Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Kemampuan Literasi Membaca Pada Siswa Kelas V Di SDN Inpres Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Ariani, Ariani; Salahuddin, Muhammad; Haris, A.; Juliawan, Rizcky
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17496

Abstract

Reading literacy skills at SDN Inpres Simpasai, Lambu District, Bima Regency are still low due to the lack of motivation from parents and from several other factors. The purpose of this study is to study and describe students' reading literacy skills as measured through reading literacy indicators in grade V students at SDN Inpres Simpasai. This type of research is a qualitative research using a descriptive method. This research data is in the form of words, sentences, and paragraphs. The data was sourced from teachers and students of grade V at SDN Inpres Simpasai, the cematan lambu of Bima Regency. The data collection techniques in this study include observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses Miles and Huberman's descriptive and interactive analysis techniques. Based on the results of the analysis, it can be concluded that students' reading literacy skills are good. Reading skills can be categorized into four categories, (1) the category of poor reading can be 1 student with a percentage of 2.94%, (2) quite good there are 3 students with a percentage of 9.82%, (3) good there are 12 students with a percentage of 36.29%, and (4) very good there are 18 students with a percentage of 53.94%. Reading comprehension ability includes indicators (1) not understanding the text read, there are 6 students with a percentage of 17.64%, (2) very low reading ability, there is 1 student with a percentage of 2.94%, (3) difficulty concentrating in reading letters or words, there are 5 students with a percentage of 14.70%, (4) lack of understanding punctuation, there are 6 students with a percentage of 17.64%, (5) unable to explain the text read, there were 8 students with a percentage of 23.52%, (6) difficulty remembering the text read,there were 8 students with a percentage of 23.52%.
KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM KOLOM KOMENTAR IKLAN KINERJA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO BERTAJUK “2 MUSIM, 65 BENDUNGAN” Haris, A; Salahuddin, Muhammad; Oya, Abas
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 4 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v4i4.1543

Abstract

Youtobe salah satu media sosial yang banyak digandrungi oleh masyarakat dewasa ini. Pelbagai macam hiburan disiarkan dalam kanal Youtobe, mulai musik, film, video dokumenter, berita maupun iklan. Youtobe sebagai sarana hiburan memunculkan pelbagai ragam bahasa. Salah satu ragam bahasa yang menarik untuk diperhatikan ialah ketidaksantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan ketidaksantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar iklan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo bertajuk“2 Musim, 65 Bendungan” yang dianalisis dengan teori Mils, Brown dan Levinson maupun Culpeper dan didukung dengan teori Hymes, Criper dan Widdowson maupun Pateda untuk melihat peristiwa bahasa. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiopragmatik. Metode yang digunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari media sosial Youtobe. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan diksi, frasa dan kalimat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Adapun hasil penelitian ini ialah bahwa dalam teori Mils ditemukan ketidaksantunan berbahasa termotivasi dan ketidaksantunan berbahasa tidak termotivasi. Teori Brown dan Levinson ditemukan ketidaksantunan berbahasa yang berkenaan dengan tindakan yang mengancam muka negatif lawan tutur dan tindakan yang mengancam muka positif lawan tutur. Sementara teori Culpeper ditemukan ketidaksantunan berbahasa berkaitan dengan ketidaksantunan secara langsung, kesantunan semu, dan menahan kesantunan. Ditinjau dari teori peristiwa bahasa Hymes dalam akronim SPEAKING unsur yang dilanggar warganet yaitu A, K dan N. Ketidaksantunan menurut teori Criper dan Widdowson maupun Pateda, dipengaruhi oleh pesan iklan dan tempat terjadinya tuturan.
Penguatan Mitigasi Banjir Berbasis Pengetahuan Lokal Petani Melalui Participatory Rural Appraisal di Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima Arissaryadin, Arissaryadin; Lisanty, Nina; Salahuddin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.1012

