Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN LAJU EROSI DI KOTA DENPASAR DAN KABUPATEN BADUNG DENGAN CITRA SATELIT SPOT Putu Aryastana; I Made Ardantha; Ni Komang Ayu Agustini
Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.851 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i2.2634

Abstract

Analisa perubahan garis pantai dan laju erosi pantai sudah banyak menggunakan citra satelit. Pemanfaatan citra satelit dalam monitoring dan analisa perubahan garis pantai sudah banyak dilakukan, antara lain: Landsat, Quickbird, Allos dan IKONOS. Pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap perubahan garis pantai dengan dengan membandingkan 2 (dua) buah citra satelit yaitu data citra satelit SPOT 5 pada tahun 2009 memiliki resolusi spasial 10 m (multispectral) danSPOT 6/SPOT 7 pada tahun 2015 yang memiliki resolusi hingga 1.5 m untuk kawasan pantai di Kota Denpasar dan Kabupaten BulelengKabupaten Buleleng. Penelitian ini memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebagai data dasar (data base) dalam pengambilan keputusan untuk penanganan kawasan pantai. Rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kota Denpasar adalah sebesar 7.46 m, sedangkan rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kabupaten Badung adalah sebesar 13.75 m. Rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kota Denpasar adalah sebesar 1.07 m/tahun, sedangkan rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kabupaten Badung adalah 1.96 m/tahun.
ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL ASHER BALI TRANSIT KUTA MENGGUNAKAN DINDING GESER Krisna Dwipa Yana; Ni Komang Ayu Agustini; Putu Aryastana
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, Oktober 2023 ISSN 2722-0230 (Onlin
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v4i2.5060

Abstract

Perencanaan suatu struktur gedung tinggi, simpangan akibat gaya lateral sangat penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan struktur bangunan tinggi, semakin tinggi bangunan maka semakin besar pula gaya lateral yang memungkinkan terjadinya keruntuhan pada struktur gedung. Untuk menekan besarnya simpangan pada struktur dapat dilakukan dengan menambahkan elemen struktur khusus, seperti dinding geser. Dengan adanya dinding geser, kekakuan pada struktur gedung akan bertambah dan gaya lateran pada struktur tidak sepenuhnya akan diterima oleh struktur rangka yang akan mengakibatkan terjadinya penurunan simpangan. Gedung Hotel Asher Bali Transit yang bertempat di Jalan Raya Kampus Unud, No. 9, Linkungan Perarudan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, bangunan ini memiliki tinggi sebesar 15 m yang terdiri dari 4 lantai. Perencanaan dilakukan dengan 2 model yaitu : a) Model eksisting, b) Model Sistem Ganda. Semua input beban, spesifikasi material dan dimensi struktur adalah sama dan hanya berbeda pada penambahan dinding geser pada bangunan. Berdasarkan hasil analisa kedua model didapat nilai simpangan lantai terbesar pada model 1 (model eksisting) adalah X=38,968 mm; Y=32,808 mm dan untuk model 2 (model sistem ganda) adalah X=11,534 mm; Y=24,717. Berdasarkan hasil analisis ini dapat di lihat bahwa dengan penambahan dinding geser terjadi penurnan simpangan sebesar 81,24% untuk arah X dan 15,54% untuk arah Y. Pada hasil analisis penulangan struktur dapat disimpukan bahwa terjadi penurunan penggunaan tulangan akibat penambahan dinding geser pada arah x. Penurunan paling signifikan terjadi pada tulangan kolom K1 dari 12 D19 menjadi 12 D16, balok B1 untuk daerah tumpuan dari 5 D19 menjadi 6 D16 dan untuk daerah lapangan dari 4 D19 menjadi 4 D16. Dari hasil perencanaan ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pembangunan gedung selanjutnya untuk penggunaan dinding geser pada struktur.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penataan Bibir Sungai Sebagai Pendukung Jembatan Bambu Dengan Metode Struktur Perkuatan Alam Eksisting Di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Made Mas Surya Wiguna; Nyoman Ratih Prabandari; Ni Komang Ayu Agustini; Kadek Goldina Puteri Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.306

