Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Development of Speaking Materials by Using Discussion Techniques at Muhammadiyah Vocational School 10 Kisaran Nurman, Muhammad; Yulia Arfanti
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 2 No. 2 (2023): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v2i2.469

Abstract

The objective of this research is to develop the English speaking materials for Vocational High School students based on discussion method at Muhammadiyah Vocational School 10 Kisaran. The data of this research are quantitative and qualitative. The researcher uses the percentage of the questionnaire of need analysis for the quantitative data. Meanwhile, for the qualitative, the researcher uses the content analysis for describing the data. The data is collected by using questionnaire and material (textbook). The result of needs analysis showed two parts, those were target needs and learning needs. After gathering the need analysis, the researcher formulated a course grid and wrote the first draft of the speaking materials. The speaking materials based on Project-Based learning contains of two units, those were: “Do You Agree with That? Giving Your Opinion” and “To Whom is the Letter Addressed?”. The researcher implemented ADDIE model for developing the materials. As the result, the researcher finds some error and lacks in the students’ text book. In order to maintain the students’ needs and the components of speaking, the researcher develop the material which has been verified by the expert. After getting the revision on the final product, the researcher finds that the materials can give the significant effect to the students’ speaking skills.
Farid al-Thariqah al-Qiyasiyyah fi Ta’lim Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nathqin bi Ghairiha fi al-Madaris al-Islamiyyah Maujud, Fathul; Handriawan, Dony; Patriawati, Septi; Nurman, Muhammad; Eldin Saaid, Alaa Salah
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 May (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v7i1.5674

Abstract

This research aimed to find out: 1) the process of applying the measurement method to learning Arabic grammar in one of the secondary schools in Lombok for the students of class X at Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie; and 2) the difficulties in applying the qiyasi method to learning Arabic grammar for students in class X at Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie. As a whole, researchers tried to find the uniqueness of the qiyasi method, while the measurement method was one applied in learning Arabic, especially in learning Arabic grammar in class X at Madrasah Aliyah Nida’urrahman. It is not known whether the method is suitable for all students, considering that this method is more suitable for use at the upper level or university level, whereas students at Madrasa Nida’urrahman come from various educational backgrounds, including beginner-level students. This research employed a descriptive-qualitative method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results fell into the following: 1) The process of applying the measurement method in learning Arabic grammar in class X Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie demonstrated some information. The teacher repeated the lesson from the previous week, explained certain grammar, and gave examples. Hence, with these examples, the teacher explained the rules in more detail. After it was deemed sufficient, the teacher asked students to work in questions from the book to find out the extent of their understanding of materials that had been explained. 2) The obstacles in the application of the measurement method in class X Madrasah Aliyah Nida’urrahman Bebie subsumed (a) the obstacles faced by the teacher, namely the different backgrounds of students, and environmental factors; and (b) the obstacles faced by students covering a lack of knowledge, boredom when studying, and sleepiness when studying. 
Hubungan Lama Menderita DM dan Kepatuhan Diet DM dengan Kejadian Luka Gangren pada Penderita DM Di RSUD Bangkinang Nadilla , Manisha; Nurman, Muhammad; Syahda, Syukrianti
Evidence Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v2i2.19576

Abstract

According to data from the World Health Organization (WHO) (2020) it is estimated that diabetes is the seventh leading cause of death. Mortality is doubled in diabetic patients with diabetic foot ulcers (gangrene), it is noted that up to 85% of diabetes-related lower limb amputations are preceded by foot ulcers. The population of this study were all DM patients who received outpatient treatment at the Internal Medicine Polyclinic at the RSUD in July 2022 totaling 652 people. While the sample in this study were some DM patients in the internal medicine polyclinic room of the hospital, namely as many as 87 respondents. The sampling technique used is Simple Random Sampling. The measuring instrument used is a questionnaire. The analysis used is univariate and bivariate, processed using a computerized system. Based on the results of the study showed that, of the 87 respondents who suffered from DM, most of them were at risk of long suffering from DM as many as 53 people (60.9%), non-adherence to the DM diet were 50 people (57.5%) and most of them had gangrene injuries as many as 48 people (55,2%). Based on the statistical test with the chi-square test, the p value (0.05) with a 95% confidence level, then Ho was rejected, which means that there is a significant relationship between the length of suffering from DM and DM dietary compliance with the incidence of gangrene injuries in patients with diabetes mellitus. It is hoped that health workers should provide health education more often about programs in diet therapy for diabetics so that they can better understand that good diet therapy can accelerate the wound healing process
Hubungan SelfCare Dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Azzahra, Yunita Putri; Afiah, Afiah; Nurman, Muhammad; Ningsih, Neneng Fitria
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.318

