Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM KOLOM KOMENTAR IKLAN KINERJA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO BERTAJUK “2 MUSIM, 65 BENDUNGAN” Haris, A; Salahuddin, Muhammad; Oya, Abas
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 4 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v4i4.1543

Abstract

Youtobe salah satu media sosial yang banyak digandrungi oleh masyarakat dewasa ini. Pelbagai macam hiburan disiarkan dalam kanal Youtobe, mulai musik, film, video dokumenter, berita maupun iklan. Youtobe sebagai sarana hiburan memunculkan pelbagai ragam bahasa. Salah satu ragam bahasa yang menarik untuk diperhatikan ialah ketidaksantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan ketidaksantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar iklan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo bertajuk“2 Musim, 65 Bendungan” yang dianalisis dengan teori Mils, Brown dan Levinson maupun Culpeper dan didukung dengan teori Hymes, Criper dan Widdowson maupun Pateda untuk melihat peristiwa bahasa. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiopragmatik. Metode yang digunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari media sosial Youtobe. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan diksi, frasa dan kalimat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Adapun hasil penelitian ini ialah bahwa dalam teori Mils ditemukan ketidaksantunan berbahasa termotivasi dan ketidaksantunan berbahasa tidak termotivasi. Teori Brown dan Levinson ditemukan ketidaksantunan berbahasa yang berkenaan dengan tindakan yang mengancam muka negatif lawan tutur dan tindakan yang mengancam muka positif lawan tutur. Sementara teori Culpeper ditemukan ketidaksantunan berbahasa berkaitan dengan ketidaksantunan secara langsung, kesantunan semu, dan menahan kesantunan. Ditinjau dari teori peristiwa bahasa Hymes dalam akronim SPEAKING unsur yang dilanggar warganet yaitu A, K dan N. Ketidaksantunan menurut teori Criper dan Widdowson maupun Pateda, dipengaruhi oleh pesan iklan dan tempat terjadinya tuturan.
STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENGUARANGI RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SUMBAWA Salahuddin, Muhammad; Wardani, Sapta; Ardiyansyah, Ardiyansyah
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v6i2.2249

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang memiliki tingkat kejadian dan dampak yang cukup tinggi di Kabupaten Sumbawa, baik terhadap kerugian material, lingkungan, maupun keselamatan masyarakat. Kondisi geografis, perubahan tata guna lahan, serta curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana banjir di wilayah tersebut. Oleh karena itu, peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi sangat strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BPBD Kabupaten Sumbawa dalam mengurangi risiko bencana banjir serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat BPBD, pemerintah daerah terkait, serta masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi BPBD Kabupaten Sumbawa dalam pengurangan risiko bencana banjir meliputi upaya mitigasi struktural dan nonstruktural, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana. Meskipun demikian, implementasi strategi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, sarana prasarana, serta tingkat kesadaran masyarakat yang belum merata. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan kebijakan dan praktik pengurangan risiko bencana banjir di tingkat daerah.
PELATIHAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA BERBASIS WISATA BUDAYA PADA DESA MANTAR Ibrahim, Ibrahim; Mas’ad, Mas’ad; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Herianto, Agus; Muhardini, Sintayana; Mahsup, Mahsup; Rejeki, Sri; Hasanah, Siti; Wahab, Abdul; Zainuddin, Zainuddin; Hayati, Mardiyah; Azizah, Asma; Burhanuddin, Burhanuddin; Saleh, M.; Sobry, M.; Syafruddin, Akhmad; Salahuddin, Muhammad; Erwansyah, Erwansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17404

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mantar sudah terbentuk, namun masih memiliki kendala dalam pelaksanaan program. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memotivasi melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan badan usaha milik desa berbasis wisata budaya pada Desa Mantar.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi berupa penyampaian materi dan tanya jawab. Hasil  Pengabdian kepada Masyarakat ini diketahui bahwa melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan BUMDes sudah berjalan lancar dan memiliki dampak positif terutama peningkatan SDM dan sarana pengembangan dalam mengembangkan potensi desa. hasil Kedepan diperlukan program lanjutan yang bersifar aksi nyata dan sumber pendanaan yang mampu membantu BUMDes dapat berjalan dan mengembangkan program secara berkelanjutan.  Kata kunci: pelatihan; pembentukan; pengembangan; dan BUMDes ABSTRACTThe existence of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Mantar Village has been formed, but still has problems in implementing the program. The purpose of this activity is to motivate through training the formation and development of cultural tourism-based village-owned enterprises in Mantar Village. The method used is socialization in the form of delivery of material and questions and answers. The results of this Community Service show that through training the formation and development of BUMDes has been running smoothly and has a positive impact, especially increasing human resources and development facilities in developing village potential. In the future, a follow-up program is needed that is real action and a source of funding that is able to help BUMDes run and develop programs in a sustainable manner. Keywords: training; formation; development; and BUMDes
The Effect of Coordination Training Method on Petanque Pointing Throws among PJKR Students Salahuddin, Muhammad
Sportify Journal Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i2.5237

Abstract

Pointing accuracy is a key technical component in petanque because successful performance requires integrated visual focus, postural balance, arm coordination, release control, and target orientation. This study examined the effectiveness of coordination training in improving pointing throw performance among Physical Education, Health, and Recreation students. A quantitative experimental approach with a one-group pretest-posttest design was applied. Participants were 20 students selected through total sampling who completed 12 coordination training sessions involving circular target drills, throwing-distance variation, rope obstacles, line targets, and structured repetitions. Data were collected using a seven-meter pointing test with six attempts and a maximum score of 30, then analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk test, Levene’s test, and a paired sample t-test. The mean score increased from 11.35 to 17.15, with a mean gain of 5.80 points and a significant difference, t(19)=10.820; p<0.001. These findings indicate that coordination training effectively improves pointing accuracy and provides a practical strategy for developing target-based motor.
Moving and Stationary Passing Drills to Improve Inside Foot Passing in Persera Futsal Salahuddin, Muhammad
Sportify Journal Vol. 2 No. 1 (2022): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v2i1.5238

Abstract

Inside-foot passing is a fundamental technical skill in futsal because effective team play depends on accurate ball circulation, stable first-touch control, and quick execution in limited playing space. This study was conducted to address the suboptimal passing ability of Persera Ranga-Ranga futsal players, particularly in passing direction, ball control, force regulation, and consistency during basic technical actions. The study aimed to examine the effect of moving and stationary passing drills on players’ inside-foot passing ability. A quantitative quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design was employed. The sample consisted of eight active Persera Ranga-Ranga players selected using total sampling. The intervention was implemented through fourteen training sessions combining stationary passing, paired passing, forward-moving passing, and group-based passing patterns. Data were collected using a 30-second passing and stopping test with a rebound wall positioned 2.5 meters from the kicking line. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s homogeneity test, and a paired sample t-test. The findings showed that the mean score increased from 16.125 in the pretest to 21.375 in the posttest, with a mean gain of 5.250 points. The paired sample t-test confirmed a significant improvement, t (7) = 14.346, p < .001. These findings indicate that moving and stationary passing drills are an effective foundational training strategy for improving inside-foot passing ability in amateur futsal players.