKN 1 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu Riau Cindy Nurmalenia; Ermawati Arief
Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 2 (2023): Mei :Inspirasi Dunia : Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/insdun.v2i2.748

Abstract

The purpose of this study was to describe the structure and use of diction in anecdotal texts for class X students of SMKN 1 Kelayang. This type of research is a qualitative research with descriptive method. The data of this study are the structure and diction accuracy of anecdotes. The data source used in this study was anecdotal texts by class X students of SMKN 1 Kelayang for the 2022/2023 academic year. The data collection technique in this study is the fishing technique. Analyzing the research data, namely by means of data reduction, data presentation, and data verification. The results of this study are as follows. First, in writing anecdotal texts, class X students of SMKN 1 Kelayang used the five anecdotal text structures, namely abstract, orientation, crisis, reaction, and coda. Most students are able to write anecdotal texts with a complete structure. However, there are still some structures that students write incorrectly. Second, it was found that the accuracy of diction was more dominant based on writing errors, formation and accuracy of meaning in the writing of class X students of SMKN 1 Kelayang.
Tindak Tutur Direktif dan Strategi Bertutur Guru dalam Proses Pembelajaran Teks Deskripsi di SMP Maiheni, Reni Putri; Arief, Ermawati
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i1.86

Abstract

Dalam proses pembelajaran, guru mengekspresikan diri melalui tindak tutur yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dan strategi bertutur yang digunakan oleh guru selama kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil menunjukkan lima bentuk tindak tutur direktif, dengan jenis menyuruh paling dominan, serta empat strategi bertutur, di mana strategi terus terang dengan kesantunan positif digunakan paling sering. Temuan ini memperlihatkan bahwa guru cenderung memilih cara bertutur yang jelas namun tetap menjaga hubungan sosial dengan siswa. Strategi samar-samar jarang digunakan karena berpotensi menimbulkan ambiguitas dan salah tafsir. Implikasinya, guru perlu menyadari bahwa pilihan strategi bertutur tidak hanya memengaruhi kejelasan instruksi, tetapi juga membentuk iklim kelas dan partisipasi siswa. Oleh karena itu, pelatihan komunikasi edukatif yang mempertimbangkan kesantunan dan efektivitas penyampaian pesan menjadi penting untuk mendukung kualitas pembelajaran.
Tindak Tutur Direktif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA Negeri 1 Tilatang Kamang Putri, Yolla Ananda; Arief, Ermawati
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i2.101

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia menuntut adanya interaksi yang efektif antara guru dan siswa. Namun, dalam praktiknya masih sering dijumpai penggunaan tindak tutur yang kurang tepat sehingga menimbulkan perbedaan respons dari siswa. Permasalahan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara tindak tutur yang digunakan dengan strategi bertutur yang dipilih guru. Jika strategi bertutur tidak sesuai, komunikasi menjadi kurang efektif dan tujuan pembelajaran sulit tercapai. Oleh sebab itu, penelitian mengenai tindak tutur direktif dan strategi bertutur guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan  tindak tutur direktif, strategi bertutur, dan kesesuaian bentuk tindak tutur direktif dengan strategi bertutur yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA Negeri 1 Tilatang Kamang. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif metode deskriptif. Data yang digunakan adalah tuturan guru Bahasa Indonesia. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data adalah teknik SBLC, rekam dan catat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat lima bentuk tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA Negeri 1 Tilatang Kamang. Tindak tutur yang dominan digunakan guru adalah menyuruh sebanyak 61 data, dan yang paling sedikit memohon sebanyak 4 data. Terdapat empat strategi bertutur yang ditemukan dan paling dominan digunakan guru adalah bertutur terus terang tanpa basa basi sebanyak 72 data. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa variasi tindak tutur direktif dan pemilihan strategi bertutur yang tepat sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif, interaktif, dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi guru dalam memilih strategi komunikasi serta menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya di bidang pragmatik pembelajaran.
Penggunaan Teknik Pancing untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas VIII SMPN 4 Batang Anai Yenesa Enjela; Ermawati Arief
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 1 No. 1 (2023): JANUARI : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.882 KB) | DOI: 10.54066/jupendis-itb.v1i1.81

