Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DIMENSI KUALITAS TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DAN PERILAKU PURNA PENGGUNAAN FASILITAS TOURING KEBUN PABRIK TEH WONOSARI WISATA AGRO WONOSARI MALANG DWI RETNO ANDRIANI; ARMIETA AYU IRIANTI
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 8, No 2 (2012): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v8i2.48853

Abstract

This research was conducted at ‘Wisata Agro Wonosari’, Malang in November 2010. The purpose of this study were (1) analyze the relationship between quality dimension which consist of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles toward assessment of visitors about the quality of Tea Plantation and Factory Touring, (2) analyze the relationship between quality dimension which consist of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles toward visitors satisfaction after using the Tea Plantation and Factory Touring on ‘Wisata Agro Wonosari’, (3) knowing the relationship between service quality and visitors satisfaction with the attitudes of visitors after using the Tea Plantation and Factory Touring on ‘Wisata Agro Wonosari’.
Analisis Manajemen Rantai Pasok Kentang (Solanum Tuberosum L.) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Lukman Nurhuda; Budi Setiawan; Dwi Retno Andriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.542 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2017.001.02.6

Abstract

Pertambahan penduduk meningkatkan kebutuhan pangan salah satunya adalah tanaman kentang (Solanum tuberosum L.). Tingkat konsumsi yang terus meningkat ini tidak diimbangi dengan kenaikan produksi kentang. Menurut data terakhir Kementrian Pertanian data produksi kentang nasional tahun 2010 sebesar 1.060.805 dan sebesar 955.48 pada tahun 2011. Penurunan produksi kentang disebabkan minat petani menanam kentang berkuran karena produk kentang mereka kalah bersaing dengan kentang impor. Potensi kentang lokal tidak dapat dimaksimalkan manjadi keunggulan karena lemahnya koordinasi dan integrasi antar lembaga yang terlibat dalam rantai pasok kentang lokal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kondisi rantai pasok, menganalisis efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran kentang di lokasi penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif manajemen rantai pasok dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil analisis deskriptif didapatkan hasil yaitu anggota primer rantai pasok kentang desa Ngadas terdiri dari petani, penebas lokal, pedagang besar dan pedagang pengecer. Manajemen rantai pasok mencakup kegiatan mendapatkan bahan baku, kegiatan perencanaan produksi, kegiatan produksi dan kegiatan pendistribusian kentang ke konsumen. Pada kegiatan distribusi kentang terdapat 3 saluran utama pemasaran yaitu saluran pemasaran ke Pasar Induk gadang, Pasar Agrobisnis Mantung Kec. Pujon dan Saluran pemasaran Pasar Tradisional Wajak.Analisis data kuantitatif pada penelitian ini mendapatkan data yaitu perincian nilai total margin pada saluran pemasaran I adalah Rp. 1.600,00 /kg, pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 2.300,00 /kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp. 1.300,00 /kg. Hasil analisis distribusi margin menunjukan bahwa distribusi margin pada pemasaran kentang di daerah penelitian belum merata. Hal ini dapat dilihat dari adanya lembaga pemasaran yang mengambil keuntungan lebih besar. Sedangkan dari hasil analisis share atau bagian harga yang diterima petani didapatkan hasil untuk saluran pemasaran I adalah sebesar 68.63 %, saluran pemasaran II sebesar 60.34 % dan saluran pemasaran III sebesar Rp. 68.63. Hal ini menunjukan bahwa secara share harga yang didapatkan petani semua saluran pemasaran belum efisien karena farmers share masih kurang dari 90%. Berdasarkan indikator manajemen rantai pasok, distribusi margin, share yang didapatkan petani, saluran III adalah saluran yang paling efisien dan layak untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Peningkatan Kinerja Agroindustri Pisang dengan Pendekatan Sustainable Livelihoods Dwi Retno Andriani; Budi Setiawan; Djoko Koestiono; Abdul Wahib Muhaimin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.405 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kinerja agroindustri pisang dengan pendekatan faktor internal dan eksternal dalam kepemilikan sumberdaya. Permasalahan utama peningkatan agroindustri unggulan adalah ketidakmampuan dalam mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki pelaku agroindustri dan mengelola lingkungan bisnisnya, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas, mutu, dan daya saing agroindustri. Kondisi tersebut memicu untuk melakukan kegiatan evaluasi kinerja dari faktor individu sebagai motor penggerak agroindustri unggulan. Upaya-upaya tersebut berhubungan dengan indikator akses sumber daya yang merupakan komponen dari livelihood Asset. Langkah-langkah untuk mengevaluasi kinerja agroindustri unggulan agar mampu mewujudkan suatu hasil yang sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran perusahaan melalui perumusan model evaluasi kinerja sebagai salah satu usaha memperbaiki produktivitas, mutu, dan daya saing usaha. Metode analisis data menggunakan desain Data Envelopment Analysis (DEA) untuk melihat tingkat efisiensi kepemilikian sumber daya dan kondisi kerentanan pelaku agroindustri terhadap kinerja agroindustri
Analisis Peramalan Produksi Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Gula Kristal Putih Pada Pabrik Gula Modjopanggoong Kabupaten Tulungagung Septia Purfadila; Dwi Retno Andriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.906 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.01.6

