Claim Missing Document
Check
Articles

Kecacingan pada Saluran Pencernaan Trenggiling Jawa (Manis javanica) dan Pengendaliannya Riyan Wahyu Setiadi; Risa Tiuria; Chairun Nisa
ARSHI Veterinary Letters Vol. 1 No. 1 (2017): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2017
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.991 KB) | DOI: 10.29244/avl.1.1.11-12

Abstract

Salah satu kendala dalam upaya konservasi Trenggiling jawa secara ex-situ adalah masalah penyakit, salah satunya kecacingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis cacing saluran pencernaan yang menginfeksi empat ekor Trenggiling jawa,serta mengetahui efektivitas dari anthelmintika yang diberikan. Identifikasi tipe telur, jenis larva, dan derajat infeksi kecacingan dilakukan dengan menggunakan teknik parasitologi. Hasil menunjukkan trenggiling yang dipelihara di kandang terinfeksi oleh cacing tipe Strongylid dan Ascarid. Seluruh trenggiling terinfeksi oleh cacing genus Strongylus. Infeksi ganda terjadi pada duaekortrenggiling, masing-masingoleh cacing genus Strongylus dan Trichostrongylus, serta cacing genus Strongylus dan Ascaris. Trenggiling terinfeksi cacing dengan derajat infeksi kategori ringan hingga sedang. Pemberian Albendazole dengan dosis 10 mg/ kgbb setiap pekan mampu menurunkan jumlah telur cacing sebesar 100%.
Infeksi Anisakid pada lumba-lumba hidung botol indo-pasifik (Tursiops aduncus) di situs konservasi lumba-lumba, Indonesia Ismah Atika Salmah; Risa Tiuria; Agus Setiyono; Tri Isyani Tungga Dewi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.82 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.67-68

Abstract

Penyakit parasit dapat mempengaruhi kesehatan lumba-lumba yang dipelihara di konservasi. Informasi berkaitan dengan jenis parasit yang menginfeksi lumba-lumba di konservasi masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi parasit lumba-lumba hidung botol indo-pasifik (Tursiops aduncus) di situs konservasi lumba-lumba, Indonesia. Sampel feses diambil secara langsung dari rektum menggunakan rubber catheter. Sampel feses dilakukan pemeriksaan dengan metode pengapungan sederhana, filtrasi dan sedimentasi, serta metode Baermann. Hasil dari pemeriksaan sampel feses menunjukkan satu dari tiga lumba-lumba hidung botol indo-pasifik (Tursiops aduncus) terinfeksi Anisakid. Hasil tersebut menunjukkan perlunya dilakukan pengendalian parasit di situs konservasi lumba-lumba.
Kecacingan pada kucing di Klinik Star Vet Bogor Alif Nur Muhamad Muriana; Yusuf Ridwan; Risa Tiuria; Rizal Arifin Akbari
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.757 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.63-64

Abstract

Helminthiasis adalah salah satu penyakit yang perlu diperhatikan pada kucing karena tidak menimbulkan gejala klinis yang serius, kecuali pada infeksi berat dan kronis. Penelitian ini bertujuan mempelajari kejadian kecacingan pada kucing di klinik hewan Starvet Bogor. Data sekunder didapat dari rekam medis periode 2016-2018 dengan total kasus yang ditangani berjumlah 2 535. Total kasus yang diduga kecacingan pada kucing sebesar 49 kasus. Kasus kucing yang positif kecacingan sebesar 43 kasus dan negatif sebesar 6 kasus. Kucing dapat terinfeksi lebih dari satu jenis cacing parasit pada satu waktu yang sama. Jenis cacing parasit yang berhasil diidentifikasi adalah hookworm sebesar 14 dari 27 kasus, Toxocara sp sebesar 11 dari 27 kasus, dan Dipylidium sp sebesar 2 dari 27 kasus. Antelmintika yang banyak digunakan untuk mengobati kasus kecacingan pada kucing memiliki zat aktif praziquantel dan pirantel pamoat.
Kecacingan pada burung cendrawasih (Paradisaea sp.) di pusat penyelamatan satwa cikananga sukabumi Cut Aldila Febiana; Inna Rakhmawati; Risa Tiuria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 3 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.514 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.3.43-44

Abstract

Kecacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada burung cendrawasih di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga Sukabumi Jawa Barat. Pemeriksaan tinja rutin menggunakan metode flotasi dan Mc Master dilakukan untuk mengetahui kejadian infeksi cacing pada burung cendrawasih. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 5 dari 5 ekor burung cendrawasih positif terinfeksi cacing Cappilaria sp. dan Heterakis sp. Faktor infeksi berkaitan dengan sanitasi lingkungan sehingga pencegahan dapat dilakukan melalui sanitasi kandang dan pemberian batu pada dasar kandang.
Gambaran kepekaan Escherichia coli dari peternakan ayam broiler di Desa Bojongkerta Kabupaten Sukabumi terhadap antibiotik Merlia Andriyani; Usamah Afiff; Risa Tiuria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 1 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.934 KB) | DOI: 10.29244/avl.4.1.19-20

