Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Angka Kejadian Stunting Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhinya Pada Balita Usia 2–5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang Pada Tahun 2020 Faisal, Abdul Azis; Sari, Jelita Inayah; Darmawansyih, Darmawansyih; Tanri, Hamidah; S.Puyu , Dasrul
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 8 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i8.32439

Abstract

Stunting is a growth disorder in children, characterized by height that is below the expected standard for their age, leading to delays in physical and cognitive development. This study aims to determine the prevalence of stunting in children aged 2-5 years at the working area of Puskesmas Kota, Enrekang Subdistrict, Enrekang District, in 2020, and analyze the factors influencing stunting occurrence. The study used an observational method with a cross-sectional approach, involving 87 children as samples. Data were collected through interviews, questionnaires, and anthropometric measurements. The results revealed that 63.2% of the children were stunted, and the factors influencing stunting included parenting patterns, parental education level, parental financial status, and parental height. Statistical tests showed a significant relationship between these factors and the occurrence of stunting in children (p<0.05). The conclusion of this study is that high prevalence of stunting is influenced by parenting, education, financial status, and parental height in Puskesmas Kota, Enrekang
The Relationship between Nutritional Status and Intellectual Intelligence In 4th-5th Grade Students at SD N 219 Inpres Pannambungan, Maros Bulkis, Audya; Darmawansyih, Darmawansyih; Azis, Asrul Abdul; Suryaningsih, Rista
Indonesian Health Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v3i4.587

Abstract

Nutritional status is a measure of the condition of a person's body, which can be seen from the food consumed and the use of substances in the body. The purpose of this study is to determine the relationship between nutritional status and intellectual intelligence in elementary school children in grades 4-5 at SDN 219 Inpres Pannambungan. In this study, the research design was observational, with a cross-sectional approach using total sampling. This study uses an intellectual intelligence test tool, namely the CFIT (Culture Fair Intelligence Test. Data analysis was carried out using the SPSS application by conducting univariate analysis related to respondent characteristics, independent variables, and dependent variables, then continued by conducting bivariate analysis, namely the Kolmogorov-Smirnov normality test and the Spearman correlation test. The results of this study showed that the correlation value (-2.72) with the probability value or error level (p=0.035) was smaller than the significant standard value (a=0.05). This study concludes that there is a significant relationship between nutritional status and the intellectual intelligence of children of SDN 219 Pannambungan Presidential Instruction Maros Regency.
Dampak Pemberian Air Susu Ibu Terhadap Pertumbuhan Bayi pada Usia 0-6 Bulan dengan Riwayat Berat Lahir Rendah di Puskesmas Kota Makassar Tahun 2020-2022 Firman, Sri Rahayu; Darmawansyih, Darmawansyih; Jalaluddin, Syatirah; Anastasia, Rizka
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.230-5

Abstract

Latar belakang. Pertumbuhan bayi dengan riwayat berat lahir rendah dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi selanjutnya, karena berat lahir yang kurang membutuhkan waktu untuk mencapai berat badan yang normal. Pemberian ASI dapat mengoptimalkan pertumbuhan bayi karena dapat mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, maupun sosial. Tujuan. Mengetahui hubungan pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan dengan riwayat berat lahir rendah di puskesmas kota Makassar.Metode. Penelitian analitik obsevasional dengan desain cross sectional dilakukan di puskesmas kota makassar pada bulan November-Desember 2022. Kriteria inklusi adalah bayi berusia 0-6 bulan, bayi usia >6-60 bulan yang memiliki data berat badan dan panjang badan lengkap pada usia 0-6 bulan, ibu yang bersedia menjadi responden dan tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi, tinggal di wilayah puskesmas Tamagapa, Antang, Bira, dan Jongaya. Kriteria eksklusi adalah bayi yang sedang sakit kronis, memiliki kelainan kongenital, meninggal saat penelitian, dan ibu yang berpindah domisili saat penelitian berlangsung. Hasil. Hasil uji bivariat chi square menunjukkan adanya hubungan pemberian ASI terhadap pertumbuhan berat badan dan panjang badan menurut umur bayi (p 0,000). Bayi yang diberikan ASI memiliki pertumbuhan (BB/U) normal sebanyak 78 bayi (48,8%) dan yang tidak normal sebanyak 15 bayi (9,4%) Sedangkan bayi yang diberikan ASI memiliki pertumbuhan (PB/U) normal sebanyak 58 bayi (36,3%) dan yang tidak normal sebanyak 35 bayi (21,9%).Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan dengan riwayat berat lahir rendah.
Hubungan antara Pola Tidur dan Kebiasaan Makan Junkfood dengan Overweight Pada Mahasiswa Kedokteran UIN Alauddin Makassar Deviana, Deviana; Gama, Arlina Wiyata; Darmawansyih, Darmawansyih; Purnamaniswaty, Purnamaniswaty; Hakim, Azizul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19045

