Claim Missing Document
Check
Articles

L3 Populations in Laying Hens Infected with 6,000 L2 of Ascaridia galli D, Darmawi; Balqis, Ummu; Tiuria, Risa; Soejoedono, Retno D.; Pasaribu, Fachriyan H.
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 1, No 2 (2007): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v1i2.3122

Abstract

The aim of the present study was to determine the survival of L3 populations in intestine ofchickens exposed to experimental Ascaridia galli infection. Nature female adult worm were obtained fromlumen of village chickens in a comercial abattoir in Bogor. The eggs (L1) obtained from uteri female adultworms were incubated in sterile aquadestilata at room temperature for 10-20 days developed embrionatedeggs (L2). Five groups (A-D) of 80 head chickens were infected with, 6000 L2 A. galli respectively. Thechickens of group A were infected six times with dose of each 1,000 L2 with an interval of one hour. Thechickens of group B were infected three times with dose of each 2,000 L2 with an interval of two hours.The chickens of group C were infected six times with dose of each 3,000 L2 with an interval of three hours. The chickens of group D were infected one time with single dose 6,000 L2. A. galli L3 were recovered from intestines of 80 heads chickens seven days after oesophagus inoculation with 6,000 L2.The result showed that total 702,000 L1 and 628,000 L2 collected from 124 A. galli female adult worms.The percentage of L1 developed L2 is 89.46% and L2 developed L3 is 11.27%. Significant survival of L3higher populations in intestine of chickens observed only in the group D. The results indicated thatchickens infected high dose of A. galli caused the decrease of host defence against ascaridiosis. Keywords: Ascaridia galli, embrionated eggs, larvae
The Development of Ascaridia galli Infective Eggs by In Vitro Culture Balqis, Ummu; D, Darmawi; Hambal, Muhammad; Tiuria, Risa
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 2 (2009): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v3i2.3104

Abstract

The aim of this study was to determine the survival of embrionated eggs of Ascaridia galli. Adult female worms were obtained from lumen of intestine of native chickens in a slaughter house. Eggs obtained from the uteri of adult female worms were incubated in distilled water at room temperature for 20-31 days in order to develop A. galli infective eggs. The eggs were counted using stereomicroscope. The result showed that the amount of A. galli eggs were 1,045,478 and the amount of embrionated eggs were 935,300 (89.46%).Keywords: Ascaridia galli, embrionated eggs
KONSENTRASI PROTEIN DAN PENENTUAN BERAT MOLEKUL EKSKRETORI/SEKRETORI L3 Ascaridia galli D, Darmawi; Balqis, Ummu; Tiuria, Risa; Soejoedono, Retno D; Pasaribu, Fachriyan H
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 1 (2009): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v3i1.3074

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi dan berat molekul protein ekskretori/sekretori larva (L3) Ascaridia galli (A. galli). Larva L3 diperoleh dari usus halus 100 ayam tujuh hari setelah pemberian dosis 6000 L2 melalui esofagus ayam. Sebanyak 510 L3 dikultur secara in vitro dalam setiap ml medium Rosswell Park Memorial Institute (RPMI 1640), pH 6,8, tanpa merah fenol dalam inkubator pada temperatur 37 0C dan 5% CO2 selama 3 hari. Ke dalam medium ditambahkan 100 unit ml-1 penisilin G, 100 g ml-1 streptomisin, 5 g ml-1 gentamisin dan 0,25 g ml-1 kanamisin. Ekskretori/sekretori dipreparasi dari produk metabolisme L3 yang dilepaskan ke dalam medium kultur. Untuk mendapatkan protein ekskretori/sekretori, medium kultur dipekatkan dengan vivaspin 30.000 MWCO, dan kuantitas protein dihitung dengan metode Bradford. Berat molekul protein ekskretori/sekretori divisualisasikan dengan sodium dodecyl sulphate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS PAGE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi protein ekskretori/sekretori adalah 0,595 mg/ml dengan berat molekul 28 kDa.
ENDOPARASIT CACING PADA ORANGUTAN EX-CAPTIVE DI SUAKA MARGASATWA SUNGAI LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH INDONESIA Mirsageri, M.; Assidiqi, M. Jamaluddin; Cahyaningsih, Umi; Tiuria, Risa; Z, Zulfiqri
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2796

