Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Khasiat Buah Manggis Untuk Kehidupan Syakir, Darmawansyih
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 1 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana) is the fruits with all special quality and better than other fruits. It is not only its flesh but also its mangosteen skin is rich of essence which is beneficial to the bodily health.  It is such as xanthone essence, antosianin essence which is categorized as antioxidant. The antioxidant of xanthone which can be found in mangosteen skin is much more than other fruits.
Preparasi Kulit Ekstrak Kulit Buah Manggis Untuk Penangkal Diabetes D, Darmawansyih
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah manggis yang merupakan buah tropis mengandung antioksidan yang tinggi terutama pada kulitnya. Antioksidan dapat bereaksi dengan radikal bebas dan mencegah kapasitas radikal bebas menimbulkan kerusakan pada sel, jaringan dan atau organ. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana) memiliki pengaruh terhadap kadar glukosa darah mencit (Mus musculus L.) diabetik yang diinduksi aloksan dengan menurunkan secara signifikan kadar glukosa darah yakni dengan nilai statistik 0,005 dengan p < 0,05. Perlu pengujian lanjutan secara histologi untuk melihat perbaikan sel β pankreas secara mikroskopik pada penggunaan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana) pada mencit (Mus musculus L.) diabetik yang diinduksi aloksan. Perlu pengujian lanjutan berupa uji klinik dengan memberikan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana) pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 1 di klinik.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, glukosa darah, kulit buah manggis
Gambaran Faktor Risiko Malnutrisi pada Anak Balita di Wilayah Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Tahun 2019 Perdana, Hidro Muhammad; Darmawansyih, Darmawansyih; Faradilla, Andi
UMI Medical Journal Vol 5 No 1 (2020): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v5i1.74

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, angka kejadian gizi kurang pada balita sebesar 17,7%. Wilayah Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan peringkat 10 tertinggi untuk prevalensi gizi kurang/malnutrisi dan gizi buruk pada balita yaitu 25,6%, dan 6,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko gizi kurang pada anak balita di Wilayah Kecamatan Tamalanrea. Metode: Jumlah sampel pada penelitian ini 77 anak balita dengan gizi kurang. Adapun pengambilan data pada penelitian ini berdasarkan angka kejadian malnutrisi pada anak balita di beberapa Puskesmas Kecamatan Tamalanrea, data rekam medis dan melakukan interview langsung dengan menggunakan kuisioner. Faktor risiko yang diteliti adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, riwayat berat badan lahir, tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua, dan status sosial ekonomi. Hasil: Dari 77 sampel pasien dengan gizi kurang, terdapat 59 (76,6%) anak balita yang tidak diberikan ASI eksklusif dengan gizi kurang, 39 (50,6%) anak balita yang memilki riwayat penyakit infeksi dengan gizi kurang, 42 (54,5%) anak balita yang memiliki riwayat berat badan lahir rendah dengan gizi kurang, 59 (76,6%) orang tua dari pasien dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang kurang dengan gizi kurang, 48 (62,3%) keluarga dengan status sosial ekonomi yang rendah dengan gizi kurang. Kesimpulan: Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, memiliki riwayat penyakit infeksi, memiliki riwayat berat lahir rendah, memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah, dan status sosial ekonomi yang rendah lebih banyak mengalami malnutrisi.
Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Nifas Menggunakan Jasa Dukun di Wilayah Kerja Puskesmas Bontomarannu Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar 2017 Kurniati Kurniati; Nadyah Nadyah; Darmawansyih Darmawansyih
Jurnal Midwifery Vol 1 No 1 (2019): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v1i1.7535

Abstract

Pendahuluan persalinan adalah Salah satu kasus kesehatan yang masih banyak terjadi di Indonesia dengan pertolongan oleh dukun bayi. Banyak faktor yang memepengaruhi sebagian ibu menggunakan jasa dukun dalam menolong persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi ibu nifas menggunakan jasa dukun di Wilayah Kerja Puskesmas Bontomarannu Kec. Galesong Selatan Kab. Takalar. Dengan penelitian deskriptif pada bulan Oktober – November 2017. Populasi dalam penelitian ini semua ibu nifas yang berada di Puskesmas Bontomarannu. Teknik dalam penelitian yang diambil menggunakan purposivesampling sebanyak 36 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik sebagian besar responden adalah sebagai berikut, ibu dengan pendidikan terakhir terbanyak SD yaitu sebanyak 18 responden (50,0%), pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga yaitu sebanyak 31 responden (86,1%). Beberapa alasan ibu menggunakan jasa dukun dalam proses persalinan antara lain : pengetahuan yang rendah sebanyak 30 responden (83,3%), tempat praktik dukun lebih dekat dengan tempat tinggal (69,4%), melahirkan di rumah sakit butuh banyak biaya (100%), semua keluarga melahirkan di dukun (77,8%), lebih percaya pada dukun dibandingkan petugas kesehatan (77,8%), sudah sering menggunakan jasa dukun (61,1%), banyak jasa dukun di lingkungan sekitar (69,4%), dan dukungan dari keluarga untuk menggunakan jasa dukun (88,9%)..Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini, sebaiknya petugas kesehatan terutama bidan bekerja sama dengan instansi kesehatan mengadakan kegiatan penyuluhan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi bagi ibu tentang pemilihan penolong persalinan yang tepat.pemantauan dan analisa data pada Ny “N” dengan Usia Kehamilan Preterm di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2018 yakni dari kala I sampai kala IV, tidak ditemukannya komplikasi pada ibu ditandai dengan tanda-tanda vital dalam batas normal, serta bayi mengalami asfiksia ringan disertai BBLR.
Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi pada Ny “S” dengan Mioma Submukosa di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tanggal 04 Februari – 25 Februari Tahun 2019 Astuti Astuti; Anieq Mumthi’ah Al Kautzar; Darmawansyih Darmawansyih
Jurnal Midwifery Vol 2 No 1 (2020): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v2i1.13150

