Claim Missing Document
Check
Articles

Farid al-Thariqah al-Qiyasiyyah fi Ta’lim Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nathqin bi Ghairiha fi al-Madaris al-Islamiyyah Maujud, Fathul; Handriawan, Dony; Patriawati, Septi; Nurman, Muhammad; Eldin Saaid, Alaa Salah
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 May (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v7i1.5674

Abstract

This research aimed to find out: 1) the process of applying the measurement method to learning Arabic grammar in one of the secondary schools in Lombok for the students of class X at Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie; and 2) the difficulties in applying the qiyasi method to learning Arabic grammar for students in class X at Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie. As a whole, researchers tried to find the uniqueness of the qiyasi method, while the measurement method was one applied in learning Arabic, especially in learning Arabic grammar in class X at Madrasah Aliyah Nida’urrahman. It is not known whether the method is suitable for all students, considering that this method is more suitable for use at the upper level or university level, whereas students at Madrasa Nida’urrahman come from various educational backgrounds, including beginner-level students. This research employed a descriptive-qualitative method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results fell into the following: 1) The process of applying the measurement method in learning Arabic grammar in class X Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie demonstrated some information. The teacher repeated the lesson from the previous week, explained certain grammar, and gave examples. Hence, with these examples, the teacher explained the rules in more detail. After it was deemed sufficient, the teacher asked students to work in questions from the book to find out the extent of their understanding of materials that had been explained. 2) The obstacles in the application of the measurement method in class X Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie subsumed (a) the obstacles faced by the teacher, namely the different backgrounds of students, and environmental factors; and (b) the obstacles faced by students covering a lack of knowledge, boredom when studying, and sleepiness when studying. 
Hubungan Lama Menderita DM dan Kepatuhan Diet DM dengan Kejadian Luka Gangren pada Penderita DM Di RSUD Bangkinang Nadilla , Manisha; Nurman, Muhammad; Syahda, Syukrianti
Evidence Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v2i2.19576

Abstract

According to data from the World Health Organization (WHO) (2020) it is estimated that diabetes is the seventh leading cause of death. Mortality is doubled in diabetic patients with diabetic foot ulcers (gangrene), it is noted that up to 85% of diabetes-related lower limb amputations are preceded by foot ulcers. The population of this study were all DM patients who received outpatient treatment at the Internal Medicine Polyclinic at the RSUD in July 2022 totaling 652 people. While the sample in this study were some DM patients in the internal medicine polyclinic room of the hospital, namely as many as 87 respondents. The sampling technique used is Simple Random Sampling. The measuring instrument used is a questionnaire. The analysis used is univariate and bivariate, processed using a computerized system. Based on the results of the study showed that, of the 87 respondents who suffered from DM, most of them were at risk of long suffering from DM as many as 53 people (60.9%), non-adherence to the DM diet were 50 people (57.5%) and most of them had gangrene injuries as many as 48 people (55,2%). Based on the statistical test with the chi-square test, the p value (0.05) with a 95% confidence level, then Ho was rejected, which means that there is a significant relationship between the length of suffering from DM and DM dietary compliance with the incidence of gangrene injuries in patients with diabetes mellitus. It is hoped that health workers should provide health education more often about programs in diet therapy for diabetics so that they can better understand that good diet therapy can accelerate the wound healing process
Hubungan SelfCare Dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Azzahra, Yunita Putri; Afiah, Afiah; Nurman, Muhammad; Ningsih, Neneng Fitria
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.318

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan efektivitas penggunaannya. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga mengurangi kualitas hidup pasien, dengan komplikasi seperti hipertensi, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan mental. Kualitas hidup pasien DM dapat terpengaruh oleh berbagai faktor, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Self-care merupakan tindakan yang dilakukan pasien untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, yang berperan penting dalam pengelolaan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-care dan kualitas hidup pasien DM Tipe II di Desa Tarai Bangun, dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional dan melibatkan 92 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Upt Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan cross sectional dan dilakukan pada 26 Februari – 10 maret 2025 dengan jumlah sampel 92 orang. Data dikumpulkan menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil univariat menunjukkan 47 (51,1 %) orang memiliki self care baik dan 48 (52,2%) memiliki kualitas hidup baik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah kerja Upt Puskesmas Tambang p value ( 0,004 ). Penelitian ini diharapkan responden dapat meningkatkan perawatan diri untuk memiliki kualitas hidup baik seperti rutin memantau kadar gula darah.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Benign Prostatic Hyperplesia (BPH) di RSUD Bangkinang Budiman, Khoirul; Nurman, Muhammad; Syafriani, Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.49

