Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN RASCH MODEL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PESERTA PENGKADERAN FORMAL Amri Gunasti; Abadi Sanosra; Muhtar Muhtar; Nely Ana Mufarida; Eko Budi Satoto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13826

Abstract

Abstrak: Selama ini, instrumen penilaian yang dibuat oleh Tim Instruktur untuk mengukur kemampuan peserta pengkaderan formal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) masih secara konvensional. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah agar Tim Instruktur terampil melakukan pengukuran kemampuan peserta pengkaderan formal IMM dengan memanfaatkan Rasch Model dan menggunakan aplikasi ministep atau winstep. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan baik secara teori maupun praktik. Mitra adalah Tim Instruktur IMM Kabupaten Jember sebanyak 20 orang. Kegiatan pelatihan rasch model ini memberi kontribusi peningkatan kemampuan Tim Instruktur rata-rata sebesar 40,83 dengan skala 0 sampai 100. Sebelum dilakukan pelatihan kemampuan rata-rata peserta sebesar 29,17. Setelah diberikan pelatihan kemampuan peserta meningkat menjadi rata-rata sebesar 70.Abstract: So far, the assessment instruments made by the Instructor Team to measure the abilities of the formal cadre participants of the Muhammadiyah Student Association (IMM) are still conventional. The purpose of this service activity is for the Instructor Team to be skilled at measuring the abilities of IMM formal cadre participants by utilizing the Rasch Model and using the ministep or winstep applications. This activity is carried out by providing training both theoretically and practically. Partners are the Jember Regency IMM Instructor Team of 20 people. This Rasch model training activity contributed to increasing the ability of the Instructor Team on average by 40.83 on a scale of 0 to 100. Prior to the training, the average participant ability was 29.17. After being given training the ability of the participants increased to an average of 70.  
PENINGKATAN KEAHLIAN TUKANG DALAM MENERAPKAN TEKNOLOGI FEROSEMEN DAN TULANGAN BETON DARI BAMBU Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Rofi Budi Hamduwibawa; Aditya Surya Manggala; Iskandar Umarie; Nely Ana Mufarida; Abadi Sanosra; Eko Budi Satoto; Erna Ipak Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14923

Abstract

ABSTRAKHasil survey menunjukkan bahwa para tukang di Desa Sukogidri Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember belum memiliki keterampilan memanfaatan teknologi ferosemen dan beton bertulang bambu sebagai bahan bangunan yang tahan terhadap gempa. Solusi yang diberikan pada para Tukang diantaranya 1) memberikan informasi mengenai gempa dan dampak yang ditimbulkan terhadap rumah dan bangunan, 2) memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi ferosemen, 3) memberikan tindak lanjut pelatihan pemanfaatan bambu sebagai tulangan beton. Mengingat intensitas terjadinya gempa sangat masif maka kegiatan  Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) mendesak untuk dilaksanakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan tukang dalam menerapkan teknologi ferosemen dan beton bertulang bambu. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari observasi, koordinasi lapangan, penyampaian teori teknologi ferosemen dan beton bertulang bambu, praktek membuat ferosemen, praktek membuat beton bertulang bambu, praktek membuat beton bertulang bambu, penguatan kelompok tukang. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pretest sebelum dimulai pelaksanaan program dan postest setelah kegiatan. Dari kegiatan  ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan tukang meningkat setelah dilakukan praktek membuat ferosemen dan praktek membuat beton bertulang bambu. Kata kunci: ferosemen; tulangan bambu; tukang; beton. ABSTRACTThe results of the survey indicated that the construction employees in Sukogidri Village, Ledokombo District, Jember Regency lacked the skills necessary to use ferrocement technology and bamboo-reinforced concrete as earthquakeresistant building materials. The solutions supplied to the construction workers included 1) providing information about earthquakes and their effects on buildings and residences, 2) providing training on the use of ferrocement technology, and 3) providing follow-up training on the use of bamboo as concrete reinforcement. Program kemitraan masyarakat stimulus (PKMS) must be implemented immediately due to the magnitude of the enormous earthquake. This activity aims to enhance the skills of construction employees in the application of ferrocement and bamboo-reinforced concrete. Observation, field coordination, delivery of ferrocement technology theory and bamboo reinforced concrete, practice of producing ferrocement, practice of producing bamboo reinforced concrete, practice of producing bamboo reinforced concrete, and strengthening of construction worker groups are the stages of implementing the activities. Before the program begins, a pretest and a post-test are administered to measure the efficacy of the activity. After practicing creating ferrocement and bambooreinforced concrete, the capability of construction employees will increase, according to this activity. Keywords: ferrocement; bamboo reinforcement; builders; concrete.
PELATIHAN ME-RETROFIT RUMAH SEDERHANA DENGAN TEKNOLOGI FEROSEMEN BAGI TUKANG BANGUNAN DI KABUPATEN JEMBER Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Abadi Sanosra
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i3.1065

