Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS VARIABILITAS TEMPERATUR UDARA DI DAERAH KOTOTABANG PERIODE 2003 – 2012 Hafni, Wildan; Pujiastuti, Dwi; Harjupa, Wendi
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang analisis variabilitas temperatur udara selama periode 2003-2012 di daerah Kototabang. Temperatur udara diukur dengan optical rain gauge (ORG) dengan sampling data temperatur setiap satu menit. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai batas atas tertinggi yaitu 32,2 °C dan nilai batas bawah terendah yaitu 19,0 °C. Pola rata-rata temperatur di Kototabang mulai mengalami kenaikan pada pukul 07:00–08:00 WIB dan mengalami puncaknya pada pukul 12:00–13:00 WIB. Dari pukul 13:00-14:00 temperatur mengalami penurunan hingga pada pukul 19:00–20:00 WIB dan temperatur mulai stabil hingga pukul 23:00-24:00 WIB. Nilai rata-rata temperatur harian tertinggi di Kototabang terjadi pada tanggal 11 Juni 2010 yaitu sebesar 25,4 °C dan nilai rata-rata temperatur terendah terjadi pada tanggal 3 September 2007 yaitu sebesar 18,8 °C. Temperatur bulanan tertinggi terjadi pada bulan Mei yaitu 23 °C dan terendah terjadi pada bulan Desember yaitu 22 °C. Rata-rata temperatur bulanan tertinggi terjadi pada saat curah hujan bulanan terendah dan begitu pula sebaliknya. Temperatur tahunan tertinggi terjadi pada tahun 2003 yaitu 22,4 °C dan yang terendah terjadi pada tahun 2008 yaitu 21,9 °C. Secara umum kenaikan dan penurunan temperatur masih berada dalam range batas atas dan batas bawah kecuali untuk rata-rata temperatur harian terendah. Faktor lokal masih mendominasi pola temperatur di Kototabang dan tidak adanya kecendrungan kenaikan temperatur di Kototabang akibat faktor global.Kata kunci : Variabilitas, temperatur udara, KototabangAbstractThe research about variability analysis of air temperature for 2003-2012 in Kototabang area has been conducted.  Air temperature were measured using optical rain gauge (ORG) with temperature data sampling was every minute. Results show that the value of upper limit was 32.2 °C and the value of lower limit was 19.0 °C. The average daily temperature in Kototabang start to increased at 07:00-08:00 and the reached the highest value at 12:00-13:00. The temperature decreased from 13:00-14:00 until 19:00-20:00 and start to stabile at 23:00-24:00. The highest of average daily temperature occurred at June 11, 2010 that was 25.4 °C. The lowest average daily temperature occurred at September 3, 2007. Its value was 18.8 °C. The highest monthly temperature was 23 °C in May and the lowest temperature was 22 °C in December.  The highest monthly temperature occurred when the rainfall was the lowest and the lowest temperature occurred when the rainfall was the highest. The highest annual temperature was 22.4 °C in 2003 and the lower annual temperature was 21.9 °C in 2008. In general, the increasing and decreasing of temperature was still in upper and lower limit, axcept for the lower average daily temperature.  Local factor was still predominate the temperature pattern in Kototabang and there was no increasing temperature trend that caused by global factor in Kototabang.Keywords : Variability, air temperature, Kototabang
ANALISIS PENYEBARAN SANDSTONES DAN FLUIDA HIDROKARBON MENGGUNAKAN INVERSI EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE (EEI) PADA LAPISAN “H” FORMASI CIBULAKAN DI LAPANGAN “X”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Reflidawati, Wiwit; Pujiastuti, Dwi; Edwiza, Daz; Pramudito, Dimas
