Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Kemampuan Literasi Membaca Pada Siswa Kelas V Di SDN Inpres Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Ariani, Ariani; Salahuddin, Muhammad; Haris, A.; Juliawan, Rizcky
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17496

Abstract

Reading literacy skills at SDN Inpres Simpasai, Lambu District, Bima Regency are still low due to the lack of motivation from parents and from several other factors. The purpose of this study is to study and describe students' reading literacy skills as measured through reading literacy indicators in grade V students at SDN Inpres Simpasai. This type of research is a qualitative research using a descriptive method. This research data is in the form of words, sentences, and paragraphs. The data was sourced from teachers and students of grade V at SDN Inpres Simpasai, the cematan lambu of Bima Regency. The data collection techniques in this study include observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses Miles and Huberman's descriptive and interactive analysis techniques. Based on the results of the analysis, it can be concluded that students' reading literacy skills are good. Reading skills can be categorized into four categories, (1) the category of poor reading can be 1 student with a percentage of 2.94%, (2) quite good there are 3 students with a percentage of 9.82%, (3) good there are 12 students with a percentage of 36.29%, and (4) very good there are 18 students with a percentage of 53.94%. Reading comprehension ability includes indicators (1) not understanding the text read, there are 6 students with a percentage of 17.64%, (2) very low reading ability, there is 1 student with a percentage of 2.94%, (3) difficulty concentrating in reading letters or words, there are 5 students with a percentage of 14.70%, (4) lack of understanding punctuation, there are 6 students with a percentage of 17.64%, (5) unable to explain the text read, there were 8 students with a percentage of 23.52%, (6) difficulty remembering the text read,there were 8 students with a percentage of 23.52%.
KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM KOLOM KOMENTAR IKLAN KINERJA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO BERTAJUK “2 MUSIM, 65 BENDUNGAN” Haris, A; Salahuddin, Muhammad; Oya, Abas
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 4 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v4i4.1543

Abstract

Youtobe salah satu media sosial yang banyak digandrungi oleh masyarakat dewasa ini. Pelbagai macam hiburan disiarkan dalam kanal Youtobe, mulai musik, film, video dokumenter, berita maupun iklan. Youtobe sebagai sarana hiburan memunculkan pelbagai ragam bahasa. Salah satu ragam bahasa yang menarik untuk diperhatikan ialah ketidaksantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan ketidaksantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar iklan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo bertajuk“2 Musim, 65 Bendungan” yang dianalisis dengan teori Mils, Brown dan Levinson maupun Culpeper dan didukung dengan teori Hymes, Criper dan Widdowson maupun Pateda untuk melihat peristiwa bahasa. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiopragmatik. Metode yang digunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari media sosial Youtobe. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan diksi, frasa dan kalimat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Adapun hasil penelitian ini ialah bahwa dalam teori Mils ditemukan ketidaksantunan berbahasa termotivasi dan ketidaksantunan berbahasa tidak termotivasi. Teori Brown dan Levinson ditemukan ketidaksantunan berbahasa yang berkenaan dengan tindakan yang mengancam muka negatif lawan tutur dan tindakan yang mengancam muka positif lawan tutur. Sementara teori Culpeper ditemukan ketidaksantunan berbahasa berkaitan dengan ketidaksantunan secara langsung, kesantunan semu, dan menahan kesantunan. Ditinjau dari teori peristiwa bahasa Hymes dalam akronim SPEAKING unsur yang dilanggar warganet yaitu A, K dan N. Ketidaksantunan menurut teori Criper dan Widdowson maupun Pateda, dipengaruhi oleh pesan iklan dan tempat terjadinya tuturan.