Abstract

Masalah resistensi Escherichia coli (E. coli) terhadap antibiotik telah banyak dilaporkan. Peningkatan kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat dilihat dari banyaknya laporan bahwa terdapat antibiotik yang sudah tidak efektif lagi terhadap suatu bakteri patogen. Pola penggunaan antibiotik di Indonesia dan negara-negara lain semakin meningkat dan banyak diantaranya masih digunakan secara tidak tepat. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari gambaran kepekaan E. coli dari ayam broiler terhadap sefpodoksim, sefoksitin, sulfametoksazol-trimetoprim, kolistin sulfat, seftizoksim, aztreonam, dan nitrofurantoin dari peternakan ayam broiler di Desa Bojongkerta Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pengujian resistensi antibiotik menggunakan metode difusi cakram menurut Kirby-Bauer. Hasil uji kepekaan isolat E. coli menunjukkan bahwa isolat E.coli dalam penelitian ini telah resisten terhadap sefpodoksim, sefoksitin, sulfametoksazol-trimetoprim, seftizoksim, aztreonam, dan nitrofurantoin. Namun tidak menunjukkan hasil terhadap kolistin sulfat.
Uji resistensi Escherichia coli dari peternakan ayam ras petelur di Desa Rumpin Kabupaten Bogor terhadap antibiotik Nursa Rima Putri; Usamah Afiff; Risa Tiuria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.2.35-36

Abstract

Escherichia coli merupakan flora normal yang ada di usus manusia dan hewan. Antibiotik berperan sebagai terapi terhadap infeksi E. coli. Penggunaan antibiotik secara tidak bijak dapat menimbulkan resistensi. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat resistensi E. coli yang diisolasi dari ayam ras petelur terhadap sefpodoksim, sefoksitin, seftizoksim, aztreonam, oksasilin, nitrofurantoin, dan sulfametoksazol−trimetoprim. Sampel uji berasal dari swab kloaka ayam ras petelur. Pengujian resistensi E. coli terhadap antibiotik dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan Clinical Laboratory Standards Institute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 isolat E. coli mengalami resistensi terhadap sefpodoksim (100.0%), sefoksitin (58.82%), seftizoksim (100.0%), aztreonam (94.12%), oksasilin (100.0%), nitrofurantoin (58.82%), dan sulfametoksazol−trimetoprim (82.35%).
Kecacingan pada saluran pencernaan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) Rizky Diyu Purnama; Risa Tiuria; Huda Salahudin Darusman
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.2.37-38

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan satwa primata yang sering ditangkarkan dan digunakan sebagai hewan coba terutama dalam pengujian vaksin dan obat. Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diantisipasi dalam upaya penangkaran adalah kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis telur cacing dan derajat infeksi kecacingan pada monyet ekor panjang. Sampel feses dari 26 monyet ekor panjang diambil dan dianalisa meggunakan metode McMaster dan metode Kato-Katz. Hasil pemeriksaan menunjukkan 4 sampel feses ditemukan telur cacing Trichuris Sp. dan Strongylid dengan kategori derajat infeksi ringan
Aspiculuris tetraptera Infection In Mice: Parasite degree and Differential Leukocyte Zulfikri Mustakdir; Rizal Arifin Akbari; Elok Budi Retnani; Risa Tiuria
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 6 No 2, JULY 2022
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v6i2.20579

Abstract

Aspiculuris tetraptera is one of helminth parasite commonly found in mice. The response of the mice to parasite infection varies depending on various factors. Immune system is one of the factors that affect the occurrence of parasite infection in the host. The purpose of this study were to observe the parasitemia level and the immune respons of mice that infected with Aspiculuris before and after challenge infection. Mice were infected with Aspiculuris twice to see the development of parasite and the immune respon. Feces and blood samples were collected from the mice. Feces samples were examined by floating method to find the parasite egg, whereas blood samples were examined by blood smears to count the differential leukocytes. The result showed that Aspiculuris tetraptera eggs appear in the feces on the 20th day after infected as many 200 eggs/gram and increased on the 26th day as much 300 eggs/gram of feces. The peaks of eosinophils were on the 3rd and 6th days at 2.8% and 3.1% respectively. The level of Neutrophils and monocytes showed fluctuations but the trend decrease from day to day. Lymphocyte levels also showed fluctuations but tended to increase from the first day to the 26th day.
The Development of Ascaridia galli Infective Eggs by In Vitro Culture Ummu Balqis; Darmawi D; Muhammad Hambal; Risa Tiuria
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 2 (2009): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.372 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v3i2.3104