Abstract

Banjir merupakan permasalahan berulang yang berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Desa Campa sebagai wilayah hulu sungai memiliki peran strategis dalam pengendalian aliran permukaan, namun upaya mitigasi banjir yang diterapkan selama ini belum mengintegrasikan pengetahuan lokal masyarakat petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memperkuat pengetahuan lokal petani sebagai dasar perumusan strategi mitigasi banjir berbasis partisipasi masyarakat di wilayah hulu sungai. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, transek desa, pohon masalah, dan diagram venn. Pengabdian dilaksanakan pada 1 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan melibatkan petani dan tokoh desa sebagai informan kunci. Hasil kegiatan menunjukkan teridentifikasinya pola pengetahuan lokal terkait tanda alam, pengelolaan lahan, dan titik rawan banjir yang selama ini belum terdokumentasi secara sistematis. Integrasi pengetahuan lokal dan pendekatan partisipatif terbukti meningkatkan kesadaran kolektif dan kapasitas mitigasi masyarakat. Kegiatan ini menegaskan pentingnya PRA sebagai strategi penguatan mitigasi banjir yang kontekstual dan berkelanjutan di wilayah hulu sungai.
Inovasi Pembelajaran Inklusif Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Mengembangkan Kreativitas dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V SDN Inpres Tente Nurmala, Nurmala; Nurwalidainismawati, Nurwalidainismawati; Rostati, Rostati; Salahuddin, Muhammad
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i2.832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pembelajaran inklusif berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SDN Inpres Tente. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus dalam kelas inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa dari 62,4% pada pra-siklus menjadi 81,6% pada siklus II. Kemampuan pemecahan masalah meningkat dari 58,7% pada pra-siklus menjadi 83,2% pada siklus II. Pembelajaran inklusif berbasis PBL terbukti efektif untuk mendorong keterlibatan siswa, memberikan ruang berpikir kritis, serta mengembangkan kreativitas dalam memecahkan permasalahan nyata. Temuan ini mengimplikasikan bahwa PBL dapat menjadi alternatif model pembelajaran inovatif dalam pendidikan inklusif di sekolah dasar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menguji efektivitas PBL pada mata pelajaran lain, mengembangkan modifikasi PBL khusus bagi siswa berkebutuhan khusus, atau melakukan kajian longitudinal untuk menilai keberlanjutan peningkatan kemampuan siswa.
STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENGUARANGI RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SUMBAWA Salahuddin, Muhammad; Wardani, Sapta; Ardiyansyah, Ardiyansyah
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v6i2.2249

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang memiliki tingkat kejadian dan dampak yang cukup tinggi di Kabupaten Sumbawa, baik terhadap kerugian material, lingkungan, maupun keselamatan masyarakat. Kondisi geografis, perubahan tata guna lahan, serta curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana banjir di wilayah tersebut. Oleh karena itu, peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi sangat strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BPBD Kabupaten Sumbawa dalam mengurangi risiko bencana banjir serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat BPBD, pemerintah daerah terkait, serta masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi BPBD Kabupaten Sumbawa dalam pengurangan risiko bencana banjir meliputi upaya mitigasi struktural dan nonstruktural, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana. Meskipun demikian, implementasi strategi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, sarana prasarana, serta tingkat kesadaran masyarakat yang belum merata. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan kebijakan dan praktik pengurangan risiko bencana banjir di tingkat daerah.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) BAGI MASYARAKAT DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR Salahuddin, Muhammad; Afriani, Rani Arya; Wijaya, Donny
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i2.2266

