Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Desa Binaan Wisata Religi melalui Pemberdayaan Mitra Pokdarwis dan Subak Desa Dukuh, Kubu, Karangasem Adnyani, Ni Ketut Sari; Wisnawa, I Gede Yudi; Agustini, Dewa Ayu Eka; Ayu Agustini, Ni Komang; Suci Putri, Agatha; Krisnangga Nayotama, Putu Ararya; Sitio, Yehuda Joshwilly; Febrianta, Komang Panji
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelaksanaan Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) dengan ruang lingkup Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), bersinergi dengan RPJMDes Pemerintah Desa Dukuh dalam rangka mewujudkan Desa Dukuh menuju Desa Wisata Religi dengan pemberdayaan Pokdarwis Dukuh Nawa Citha dan Subak Abian Bhuana Kusuma sesuai dengan kebutuhan penanganan permasalahan kedua mitra di bidang Produksi, Manajemen dan Pemasaran. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan melalui pendidikan, pelatihan, simulasi Ipteks, pendampingan, dan rancang bangun terapan teknologi tepat guna. Pendekatan yang digunakan meliputi: (1) transfer tenologi tepat guna kepada masyarakat (2) Pengembangan wawasan kewirausahaan, dan (3) pemanfaatan IT (e-commerce menjalin kemitraan daya tarik wisata). Hasil temuan saintifik berupa sentuhan berupa hilirisasi hasil riset: 1) penyusunan master plan Desa Wisata Religi; dan 2) Penyediaan tandon air di titik lokasi rawan kebakaran include maintenance (keahlian Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah). 3) Peta rute lokasi Desa Wisata Dukuh; 4) Paket wisata menggunakan teknologi Canva (keahlian TRPJ). 5) Pelatihan pembuatan desain kemasan dan label sesuai standar P-IRT (keahlian Ilmu Hukum). 6) Pelatihan Bahasa Inggris bagi guide untuk mitra Pokdarwis (Pendidikan Bahasa Inggris). 7) Penguatan Sapta Pesona Wisata (tim PDB). Hilirisasi hasil riset multidisiplin tim PDB diarahkan untuk dapat memberikan akselerasi kualitas dan kuantitas kemajuan Desa Dukuh. Simpulan: terdapat peningkatan level keberdayaan mitra Pokdarwis Dukuh Nawa Citha dan Subak Abian Bhuana Kusuma dalam menunjang perwujudan desa wisata religi pada aspek kuantitas produksi dari 3 varian produk menjadi 5 varian produk; manajemen tata Kelola usaha dari 18% meningkat menjadi 88%; dan bidang pemasaran dari 1 kecamatan menjadi 8 kecamatan
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM DAN SERBUK KACA TERHADAP KUAT TEKAN DAN BERAT JENIS BETON Ni Komang Ayu Agustini; Putu Aryastana
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.6.2.488.190-202