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), Angka kejadian overweight pada usia (>18 tahun) di dunia, cenderung mengalami peningkatan dengan prevalensi sebesar 11% pada laki-laki dan 15% pada perempuan. Risiko terjadinya overweight semakin meningkat apabila seseorang sering mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi atau junkfood dan pada seseorang dengan pola tidur yang buruk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pola tidur serta kebiasaan makan junkfood terhadap kejadian overweight. Desain penelitian ini adalah cross sectional dan kuantitatif deskriptif. Sampel berjumlah 140 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan timbangan digital, microtoice, kuisioner food frequency Questionnaire (FFQ) dan the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI. Data diuji dengan uji korelasi contingency coeffesient. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pola tidur dengan kejadian overweight dengan p-value 0,072 dan terdapat hubungan antara kebiasaan makan junkfood dengan kejadian overweight dengan p-value 0,030.
The Effect of Antihypertensive Drugs on Blood Pressure in Preeclamptic Women at RSIA Ananda Makassar in 2020-2022 Nurrohmah; Darmawansyih; Dewi Setiawati; Andi Sitti Rahma; Zulfahmi Alwi
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 4 (2025): IJHET NOVEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still very high, especially maternal mortality where in 2015 the maternal mortality rate (MMR) in Indonesia reached 305 per 100,000 live births caused by bleeding, infection and preeclampsia. This study aims to determine the effect of administering antihypertensive drugs on the blood pressure of preeclamptic mothers at RSIA Ananda Makassar in 2020-2022. Method: Quantitative research with a cross-sectional research design using a total sampling technique, where the number of samples is the same as the population. The samples in this study were mothers diagnosed with preeclampsia at the Ananda Mother and Child Hospital in Makassar, taking into account the inclusion and exclusion criteria. The number of samples in this study was 80 people. Result: Data analysis was carried out univariate and bivariate. Bivariate analysis of the effect of administering antihypertensive drugs on initial and discharge systolic blood pressure using the Wilcoxon test obtained a P-value <0.01 and for initial and discharge diastolic blood pressure a P-value <0.01 was obtained. Changes in decreasing systolic blood pressure using the Mann Whitney test obtained a P-value of <0.01 and diastolic blood pressure obtained a P-value of 0.027 Conclusion: There is an effect of administering antihypertensive drugs on the blood pressure of preeclamptic mothers at RSIA Ananda Makassar in 2020-2022
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL DI PUSKESMAS MINASA UPA Fhadilah, Rizka; Setiawati, Dewi; Darmawansyih; Muchtar, Veraferial; Pababbari, Musafir; Anton, Sri Sulistyawati
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v8i2.5221

Abstract

Kesehatan mental selama kehamilan merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil secara menyeluruh, karena kondisi psikologis ibu hamil berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, pendidikan, pemeriksaan ANC (antenatal care), pekerjaan, status ekonomi, paritas, riwayat komplikasi kehamilan, serta dukungan sosial dan keluarga dengan derajat kesehatan mental ibu hamil khususnya di Puskesmas Minasa Upa. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan pada 207 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat ANC (antenatal care) (p = 0,001), status ekonomi (p < 0,001), paritas (p < 0,001), riwayat komplikasi kehamilan (p < 0,001), serta dukungan sosial dan keluarga (p < 0,001) dengan derajat kesehatan mental ibu hamil. Sebaliknya, usia (p = 0,418), pendidikan (p = 0,856), dan pekerjaan (p = 0,311) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa faktor ekonomi, riwayat ANC (antenatal care), pengalaman kehamilan sebelumnya, serta dukungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi yang memperkuat dukungan sosial serta meningkatkan akses dan kualitas layanan ANC (antenatal care), terutama bagi kelompok ibu hamil yang berisiko, perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan ibu hamil.