Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR PAPARAN GETARAN MESIN GERINDA YANG BERPENGARUH TERHADAP HAVS BERBASIS ARDUINO Harto, Dedy; Nurman, Muhammad
Elektrika Borneo Vol 10, No 1 (2024): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v10i1.4452

Abstract

Pengaruh getaran pada mesin gerinda dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja. Oleh karena itu, penting untuk memantau getaran pada mesin gerinda dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Salah satu cara untuk memantau getaran pada mesin gerinda adalah dengan menggunakan sensor ADXL345. fungsi dari sensor ini ialah untuk mengukur besarnya getaran pada mesin gerinda sehingga dapat dikeahui besarnya getaran dalam bentuk frekuensi dan mengetahui waktu efektif kerja sesuai dengan Nilai Ambang Batas (NAB) getaran ketika menggunakan mesin gerinda. Getaran berlebihan ini dapat menyebabkan terjadinya Hand Arm Vibration Syndrome (HAVS) yang mana penyakit tersebut dapat menghambat operator dalam melakukan pekerjaannya. Proses pengukuran getaran ini dilakukan terjun langsung kelapangan untuk mengukur getaran yang pada mesin gerinda. Hasil pengukuran accelerometer ADXL345 dapat ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel data dengan menghubungkan sensor dengan notebook menggunakan software. Data hasil pengukuran yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai frekuensi yang didapatkan pada mesin gerinda kisaran 0,49Hz sampai 1,1Hz, waktu kerja menggunakan mesin gerinda 14 jam. Berdasarkan hasil pengujian frekuensi yang didapatkan dari mesin gerinda, jika dihubungkan dengan NAB getaran, dampaknya terhadap HAVS kurang atau tidak terlalu berbahaya jika digunakan setiap hari.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Pada Ny. A  Dengan Pemberian Terapi Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 Parasandy, Ardila; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.34

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah seseorang meningkat melebihi batas normal, yang dapat mengakibatkan peningkatan tingkat kesakitan (morbiditas) dan tingkat kematian (mortalitas). Sering kali penderitanya tidak menyadari adanya penyakit hipertensi pada diri mereka, dan kesadaran mengenai kondisi tersebut baru muncul saat komplikasi mulai berkembang. Penanganan hipertensi dapat melibatkan pendekatan farmakologi dan non-farmakologi. Terapi non-farmakologi termasuk terapi komplementer seperti akupuntur, akupressure, tanaman tradisional, bekam, dan pijat atau massage menjadi pilihan yang aman dan mudah diberikan. Terapi foot massage sebagai salah satu bentuk terapi komplementer yang memberikan efek meningkatkan sirkulasi, mengurangi rasa sakit, dan memberikan rasa nyaman pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah Ny. A lansia berusia 68 tahun di desa Simpang Kubu yang mengalami hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dilakukan terapi foot massage adalah 160/80 mmHg, dan setelah dilakukan terapi terjadi penurunan tekanan darah menjadi 135/80 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terapi foot massage efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Disarankan pada keluarga agar menggunakan penanganan non-farmakologi sehingga tidak bergantung pada pemberian diuretik sebagai pendamping pengobatan hipertensi yaitu dengan terapi foot message.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. M Khususnya Ny. E Dengan Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Penurunan Tekanan Darah  Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 Ardi, Arimi; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.35

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah yang ada di dunia kesehatan hingga saat ini. Hipertensi yaitu peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu 140/90 mmHg. Hipertensi bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, bocor, pecah, atau tersumbat. Hal ini dapat mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Jika hal ini terjadi, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pasien hipertensi yang mengalami gangguan rasa nyaman nyeri dengan intervensi keperawatan melakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan di desa Simpang Kubu Wilayah kerja UPT Puskesmas Air Tiris dengan 1 responden dengan fokus melakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 06 - 08 Agustus 2023 pada awal pengkajian didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg dan setelah dilakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi pada hari ke-3 didapatkan tekanan darah turun menjadi 119/80 MmHg. Intervensi pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Diharapkan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang ditujukan dalam mengatasi masalah keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien hipertensi.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stress Pada Narapidana Di Lapas Kelas II A Bangkinang Kabupaten Kampar Listari, Sona; Febria, Dessyka; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.47

Abstract

Menjalani kehidupan sebagai narapidana di Lembaga Pemasyarakatan berakibat munculnya stress. Dukungan sosial dianggap sebagai faktor yang dapat mempengaruhi stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan stress pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 April – 2 Mei 2024 dengan jumlah sampel 119 yang diperoleh menggunakan total sampling. Teknik mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat diperoleh 74 responden (62,2%) dengan dukungan sosial kurang baik dan 71 responden (59,7%) stress. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial dengan stress pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar (p value 0,000). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan semakin tinggi dukungan sosial semakin rendah stress yang dialami narapidana. Dengan diadakan penelitian ini peneliti mengharapkan kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan dapat memberikan kegiatan positif kepada narapidana untuk mengurangi stress.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Rheumatoid Arthritis Pada Lansia Di Desa Kampa Kecamatan Kampa Arianita, Dara; Nurman, Muhammad; Lestari, Rizki Rahmawati
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.49