Abstract

Concrete production is identical to environmentally destructive starting from the process of stone blasting, burning process and carbon emissions in the air. The production of cement was declared as the world's second largest contributor of 7% of carbon emissions in the world after the power plant is therefore needed innovation of environmentally friendly concrete for the sustainability of infrastructure development without damaging the environment. Glass powder and ash husk can be used as partial substitution of cement as an alternative solution environmental problems. Both materials are expected to function as filler because it has potential as pozzolan materials. This study was conducted on the compressive strength and the properties of normal concrete materials against the effect of using husk ash and glass powder on concrete mixture at the Laboratory of Civil Engineering Department of Warmadewa University. The test was performed on 7 days concrete with variation of the addition of husk ash and glass powder by 5%, 10%, 15%, 20% and 25% by weight of cement Replacement of husk ash and glass powder to the weight of cement affects the compressive strength and specific gravity of the concrete. The strength of concrete with glass powder showed to have a higher compressive strength when compared to the compressive strength of husk ash ash. The maximum strength of concrete with glass powder is obtained at 10% when the maximum strength of concrete with the husk ash was added of 5%. In addition, on the specific gravity of concrete obtained the optimum value when the addition of glass powder and concrete respectively by 20% and 5%. Keyword: husk ash, glass powder, specific grafity of concrete, compressive strength of concrete
Perencanaan Renovasi Atap Bale Banjar Kaja, Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Bali I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Komang Ayu Agustini
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Banjar di Bali memiliki peranan yang sangat vital bagi anggota masyarakatnya yang lebih dikenal sebagai karma banjar tak terkecuali Banjar Kaja Desa Pakraman Panjer, yang terletak di Jl Waturenggong, Denpasar, dengan 173 Krama Banjar Pengarep. Banyaknya krama banjar pengarep ini menjadikan vitalnya keberadaan Banjar Kaja sebagai kegiatan-kegiatan sosial keagamaan. Pasca adanya hujan angin yang cukup kencang sekitar Bulan Maret 2017, membuat struktur atap dan pentutup atap genteng Wantilan Banjar Kaja jatuh. Hal ini dikarenakan material kayu sebagai struktur atap yang sudah lapuk, serta ukuran balok struktur kayu yang tidak sesuai dengan bentang atap. Akhirnya warga banjar secara inisiatif berbondong-bondong melaksanakan kerja bakti untuk menurunkan sisa-sisa kap atap serta genteng sambil menunggu solusi perbaikan atap baik dari segi jenis material serta faktor biaya. Pasca gotong-royong tersebut, kondisi Bale Banjar Kaja menjadi nyaris tak beratap pada sisi tengahnya yang membuat hujan maupun sinar matahari langsung mengenai lantai Bale Banjar Kaja. Segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam Bale Banjar pun menjadi terganggu terlebih saat terjadi hujan deras. Berdasarkan permasalahan diatas, maka sangat diperlukan suatu perencanaan renovasi struktur atap Wantilan Bale Banjar agar segera dapat difungsikan kembali. Aspek ketahanan dan kekuatan struktur, mudah dan cepat dalam aplikasi serta nilai estetika menjadi hal utama dalam analisa struktur atap yang akan dipakai disamping faktor biaya. Untuk menghasilkan gambar dan rencana anggaran biaya diperlukan juga konsultasi dan presentasi dengan pihak mitra yang diajak bekerjasama sehingga dokumen perencanaan dapat segera dirampungkan sebagai tahap akhir dari bentuk PKM ini
Pendampingan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penataan Fasilitas Penunjang di Kawasan Pura Madya Giri Weksa Andakasa, Karangasem, Bali I Gede Surya Darmawan; Kadek Tania Utami Putri; Komang Ayu Agustini
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Andakasa merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat Bali yang diyakini sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma yang sangat disucikan dan dipuja oleh seluruh masyarakat Bali. Namun keberadaan Pura Andakasa sebagai Pura Kahyangan Jagat, belum didukung dengan fasilitas penunjangnya yang terkesan belum tertata dengan baik. Tahun 2021, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa telah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dan melaksanakan Kerjasama Operasional dengan pihak Mitra yaitu Pengempon Pura Andakasa dan telah menghasilkan Masterplan Penataan Kawasan yang menghasilkan Block Plan. Berdasarkan dari kegiatan sebelumnya tersebut, perlu dilakukannya pendetailan pada setiap block area yang diusulkan sebelumnya. Pada PKM ini didetailkan penyelesaian permasalahan keteknikan di kawasan di Pura Madya Giri Weksa Andakasa. Pura Madya Giri Weksa Andakasa merupakan salah satu Pura yang termasuk ke dalam areal Kawasan Pura Luhur Andakasa. Adapun beberapa permalahan yang yang berfokus kepada penataan fasilitas penunjang di kawasan Pura Madya Giri Weksa Andakasa antara lain : belum adanya dokumen detail penataan di kawasan utama Pura Madya Giri Weksa Andakasa; kendaraan parkir sembarangan di lahan kosong sekitar Pura dan bahu jalan karena belum adanya area penataan parkir kendaraan; tidak adanya zonasi area/mandala Pura; belum adanya fasilitas penunjang kegiatan kegamaan seperti tempat persiapan sarana upakara; belum adanya penanda yang menjadi landmark kawasan sekaligus penataan landscape/lingkungan kawasan yang menunjang keberadaan Pura Madya Giri Weksa Andakasa yang termasuk ke areal salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat; Belum adanya penataan pemanfaatan potensi view pada kawasan. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain : pembuatan rancangan penataan fasilitas penunjang Pura Madya Giri Weksa Andakasa dalam wujud Layout Plan, perancangan Detail Engineering Drawing (DED) parkir, Bale Pesandekan, Bale Gong dan Landmark, serta perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Diusulkan pula skenario tahapan pelaksanaan pembangunan berdasarkan skala prioritas berdasarkan perkiraan dana yang didapatkan. Hasil tim PKM ini akan dapat digunakan sebagai dokumen perencanaan untuk pengajuan proposal pengajuan dana ke pemerintah ataupun Lembaga lainnya. Sedangkan luaran lain dari PKM ini adalah publikasi artikel pada Jurnal Nasional BerISSN “Sutramas” FTP Universitas Warmadewa, publikasi video pelaksanaan PKM pada salah satu akun media youtube Tim PKM, publikasi di media massa online, serta HKI berupa poster PKM.
STUDY OF THE APPLICATION GREEN CONSTRUCTION IN TESTING THE FUNCTIONAL FEASIBILITY OF MAIN PRAJA OFFICE THE REGIONAL SECRETARIAT OF DENPASAR CITY I Gusti Agung Gede Jaya Adhiputra; I Nengah Sinarta; Ni Komang Ayu Agustini
Journal of Infrastructure Planning and Engineering Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.3.1.2024.12-17