Abstract

Desa Siangan terletak pada Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, berjarak sekitar 3 Km dari pusat Kota Gianyar dan sekitar 30 Km dari kota Denpasar. Desa Siangan didukung oleh 6 Banjar Adat yaitu Banjar Selat, Teruna, Triwangsa, dan Siladan. Desa siangan ini diapit oleh 2 sungai yang menjadi daya tarik tersendiri bagi desa ini. Namun karena desa ini diapit oleh 2 sungai terjadinya masalah akses antar desa siangan ke desa lain. Selain itu juga sungai yang ada belum dimanfaatkan dengan baik.  Dengan direncanakan jembatan bambu diantara sungai untuk penghubung antara desa dengan desa lain dan pura pengukur-ukur, penataan ini dimaksudkan untuk pendukung dari jembatan bambu agar nantinya area jembatan bambu dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Area penataan disekitaran jembatan bambu akan menggunakan mekanika struktur alam atau eksisting yang ada, seperti memanfaatkan material sekitar, perkuatan tebing, perkuatan batu sungai, perkuatan pohon disekitar dan lainya yang ada pada sekitaran sungai dirancangnya jembatan bambu. Tujuan dari perencanaan ini bertujuan menemukan desain yang tepat untuk penataan disekitaran jembatan bambu dengan memanfaatkan eksisting yang ada sehingga tidak merusak dari bibir sungai. Metode yang digunakan diantaranya Observasi lapangan, Wawancara, Metode Focus Group Discussion (FGD), dan  Metode Teknis Perencanaan. Hasil dari perencanaan ini adalah mekanika struktur yang tepat agar nantinya menjadi acuan dalam pembangunan penataan sekitar jembatan bambu.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUN STAHN EMPU KUTURAN SINGARAJA DENGAN METODE FLAT SLAB Kadek Surya Dwangga; Ni Komang Ayu Agustini; Putu Aryastana
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 02 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v15i02.1087

Abstract

Redesign is a work that is planned and reconfigured to achieve specific goals. One of the redesign methods in construction is the flat slab. Flat slab is a two-way reinforced concrete construction that only consists of horizontal elements in the form of slabs without beams, supported by columns. The planning location is in the Empu Kuturan Singaraja State Hindu Religion College Dormitory building. In the data collection process, the method used includes literature studies comprising architectural drawings, soil data, and structural material data. Modeling was performed using ETABS V.20 software. In this research, two models were created: 1) the Existing Model (M.eks) and 2) the Flat Slab Model (M.fs). The objective of this research is to plan the building structure using the flat slab method, compare the structural deflections of the M.eks and M.fs buildings, and also compare the budget aspects of the M.eks and M.fs buildings. In terms of deflection comparison between floors in M.eks and M.fs, the maximum deflection occurs on the 3rd floor in the M.fs method. The deflection in the X direction becomes larger, with a percentage of 47.92%. In the Y direction, it becomes smaller, with a percentage of 52.64%. In terms of budget, the flat slab method (M.fs) is more economical compared to the existing structure (M.eks), with a difference of IDR.1,659,000.00 or a percentage of 0.05%.
Pemberdayaan Masyarakat  Dalam Penataan Dan Perencanaan Master Plan Ruang Terbuka Publik Di Sekitar Area Beji Pura Dalem Di Desa Siangan, Gianyar, Bali Hartawan, I Putu; Agustini, Ni Komang Ayu; Subamia, I Nyoman
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/byyvrh44

