Claim Missing Document
Check
Articles

PADUYA: SEBUAH KOMPOSISI MUSIK DALAM EUFORIA MAULUIK DI PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT Andika Bayu Putra; Asep Saepul Haris; Ediwar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 3: Agustus 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.18 KB)

Abstract

Paduya is the title of an archipelago music composition that originates from the phenomenon of community euphoria at a Mauluik event in Village Lareh Nan Panjang, District VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman Regency, West Sumatera Province. Paduya is a form of enthusiasm from the community in celebrating Mauluik in Padang Pariaman Regency, so that the form of Mauluik celebration in Padang Pariaman Regency, especially Of Village Lareh Nan Panjang, is very much different from the Mauluik celebration in other areas, especially West Sumatra region. The contexts obtained from the research include; spirit, mutual cooperation, competition, and celebration. Effort are made to interpret the context is to make an analogy into the work of the musical compositions. The first part interprets the spirit and mutual cooperation of the community in the celebration of the Prophet's birthday with the title Sabiduak Sadayuang's. The second part is an attempt to interpret the existence of clashes, competitions, and social gaps with the title of Sejang's. In the third part, the form of interpretation of the Paduya. The metod of creation is done through literature study, observasion, studio work, and completion. The creation of this new work is obtained through the process of obseving an activity and is applied to the form of an archipelago music composition. The approach used is the tradition approach, Re-interpretation, and World Music. The purpose of the celebration of the Prophet Muhammad SAW’s birthday in Lareh Nan Panjang Village, District VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman District, West Sumatera Province.
SALINGKA KATO Laila Okta Triani; Asep Saepul Haris; Nursyirwan; Ediwar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 4: September 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.446 KB)

Abstract

Salingka Kato is the title of a compositional creation of Indonesian music originating from the phenomenon of the customary system in Jorong Pabalutan, Kanagarian Rambatan. The choice of title was related to the context and consideration of the form of working for the creation as a whole. The customary system found in the Jorong Pabalutan Kanagarian Rambatan community became the source of the work creation. The contexts obtained from the research were regeneration, socialization and synchronization. The creation effort which was done to interpret the context was to make an analogy into the work of music by considering the musical capital and the form of the work. The first part is about interpreting the deal that developed in the demands of regeneration with tittle of work Babalah Sibak Baju. The second part is about interpretation effort on dialectics that happen because of dissent in deliberation and congregation. On the third part, the interpretation about the differences can be accepted by the public with a Sasuai tittle. The work approach used in the embodiment of Salingka Kato's work was Re-Interpretation and the form of the work creation presented was not related to the musical culture used.
Saluang Dendang Sirompak dalam Tradisi Ritual Magis di Payakumbuh: Satuan Kajian Karakteristik Musikal Ediwar Ediwar; Hanefi Hanefi; Rosta Minawati; Febri Yulika
PANGGUNG Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.028 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1369

Abstract

Saluang dan Dendang Sirompak merupakan bagian tidak terpisahkan dari pertunjukan Sirompak.Pertunjukan difungsikan untuk mempengaruhi orang lain melalui kekuatan magi. Tradisi ba-Sirompak diidentifikasi sebuah komposisi musik bersifat free rhythm. Mantera disajikan melaluikalimat yang disusun untuk mendatangkan kekuatan gaib. Ba-sirompak difungsikan untuk‘mengguna-gunai’ wanita secara ilmu kebatinan (magis). Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan metode kualitatif, yaitu data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Dalam pengumpulan data digunakan tiga tahap penelitian. yaitu: Pertama,studi kapustakaan untuk mengumpulkan bahan tertulis yang diperlukan sesuai masalah yangditeliti. Kedua, penelitian lapangan untuk mungumpulkan data dengan teknik observasidan wawancara langsung secara mandalam, dengan difokuskan pada rekonstruksi ritual Basirompak.;Ketiga, pengolahan data, dilakukan berupa transkripsi music dalam bentuk notasi,deskripsi, dan analisis data yang siap dijadikan laporan. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui karakteristik musical Saluang Dendang Sirompak dengan mengkaji unsur-unsurmusikal pada pusaran motif, frase, dan periode melodis.Kata Kunci: Ba-sirompak, Karakter musikal, Ritual Magi.
Praktik Ketubuhan Silek Dalam Silek Galombang Binuang Sati Dan Tari Pasambahan Syofyani Shindi Lara Sati; Rustim Rustim; Ediwar Ediwar
SENDRATASIK UNP Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.215 KB) | DOI: 10.24036/js.v11i3.118305