Abstract

The functional feasibility and green construction application in the retrofitting of the Praja Utama office building of the Denpasar City regional secretariat was investigated based on Indonesian regulations PUPR Ministerial Regulation No.21 of 2021 concerning Green Buildings and PP No. 16 of 2021 concerning building functional feasibility testing. Visual observations and structural analysis using SAP2000 software revealed significant damage to structural elements, compromising the building's safety and functionality. A retrofitting plan was developed using Fiber Reinforced Polymer (FRP) to strengthen and repair the damaged components. The green construction assessment showed a high level of compliance, with 12 out of 13 required categories fulfilled in the retrofitting process. The findings highlight the importance of regular structural assessments, timely retrofitting interventions, and the feasibility of incorporating sustainable practices in building rehabilitation projects. The successful application of FRP and green construction principles demonstrates the potential for restoring structural integrity while minimizing environmental impact. Future research could explore the broader application of these methods and develop standardized guidelines for functional feasibility assessments and green construction in retrofitting projects.
ANALYSIS OF DEVIATION BEHAVIOR IN THE SMAN 2 ABIANSEMAL BUILDING WITH THE SRPMK SYSTEM AND FLAT SLAB I Made Dwi Permana Putra; Ni Komang Ayu Agustini; I Gusti Agung Putu Eryani
Journal of Infrastructure Planning and Engineering Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.4.1.2025.39-44

Abstract

The development of educational infrastructure in seismically active regions demands structural systems that ensure both safety and functionality. This study evaluates the structural performance of the SMAN 2 Abiansemal building by comparing two structural systems: the conventional Special Moment Resisting Frame (SRPMK) and a flat slab system with drop panels. Finite element analysis using ETABS and dynamic response spectrum methods, as stipulated in SNI 1726:2019, was employed to assess inter-story drift and total displacement. The SRPMK system demonstrated stable behavior, with maximum drift values remaining below the permissible limit of 62.77 mm. In contrast, the flat slab system initially exceeded this threshold due to its lower lateral stiffness. A design revision increasing the column dimensions from 45×45 cm to 50×50 cm successfully reduced the drift values to compliant levels. Although the flat slab system requires dimensional adjustments, it offers architectural and construction benefits, making it a viable alternative for mid-rise educational buildings in seismic-prone areas. The study emphasizes the importance of dynamic drift analysis and early-stage design validation when adopting beamless slab configurations in earthquake-sensitive zones.
Perencanaan Renovasi Bale Kulkul dan Atap Bale Banjar Kaja Desa Pakraman Panjer, Denpasar I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Komang Ayu Agustini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.1.1.2018.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan renovasi bale kulkul dan atap bale banjar kaja desa Pakraman, Panjer yang diterjang oleh hujan angin yang cukup kencang sekitar bulan Maret lalu. Wawancara dan observasi mendalam merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Kegiatan survey melalui wawancara mendalam dengan Kelihan Banjar Kaja Panjer dilakukan untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya mengenai harapan dan keinginan dari krama Banjar yang diwakilkan melalui Kelihan Banjar dan pengamatan dilakukan dengan mengambil beberapa foto serta pengukuran kondisi eksisting Wantilan Bale Banjar dan Bale Kulkul untuk nantinya dibuatkan gambar dengan software AUTO CAD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada renovasi Atap Wantilan Bale Kulkul dipilih alternatif 2 yaitu menggunakan struktur Baja WF berdasarkan 5 jenis analisa yaitu analisa tampilan/estetika bangunan, kekuatan struktur, kecepatan pengerjaan, RAB, dan analisa lainnya. Alternatif ini dipilih berdasarkan 2 kali FGD serta 1 kali rapat besar yang mengundang seluruh warga Banjar Kaja Panjer untuk menentukan pilihan alternatif material struktur. Proses desain hingga meraih keputusan final desain terbilang cepat hanya sekitar 2 bulan, sehingga Tim PKM juga sempat membantu untuk meninjau aplikasi pengerjaan struktur di lapangan di lapangan beberapa kali, sedangkan kasus kedua yaitu renovasi Bale Kulkul, alternatif yang dipilih adalah alternatif 2 yaitu menempatkan Bale Kulkul di bagian atas dan memakai ruang di bawah Bale Kulkul sebagai ruang dengan fungsi komersil. Pemilihan ini juga sudah didasarkan pada analisa tampilan, fungsi, serta RAB. Kesimpulannya, perencanaan renovasi bale Kulkul dan atap bale banjar Kaja, telah dilakukan dengan menggunakan dua alternatif.
ANALYSIS OF ACTOR RELATIONS IN FLOOD DISASTER MANAGEMENT EFFORTS IN DENPASAR CITY IN 2025 Ni Komang Ayu Agustini; Lilik Antarini; Nyoman Sumawidayani
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol. 24 No. 1 (2026): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood disaster management requires the active involvement of multiple actors because disaster problems cannot be effectively addressed by a single institution. This study aims to analyze actor relations in flood disaster management efforts in Denpasar City in 2025. The study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling and consisted of 11 individuals representing government institutions, village government, private sector institutions, academics, and flood-affected communities. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman and interpreted through the actor analysis framework of Mendel and Brinkerhoff, which includes actor identification, interests, resources, relations and interactions, and actor strategies. The findings indicate that flood disaster management in Denpasar City involved seven main actors, namely BPBD Denpasar City, PUPR Denpasar City, Pemecutan Village Government, Aqua Bali Factory, Denpasar Industrial Training Center, academics from Universitas Warmadewa, and local communities. Their relations were characterized by coordination, collaboration, and interdependence in emergency response, infrastructure repair, logistical support, policy input, and community participation. The study concludes that actor relations in Denpasar City flood disaster management were effective, participatory, and sustainable because each actor performed complementary roles supported by shared objectives and available resources.
ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN SISTEM STRUKTUR OPEN FRAME DAN INFILLED FRAME Ni Luh Putu Nada Patricia; Ni Komang Ayu Agustini; I Wayan Gde Erick Triswandana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.12762

