Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DEVICE

KAJI EKSPERIMEN DAN SIMULASI PENGARUH SUDUT DOUBLE SEGMENTAL BAFFLE DAN LAJU ALIRAN FLUIDA PADA HEAT EXCHANGER JENIS SHELL AND TUBE PADA MESIN MAIN EXTRUDER TERHADAP KEBAIKAN PERPINDAHAN PANAS Muhamad Safi'i; Suheri Suheri Kertosenjoyo2; Agung Nugroho; Susanto Susanto; M. Iqbal Farhan Putra Arya; Oktarina Heriyani; Yafid Effendi
Device Vol 14 No 1 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v14i1.6989

Abstract

Shell and Tube Heat Exchanger (STHX) is very important for its use in the industrial world which can support the continuity and success of the entire network process. Various kinds of research have been carried out to increase the heat transfer coefficient and effectiveness of Shell and Tube Heat Exchangers (STHX) both experimentally and by simulation. This research examines the increase in heat change coefficient and effectiveness of STHX with variations in baffle angles of 0°, 10°, and 20° with fluid mass flow rates of 2, 4, and 6 kg/s. As a result, STHX with a baffle angle of 0° has the largest heat change coefficient value than STHX with a baffle angle of 10° and 20° both during experiment and simulation, values ​​ranging from 4218 W/m²C and 4226 W/m²C at a baffle angle of 0° when the fluid flow rate is increased to 6 kg/s. Keywords: Shell and Tube Heat Exchanger, baffle angle configuration, double segmental baffle, total heat transfer coefficient, effectiveness, CFD (Computational Fluid Dynamics).
KARAKTERISASI MATERIAL BAJA CONNECTING ROD BEKAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN ALAT GESEK FRICTION STIR WELDING (FSW) Putranto, Wahyu Ari; Susanto, Susanto Susanto; Khaeroman, Khaeroman; Herdawan, Deri; Noviarianto, Noviarianto Noviarianto; Kiswanto, Heri Kiswanto
Device Vol 15 No 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v15i1.9039

Abstract

Permasalahan umum pengelasan las busur adalah retak saat proses peleburan dan pemadatan, timbulnya porositas, serta hilangnya elemen paduan yang mudah menguap. Penyambungan material lunak dapat dilakukan menggunakan pengelasan aduk gesekan yang disebut Friction Stir Welding (FSW). Alat pengaduk gesekan (Alat FSW) merupakan komponen penting pada pengelasan FSW. Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan dengan tujuan menghasilkan alat FSW untuk material aluminium 5083. Studi dilakukan secara eksperimen mencakup desain alat FSW, perlakuan panas dan pengujian material alat FSW dan pembuatan alat FSW. Material dasar alat FSW yang dibuat menggunakan baut connecting rod bekas dari marine diesel engine. Model alat FSW yang dibuat dengan dua jenis pin (silinder berulir dan kerucut berulir). Alat FSW yang dibuat selanjutnya diberikan perlakuan panas suhu 950oC dan diquenching dengan media pendingin air dan oli. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan baut connecting rod termasuk jenis baja AISI 4145. Hasil pengujian kekerasan nilainya sebesar 52,5 HRC, dan 51,5 HRC dari quenching media air dan oli. Pengujian struktur mikro material tersebut menunjukkan fasa martensit yang sifatnya keras dari proses quenching semua media pendingin. Penelitian ini menunjukkan bahwa material baut connecting rod bisa digunakan sebagai bahan alat FSW setelah diberi perlakuan panas dan quenching dengan media air.