Abstract

Kejadian rheumatoid arthritis atau rematik merupakan penyakit autoimun yang mengenai jaringan persendian, dan sering juga melibatkan organ tubuh lainnya yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif sistemik. Lansia merupakan usia yang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami rheumatoid arthritis. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dari 10 penyakit terbanyak tahun 2023, rheumatoid arthritis menduduki peringkat ke 5 sebesar 6700 (6,3%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Desa Kampa Kecamatan Kampa Tahun 2024”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 orang lansia dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi square dan uji fisher`s exact test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,022), pola makan (p value 0,009). Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,065) dengan kejadian rheumatoid arthritis pada lansia. Diharapkan bagi responden agar dapat lebih banyak mencari informasi tentang masalah kesehatan yang terjadi pada lansia terutama masalah kesehatan tentang penyakit rheumatoid arthritis dan pencegahannya.
Asuhan Keperawatan Pada Tn. L Dengan Tuberkulosis Di Ruang Covid Isolasi RSUD Bangkinang Tahun 2024 Afandi, Muhammad Sholeh; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.108

Abstract

Tingginya kasus TB di Indonesia menunjukkan bahwa perlu dilakukan tindakan untuk menurunkan angka penularan. Perilaku pencegahan penularan ini ditujukan bagi keluarga dan orang di sekitar yang sering kontak langsung dengan penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tuberkolosis paru di ruang Covid Isolasi RSUD Bangkinang. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 12-14 Juni 2024. Penelitian ini berbentuk deskripsi dalam bentuk studi kasus pada TN. L. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami sesak nafas, batuk berdahak, nafsu makan menurun, dan badan terasa letih. Oleh karena itu peneliti dapat merumuskan diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis, bersihan jalan nafas tidak efektif b.d hipersekresi jalan nafas, defisit nutrisi b.d ketidakmampuan mencerna makanan. Intervensi yang diberikan pada diagnosa nyeri akut yaitu identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas identitas nyeri, identifikasi sekala nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn.L dengan tuberkulosis paru dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun berdasarkan buku SIKI PPNI (2017). Hasil kunjungan keperawatan selama 3 hari pada klien yaitu masalah teratasi. Pada tahap evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi dengan planning dihentikan.  Saran untuk pasien agar dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang bagaimana menangani masalah tuberkolosis dengan tindakan yang benar sehingga masalah tuberkolosis teratasi dan kebutuhan kenyamanan pasien terpenuhi. Untuk perawat dan mahasiswa keperawatan agar karya tulis tulis ilmiah ini dapat menjadi pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan TB paru.
Student Perceptions of the Effectiveness of E-Learning in Higher Education: A Comparative Study of Two Universities in Indonesia and Malaysia Maujud, Fathul; Nurman, Muhammad; Harun, Makmur; Rahman, Zidan Fitrayadi
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i14

Abstract

This study examines students' perceptions of the effectiveness of e-learning in higher education, focusing on the use of Learning Management Systems (LMS) at two universities in Indonesia and Malaysia. The research investigates how e-learning impacts lecture delivery and its overall effectiveness in promoting student engagement and learning outcomes. The study population includes students from the Arabic Language Education Program at a university in Indonesia and the Islamic History and Language Programs at a university in Malaysia, for the 2023-2024 academic year. A random sampling technique was employed, and the sample size was determined using the Slovin formula. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews. Data analysis involved calculating the average score of questionnaire responses, which were then presented using tables and graphs. The findings indicate that students from both universities perceive e-learning as highly effective. This suggests that the use of LMS as an instructional tool is viewed positively by students and is considered an effective method for enhancing learning experiences in higher education. The results highlight the potential of e-learning platforms to support academic engagement and improve learning outcomes. The study has significant implications for the continued development of e-learning strategies and offers valuable insights for refining the implementation of online learning environments in higher education. Abstrak: Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap efektivitas e-learning dalam pendidikan tinggi, dengan fokus pada penggunaan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) di dua universitas di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini menyelidiki bagaimana e-learning mempengaruhi penyampaian materi kuliah dan efektivitas keseluruhannya dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan hasil pembelajaran. Populasi penelitian ini mencakup mahasiswa dari Program Pendidikan Bahasa Arab di sebuah universitas di Indonesia dan Program Sejarah dan Bahasa Islam di sebuah universitas di Malaysia, pada tahun akademik 2023-2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel acak, dan ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor rata-rata dari jawaban kuesioner, yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa dari kedua universitas memandang e-learning sebagai sangat efektif. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan LMS sebagai alat pembelajaran dipandang positif oleh mahasiswa dan dianggap sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan pengalaman belajar di pendidikan tinggi. Hasil penelitian ini menyoroti potensi platform e-learning dalam mendukung keterlibatan akademik dan meningkatkan hasil pembelajaran. Penelitian ini memiliki implikasi penting untuk pengembangan strategi e-learning yang berkelanjutan dan memberikan wawasan berharga untuk menyempurnakan penerapan lingkungan pembelajaran daring di pendidikan tinggi.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.J DENGAN DIABETES MILITUS TIPE II LUKA GANGGREN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BANGKINANG KOTA TAHUN 2023 Utami, Widia; Nurman, Muhammad
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i3.27798