Abstract

Dinding umumnya dianggap sebagai elemen nonstruktural dan beban dalam sebuah bangunan, namun memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan struktur rangka utama saat terjadi beban lateral. Penelitian ini menganalisis bangunan ruko empat lantai dengan dua pemodelan struktur yaitu struktur rangka terbuka (open frame) dan struktur rangka dengan dinding pengisi sebagai shell element (Infilled frame) menggunakan bantuan program aplikasi SAP2000. Parameter pembanding adalah simpangan antar tingkat dan gaya-gaya dalam struktur. Hasil analisis menunjukkan simpangan arah X dan Y pada struktur OF masing-masing 83% dan 93% lebih besar dibandingkan struktur IF. Nilai momen, gaya lintang dan gaya aksial struktur IF lebih kecil dibandingkan struktur OF. Dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan dinding pengisi dapat meningkatkan kekakuan dari struktur bangunan.
Sustainable Cement Paste Incorporating Andesite Waste Powder: Mechanical Performance and Feasibility for Ornamental Elements Ni Komang Ayu Agustini; I Nengah Sinarta; Noor Azline Mohd. Nasir; Warid Wazien Ahmad Zailani
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 4 (2026): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i4.2940

Abstract

Utilising industrial waste as a partial solution for Portland cement has become more common as the need for environmentally friendly building materials grows. The potential of using andesite waste powder (AWP), a byproduct of the stone-processing industry, as a cementitious material for ornamental cement-based products is examined in this study. The flowability, dry unit weight, and compression strength tests were done on cement paste samples with 0%, 50%, and 75% AWP replacement levels at water-to-binder ratios of 0.30, 0.35, and 0.40. As the AWP content increased, the workability and compressive strength decreased. This is because AWP has a lower hydraulic response and higher water demand. After 28 days, the mixture with 50% AWP and a water-to-binder ratio of 0.30 had the best performance, with a compression strength of 22.56 MPa and a dry unit weight of 1738.28 kg/m³. The economic analysis demonstrated that the strength-to-cost ratio of AWP-based paste was more favourable than that of conventional ornamental materials. This research demonstrates the potential of AWP as a sustainable and cost-effective alternative material for ornamental applications.