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian menggunakan inversi Extended Elastis Impedance (EEI) untuk melihat parameter yang dapat memisahkan sandstones dan fluida hidrokarbon, serta bagaimana penyebarannya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter yang sensitif untuk penyebaran sandstones adalah gamma ray, sedangkan parameter yang sensitif untuk penyebaran fluida hidrokarbon adalah lambdharho. Dari hasil crossplot diperoleh koefisien korelasi tertinggi untuk gamma ray adalah 0,772 yang ekuivalen dengan sudut EEI 60. Koefisien korelasi tertinggi untuk dengan nilai 0,934  diperoleh dari sudut EEI 22 yang ekuivalen dengan lambdharho. Hasil inversi EEI dengan sudut 60 diketahui bahwa penyebaran sandstones banyak terdapat pada bagian barat daya dari sumur penelitian. Sedangkan penyebaran fluida hidrokarbon banyak terdapat pada bagian selatan sumur penelitian yang diperoleh dari hasil inversi sudut EEI 22. Kata kunci : Extended Elastis Impedance (EEI), gamma ray, Lambdharho, sandstones, fluida  hidrokarbonAbstractResearch has been done using the Extended Elastic Impedance (EEI) inversion to view the parameters that could separate sandstones and fluid hydrocarbons, as well how it spreads. The sensitivity analysis shows that the sensitive parameters to the spread of sandstones are gamma ray, while a sensitive parameter for the spread of  hydrocarbon fluid is lambdharho. From the results obtained crossplot highest correlation coefficient for gamma ray is 0.772 which is equivalent to the angle EEI 60. The highest correlation coefficient with a value of 0.934 obtained from EEI corner 22 which is equivalent to lambdharho. EEI inversion results with an angle of 60 known that the spread sandstones numerous in the southwestern part of the research wells. While the spread of many hydrocarbon fluid contained in the southern part of the research wells obtained from the inversion angle EEI 22.Keywords: Extended Elastic Impedance (EEI), gamma ray, Lambdharho, sandstones, hydrocarbon fluid
ANALISIS PENYEBARAN IMPEDANSI AKUSTIK DAN POROSITAS PADA RESERVOAR BATUGAMPING FORMASI CIBULAKAN LAPANGAN “S” MENGGUNAKAN METODE INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK -, Herifa; Pujiastuti, Dwi; Edwiza, Daz; Razi, Muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang analisis penyebaran impedansi akustik dan porositas pada reservoar batugamping formasi Cibulakan Lapangan “S” menggunakan metode inversi impedansi akustik. Metode inversi impedansi akustik yang digunakan adalah metode sparse spike yaitu metode yang mengutamakan spike-spike yang besar. Hasil inversi menunjukkan nilai impedansi akustik pada sumur HR-01 sebesar 8400-9000 g/m2s dan nilai porositas sebesar 0,208-0,210 sedangkan pada sumur HR-04 memiliki nilai impedansi akustik sebesar 7500-8000 g/m2s dan nilai porositas sebesar 0,224-0,226.  Menurut peta penyebaran IA semakin ke selatan hidrokarbon semakin meningkat. Sedangkan dari  peta penyebaran porositas diketahui, semakin ke selatan  nilai porositas semakin menurun. Kata kunci :  litologi, porositas, metode sparse spike, formasi Cibulakan.AbstractA research about analysis of spreading of acoustic impedance and porosity in limestones reservoir at field “S” of Cibulakan Formation using acoustic impedance inversion has been conducted.. The research used the sparse spike method which only considers the dominant spike. Result of inversion shows that HR-01 well has acoustic impedance 8400-9000 g/m2s and porosity 0,208-0,210 and HR-04 well has acoustic impedance 7500-8000 g/m2s and porosity 0,224-0,226. According to the acoustic impedance spreading map, further to the south  hydrocarbon is  increased. According to the map of porosity, further to the south is decreased. Keywords : lithology, porosity, sparse spike method, Cibulakan formation.