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 disebut juga dengan DM tidak tergantung insulin (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus [NIDDM]) yang disebabkan oleh penurunan sensitivitas jaringan target terhadap efek metabolik insulin yang sering disebut sebagai resistensi insulin. Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau bila tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Luka ganggren adalah luka pada kaki yang merah kehitaman dan berbau menyengat akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah sedang atau besar di tungkai. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus Luka Ganggren yaitu Serangan lambat karena sedikit  insulin diproduksi, polydipsia, Infeksi kandida karena bakteri hidup dari kelebihan glukosa. Penyembuhan luka  lambat karena meningkatnya kadar glukosa di dalam darah menghambat proses kesembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan dengan Diabetes Mellitus Tipe II Luka Ganggren di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah klien yang mengalami diabetes mellitus tipe II  Luka Ganggren yang beralamat di Jl. Mahmud Marzuki, gg. Fajar. Data dikumpulkan dengan cara wawancara langsung pada klien yang mengalami diabetes mellitus, dan pemeriksaan fisik pada hari pertama sampai hari keempat melakukan pendidikan kesehatan tentang diabetes mellitus. Hasil dari penelitian studi kasus yang diberikan pada Tn.J dilakukan empat kali kunjungan rumah, dari empat hari kunjungan tersebut Tn.J awalnya mengeluh ada pembengkakan pada kaki kanan, mengakibatkan sulit untuk beraktifitas, setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4 hari membuahkan hasil bengkak pada kaki Tn.J berkurang, sudah bisa berjala sendiri dan tanpa bantuan. Asuhan Keperawatan yang diberikan kepada Tn.J terlaksana dengan baik dan lancar.
Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Responsif Gender pada Guru-Guru Kelompok MGMP Bahasa Indonesia di Kabupaten Lombok Timur Akmaluddin, Akmaluddin; Nurman, Muhammad
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2395

Abstract

This community-based community service article raises the topic of Assistance in Making Gender Responsive Teaching Materials for Teachers of the MGMP Indonesian Language Group in East Lombok Regency. This topic was raised on the basis that gender-responsive Indonesian language subject teaching materials are still limited. This community service activity aims to: (1) find out teachers' understanding of gender, (2) identify gender-biased textbooks, and (3) assist teachers in compiling gender-responsive teaching materials. This community service activity was carried out using the SL (service learning) method, an approach that combines community service activities with learning processes related to the programs or activities held. The results of the community service show that the participants gave a positive response to the community service activity, for example in the form of increased understanding of the concept of gender equality, increased ability to analyze gender-responsive teaching material content, and development of gender-responsive teaching material design skills. Thus, this community service activity contributes to increasing gender awareness among teachers and developing teacher competencies in compiling teaching materials
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru di Poli Klinik Paru RSUD Bangkinang Septiani, Nadia; Nurman, Muhammad; Riani, Riani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.26

Abstract

Beberapa faktor yang menjadi dasar dan dominan menyebabkan TB paru yaitu pengetahuan, perilaku merokok, status gizi dengan kejadian TB paru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di Poli Klinik Paru RSUD Bangkinang. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel 60 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian di ketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian TB paru di RSUD Bangkinang tahun 2024 dengan p value 0,000. Hasil penelitian di ketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian TB paru di RSUD Bangkinang tahun 2024 dengan p value 0,001. Hasil penelitian di ketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian TB paru di RSUD Bangkinang tahun 2024 dengan p value 0,000. Diharapkan kepada pasien agar meningkatkan pengetahuan tentanag TB paru serta mengatur pola makan, memperbaiki status gizi dan berhenti merokok yang dapat mempengaruhi kesembuhan sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien dan diharapkan ada peningkatan peran serta pasien untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dalam pencegahan resiko kejadian TB Paru yang di berikan oleh Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.