Abstract

The aim of this study was to determine the survival of embrionated eggs of Ascaridia galli. Adult female worms were obtained from lumen of intestine of native chickens in a slaughter house. Eggs obtained from the uteri of adult female worms were incubated in distilled water at room temperature for 20-31 days in order to develop A. galli infective eggs. The eggs were counted using stereomicroscope. The result showed that the amount of A. galli eggs were 1,045,478 and the amount of embrionated eggs were 935,300 (89.46%).Keywords: Ascaridia galli,  embrionated eggs
ENDOPARASIT CACING PADA ORANGUTAN EX-CAPTIVE DI SUAKA MARGASATWA SUNGAI LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH INDONESIA M. Mirsageri; M. Jamaluddin Assidiqi; Umi Cahyaningsih; Risa Tiuria; Zulfiqri Z
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.462 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2796

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi dan mengetahui persentase orangutan yang terinfeksi endoparasit (cacing) pada orangutan excaptive yang berada di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. Sampel feses orangutan yang diperiksa sebanyak 30 individu yang didapatkan dicamp Gemini dan Siswoyo. Pemeriksaan feses dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode Ridley dengan larutan sodium acetate, acetic acid, dan formaldehyde (SAF) fiksatif dan metode apung. Hasil pengamatan menunjukkan adanya infeksi cacing gastrointestinal sebesar 56,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangutan positif terinfestasi telur cacing tipe ascarid; trichurid; dan strongiloid masing-masing sebesar 43,3; 16,7; dan 6,7%. Orangutan dapat mengalami infeksi lebih dari satu jenis tipe telur cacing.
Co-Authors . Darmawi . Darmawi Adhi Rahmat Hariyadi Adi Winarto Afiff , Usamah Agus Setiyono Akbari, Rizal Arifin Alif Nur Muhamad Muriana April Hari Wardhana Arif Rahman Jabal Arini Ratnasari Aurilia Hemas Adytia Wardaningrum Aviola, Lala Bambang P. Priosoeryanto Bambang Pontjo Priosoeryanto Chairun Nisa Cut Aldila Febiana Damiana Rita Ekastuti Darmawi D Darmawi D Dewantoro, Galuh Indro Didit Triatmojo Dita Pratama Putri Dyah Haryuningtyas Savitri Elok Budi Retnani Fachriyan H Pasaribu Fachriyan H Pasaribu Fachriyan H. Pasaribu Fachriyan H. Pasaribu Fachriyan Hasymi Pasaribu Fachriyan Hasymi Pasaribu Feri Irawan Fikram, Muhammad Fitri Dinar Rahayu Forcep Rio Indaryanto Forcep Rio Indaryanto Forcep Rio Indaryanto Hardiyanti, Niken HERA MAHESHWARI hubullah fuadzy Huda Salahudin Darusman Inna Rakhmawati Ismah Atika Salmah Jerica, Monica Silva Jimmy Pangihutan Kermelita, Deri M. Jamaluddin Assidiqi M. Jamaluddin Assidiqi, M. Jamaluddin M. Mirsageri M. Mirsageri, M. Maria Natasya Mayasari, Ni Luh Putu Ika Merlia Andriyani Mila Karmila Milda Lestari Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Hambal Muhammad Raihan Pambudi Noviara, Sherly Nugraha, Arifin Budiman Nugraha, Budiman Nurlisa Alias Butet Nursa Rima Putri Putri Indah Ningtias Razali Daud Razali Daud Retno D Soejoedono Retno D Soejoedono Retno D. Soejoedono Retno D. Soejoedono Retno Damayanti Soejoedono Ridi Arif Ridwan Affandi Ripta Mustafa Nugraha Riyan Wahyu Setiadi Rizal Akbari Rizal Arifin Akbari Rizal Arifin Akbari Rizal Arifin Akbari Rizal Arifin Akbari Rizky Diyu Purnama Samadi Samadi Siagian, Tetty Barunawati Simon He Sonja Kleinertz Subangkit, Mawar Sulistiono Suryaningtyas Kusumadewi Susi Soviana Tri Isyani Tungga Dewi Umi Cahyaningsih Ummu Balqis Unita Pratiwi Upik Kesumawati Hadi Vici E.H.S. Susilowati Yusli Wardiatno Yusuf Ridwan Yusuf, Muhammad Baharudin ZK Abdurahman Baizal Zulfikri Mustakdir Zulfiqri Z Zulfiqri Z, Zulfiqri