ANALISIS PERBANDINGAN ANOMALI FREKUENSI KRITIS LAPISAN ES DAN F2 IONOSFIR YANG MERUPAKAN PREKURSOR GEMPA ACEH PADA TANGGAL 07 APRIL 2010 Indriani, Desi; Pujiastuti, Dwi; -, Ednofri
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis kualitatif untuk melihat perbandingan anomali frekuensi kritis lapisan Es dan F2 ionosfir saat terjadinya gempa Aceh pada tanggal 07 April 2010.Data ionosfir yang digunakan berasal dari hasil rekaman ionosonda FMCW, LAPAN Kototabang, Sumatera Barat berupa ionogram pada tanggal 24 Maret – 14 April 2010. Proses scaling ionogram dilakukan terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai harian fo pada masing-masing lapisan.  Dari hasil scaling didapatkan nilai median untuk menentukan nilai batas atas dan batas bawah.  Prekursor akan terlihat apabila nilai median melebihi batas atas atau batas bawah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa prekursor mulai muncul pada 14 hari sebelum gempa pada lapisan foF2. Total kemunculan prekursor pada lapisan foEs adalah 4 kali dan pada lapisan foF2 sebanyak 8 kali. Dari analisis yang telah dilakukan, terdapat ketidaksamaan respon yang terjadi pada masing-masing lapisan ionosfir. Penyebab terjadinya ketidaksamaan respon diduga karena jarak masing-masing lapisan ionosfir terhadap matahari berbeda sehingga radioaktifitas yang dihasilkan juga berbeda.Kata kunci : frekuensi kritis, ionosfir, prekursor gempa.AbstractA qualitative analysis has been conducted to compare the anomaly of critical frequency of Es and F2 layer of ionospheric during Aceh earthquake on April 7th, 2010. The records of ionosonda FMCW of LAPAN Kototabang West Sumatra was used as ionospheric data in ionogram form. The scalling process of ionogram was done in advance to get the daily point of fo for each layer.  From scaling founded median to determine up boundary and down boundary. When the median bigger than up boundary or down boundary, precursor will be seen. Resault show that the precursor firstly appear at 14 days before the earthquake on layer foF2. Total appearence of precursor on layer foEs is 4 times and on layer foF2 is 8 times. Based on the analysis, it was found that inequality response was happened in each layer of ionosphere. Expectedly, the cause of inequality response was happened because of the distance differences for each ionosphere layer to the sun so resulted different radioactivity.Keywords: critical frequency, ionosphere, earthquake precursors.
ESTIMASI NILAI PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN SKENARIO GEMPA BUMI DI WILAYAH SIBERUT DENGAN MENGGUNAKAN RUMUSAN SI AND MIDORIKAWA (1999) Syafriana, Denisa; Pujiastuti, Dwi; Sabarani, Andiyansyah Z
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan estimasi nilai percepatan tanah maksimum di Sumatera Barat berdasarkan skenario gempa bumi di wilayah Siberut. Rumusan empiris Si and Midorikawa (1999) digunakan untuk mencari nilai percepatan tanah maksimum dan rumusan empiris Murphy O’Brein untuk mencari nilai intensitas. Skenario gempa bumi dibuat dengan variasi magnitudo yaitu 8,0 Mw, 8,5 Mw, dan 8,9 Mw, variasi kedalaman hiposenter di 50 km (zona sesar Mentawai), 20 km (zona subduksi kerak), dan 70 km (zona subduksi inter-plate). Nilai percepatan tanah maksimum untuk tiap kabupaten/kota di Sumatera Barat dihitung dengan menggunakan posisi kabupaten/kota sebagai titik acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai percepatan tanah maksimum dan intensitas terbesar untuk semua skenario berada di pulau Siberut. Wilayah yang paling rentan terhadap