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Pabrik Gula Modjopanggoong Kabupaten Tulungagung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi gula kristal putih dan menganalisis peramalan produksi gula kristal putih untuk 3 tahun mendatang (2016, 2017, dan 2018). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda dan metode winter. Hasil dari penelitian ini adalah analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi gula dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi gula kristal putih pada Pabrik Gula Modjopanggoong dalam masa giling tahun 2015 (12 periode) adalah jumlah tebu sebagai bahan baku utama dalam pembuatan gula kristal putih karena memiliki nilai thitung yang lebih besar daripada ttabel. Sedangkan tingkat rendemen, dan jumlah tenaga kerja dan teknologi (jam berhenti) memiliki nilai thitung yang lebih kecil daripada ttabel. Peramalan produksi gula kristal putih pada Pabrik Gula Modjopanggoong selama 3 tahun mendatang yaitu tahun 2016, 2017, dan 2018 menggunakan metode winter yaitu dengan aplikasi minitab 16 diperoleh hasil bahwa hasil peramalan produksi gula kristal putih mengalami kenaikan dan penurunan. Jumlah produksi gula paling tinggi pada periode 9 tahun 2017 sebesar 4.385,30 Ton. Sedangkan peramalan produksi gula kristal putih paling rendah pada periode 1 tahun 2018 sebesar 811.66 Ton. Jumlah keseluruhan produksi gula dari tahun 2016, 2017, dan 2018 adalah sebesar 114.535,27 Ton dengan rata-rata yaitu 3.181,53 Ton. Tingkat peramalan produksi ini ditentukan oleh tingkat bahan baku yang digunakan, pada saat awal musin giling bahan baku masih sulit untuk didapatkan karena tidak semua tebu bisa digiling. Selain itu pada akhir musim giling tebu juga sulit didapatkan karena tebu yang siap digiling sudah mulai habis, salah satu yang menyebabkan tebu pada akhir musim giling ini habis adalah banyaknya petani yang mengirimkan tebu kepada pabrik gula merah yang berada di Kabupaten Tulungagung
Budidaya Benih Lobster Pasir (Panulirus Homarus) Dengan Resirculation Aquaculture System (Ras) Di Pokdakan “Pesona Bahari”, Grand Watudodol, Banyuwangi Attabik Mukhammad Amrillah; Mohamad Fadjar; Sri Andayani; Dwi Retno Andriani; I Gede Eko Putra Sri Sentanu; Attabik M. Amrillah; Diana Aisyah
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2022.008.01.6

Abstract

Puerulus or lobster seed (Panulirus homarus) often found in Banyuwangi teritory, in line with government regulations that prohibit to export lobster seeds, Lobster seed trading with seed size segmentation can be an alternative to improve the economy of people who are running the Covid19 pandemic. Seed size segmentation is needed because lobster cultivation as a consumption measure takes a long time. One of the efforts made in its cultivation in order to obtain growth rate and survival rate is Recirculation Aquaculture System (RAS). The aim of this activity is to produce “cricket” size seeds raised by RAS. Cultivation activities was carried out 2 months with different types of feed.  Parameters measured every two weeks are growth and survival rate. Water quality measured every day were temperature, DO, pH and salinity, while ammonia, nitrite, and nitrate were measured every two weeks. The results obtained was 100% survival rate.
THE INFLUENCE OF PRODUCT QUALITY, PRICE, LOCATION ON PURCHASE DECISIONS AND PURPOSE OF PURCHASE OF SOUVENIR PRODUCTS IN SIKKA REGENCY, NTT Yohana Anggriani; Djoko Koestiono; Dwi Retno Andriani
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 22 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2022.022.2.9