Abstract

This study aims to reveal the practice of silek in the formation of the performing arts of Silek Galombang Binuang Sati and Syofyani's Pasambahan Dance as well as the silek body that is presented in the two performing arts. This research is expected to add references and knowledge about traditional dances that grow and develop in the archipelago, and can find the role of Silek in a performance. The discussion is focused on embodiment analysis which emphasizes on performance or often known as a performance-centered approach. Embodiment includes the body of the performer involved in the performing arts. The results of the study show that overall the two performances have different bodily experiences, even though they come from the same body (embodiment).
Penyajian Dikie Rabano dalam Acara Perkawinan di Kanagarian Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Rahma Yunita Mah Yully Putri; Ediwar Ediwar; Sriyanto Sriyanto
Jurnal Musik Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v2i1.3082

Abstract

ABSTRAK            Kesenian Dikie Rabano merupakan salah satu dari sekian kesenian tradisi yang ada di Kanagarian Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Pada penelitian terdapat tujuan untuk mengetahui kembali hal-hal yang pada kesenian Dikie Rabano seperti fungsi dan bentuk penyajian dalam upacara perkawinan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan metode kualitatif yang dimana pada metode tersebut disertai dengan beberapa teknik seperti mengumpulkan data, wawancara, studi pustaka, serta dokumentasi sebagai bukti dalam melakukan penelitian. Pada kesenian Dikie Rabano terdapat fungsi bagi masyarakat di Kanagarian Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam yakni sebagai sarana dalam upacara dan ritual, sebagai sarana hiburan, dan sebagai sarana tontonan. Kesenian Dikie Rabano juga memiliki bentuk penyajian yakni terdapat beberapa unsur-unsur antara lain lokasi penelitian kesenian Dikie Rabano, kostum pemain Dikie Rabano, pemain Dikie Rabano, instrumen/alat, repertoar/lagu, dan orang-orang yang terlibat dalam penyajian kesenian Dikie Rabano. Kata Kunci: Dikie Rabano; Pesta Perkawinan; Bentuk Penyajian; Fungsi. ABSTRACT            Dikie Rabano art is one of the many traditional arts in Kanagarian Bukik Batabuah, Canduang District, Agam Regency. In this study, there is a purpose to find out again things that are in the Dikie Rabano art, such as the function and form of presentation in a wedding ceremony. This research was conducted by collecting data and information using qualitative methods which are accompanied by several techniques such as collecting data, interviews, literature studies, and documentation as evidence in conducting research. In the art of Dikie Rabano, there is a function for the people of Kanagarian Bukik Batabuah, Canduang District, Agam Regency, namely as a means of ceremonies and rituals, as a means of entertainment, and as a means of spectacle. Dikie Rabano art also has a form of presentation, namely there are several elements, including the location of the Dikie Rabano art research, costumes of Dikie Rabano players, Dikie Rabano players, instruments/tools, repertoire/songs, and peoples involved in the presentation of Dikie Rabano art. Keywords: Dikie Rabano; Marriage; Form of presentation; function.   
Gandang Tambua Pupuik pada Acara Baralek di Nagari Paninjauan Kabupaten Agam Fauzi Fauzi; Ediwar Ediwar; Sriyanto Sriyanto; Muhammad Zulfahmi
Jurnal Musik Nusantara Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v2i2.3200