kejadian gempa bumi baik di zona sesar Mentawai maupun di zona subduksi adalah Pulau Siberut dan diikuti dengan Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang. Sebagian wilayah yang berada di Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi juga rentan terhadap kejadian gempa bumi.Kata kunci : gempa bumi, percepatan tanah maksimum, intensitas, Kepulauan MentawaiAbstractAn estimation of peak ground acceleration values estimated in West Sumatra based on earthquake scenario in the Siberut area has been performed. Si and Midorikawa (1999) empirical formula was used to estimate peak ground acceleration value and Murphy O'Brein empirical formula was used to calculate the intensity value. Scenarios of earthquake were made with various magnitude i.e 8,0 Mw, 8,5 Mw and 8,9 Mw, various hypocenter depth 50 km (Mentawai fault zone), 20 km (subduction crust zone), and 70 km (subduction inter-plate zone). Peak ground acceleration value of each district/city in West Sumatra were calculated using the position of district/city as a reference point. The result of analysis shows that the Siberut island has the highest peak ground acceleration of value and intensity value for all scenarios. The most susceptible area to the earthquake event both in the Mentawai fault zone as well as in the subduction zone is Siberut Island and followed by Pariaman City, Padang Pariaman District, Agam District, and Padang City. Some areas in Padang Panjang City and Bukittinggi City are also suceptible to earthquake event.Keywords: earthquake, peak ground acceleration, intensity, Mentawai island
TINJAUAN KEADAAN METEOROLOGI PADA BANJIR BANDANG KOTA PADANG TANGGAL 24 JULI 2012 Wahyuni, Sri; -, Marzuki; Pujiastuti, Dwi; Sani, Lusi Fitrian; Rahayu, Aulya
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKKeadaan meteorologi selama banjir bandang di Kota Padang tanggal 24 Juli 2012telah dianalisa. Analisa berdasarkan kepada data curah hujan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sicincin (BMKG), Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat, satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), pergerakan awan dari Multi-functional Transport Satellite (MTSAT) dan data meteorologi dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP) danNational Center for Atmospheric Research (NCAR). Penelitian ini memperlihatkan bahwa banjir bandang yang terjadi di Padang pada tanggal 24 Juli 2015 tidak disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Hujan yang terjadi hanya berkisar 13 mm/hari. Hujan ini tidak disebabkan oleh faktor global seperti Madden–Julian oscillation (MJO), El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan monsun. Dengan demikian, hujan ini kemungkinan disebabkan oleh sirkulasi lokal (land-sea breeze). Sebelum terjadinya banjir bandang kemungkinan telah terbentuk bendungan alami di sekitar bukit pada kawasan banjir bandang. Dengan sedikit saja tambahan air, bendungan ini menjadi longsor yang menyebabkan banjir bandang.Kata kunci : banjir bandang Padang,land-sea breeze, Madden–Julian oscillationAbstractMeteorological condition during the Padang flash flood occurred on July 24, 2012 has been analyzed. The analysis was based on the rainfall data from Indonesian Agency for Meteorological, Climatological and Geophysics, West Sumatra Agency for Water Management, Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) satellite, cloud propagation from Multi-functional Transport Satellite (MTSAT) and meteorology data from the National Centers for Environmental Prediction (NCEP) and National