Abstract

Consumer satisfaction with the product will be formed when someone makes a purchase decision. Perceived satisfaction will provide benefits for the company continuously. This means that everything related to the product received by consumers at the time of purchase will determine the direction of the company's goals. This research was conducted at Aku Sikka's ole shop in Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province from May to June 2021. The purpose of this study was to analyze the effect of product quality, price, location on purchasing decisions and consumer satisfaction in purchasing ole-ole products at the Aku Sikka store. Data was collected by filling out questionnaires with a non-probability sampling technique using the accidental sampling method. The data were analyzed using structural equation modelling. The results of the PLS Structural Equation Model (SEM) analysis to examine the effect of product quality, price, and location variables on purchasing decisions and consumer satisfaction show that there is a positive and significant influence on product quality, price, and location variables on purchasing decisions and consumer satisfaction.
PREDICTING THE DETERMINANTS OF INTENTION TO REDUCE FOOD WASTE WITH FUZZY SET ANALYSIS Gilang Kurniawan; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas; Dwi Retno Andriani
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 22 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2022.022.2.7

Abstract

This study aims to predict the factors that drive the emergence of intentions to reduce food waste with a planned behavior theory approach. The study was carried out in Malang, East Java. The information was gathered through social media using a survey method with convenience sampling. The study employs fuzzy set qualitative comparative analysis (FsQCA).The research findings indicate four conditions in the subjective norm, perceived behavioral control, and feeling of guilt variables which are the core conditions needed to form an intention to reduce food waste. In addition, three of the four states were closely related to the general perception of caring and showed a tendency towards interpersonal and human-environmental awareness. Therefore, the recommended recommendation is a campaign movement that emphasizes community participation by adopting ideal food-management values that are simultaneous and supported by stimulation through public communication related to the minimization of food waste.
THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA MARKETING ON THE PURCHASE DECISION OF KOOKA COFFEE PRODUCTS USING BRAND IMAGE AS A MEDIATION VARIABLE Rishona Hanael Tauran; Dwi Retno Andriani; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas; Riyanti Isaskar
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 22 No. 3 (2022): JULY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2022.022.3.9

Abstract

This research is motivated by the increasingly high competition between coffee shops which encourages coffee shops to have more creative and innovative strategies. Some of the existing coffee shops have done social media marketing, which makes delivering product information easier, has affordable prices and has a broader market reach. Information that is shared through social media needs to be adequately packaged and attractively because it can increase customer satisfaction and brand image, which plays an essential role in the success of coffee shops during increasingly high competition. Kooka Coffee is the pioneer coffee shop that collaborates with clothing convection, producing advantages that other coffee shops do not. Kooka Coffee uses Instagram to share various marketing information that it hopes will increase its brand image in the minds of consumers and can have an impact in improving purchasing decisions. The goal of this study is to identify the most influential indicators on Kooka Coffee consumers' social media marketing, brand image, and purchasing decisions, as well as the effect of social media marketing on Instagram against brand image and purchasing decisions, and the influence of social media marketing on Kooka Coffee Malang consumers' purchasing decisions mediated by brand image.. This study used 100 respondents who were determined by the method purposive sampling. Analysis path used to calculate the effect between variables social media marketing with purchasing decision variables directly and indirectly through brand image. The analysis results show that social media marketing has a positive and significant effect on brand image, social media marketing positive and insignificant effect on purchasing decisions, brand image has a positive and significant impact on purchasing decisions, and brand image mediates with influence of social media marketing on buying decisions.
Tingkat Kerentanan Petani Mangga Podang Melalui Pendekatan Sustainable Livelihood Di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri Demmy Filsafa Ratna Putra; Dwi Retno Andriani; Fadli Mulyadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.12