Abstract

Teknik pancing merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan keefektivitasan pembelajaran menulis teks eksposisi. Penggunaan teknik pancing dalam pembelajaran menulis teks eksposisi diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa yang lebih kreatif. Selain itu, teknik pancing juga diharapkan mampu mengoptimalkan keterampilan menulis teks eksposisi dalam menyajikan informasi secara jelas, sistematis dan objektif. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan teknik pancing dalam pembelajaran menulis teks eksposis siswa kelas VIII di SMPN 4 Batang Anai. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan PTK. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan ketuntasan siswa dalam belajar yaitu siklus I, hanya 63% siswa yang memenuhi ketuntasan belajar, sedangkan pada siklus II, peningkatan yang signifikan terlihat dengan 90% siswa mencapai ketuntasan belajar. Di samping itu, siswa juga terlihat antusias dan terlibat aktif mengikuti pembelajaran teks eksposisi.
Korelasi Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Negosiasi dan Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai Ilfan, Muhamad; Arief, Ermawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan keterampilan membaca pemahaman teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menuliskan teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai. Ketiga, menganalisis dan mendeskripsikan korelasi keterampilan membaca pemahaman teks negosiasi dan keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai. Hasil penelitian ini ada tiga. Pertama, keterampilan membaca pemahaman teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai berada pada kualifikasi lebih dari cukup (LdC) dengan nilai rata-rata 68,25. Kedua, keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai berada pada kualifikasi Baik (B) dengan nilai rata-rata 79,38. Ketiga, hasil pengujian korelasi menunjukkan (rh= 0,667) > (rt=0,254)). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan membaca pemahaman teks negosiasi dengan keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai
Penerapan Teknik Numbered Heads Together (NHT) Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) Dalam Pembelajaran Menyimak Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Mutiara Bareski, Indah; Arief, Ermawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian penerapan teknik Numbered Heads Together (NHT) berbasis model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran menyimak teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Mutiara. Jenis penelitian mengenai penerapan teknik Numbered Heads Together (NHT) berbasis model Problem Based Learning (PBL) ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode kombinasi desain concurrent triangulation dengan alasan untuk menggambarkan keadaan sebenarnya bagaimana penerapan teknik Numbered Heads Together (NHT) berbasis model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran menyimak teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Mutiara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerapan teknikNumbered Heads Together (NHT) berbasis model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran menyimak teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Mutiara, dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan teknik Numbered Heads Together (NHT) berbasis model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran menyimak teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Mutiara telah dilaksanakan dengan baik.
Tindak Tutur Direktif Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI MAN 2 Solok Selatan Aisah, Nur; Arief, Ermawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak tutur direktif, strategi bertutur, dan Hubungan antara bentuk tindak tutur direktif dengan strategi bertutur yang digunakan guru bahasa Indonesia kelas XI MAN 2 Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berbentuk data lisan berupa kata, frasa atau kalimat dalam rekaman yang ditranskipkan ke dalam bentuk tulisan. Sumber data penelitian ini adalah tuturan guru bahasa Indonesia. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu teknik SBLC, rekam, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat enam tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI MAN 2 Solok Selatan. Tindak tutur yang dominan adalah bertanya sebanyak 92 data dan menyuruh sebanyak 81 data. Terdapat empat strategi bertutur yang ditemukan dan yang dominan digunakan adalah strategi terus terang tanpa basa-basi, yaitu sebanyak 130 data. Meskipun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara bentuk tindak tutur direktif yang digunakan dengan strategi bertutur yang diterapkan oleh guru. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara bentuk tuturan direktif dengan strategi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Keterampilan Menulis Teks Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Batang Kapas Novita, Resti Febri; Arief, Ermawati
JURNAL PENDIDIKAN Vol 32 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v32i2.4181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihata apakah model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap keterampilan menulis teks puisi siswa kelas X SMA Negeri 2 Batang Kapas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan jenis desain one group pretest-posttest. Sampel dari penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas VII 6 SMA Negeri 2 Batang Kapas yang berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai rata-rata posttest siswa sebesar 76,36, yang meningkat dari rata-rata pretest. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel. Hal itu menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis teks puisi kelas X SMA Negeri 2 Batang Kapas.
Technology and Language: Improving Speaking Skills through Cybergogy-Based Learning Satria, Dadi; Zamzani, Zamzani; Nurhadi, Nurhadi; Arief, Ermawati
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.2.2215

Abstract

Language learning in the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 era is required to produce students with 21st-century skills by increasing the capacity and capability of using technology in learning. Technology-based learning, known as cybergogy, is a continuity of learning paradigms that previously applied the principles of pedagogy and andragogy in the learning process. As a new concept in learning, cybergogy is essential in improving 21st-century skills in the form of the 6Cs (Citizenship, Character, Critical Thinking and Problem Solving, Communication, Creativity, and Collaboration). Enhancing communication skills through cybergogy-based learning is a novelty that has not been done much and has become the focal point of research. This research, part of development research using the ADDIE model, employed a quasi-experimental design conducted in 3 senior high schools in Yogyakarta, representing one school per category, namely the lower, medium, and high categories, based on UTBK scores. A non-equivalent control group design involving an experimental and control class was applied. The results of this study, which showed a significant improvement in students' communication skills, especially speaking aspects, through blended learning, are of great significance. Therefore, it can be concluded that cybergogy-based language learning has proven effective in improving students' communication skills through blended learning.