Center for Atmospheric Research (NCAR) reanalysis. It was found that the flash flood was not due to the heavy rain. The rainfall intensity during theflash flood was only about 13 mm/h. This rain was not from the global phenomena such as Madden–Julian oscillation (MJO), El Niño Southern oscillation (ENSO) and monsoon. It may be formed by the local phemomenon such as land-sea breeze. A natural dam may have been created before the flash flood and it would be easily broken when the light rain occurred.Keywords :Padang flash flood, land-sea breeze, Madden–Julian oscillation
Analisis Indeks Kerentanan Tanah di Wilayah Kota Padang (Studi Kasus Kecamatan Padang Barat dan Kuranji) Lestari, Friska Puji; Pujiastuti, Dwi; Arifin, Hamdy
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.1.42-46.2016

Abstract

Telah dilakukan survei mikrotremor di Kecamatan Kuranji dan Padang Barat untuk melihat nilai indeks kerentanan tanah yang ada di kecamatan tersebut. Data mikrotremor di Kecamatan Kuranji diambil pada 46 titik, sedangkan di Kecamatan Padang Barat diambil pada 17 titik. Dari data  mikrotremor didapatkan data kecepatan tanah yang kemudian diolah menggunakan software GEOPSY dan dianalisis dengan metode HVSR. Hasilnya adalah dan diperoleh nilai frekuensi resonansi (f0) dan faktor amplifikasi (A0) yang digunakan untuk menghitung nilai indeks kerentanan tanah (Kg). Dari nilai Kg dipetakan dengan software ArcGIS 9,2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kerentanan tanah  di Kecamatan Kuranji berkisar antara 0,2-5,66 cm/s2. Kondisi inimenggambarkan wilayah Kuranji merupakan daerah yang stabil dengan indeks kerentanan yang rendah. Sedangkan indeks kerentanan tanah di Kecamatan Padang Barat berkisar antara 0,46-115,00 cm/s2, yangmenggambarkan daerah yang tidak stabil karena memiliki nilai indeks kerentanan yang tinggi.Kata kunci: ArcGIS 9,2, DataPro, GEOPSY, indeks kerentanan tanah, mikrotremor.
Analisis Percepatan Tanah Maksimum Wilayah Sumatera Barat (Studi Kasus Gempa Bumi 8 Maret 1977 dan 11 September 2014) Marlisa, Marlisa; Pujiastuti, Dwi; Billyanto, Rachmad
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.1.53-58.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleration (PGA) di wilayah Sumatera Barat akibat gempa bumi 8 Maret 1977 di Segmen Sumpur dan gempa bumi 11 September 204 di Segmen Sianok. Penelitian ini menggunakan metode McGuire. Hasil pengolahan data menghasilkan peta kontur PGA di wilayah Sumatera Barat. Nilai PGA terbesar akibat gempa bumi di Segmen Sumpur adalah 27,0 gal yang terjadi di daerah Pasaman. Gempa bumi di Segmen Sumpur merupakan gempa bumi berkategori merusak sedang dengan getaran yang dirasakan sangat kuat yaitu sebesar VII-VIII MMI (Mercali Modified Intensity). Nilai PGA terkecil adalah 1,1 gal yang terjadi di daerah Sijunjung, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Kepualaun Mentawai. Efek gempa dirasakan  sebesar II-VI MMI  dengan kemampuan merusak berkategori ringan.  Nilai PGA terbesar akibat gempa bumi di Segmen Sianok adalah 28,0 gal yang terjadi di daerah Tanah Datar, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto, dan Bukittinggi. Dampak gempa dirasakan sangat kuat  sebesar VII-VIII MMI dengan kemampuan merusak berkategori sedang. Nilai PGA terkecilnya adalah 1,1 gal yang terjadi di daerah Pasaman, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Dharmasraya, dan Kepualaun Mentawai dengan intensitas II-VI MMI berkategori ringan.Kata Kunci : Gempa bumi, grid, intensitas, metode McGuire, MMI, PGA, segmen Sianok, segmen Sumpur.