Abstract

Kondisi kerentanan rumah tangga petani efek dari adanya perubahan iklim. Hal tersebut dikarenakan intensitas hujan yang tidak menentu dalam 2 tahun terakhir. Pernyataan diatas sesuai dengan kondisi lapang, bahwa perubahan iklim berdampak pada proses pembungaan yang tidak maksimal sehingga produksi manga podang menjadi turun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan penghidupan petani manga podang di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model survei, melalui penggalian data menggunakan kuisioner. Alat analisis dengan pendekatan kuantitatif berupa livelihood vulnerability index (LVI) untuk mengetahui sejauh mana tingkat kerentanan melalui sustainable livelihood framework (SLF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 modal utama dalam analisis  livelihood vulnerability index (LVI) yaitu modal manusia (48,81 %), modal sosial  (41.42%), modal fisik (63.33) modal alam (51.42 %) dan modal finansial (44,83 %). Tingkat kerentanan dari ke-5 modal, maka modal yang paling rentan dalam menunjang pengembangan usahatani mangga podang di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri adalah modal fisik.
THE IMPACT OF ENVIRONMENTAL KNOWLEDGE AND SELF-TRANSCENDENCE TOWARD GREEN PURCHASE INTENTION ON STUDENTS Nisrina Qotrunnada; Hery Toiba; Fitrotul Laili; Dwi Retno Andriani; Budi Setiawan
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 23 No. 2 (2023): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2023.023.2.5

Abstract

The increasing number of consumers’ purchase intention on green products can be seen through the rising number of individuals who are willing to pay more for these products, and it proves this problem has attracted the attention of many circles. This article aims to examine what factors can influence the growth of student purchase intention on green products. The expansion of the Theory of Planned Behaviour was carried out to include two factors that are expected to influence student purchase intention, namely environmental knowledge and self-transcendence. Cluster random sampling is used to select samples that previously have been calculated using the Taro Yamane formula and the Parel formula with a total sample size of 136 samples. The results processed with the SEM-PLS (Structural Equation Model - Partial Least Square) showed that environmental knowledge was found to be unable to influence student purchase intention on green products, this is supported by the statement that high knowledge is not always in line with attitudes and practices generated. Self-transcendence was found to affect the growth of student purchase intention in green products, and this can happen because self-transcendence can affect the formation of consumer purchase intention.
Co-Authors Abdul Wahib Muhaimin Abdul Wahib Muhaimin Ach Ainur Rohman Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas Ahmad Bagus Sudrajad, Ahmad Bagus Anam, Moch Alawy Syaiful ARMIETA AYU IRIANTI Artika, Siti Ary Rahmady Pratama, Ary Rahmady Attabik M. Amrillah Attabik Mukhammad Amrillah Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Demmy Filsafa Ratna Putra Diana Aisyah Djoko Koestiono Djoko Koestiono Djoko Koestiono Fadli Mulyadi Fitria Dina Riana Fitrotul Laili Fransiska Dwi L. Gilang Kurniawan Gutama, Wisynu A. H.W., Agustina Shinta Hamdayyuwaafi, M. Wildan Haried, Dio Nanda Hasna Luthfiyyan Febriandani Heru Santoso Hery Toiba Iwan Zuhdi Kusdianasari, Milla Febry Lukman Nurhuda Maulani, Ratri MOHAMAD FADJAR Mr. I Gede Eko Putra Sri Sentanu Nisrina Qotrunnada Noor, Arif Yustian Maulana Novi Setyaningrum Novia, Dian Ayu Nuhfil Hanani Parlindungan, Soaniton David Stefanus Prameswari, Syera Aqila Prasetya, Joko Agus Pratiwi S, Aprilia Desi Purba, Pebli Adenesli Puteri, Alya S. Putri, Rizkia Eka Ramadanti, Tanya Aulia Rayesa, Neza Fadia Riana, Fitria D. Rianzani, Dian Muji Rini Dwiastuti Rishona Hanael Tauran Riyadi, Sahrul Dwi Riyanti Isaskar Rosihan Asmara Sani, Evina Nahdiya Septia Purfadila Setyaningrum, Novi Shinta, Agustina Sinaga, Riska Elsa Rianty Siti Artika Sri Andayani Sri Sentanu, I Gede Eko Putra Syafrial Syafrial Wahyuningtyas, Agustina Shinta Hartati Yohana Anggriani yulianti, Nurdiana Yusti Mauriska Choirunnisa Zuhdi, Iwan