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan efektivitas penggunaannya. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga mengurangi kualitas hidup pasien, dengan komplikasi seperti hipertensi, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan mental. Kualitas hidup pasien DM dapat terpengaruh oleh berbagai faktor, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Self-care merupakan tindakan yang dilakukan pasien untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, yang berperan penting dalam pengelolaan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-care dan kualitas hidup pasien DM Tipe II di Desa Tarai Bangun, dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional dan melibatkan 92 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Upt Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan cross sectional dan dilakukan pada 26 Februari – 10 maret 2025 dengan jumlah sampel 92 orang. Data dikumpulkan menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil univariat menunjukkan 47 (51,1 %) orang memiliki self care baik dan 48 (52,2%) memiliki kualitas hidup baik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah kerja Upt Puskesmas Tambang p value ( 0,004 ). Penelitian ini diharapkan responden dapat meningkatkan perawatan diri untuk memiliki kualitas hidup baik seperti rutin memantau kadar gula darah.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Benign Prostatic Hyperplesia (BPH) di RSUD Bangkinang Budiman, Khoirul; Nurman, Muhammad; Syafriani, Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.49

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia, sering sekali di sebut sebagai pembesaran prostat jinak, BPH menyebabkan kesulitan buang air kecil atau retensi urin, yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Gejala lainnya termasuk nyeri saat buang air kecil, urin berdarah, nyeri saat ejakulasi, cairan ejakulasi berdarah, gangguan ereksi, nyeri di pinggul, dan pembesaran kelenjar prostat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian BPH Di Klinik Urologi RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 434 dan sampel pada penelitian ini berjumlah 208 dengan taknik random sampling alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara usia dengan kejadian BPH dengan p value = 0,015 (p ≤ 0,05)  yang berarti usia >50 tahun tahun berisiko 3 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan 35-50 tahun. Dan di dapatkan ada hubungan antara riwayat DM dengan kejadian BPH dengan diperoleh p value = 0,019 (p≤0,05) yang berarti responden yang tidak memiliki riwayat DM berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang memiliki Riwayat DM. Dan didapatkan hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian BPH diperoleh p value = 0,016 (p≤0,05) yang berarti responden yang memiliki kebiasaan merokok berat berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan merokok ringan/tidak. Diharapkan kita semua dapat menghindari hal-hal berhubungan dengan kejadian BPH dengan cara berhenti merokok dan melakukan pola hidup sehat.
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Dan Posisi Semi Fowler Untuk Mengurangi Sesak Napas Pada Pasien TB Paru Arianita, Dara; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.190

Abstract

Dampak TB paru apabila tidak ditangani dapat mengakibatkan hemoptisis berat (perdarahan dari saluran pernafasan bagian bawah) yang dapat menyebabkan kematian karena syok hipovolemik akibat tersumbatnya jalan nafas. Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkhial, bronkiektasis (pelebaran bronkus setempat), fibroasis (pembentukan jaringan ikat pada rongga pleura, kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru, penyebaran infeksi ke rongga yang lain seperti otak, tulang, ginjal dan sebagainya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler pada pasien sesak napas dengan TB paru. Sampel pada penelitian ini 1 orang yaitu Ny. M. Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan (pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi serta evaluasi keperawatan). Penelitian ini dilakukan di Ruangan CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian adalah deskriptif melalui studi kasus dengan melakukan suhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29-31 Mei 2025. Saat pengkajian, pasien terlihat sesak dengan RR 27 x/menit, suara napas ronchi. Tindakan yang dilakukan pada pasien dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah pemberian teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler RR 22 x/menit, batuk berkurang dan pasien tampak lebih tenang.  Teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler dapat menurunkan sesak napas. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler secara mandiri untuk mengurangi sesak napas.    
Penerapan Thermotherapy Untuk Mengurangi Nyeri Dada Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Hidayah, Dhita; Nurman, Muhammad; Indrawati, Indrawati
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.192

Abstract

Nyeri menjadi salah satu tanda gejala yang sering muncul pada klien Congestive Heart Failure (CHF) sehingga menyebabkan pasien tidak dapat melakukan aktifitasnya dengan baik serta dapat mengganggu pola tidur pasien, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan penerapan thermotherapy untuk mengurangi nyeri dada pada Tn. S dengan Congestive Heart Failure (CHF). Metode penelitian menggunakan desain studi kasus yang dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-23 Mei 2025 dengan sampel 1 responden yang dilakukan di ruang Krisan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Dari hasil pengkajian pada Tn. S keluhan utama pasien mengatakan nyeri pada bagian dada kiri, pasien mengatakan nyeri seperti ditusuk dan skala nyeri 6, pasien mengatakan nyeri hilang timbul dan nyeri semakin dirasakan pada saat beraktifitas dan ketika terlalu banyak berfikir (cemas), pasien tampak lemah dan mengatakan sangat khawatir terhadap kondisinya. Dari keluhan yang dirasakan pasien diagnosa utama yang tepat adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisologis ditandai dengan mengeluh  nyeri. Salah satu intervensi yang tepat untuk mengurangi nyeri dada pada Tn. S adalah dengan pemberian thermotherapy. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama ±20 menit. Hasil asuhan keperawatan ini menunjukkan adanya penurunan nyeri pada pasien dengan penerapan thermotherapy dari skala 6 menjadi skala 2. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan thermotherapy secara rutin dengan harapan nyeri dada berkurang.