Abstract

-Gandang Tambua Pupuik merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Awalnya kesenian ini dipertunjukkan pada kegiatan konsi atau gotong royong di sawah pada saat istirahat minum dan makan, yang bertujuan untuk memberi tahu kepada masyarakat bahwasanya ada gotong royong. Seiring perkembangannya, sekarang kesenian ini tidak lagi dipertunjukkan pada kegiatan konsi di sawah, namun telah dipertunjukkan pada upacara pesta perkawinan, alek nagari dan lain sebagainya. Dalam pertunjukannya kesenian ini dimainkan 10 sampai 15 orang pemain. Ensambel Gandang Tambua Pupuik terdiri dari beberapa instrumen yaitu pupuik batang padi, tambua, talempong, gadabiak (rebana), dan giriang-giriang (tamborin). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur pertunjukan Gandang Tambua Pupuik pada acara pesta perkawinan dan alek nagari di Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif yakni mengumpulkan data baik lisan maupun tulisan terkait pertunjukan kesenian Gandang Tambua Pupuik,  dengan beberapa teknik seperti observasi ke lapangan tepatnya di Nagari Maninjau, wawancara dengan narasumber yang memiliki pemahaman tentang keberadaan Gandang Tambua Pupuik, studi pustaka terhadap beberapa tulisan terkait kesenian ini, serta pengambilan dokumentasi pertunjukan Gandang Tambua Pupuik di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. 
PELATIHAN MUSIK TALEMPONG PACIK PADA MASYARAKAT NAGARI PANINJAUAN KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT Ediwar Ediwar; Syafniati Syafniati; M. Halim; Jufri Jufri; Firman Firman
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talempong pacik merupakan genre musik perkusi tradisional yang terkenal dalam kehidupan masyarakat di wilayah budaya Minangkabau. Nama talempong pacik, merupakan sebutan yang digunakan khusus untuk keperluan ilmiah oleh para pemerhati seni musik talempong tradisional Minangkabau Hasil permainan talempong secara ritmis itu menghasilkan formula melodi-melodi pendek, dan hasil yang demikian sesungguhnya yang harus dicapai dalam teknik permainan interlocking. Genre musik talempong pacik Minangkabau memiliki dua teknik permainan. Teknik yang umum digunakan dalam permainan talempong pacik adalah teknik permainan interlocking (kunci-mengunci atau berjalin), dan yang hanya dimiliki oleh beberapa kelompok genre musik ini adalah teknik permainan hocketing (satu melodi lagu dimainkan oleh beberapa orang). Dalam pengabdian ini hanya terbatas pada permainan musik talempong pacik teknik interlocking yang memiliki unsur-unsur ritmik dan wilayah nada yang memenuhi tingkatannya. Pengabdian ini dilaksanakan pada masyarakat Nagari Paninjauan, Kec. Tanjunhg Raya Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode diskusi dan praktek langsung. Tujuan adalah untuk mewariskan music talempong kepada kepada warga masyarakat yang berminat mempelajari talempong tradisional. Manfaat yang diharapkan adalah agar music talempong pacik di nagari tersebut tidak hilang dalam situasi masuknya budaya luar.
PELATIHAN DAN PERTUNJUKAN MUSIK POPULER MINANGKABAU DALAM KEGIATAN PULANG BASAMO DAN SILATURAHMI MASYARAKAT NAGARI JORONG PANINJAUAN KABUPATEN AGAM, PROPINSI SUMATERA BARAT Muhammad Zulfahmi; Ediwar Ediwar; Sriyanto Sriyanto; Yurnalis Yurnalis; Syahri Anton
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian yang dilakukan oleh Prodi Seni Karawitan ini adalah pergelaran pertunjukan kesenian khususnya dalam bidang musik tradisional dalam bentuk Band Talempong. Pergelaran ini dilakukan oleh beberapa orang dosen Prodi Seni Karawitan, dan juga beberapa orang mahasiswa serta alumni yang terjun langsung dalam pertunjukan dalam acara pertunjukan kesenian dalam rangka kegiatan pulang basamo dan silaturahmi seluruh masyarakat Nagari Jorong Paninjauan Kabupaten Agam untuk merayakan hari raya Idhul Fitri 1440 H. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2018, hari ke tiga lebaran. Permasalahan yang dihadapi dalam usaha pelestarian dan regenerasi terhadap pengembangan dan pelestarian musik diantaranya adalah kendala dalam penyediaan tenaga ahli. Sejatinya kesenian dapat diajarkan melalui pendidikan usia dini termasuk di sekolah-sekolah dasar. Oleh sebab solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat kali ini adalah mempermudah proses alih generasi dengan cara menampilakn kesenian Minangkabau populer. Namun pada masa berikutnya usaha pengembangan dan pelestarian musik mengalami kendala. Hal ini diakui sendiri oleh masyarakat Tanjung Raya. Hali itu terjadi karena beberapa faktor dimana diantaranya adalah kurangnya kurikulum pembelajaran kesenian, ketiadaan kegiatan ekstrakurikuler karena dampak pandemi covid 19 yang melanda selama ini. Oleh sebab itu dengan adanya tim pengabdian masyarakat dari ISI Padangpanjang yang memberikan pelatihan, usaha untuk melestarikan dan mengembangklan kesenian tradisional Minangkabau populer ini berjalan seperti yang diharapkan.
Kajian Organologi Pembuatan Alat Musik Tradisi Saluang Darek Berbasis Teknologi Tradisional Ediwar Ediwar; Rosta Minawati; Febri Yulika; Hanefi Hanefi
PANGGUNG Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i2.905