Abstract

Terdapat beberapa permasalahan pada Ruang Terbuka Hijau di Sekitar Area Beji Pura Dalem Siangan. Ruang terbuka hijau dan landscape pada area pinggir sungai yang tidak tertata, kondisi eksisting saat ini area tersebut dipenuhi oleh pohon eksisting dan semak-semak yang tidak terawat. Kurangnya ruang untuk rekreasi seperti, tempat untuk bersantai, tempat untuk memancing, padahal jika dilihat dari segi potensi sungai dan lingkungan yang masih alami area ini sangat berpotensi dijadikan ruang rekreasi. Ruang terbuka hijau ini sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Solusi yang ditawarkan adalah pedampingan dalam penyusunan dokumen master plan penataan dan perencanaan, dilanjutkan dengan pedampingan dalam pembuatan Rencana Anggaran Biaya yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk pembuatan proposal pengajuan dana ke pemerintah atau CSR. Metode pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat  Dalam Penataan dan Perencanaan Master Plan Ruang Terbuka Hijau di Sekitar Area Beji Pura Dalem Di Desa Siangan, Gianyar ini terdiri dari observasi awal, observasi lanjutan, usulan desain master plan penataan dan perencanaan, FGD, pembuatan gambar detail, dan pedampingan pembuatan Rencana Anggaran Biaya dan proposal pengajuan dana. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, Dokumen Gambar Master Plan Penataan dan Perencanaan dalam wujud gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi beserta Rencana Anggaran Biaya global. Harapan mitra Ruang Terbuka Hijau ini nantinya dapat sebagai ruang untuk rekreasi, ruang penunjang kegiatan wisata ritual pada Beji Pura Dalem Siangan, dan dapat menjadi salah daya tarik wisata di Desa Siangan.
d Perbandingan Konstruksi Beton Risha dan Konvensional: Tinjauan Biaya dan Waktu Sulistiana, Putu Didik; Agustini, Ni Komang Ayu; Setiawan, I Made Edi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v19i2.47849

Abstract

The RISHA innovation (Simple Healthy Instant House) is a variation of precast concrete created by the Center for Research and Development (Puslitbang) for Settlements, Ministry of Public Works and Public Housing, which was released on December 20 2004. The aim of this research is to determine the comparison of building construction with technology. RISHA concrete and conventional concrete from the aspect of calculating project costs and calculating project duration. The approach in this research uses a type of research in the form of a literature study or literature study. The results of research comparing building construction using RISHA concrete technology and conventional concrete showed that the average cost difference was 7.96%, and the average difference in duration was 30.10%, superior to RISHA concrete technology.
Enhanced Accuracy in Construction Cost Estimates Using BIM Aditya, I Komang Krisna; Triswandana, Erick; Agustini, Ni Komang Ayu
UKaRsT Vol. 8 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v8i2.5771

Abstract

The Indonesian construction industry is experiencing rapid growth and increasing complexity. If done using conventional methods, this process often involves multiple manual stages that are prone to errors and inconsistencies thus requiring significant time and resources. Building Information Modeling (BIM) is a technology that provides solutions in the volume and cost estimation process. However, there have been few studies that verify the output of BIM with control calculations. This study aims to compare the volume and cost outputs from BIM with those from the Bill of Quantities (BoQ) by re-evaluating volumes identified as clashes and verifying the actual costs. Data on plan drawings, BoQ, and planned costs were obtained from a public service center building project with modeling conducted using Autodesk Revit and Naviswork. Manual volume calculations and actual cost data were used for comparison.  The results showed that the BIM cost estimate was highly accurate, with a minimal difference of IDR 1,249,901.21 (0.0032%) compared to the real cost. In contrast, the BoQ estimate was higher by IDR 1,022,985,135.58 (2.63%) compared to the real cost and IDR 1,024,235,036.79 (2.57%) higher than BIM. This is because in volume calculations, BIM software has proven to be more detailed and accurate in calculating the volume of all work items and is able to eliminate human error factors. The results of this study contribute to the construction industry by highlighting the significant advantages of using BIM software that can increase efficiency and reduce the risk of calculation errors.
Analisis Komparatif Zona Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Kuat Lentur Beton Ni Wayan Pani Nadia Sari; Ni Komang Ayu Agustini; Aryastana, Putu
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.17.2.44-51