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi dan mengetahui persentase orangutan yang terinfeksi endoparasit (cacing) pada orangutan excaptive yang berada di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. Sampel feses orangutan yang diperiksa sebanyak 30 individu yang didapatkan dicamp Gemini dan Siswoyo. Pemeriksaan feses dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode Ridley dengan larutan sodium acetate, acetic acid, dan formaldehyde (SAF) fiksatif dan metode apung. Hasil pengamatan menunjukkan adanya infeksi cacing gastrointestinal sebesar 56,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangutan positif terinfestasi telur cacing tipe ascarid; trichurid; dan strongiloid masing-masing sebesar 43,3; 16,7; dan 6,7%. Orangutan dapat mengalami infeksi lebih dari satu jenis tipe telur cacing.
RESPONS ANTIBODI AYAM PETELUR YANG DIBERIKAN PROTEIN EKSKRETORI/SEKRETORI DAN DITANTANG DENGAN TELUR INFEKTIF Ascaridia galli D, Darmawi; Balqis, Ummu; Tiuria, Risa; Soejoedoeno, Retno Damayanti; Pasaribu, Fachriyan Hasymi; Hambal, Muhammad; Daud, Razali
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.929

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui respons antibodi dalam serum ayam petelur terhadap ekskretori/sekretori, dan ditantang dengan telur infektif Ascaridia galli (A. galli) Sebanyak 12 ekor ayam dibagi dalam empat kelompok. Kelompok pertama adalah ayam yang tidak diimunisasi dan tidak diinfeksi (kontrol), kelompok kedua adalah ayam yang diimunisasi dengan dosis 260 g ekskretori/sekretori larva A. galli, kelompok ketiga adalah ayam yang diinfeksi dengan dosis 1000 telur infektif A. galli, dan kelompok keempat adalah ayam yang diimunisasi dengan dosis 260 g ekskretori/sekretori dan satu minggu kemudian ditantang dengan dosis 1000 telur infektif A. galli. Respons antibodi pada masing-masing kelompok dianalisis dengan uji enzymelinkedimmunosorbantassay (ELISA) setiap satu minggu selama 10 minggu pascainfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imunisasi dan atau infeksi dapat memicu peningkatan titer antibodi serum secara signifikan (P0,05) selama 10 minggu pascainfeksi. Titer tertinggi adalah 2,631,20 OD (optical density) dicapai pada minggu ke-3 pascainfeksi dan titer terendah adalah 1,510,48 OD pada minggu ke-0. Ekskretori/sekretori dapat memicu respons antibodi serum ayam petelur terhadap A. galli.
Co-Authors . Darmawi . Darmawi Adhi Rahmat Hariyadi Adi Winarto Afiff , Usamah Agus Setiyono Akbari, Rizal Arifin Alif Nur Muhamad Muriana April Hari Wardhana Arif Rahman Jabal Arini Ratnasari Aurilia Hemas Adytia Wardaningrum Aviola, Lala Bambang P. Priosoeryanto Bambang Pontjo Priosoeryanto Chairun Nisa Cut Aldila Febiana Damiana Rita Ekastuti Darmawi D Darmawi D Dewantoro, Galuh Indro Didit Triatmojo Dita Pratama Putri Dyah Haryuningtyas Savitri Elok Budi Retnani Fachriyan H Pasaribu Fachriyan H Pasaribu Fachriyan H. Pasaribu Fachriyan H. Pasaribu Fachriyan Hasymi Pasaribu Fachriyan Hasymi Pasaribu Feri Irawan Fikram, Muhammad Fitri Dinar Rahayu Forcep Rio Indaryanto Forcep Rio Indaryanto Forcep Rio Indaryanto Hardiyanti, Niken HERA MAHESHWARI hubullah fuadzy Huda Salahudin Darusman Inna Rakhmawati Ismah Atika Salmah Jerica, Monica Silva Jimmy Pangihutan Kermelita, Deri M. Jamaluddin Assidiqi M. Jamaluddin Assidiqi, M. Jamaluddin M. Mirsageri M. Mirsageri, M. Maria Natasya Mayasari, Ni Luh Putu Ika Merlia Andriyani Mila Karmila Milda Lestari Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Hambal Muhammad Raihan Pambudi Noviara, Sherly Nugraha, Arifin Budiman Nugraha, Budiman Nurlisa Alias Butet Nursa Rima Putri Putri Indah Ningtias Razali Daud Razali Daud Retno D Soejoedono Retno D Soejoedono Retno D. Soejoedono Retno D. Soejoedono Retno Damayanti Soejoedono Ridi Arif Ridwan Affandi Ripta Mustafa Nugraha Riyan Wahyu Setiadi Rizal Akbari Rizal Arifin Akbari Rizal Arifin Akbari Rizal Arifin Akbari Rizal Arifin Akbari Rizky Diyu Purnama Samadi Samadi Siagian, Tetty Barunawati Simon He Sonja Kleinertz Subangkit, Mawar Sulistiono Suryaningtyas Kusumadewi Susi Soviana Tri Isyani Tungga Dewi Umi Cahyaningsih Ummu Balqis Unita Pratiwi Upik Kesumawati Hadi Vici E.H.S. Susilowati Yusli Wardiatno Yusuf Ridwan Yusuf, Muhammad Baharudin ZK Abdurahman Baizal Zulfikri Mustakdir Zulfiqri Z Zulfiqri Z, Zulfiqri