Abstract

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan secara lebih layak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program BPNT di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Desa Poto tergolong cukup efektif. Pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyaluran bantuan dapat dikatakan baik karena adanya sosialisasi yang dilakukan secara rutin oleh pemerintah desa serta pihak terkait. Program ini juga dinilai telah mencapai tujuannya, dimana masyarakat penerima manfaat merasakan dampak positif berupa berkurangnya beban pengeluaran untuk kebutuhan pangan, serta meningkatnya kualitas nutrisi keluarga akibat akses terhadap bahan pangan yang lebih beragam dan terjangkau. Meskipun demikian, pelaksanaan program BPNT di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi efektivitas penyaluran bantuan. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain validasi data penerima manfaat yang belum optimal sehingga berpotensi menyebabkan ketidaktepatan sasaran, serta keterlambatan penyaluran bantuan yang seharusnya dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Kendala-kendala tersebut menunjukkan perlunya peningkatan koordinasi, perbaikan pendataan, serta penguatan mekanisme penyaluran agar program BPNT dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.
PENGARUH LATIHAN FOOTWORK TERHADAP PUKULAN DROPSHOT DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS Salahuddin, Muhammad
Jurnal Panrita Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Panrita
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.512 KB) | DOI: 10.35906/panrita.v1i2.145

Abstract

This study focuses on the problem of PJKR Students at Unismuh of Luwuk Banggai when participating in a badminton championship. Their average performance shows that they rarely gave dropshots during the match. In fact, they almost never did this because of the lack of training given that they are doubtful to shoot. The purpose of this study was to determine the effect of footwork training on dropshots during badminton matchesq for PJKR Unismuh Luwuk students and the research method used for this study was one pretest-posttest group. Based on the results of the data analysis of the drop shot skills in badminton game with a different test (paired t-test) between the initial test and the final test in the experimental group of footwork exercises, the t-count = 12.310 (α 0.05 > sig = 0.000) with the mean score of the initial test was 30.75 and the final test result was 38.83. Thus, there is an increase of 8.08 point. This one indicates a significant effect of footwork training on drop shot skills in badminton. The results of the data analysis of the accuracy of the drop shot in the badminton game with a different test (paired t-test) between the initial test and the final test in the control group obtained t count = 1.567 (67 0.05 < sig = 0.145) while in the control group shows the score at 0.17 and the final test result is 30.92, thus there is an increase of 0.75. Thus, it can be stated that the experimental group has footwork exercises and has a significant effect on improving drop shot skills in badminton games for PJKR Unismuh Luwuk Banggai students.
PELATIHAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA BERBASIS WISATA BUDAYA PADA DESA MANTAR Ibrahim, Ibrahim; Mas’ad, Mas’ad; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Herianto, Agus; Muhardini, Sintayana; Mahsup, Mahsup; Rejeki, Sri; Hasanah, Siti; Wahab, Abdul; Zainuddin, Zainuddin; Hayati, Mardiyah; Azizah, Asma; Burhanuddin, Burhanuddin; Saleh, M.; Sobry, M.; Syafruddin, Akhmad; Salahuddin, Muhammad; Erwansyah, Erwansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17404

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mantar sudah terbentuk, namun masih memiliki kendala dalam pelaksanaan program. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memotivasi melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan badan usaha milik desa berbasis wisata budaya pada Desa Mantar.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi berupa penyampaian materi dan tanya jawab. Hasil  Pengabdian kepada Masyarakat ini diketahui bahwa melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan BUMDes sudah berjalan lancar dan memiliki dampak positif terutama peningkatan SDM dan sarana pengembangan dalam mengembangkan potensi desa. hasil Kedepan diperlukan program lanjutan yang bersifar aksi nyata dan sumber pendanaan yang mampu membantu BUMDes dapat berjalan dan mengembangkan program secara berkelanjutan.  Kata kunci: pelatihan; pembentukan; pengembangan; dan BUMDes ABSTRACTThe existence of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Mantar Village has been formed, but still has problems in implementing the program. The purpose of this activity is to motivate through training the formation and development of cultural tourism-based village-owned enterprises in Mantar Village. The method used is socialization in the form of delivery of material and questions and answers. The results of this Community Service show that through training the formation and development of BUMDes has been running smoothly and has a positive impact, especially increasing human resources and development facilities in developing village potential. In the future, a follow-up program is needed that is real action and a source of funding that is able to help BUMDes run and develop programs in a sustainable manner. Keywords: training; formation; development; and BUMDes