Analisis Karakteristik Prakiraan Berakhirnya Gempa Susulan pada Segmen Aceh dan Segmen Sianok (Studi Kasus Gempa 2 Juli 2013 dan 11 September 2014) Putri, Ekarama; Pujiastuti, Dwi; Kurniawati, Irma
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.1.73-77.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis karakteristik prakiraan waktu berakhirnya gempa susulan di Segmen Aceh dan Segmen Sianok. Metode yang digunakan adalah metode Mogi 2 dan Utsu, dimana nilai-nilai konstanta dari persamaan tersebut ditentukan dengan metode Least Square. Data yang diolah merupakan data gempa susulan yang diperoleh dari BMKG, Padang Panjang. Pada penelitian ini digunakan dua kasus gempa yaitu gempa Aceh 2 Juli 2013 dan gempa Batusangkar 11 September 2014. Waktu berakhirnya gempa susulan untuk Segmen Aceh terjadi pada hari ke-4 dan untuk Segmen Sianok pada hari ke-2. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa di Segmen Aceh dan Segmen Sianok mempunyai tipe gempa yang sama yaitu tanpa adanya gempa pendahuluan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode yang sesuai untuk memperkirakan waktu berakhirnya gempa susulan di Segmen Aceh dan Segmen Sianok adalah metode Mogi 2.  Hasil prakiraan untuk Segmen Sianok lebih mendekati data aktual daripada Segmen Aceh. Semakin besar magnitudo gempa utama maka semakin lama waktu berakhirnya gempa susulan yang terjadi.Kata kunci : gempa susulan, Least Square, Mogi 2, Utsu.
Pemodelan Tinggi dan Waktu Tempuh Gelombang Tsunami Berdasarkan Data Historis Gempa Bumi Bengkulu 4 Juni 2000 di Pesisir Pantai Bengkulu Aperus, Rahmad; Pujiastuti, Dwi; Billyanto, Rachmad
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.4.364-370.2016

Abstract

Telah dilakukan pemodelan tinggi dan waktu tempuh gelombang tsunami di pesisir pantai Bengkulu dengan menggunakan software L-2008 dan Travel Time Tsunami (TTT). Dalam penelitian ini digunakan data historis gempa bumi Bengkulu 4 Juni 2000 dengan skenario magnitudo 8 Mw, 8,5 Mw dan 9 Mw. Daerah dampak tsunami yang diamati adalah Muko-Muko, Ketaun, Kota Bengkulu, Mana dan Kaur. Dari hasil pemodelan diperoleh bahwa daerah yang paling cepat dihantam tsunami adalah daerah Mana dengan waktu 20 menit 7 detik. Nilai run up tsunami tertinggi juga berada di daerah Mana. Nilai run up yang diperoleh dari hasil pemodelan menggunakan skenario magnitude 8 Mw adalah 2,01 m, skenario magnitudo 8,5 Mw adalah 4,05 m dan skenario magnitudo 9 Mw adalah 9,31 m.Kata kunci: tsunami, pemodelan, software L-2008, software TTT, run up
Co-Authors - Afrizal Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Afrizal Afrizal Agfustian, Muhamad Rizki Ahmad Fauzi Pohan Ahmad Furqan Alifvia Daswita Alimin Mahyudin Amirudin, Muhammad Ridho Ananda, Nadya Rezky Andini, Mayang Putri Andiyansyah Sabarani Andiyansyah Z Sabarani Andiyansyah Z Sabarani, Andiyansyah Z Anggriani, Regina Mai Annisa Zahratul Hilma Annisa Zahratul Hilma Aperus, Rahmad Ardelia, Ariqah Ardian Putra Ardian Putra Ardian Putra Ari Febriana Kabisat Ari Febriana Kabisat, Ari Febriana Arif Budiman Arif Budiman Arif, M. Ariqah Ardelia Arisa, Deasy Asep Firman Ilahi Asep Firman Ilahi, Asep Firman Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Atin Nur Aulia Atin Nur Aulia Aulia Latifah Aulia, Atin Nur Aulya Rahayu Aulya Rahayu, Aulya Badrul Mustafa Badrul