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia, sering sekali di sebut sebagai pembesaran prostat jinak, BPH menyebabkan kesulitan buang air kecil atau retensi urin, yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Gejala lainnya termasuk nyeri saat buang air kecil, urin berdarah, nyeri saat ejakulasi, cairan ejakulasi berdarah, gangguan ereksi, nyeri di pinggul, dan pembesaran kelenjar prostat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian BPH Di Klinik Urologi RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 434 dan sampel pada penelitian ini berjumlah 208 dengan taknik random sampling alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara usia dengan kejadian BPH dengan p value = 0,015 (p ≤ 0,05)  yang berarti usia >50 tahun tahun berisiko 3 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan 35-50 tahun. Dan di dapatkan ada hubungan antara riwayat DM dengan kejadian BPH dengan diperoleh p value = 0,019 (p≤0,05) yang berarti responden yang tidak memiliki riwayat DM berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang memiliki Riwayat DM. Dan didapatkan hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian BPH diperoleh p value = 0,016 (p≤0,05) yang berarti responden yang memiliki kebiasaan merokok berat berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan merokok ringan/tidak. Diharapkan kita semua dapat menghindari hal-hal berhubungan dengan kejadian BPH dengan cara berhenti merokok dan melakukan pola hidup sehat.
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Dan Posisi Semi Fowler Untuk Mengurangi Sesak Napas Pada Pasien TB Paru Arianita, Dara; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.190

Abstract

Dampak TB paru apabila tidak ditangani dapat mengakibatkan hemoptisis berat (perdarahan dari saluran pernafasan bagian bawah) yang dapat menyebabkan kematian karena syok hipovolemik akibat tersumbatnya jalan nafas. Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkhial, bronkiektasis (pelebaran bronkus setempat), fibroasis (pembentukan jaringan ikat pada rongga pleura, kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru, penyebaran infeksi ke rongga yang lain seperti otak, tulang, ginjal dan sebagainya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler pada pasien sesak napas dengan TB paru. Sampel pada penelitian ini 1 orang yaitu Ny. M. Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan (pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi serta evaluasi keperawatan). Penelitian ini dilakukan di Ruangan CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian adalah deskriptif melalui studi kasus dengan melakukan suhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29-31 Mei 2025. Saat pengkajian, pasien terlihat sesak dengan RR 27 x/menit, suara napas ronchi. Tindakan yang dilakukan pada pasien dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah pemberian teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler RR 22 x/menit, batuk berkurang dan pasien tampak lebih tenang.  Teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler dapat menurunkan sesak napas. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler secara mandiri untuk mengurangi sesak napas.    
Penerapan Thermotherapy Untuk Mengurangi Nyeri Dada Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Hidayah, Dhita; Nurman, Muhammad; Indrawati, Indrawati
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.192

Abstract

Nyeri menjadi salah satu tanda gejala yang sering muncul pada klien Congestive Heart Failure (CHF) sehingga menyebabkan pasien tidak dapat melakukan aktifitasnya dengan baik serta dapat mengganggu pola tidur pasien, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan penerapan thermotherapy untuk mengurangi nyeri dada pada Tn. S dengan Congestive Heart Failure (CHF). Metode penelitian menggunakan desain studi kasus yang dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-23 Mei 2025 dengan sampel 1 responden yang dilakukan di ruang Krisan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Dari hasil pengkajian pada Tn. S keluhan utama pasien mengatakan nyeri pada bagian dada kiri, pasien mengatakan nyeri seperti ditusuk dan skala nyeri 6, pasien mengatakan nyeri hilang timbul dan nyeri semakin dirasakan pada saat beraktifitas dan ketika terlalu banyak berfikir (cemas), pasien tampak lemah dan mengatakan sangat khawatir terhadap kondisinya. Dari keluhan yang dirasakan pasien diagnosa utama yang tepat adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisologis ditandai dengan mengeluh  nyeri. Salah satu intervensi yang tepat untuk mengurangi nyeri dada pada Tn. S adalah dengan pemberian thermotherapy. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama ±20 menit. Hasil asuhan keperawatan ini menunjukkan adanya penurunan nyeri pada pasien dengan penerapan thermotherapy dari skala 6 menjadi skala 2. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan thermotherapy secara rutin dengan harapan nyeri dada berkurang.
Penerapan Terapi Musik Klasik Kombinasi Butterfly Hug Untuk Nyeri Kepala Karena Hipertensi Ernizanur, Ernizanur; Nurman, Muhammad; Riani, Riani
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.197