Abstract

Pendahuluan Mioma uteri adalah tumor jinak uterus yang mengandung sel-sel otot polos dan jaringan ikat dengan ciri bulat, keras, berwarna merah muda pucat. Umumnya berlokasi pada korpus uteri.Metode Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reroduksi pada Ny “S” dengan Mioma Submukosa di RSUD Syekh Yusuf  Gowa Tahun 2019 sesuai Manejemen Asuhan Kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP.Hasil Asuhan yang diberikan pada Ny “S” pada kasus mioma submukosa yaitu dilakukan dengan pemberian asuhan yang sesuai standar operasional serta melakukan upaya pencegahan komplikasi terjadinya torsi (putaran tungkai), infeksi, dan keganasan, serta dilakukan pemantauan dan asuhan manajemen kebidanan dilakukan pemantauan selama dua hari sebelum operasi dan tiga hari setelah operasi dan melakukan kunjungan rumah selama tiga kali.Kesimpulan dari kasus yaitu diantaranya pendokumentasian dalam bentuk SOAP yang digunakan untuk proses penyelesaian masalah kebidanan telah dilaksanakan pengkajian berupa pemantauan dari analisa data pada Ny “S” dengan Mioma Submukosa Di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2019. Yakni dari pengkajian sebelum operasi dan setelah operasi tidak ditemukan komplikasi pada ibu di tandai dengan tanda-tanda vital normal, dan pengankatan tumor berjalan normal
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ”M” DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM PADA TANGGAL 12 SEPTEMBER S.D. 25 OKTOBER DI RSUD SYEKH YUSUF GOWA TAHUN 2019 Riski Sahid; Darmawansyih Darmawansyih
Jurnal Midwifery Vol 2 No 2 (2020): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jm.v2i2a5

Abstract

Pendahuluan Perdarahan Postpartum merupakan penyebab kematian terbesar pada ibu yang ditandai dengan kehilangan darah lebih dari 500 ml. Salah satu penyebab Perdarahan yaitu Retensio Plasenta. Retensio Plasenta adalah tertinggalnya Plasenta di dalam uterus 30 menit setelah bayi lahir yang menyebabkan Perdarahan dan perlu dilakukan tindakan segera seperti Manual Plasenta. Metode Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk melaksanakan Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ibu dengan Perdarahan Postpartum di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2019 sesuai dengan 7 langkah Varney dan SOAP. Hasil Penanganan yang diberikan kepada Ibu dengan Retensio Plasenta yakni dengan melakukan tindakan pemasangan infus RL + drips Oxytosin 2 ampl, kolaborasi dengan dokter untuk melakukan Manual plasenta, pemberian antibiotik, melakukan Pemeriksaan USG serta memantau Kala IV di RSUD Syekh Yusuf Kab. Gowa Tahun 2019 Kesimpulan dari studi kasus dengan Manajemen Asuhan Kebidanan 7 Langkah Varney dan SOAP yakni dari hari pertama sampai hari ketiga berlangsung normal yang ditandai dengan Plasenta dapat lahir tanpa ada sisa Plasenta, anemia teratasi, syok tidak terjadi, tanda-tanda infeksi tidak tampak serta tanda-tanda vital dalam batas normal. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada kesenjangan antara tinjauan kasus dan tinjauan teori.    
Khasiat Buah Manggis Untuk Kehidupan Darmawansyih Syakir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana) is the fruits with all special quality and better than other fruits. It is not only its flesh but also its mangosteen skin is rich of essence which is beneficial to the bodily health.  It is such as xanthone essence, antosianin essence which is categorized as antioxidant. The antioxidant of xanthone which can be found in mangosteen skin is much more than other fruits.
Gambaran Faktor Risiko Malnutrisi pada Anak Balita di Wilayah Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Tahun 2019 Hidro Muhammad Perdana; Darmawansyih Darmawansyih; Andi Faradilla
UMI Medical Journal Vol 5 No 1 (2020): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v5i1.74