Mustafa, Badrul Baihaqi, Rahmad Br. Sitanggang, Regina Mai Anggriani Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dari, Riska Wulan Daswita, Alifvia Daz Edwiza, Daz Deasy Arisa Deasy Arisa Deasy Arisa Dedi Mardiansyah Denisa Syafriana Denisa Syafriana, Denisa Desi Indriani Desi Indriani, Desi Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Diana Saputri Dika Aprilia Susanti Dimas Pramudito Dimas Pramudito Dwi Puryanti Ednofri - Ednofri - Ednofri - Ednofri Ednofri, Ednofri Edwards Taufiqurrahman, Edwards Ekarama Putri Ekarama Putri, Ekarama Eldiani Arifya Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Fadilla Monica Fadilla Monica Fariza, Mayola Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fery Kurnia Sandi Fhatihatul Rahmi Fidia, Rahma Fitri Gustiana Fitri Gustiana Friska Puji Lestari Friska Puji Lestari, Friska Puji Friska, Vira Furqan, Ahmad Gustiana, Fitri Gustiana, Fitri Hafizhah, Luthfia Hamdy Arifin Hamdy Arifin Hamdy Arifin, Hamdy Hanif Hidayat Harmadi Harmadi Herifa - Herifa -, Herifa Hidayat, Hanif Hilma, Annisa Zahratul Ikhwan Safrima Illona giovanni, Vannessa Imam Taufik Imam Taufiq Indah Putri Utami Indah Putri Utami Indri Septiani Indriani, Widi Satria Iqbal Ramadhan Irma Kurniawati Irma Kurniawati Jarnal Witarsa Koko Ondara Koko Ondara, Koko Latifah, Aulia Lina Handayani Lina Handayani Lusi Fitrian Sani Lusi Fitrian Sani, Lusi Fitrian Luthfia Hafizhah M. Arif Mairisdawenti - Mairisdawenti -, Mairisdawenti Marlisa Marlisa Marlisa Marlisa, Marlisa Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Maya Minangsih Maya Minangsih Mayang Putri Andini Mayola Fariza Meqorry Yusfi Minangsih, Maya Minangsih, Maya Mochammad Imron Awalludin Mohammad Ali Shafii Monica, Fadilla Mora Mora Muhamad Rizki Agfustian Muhammad Arif Muhammad Kahfi Muhammad Razi Muhammad Razi Muhammad Ridho Amirudin Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Nadila Syarah Nadya Rezky Ananda Naela Amalia Zulfa Nini Firmawati Nofaslah, Rido Novia Anggraini Novia Anggraini Novia Dwi Agusri Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurul Annisa Nurul Hasanah Okci Mardoli Okci Mardoli, Okci Oktaviani, Violina Pertiwi, Rahmi Nanda Puspasari, Trevi Jayanti Putri, Yoci Darwita Rachmad Billyanto Rachmad Billyanto Rachmad Billyanto Rachmad Billyanto, Rachmad Rahma Fidia Rahmad Aperus Rahmad Aperus Rahmad Baihaqi Rahmat Rasyid Rahmi Nanda Pertiwi Rahmi, Fhatihatul Ramacos Fardela Regina Mai Anggriani Regina Mai Anggriani Br. Sitanggang Rido Nofaslah Rido Nofaslah Rika Desrina Saragih Rika Desrina Saragih Riska Wulan Dari Rita Ummi Sahida Tanjung Rohadatul Aisy Syafda Sabarani, Andiyansyah Safrima, Ikhwan Sandi, Fery Kurnia Saputri, Diana Septiani, Indri Shinta, Velli Solly Aryza Sri Handani Sri Oktamuliani Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sucy Lestari Wirma Sumi Daniati, Sumi Susanti, Dika Aprilia Syafda, Rohadatul Aisy Tanjung, Rita Ummi Sahida Titi Anggono Titi Anggono Toni Widianto Trengginas Eka Putra Sutantyo Trevi Jayanti Puspasari Usna, Sri Rahayu Alfitri Velli Shinta Violina Oktaviani Vira Friska Wendi Harjupa Widi Andewi Widi Satria Indriani Widianto, Toni Wildan Hafni Wildan Hafni, Wildan Witarsa, Jarnal Wiwit Reflidawati Wiwit Reflidawati, Wiwit Yoci Darwita Putri Yoci Darwita Putri Yudi Darma Yudi Darma Zulfi Zulfi Abdullah