Abstract

ABSTRACTThe music of Saluang Darek wind instrument is Minangkabau traditional music that uses the musical instrument of aerophone classification (air as the main source of vibration) and the kind of end-blown without-block flutes musical instrument, and this musical instrument is used to accompany Minangkabau songs or dendangs. Saluang Darek is made of bamboo. The best bamboos for making Saluang Darek are (1) Talang bamboo (Schizostachyum brachycladum kurz), (2) Buluah Kasok bamboo (Gingantocholoa apus), (3) Tamiang bamboo (Schizostachyum zollingeri steud), and (4) Cimanak bamboo (Schizostachyum longispiculatum). The production of Saluang Darek musical instrument uses the traditional technology by still maintaining the quality of instrument that's ready to be used for the performing arts particularly in accompanying dendang. The method used in this research was the qualitative method by using the approach of organology study. Data were collected through the library research, observation, interview, and documentation. This study found the importance of the musical instrument study in order to give information for the musicologists' and ethnomusicologists' works, at once conserve the musical culture in West Sumatera.Keywords: Saluang Darek, Organology, Aerophone, Traditional technology ABSTRAKMusik tiup Saluang Darek adalah musik tradisional Minangkabau yang menggunakan alat musik klasifikasi Aerophone (udara sebagai sumber getaran utama) dan alat tiup jenis end-blown without-block flutes digunakan untuk mengiringi nyanyian atau dendang Minangkabau. Alat musik Saluang darek terbuat dari bambu, yang paling baik untuk alat musik Saluang adalah (1) bambu  talang ( Schizostachyum brachycladum kurz), (2) bambu buluah kasok (Gingantocholoa apus), (3) bambu tamiang (scizostachyum zollingeri steud), (4) bambu cimanak (Schizotachyum longispiculatum). Pembuatan alat musik Saluang darek menggunakan teknologi tradisional dengan tetap menjaga kualitas alat yang siap dipakai untuk seni pertunjukan dalam mengiringi dendang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian organologi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Kajian ini mendapati pentingnya   kajian instrumen musik untuk memberikan infomasi dalam pekerjaan musikolog dan etnomusikolog, sekaligus pelestarian budaya musikal di Sumatera Barat. Kata kunci: Saluang darek, Organology, Aerophone, Teknologi tradisional ABSTRACTThe music of Saluang Darek wind instrument is Minangkabau traditional music that uses the musical instrument of aerophone classification (air as the main source of vibration) and the kind of end-blown without-block flutes musical instrument, and this musical instrument is used to accompany Minangkabau songs or dendangs. Saluang Darek is made of bamboo. The best bamboos for making Saluang Darek are (1) Talang bamboo (Schizostachyum brachycladum kurz), (2) Buluah Kasok bamboo (Gingantocholoa apus), (3) Tamiang bamboo (Schizostachyum zollingeri steud), and (4) Cimanak bamboo (Schizostachyum longispiculatum). The production of Saluang Darek musical instrument uses the traditional technology by still maintaining the quality of instrument that's ready to be used for the performing arts particularly in accompanying dendang. The method used in this research was the qualitative method by using the approach of organology study. Data were collected through the library research, observation, interview, and documentation. This study found the importance of the musical instrument study in order to give information for the musicologists' and ethnomusicologists' works, at once conserve the musical culture in West Sumatera.Keywords: Saluang Darek, Organology, Aerophone, Traditional technology ABSTRAKMusik tiup Saluang Darek adalah musik tradisional Minangkabau yang menggunakan alat musik klasifikasi Aerophone (udara sebagai sumber getaran utama) dan alat tiup jenis end-blown without-block flutes digunakan untuk mengiringi nyanyian atau dendang Minangkabau. Alat musik Saluang darek terbuat dari bambu, yang paling baik untuk alat musik Saluang adalah (1) bambu  talang ( Schizostachyum brachycladum kurz), (2) bambu buluah kasok (Gingantocholoa apus), (3) bambu tamiang (scizostachyum zollingeri steud), (4) bambu cimanak (Schizotachyum longispiculatum). Pembuatan alat musik Saluang darek menggunakan teknologi tradisional dengan tetap menjaga kualitas alat yang siap dipakai untuk seni pertunjukan dalam mengiringi dendang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian organologi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Kajian ini mendapati pentingnya   kajian instrumen musik untuk memberikan infomasi dalam pekerjaan musikolog dan etnomusikolog, sekaligus pelestarian budaya musikal di Sumatera Barat. Kata kunci: Saluang darek, Organology, Aerophone, Teknologi tradisional 
Saluang Dendang Sirompak dalam Tradisi Ritual Magis di Payakumbuh: Satuan Kajian Karakteristik Musikal Ediwar Ediwar; Hanefi Hanefi; Rosta Minawati; Febri Yulika
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1369