Abstract

Nyeri kepala akibat hipertensi yang tidak ditangani bisa berdampak pada kompliksi yang serius. Adanya nyeri kepala akibat hipertensi bisa menjadi tanda peringatan adanya tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan jika dibiarkan dapat menyebabkan pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat, yang berujung pada stroke, kerusakan ginjal, penyakit jantung, dan gangguan penglihatan, kelrulsakan reltina (reltinopati) dan ganggulan saraf yang melnjadi pelnyelbab kelmatian di dulnia. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk penerapan terapi musik klasik kombinasi butterfly hug pada nyeri kepala karena hipertensi. Sampel penelitian ini yaitu Ny. K. Penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08-10 Juni 2025. Metode penelitian yaitu deskriptif dalam bentuk studi kasus. Alat yang dipakai dalam pengumpulan data mencangkup lembar pengkajian keperawatan medikal bedah dan alat yang dipakai handphone, handsfree serta alat pengukur tekanan darah (tensimeter dan spigmomanometer) serta pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan skala nyeri setelah diberikan terapi musik klasik kombinasi butterfly hug yaitu dari skala nyeri 6 menjadi skala  nyeri 2. Diharapkan bagi Ny K dapat melakukan  terapi musik klasik kombinasi butterfly hug untuk mengurangi nyeri kepala karena hipertensi.
The Student’s Strategies in Speaking English Nurman, Muhammad; Tambusai, Azhary; Hasibuan, Ahmad Laut
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 1 No. 1: First Published June 2022
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v1i1.23

Abstract

Speaking is one of the most important skills to learn when learning a new language. It is important to find the best teaching strategy to help students learn the material Many different ways to learn English can be used by students, and they need to be aware of this. The purpose of this study was to find out what strategies students use to learn English and to identify the factors that influence their choice of learning method. Participants in this study were students in the third semester of the English semester. The data was collected through questionnaires and interviews. The results show that English seminar students predominantly used learning strategies based on metacognitive, cognitive, and social influential strategies when learning to speak. Almost half of the students used taking notes (51.4%) as their most common strategy, while only (19.6%) of students used translating. On the other hand, the male student's strategy was cooperation (16.8%) and self-assertiveness. These learning strategies can be used to help the student achieve their learning goals.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa\I di SMAN 1 Bangkinang Kota Defry, Rahmad; Nurman, Muhammad; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.57

Abstract

Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena remaja yang mengalami obesitas 80% berpeluang untuk mengalami obesitas pada saat dewasa. Remaja yang mengalami obesitas sepanjang hidupnya berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung, stroke, diabetes, asma, hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa/i di SMAN 1 Bangkinang Kota. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 790 responden dengan sampel sebanyak 265 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Startified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner, menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada  pola makan didapatkan nilai P-value 0,002 (p<0,05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selanjutnya pada pola tidur didapatkan nilai P-value 0,378 (p>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selain itu pada aktivitas fisik diperoleh nilai P-value 0,000 (p<0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Pelayanan kesehatan diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait obesitas pada siswa/i, serta peneliti selanjutnya dianjurkan untuk meneliti faktor risiko lain guna mengembangkan penelitian lebih lanjut.
Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Putri, Chamisyah; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.58

Abstract

Stroke non hemoragik adalah stroke yang terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak terhenti sebagian atau seluruhnya. Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn. S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn. S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn. S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit, Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn. S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.