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, angka kejadian gizi kurang pada balita sebesar 17,7%. Wilayah Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan peringkat 10 tertinggi untuk prevalensi gizi kurang/malnutrisi dan gizi buruk pada balita yaitu 25,6%, dan 6,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko gizi kurang pada anak balita di Wilayah Kecamatan Tamalanrea. Metode: Jumlah sampel pada penelitian ini 77 anak balita dengan gizi kurang. Adapun pengambilan data pada penelitian ini berdasarkan angka kejadian malnutrisi pada anak balita di beberapa Puskesmas Kecamatan Tamalanrea, data rekam medis dan melakukan interview langsung dengan menggunakan kuisioner. Faktor risiko yang diteliti adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, riwayat berat badan lahir, tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua, dan status sosial ekonomi. Hasil: Dari 77 sampel pasien dengan gizi kurang, terdapat 59 (76,6%) anak balita yang tidak diberikan ASI eksklusif dengan gizi kurang, 39 (50,6%) anak balita yang memilki riwayat penyakit infeksi dengan gizi kurang, 42 (54,5%) anak balita yang memiliki riwayat berat badan lahir rendah dengan gizi kurang, 59 (76,6%) orang tua dari pasien dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang kurang dengan gizi kurang, 48 (62,3%) keluarga dengan status sosial ekonomi yang rendah dengan gizi kurang. Kesimpulan: Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, memiliki riwayat penyakit infeksi, memiliki riwayat berat lahir rendah, memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah, dan status sosial ekonomi yang rendah lebih banyak mengalami malnutrisi.
Preparasi Kulit Ekstrak Kulit Buah Manggis Untuk Penangkal Diabetes Darmawansyih Darmawansyih
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2113

Abstract

Buah manggis yang merupakan buah tropis mengandung antioksidan yang tinggi terutama pada kulitnya.    Antioksidan  dapat  bereaksi  dengan radikal  bebas  dan  mencegah  kapasitas  radikal  bebas menimbulkan  kerusakan  pada  sel,  jaringan  dan  atau  organ.  Hasil  penelitian  menunjukkan  ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana) memiliki pengaruh terhadap kadar glukosa darah mencit  (Mus  musculus L.) diabetik  yang  diinduksi  aloksan  dengan  menurunkan  secara  signifikan kadar  glukosa  darah  yakni  dengan  nilai  statistik  0,005  dengan  p  <  0,05.  Perlu  pengujian  lanjutan secara histologi untuk melihat perbaikan sel β pankreas secara mikroskopik pada penggunaan ekstrak etanol  kulit  buah  manggis (Garcinia  mangostana) pada  mencit (Mus  musculus L.) diabetik  yang diinduksi aloksan. Perlu pengujian lanjutan berupa uji klinik dengan memberikan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana) pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 1 di klinik.
AN OVERVIEW ABOUT THE USE OF ANTIBIOTIC IN PREGNANCY AND NURSING MOTHER IN MAKASSAR Darmawansyih Darmawansyih; Nadyah Haruna
Molucca Medica VOLUME 10, NOMOR 2, OKTOBER 2017
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.748 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2017.v10.i2.102

Abstract

Introduction. Pregnancy is a physiological process that needs to be well prepared due to the correlation from mother and the fetus. By the same token nursing is also alike that all the substances which consumed by the mother will get in to fetal circulation. It can be denied that the condition in our community drug consumption on pregnancies women and nursing whom use drugs and supplements during the period of organogenesis progress will give a high risk of fetal defects and adverse impact to their baby. Aims. For that reasons the aim of this study is to describe the use of antibiotics in pregnancy and nursing mother in the Pertiwi Maternal and Child’s Hospital, Makassar 2014. Methods. This study was descriptive that involve all pregnancies and nursing mothers who use antibiotic are the population. Total sampling as much as 32 pregnancies and 329 nursing mothers who used antibiotics taken from Pertiwi Maternal and Child’s Hospital. Result. Some principal findings from this study are first during pregnancy the main cause that made the pregnancies used antibiotics depending on the illness experienced. Another finding is the most antibiotics that used by the pregnancies are Amoxicillin, Ampicillin and Cefadroxil where some of them bought it by their self without prescription. Another crucial finding is 329 nursing mothers use amoxicillin because of the rupture of the perineum without sensibility test before. Conclusion. This study can be drawn principal that antibiotics are the most widely used and safest when compared with other antibiotics is amoxicillin and ampicillin from the penicillin group. Another conclusion that can be drawn is the use of antibiotics during pregnancy should take into consideration several aspects, circumstances or maternal disease and the possibility of teratogenic drugs.