Abstract

The performance and durability of concrete depend significantly on the quality of its components, particularly fine aggregates such as sand. These aggregates are categorized into four distinct gradation zones according to their particle size distribution. This study aims to analyze how different fine aggregate gradation zones affect the mechanical properties of standard concrete designed for a target compressive strength of 25 MPa. The experimental approach involved assessing material characteristics, designing concrete mixtures following SNI 03-2834-2000 guidelines, and conducting compressive, split tensile, and flexural strength tests after 7 days of curing. Results indicated that zone 2 fine aggregates yielded the maximum compressive strength (29.03 MPa) and split tensile strength (1.49 MPa), whereas zone 3 aggregates produced the highest flexural strength (2.71 MPa). These findings highlight the importance of selecting the optimal fine aggregate gradation zone to enhance concrete performance.
Analisis Variasi Agregat Halus terhadap Karakteristik Paving Block Berpori dengan Limbah Keramik Pradana, Rajendra Bayu; Agustini, Ni Komang Ayu; Aryastana, Putu
Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil Vol. 18/No. 2/Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/dts.vi.12278

Abstract

Pengelolaan air hujan merupakan tantangan dalam industri konstruksi karena berpotensi menimbulkan genangan, banjir, dan kerusakan infrastruktur. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah paving block berpori yang memiliki porositas tinggi sehingga memungkinkan air meresap ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan paving block berpori dengan memanfaatkan limbah keramik sebagai substitusi agregat kasar sebesar 20% serta mengkaji pengaruh variasi proporsi agregat halus terhadap agregat kasar, yaitu 1,5/1,5; 0,15/2,85; 0,3/2,7; 0,45/2,55; 0,6/2,4; dan 0/3. Parameter yang ditinjau meliputi kuat tekan, penyerapan air, berat jenis, dan ketahanan terhadap natrium sulfat. Metode penelitian meliputi pengujian karakteristik material, pembuatan benda uji dengan perbandingan campuran 1:3 (semen:agregat), serta pengujian laboratorium pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 1,5/1,5 dengan substitusi 20% limbah keramik menghasilkan kuat tekan dan ketahanan terhadap natrium sulfat terbaik, sedangkan variasi 0,15/2,85 menghasilkan nilai penyerapan air tertinggi. Pemanfaatan limbah keramik terbukti meningkatkan performa paving block berpori meskipun menyebabkan penurunan berat jenis.
English: English I Dewa Ayu, Eka Pertiwi; Ni Komang, Ayu Agustini; Putu Gede, Wisnu Permana Kawisana
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v10i3.6365

Abstract

This community service activity is carried out through the Real Work – Community Empowerment Lecture Program (KKN-PMM) of Warmadewa University in 2025 with a focus on strengthening the digital marketing capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sumerta Kaja Village, Denpasar. The background of this activity is the low use of digital technology by partner MSMEs, namely Pikat Project and Jangkep Art Studio, which still rely on conventional promotional strategies. The methods used are a participatory approach through socialization, training in creating and managing Google Business Profiles, digital content optimization assistance, and cross-platform integration with social media and marketplaces. The results of the activity show that there is an increase in digital literacy, optimization of business visibility, and the strengthening of a sustainable digital marketing ecosystem. However, the limited training time and lack of mastery of advanced technical aspects, such as local SEO and creative content strategy, are challenges that need to be considered in the next program. Practically, this activity proves that capacity-building-based interventions are able to increase the competitiveness of village MSMEs through the use of digital technology. Meanwhile, from the academic side, this activity contributes to the MSME digital literacy literature by emphasizing the importance of technical, cognitive, managerial, and social dimensions in the digital transformation process