Abstract

Saluang dan Dendang Sirompak merupakan bagian tidak terpisahkan dari pertunjukan Sirompak.Pertunjukan difungsikan untuk mempengaruhi orang lain melalui kekuatan magi. Tradisi ba-Sirompak diidentifikasi sebuah komposisi musik bersifat free rhythm. Mantera disajikan melaluikalimat yang disusun untuk mendatangkan kekuatan gaib. Ba-sirompak difungsikan untuk‘mengguna-gunai’ wanita secara ilmu kebatinan (magis). Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan metode kualitatif, yaitu data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Dalam pengumpulan data digunakan tiga tahap penelitian. yaitu: Pertama,studi kapustakaan untuk mengumpulkan bahan tertulis yang diperlukan sesuai masalah yangditeliti. Kedua, penelitian lapangan untuk mungumpulkan data dengan teknik observasidan wawancara langsung secara mandalam, dengan difokuskan pada rekonstruksi ritual Basirompak.;Ketiga, pengolahan data, dilakukan berupa transkripsi music dalam bentuk notasi,deskripsi, dan analisis data yang siap dijadikan laporan. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui karakteristik musical Saluang Dendang Sirompak dengan mengkaji unsur-unsurmusikal pada pusaran motif, frase, dan periode melodis.Kata Kunci: Ba-sirompak, Karakter musikal, Ritual Magi.
Co-Authors A Admiral Ahmad Nafis Ahmad Wanda Ajawaila, Gerzon Alfalah Alfalah Andar Indra Sastra Andela, Jhori Andika Bayu Putra Asep Saepul Haris, Asep Saepul ASRIL ASRIL Basya, Sri Raudah Desmawardi, Desmawardi EFENUR, MUHAMMAD HARIO Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar, Elizar Erlinda Erlinda Erlinda Fauzi Fauzi Febri Yulika Fernando, Vicky Firman Firman Gerzon Ajawaila Hamzaini, Hamzaini Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi, Hanefi Hanefi, Hanefi Harrisman Harrisman Harrisman, Harrisman Hernando Saputra I Gusti Ngurah Antaryama Iit Muharti Iit Muharti Iit Iit, Iit Muharti Indah Yuni Indah Indah Yuni Pangestu Indah, Indah Yuni Intan Rizki Intan Intan Rizki Junita Tri Utami Intan, Intan Rizki Jenni Masrita Jhori Andela Jonni Jonni Jufri Jufri Jufri Jufri Laila Okta Triani M. Halim Martion Martion Martion Martion Martion Martion Martion Martion, Martion Martion Martis Martis Martis, Martis Masrita, Jenni Mizliati, Septri Muhammad Halim Muhammad Halim, Muhammad MUHAMMAD HARIO EFENUR Muhammad Zulfahmi Muhammad Zulfahmi Nafis, Ahmad Nolly Media Putra Nurmalena, Nurmalena Nursyirwan Nursyirwan Putra, Nolly Media Putra, Rio Eko Rafiloza Rafiloza Rahma Yunita Mah Yully Putri Rasmida, Rasmida Resmi Kurnia Julia Sari Rina Oktavia Rio Eko Putra Rizdki Rizdki Rizdki, Rizdki Robby Suhendra Robby Suhendra Rosta Minawati Rustim Rustim Sabri Marba Sabri Marba Sari, Gustika Septri Mizliati Shindi Lara Sati Sri Raudah Basya Sriyanto Sriyanto SRIYANTO SRIYANTO Sriyanto Sriyanto Suherni Suherni Suherni Suherni, Suherni Susandra Jaya Susas Rita Loravianti Syafniati Syafniati Syafrizaldi Syafrizaldi Syafrizaldi, Syafrizaldi Syahri Anton Syofia, Ninon Tommy Wahyudi Venny Rosalina Wahida Wahyuni Wenhendri, Wenhendri Wirandi, Rika Yoga Ardiyanto Yubbi, Al Yurnalis Yurnalis Yusril, Yusril Zani, Ridho