Abstract

Jember Regency is one of the regencies prone to earthquakes. This disaster has caused a number of damaged buildings in various affected areas. The buildings affected by the earthquake were simple houses built by village builders. They generally do not understand how earthquake shear forces behave in the houses they build. The objective of this activity was to provide the masons with the skills to retrofit simple houses made of unreinforced masonry walls by applying ferrocement technology so that the bearing capacity against earthquake-induced shear forces would be higher. The ferrocement training was conducted in Sukogidri Village, Ledokombo, Jember. This activity was carried out by socialising and coordinating, providing training, conducting group strengthening and evaluation. The average score obtained by individual builders during the pretest was between 39.7 and 40.1. After the training, the average score of personal builders was between 77.6 and 80.3. The overall ability of builders before the training activities was 40.03. The overall ability of the builders after the training was 78.77. The increase in the average ability of builders personally when compared between before and after training with a value between 37.4 to 40.3. Meanwhile, the overall improvement of the builders after the Community Partnership Empowerment (PKM) programme was 38.75. This indicates that the training was very appropriate to improve the ability of builders to apply ferrocement technology to retrofit simple earthquake-damaged houses.
PKM TUKANG BANGUNAN DESA SUKOGIDRI MELALUI TEKNIK PENULANGAN STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG BAMBU Muhtar Muhtar; Hanafi Hanafi; Iskandar Umarie; Amri Gunasti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17157

Abstract

ABSTRAKSalah satu potensi desa Sukogidri adalah banyaknya spesies bambu. Bambu merupakan energi terbarukan dan berkelanjutan yang belum dimanfaatkan maksimal untuk meningkatkan keberdayaan ekonomi masyarakat desa. Bambu mempunyai kuat tarik dan daya elastis cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk tulangan struktur beton sederhana, seperti rangka kuda-kuda, gewel, balok, dan kolom rumah sederhana. Belum maksimalnya manfaat bambu, faktor ekonomi dan keterbatasan pengetahuan para tukang bangunan tentang cara merangkai tulangan bambu untuk struktur rangka merupakan tiga masalah prioritas yang harus dipecahkan. Peningkatan pengetahuan cara merangkai tulangan bambu diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keberdayaan ekonomi tukang bangunan. Pengabdian ini merupakan aplikasi hasil penelitian tentang “Jembatan Pracetak Rangka Beton Bertulang Bambu” dan “Bambu sebagai Tulangan Beton”. PKM ini bertujuan memberdayakan dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Kelompok Kreatif Tukang Bangunan agar mandiri secara ekonomi dan sosial. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan observasi dan koordinasi lapangan, bimbingan dan penyuluhan sampai melakukan evaluasi keberhasilan program. Peningkatan rata-rata kemampuan tukang bangunan setelah dilakukan pelatihan sebesar 34,1. Hal ini menunjukkan peningkatan yang terjadi pada tukang bangunan sebesar dua tingkat yakni dari tidak mahir menjadi mahir. Oleh karenanya kegiatan PKM ini dianggap berhasil. Kata kunci: tukang; struktur; rangka; beton; bambu ABSTRACTOne of the potentials of Sukogidri village is the abundance of bamboo species. Bamboo is a renewable and sustainable energy that has not been maximally utilized to increase the economic empowerment of village communities. From a technical perspective, bamboo has a high tensile strength and elasticity that can be utilized for reinforcement of simple concrete structures, such as trusses, gewels, beams, and columns of simple houses. The underutilization of bamboo, economic factors, and limited knowledge of builders on how to assemble bamboo reinforcement for frame structures are three priority problems to be solved. Increasing knowledge on how to assemble bamboo reinforcement is needed to increase the knowledge and economic empowerment of the community of builders in carrying out their profession. This service is an application of research results on "Bamboo Reinforced Concrete Truss Precast Bridge" and "Bamboo as Concrete Reinforcement". This PKM aims to empower and improve the knowledge and skills of the Creative Group of Builders to be economically and socially independent. The method of implementing this activity begins with observation and field coordination, guidance and counseling to evaluate the success of the programme. The average increase in the ability of builders between before and after training was 34.1. This shows the improvement that occurred in the builders by two levels, namely from not proficient to proficient. Therefore, this PKM activity is considered successful. Keywords: builder; structure; frame; concrete; bamboo
PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT MENGOLAH SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK DENGAN TEKNOLOGI TAKAKURA Abadi Sanosra; Iskandar Umarie; Taufan Abadi; Eko Budi Satoto; Nanang Saiful Rizal; Erna Ipak Rahmawati; Nely Ana Mufarida; Muhtar Muhtar; Amri Gunasti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15312

Abstract

ABSTRAKSelama ini, warga Desa Sukogidri masih belum memiliki kepedulian untuk memproses sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga. Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk, hilangnya kesuburan tanah dalam waktu jangka panjang dan mudahnya serta murahnya penggunaan teknologi takakura, maka masyarakat Desa Sukogidri perlu diberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan pupuk organik serta memberikan pelatihan pembuatan sampah organik dengan metode takakura. Tujuan kegiatan ini adalah pertama, masyarakat memiliki pola pikir bahwa sampah organik dalam waktu jangka panjang dapat mempertahankan dan bahkan membuat tanah menjadi bertambah subur, sehingga masyarakat tidak tergantung lagi pada pupuk buatan. Tujuan kedua adalah agar masyarakat terampil mengolah sampah organik sisa rumah tangga dan sampah organik yang berasal dari lingkungan sekitar menjadi pupuk organik dengan teknologi takakura. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari observasi, koordinasi lapangan, menyiapkan peralatan, menyiapkan bahan, penyuluhan penggunaan pupuk organik, praktek membuat pupuk organik, penyerahan peralatan dan bahan serta penguatan kelompok masyarakat.  Penguatan kelompok masyarakat ini dilakukan dengan cara menunjuk Koordinator Desa, Koordinator Dusun, Koordinator Dasawisma serta ketua kelompok Penilaian dilakukan dalam skala 0 sampai 100. Nilai 0 dianggap sangat tidak mampu dan nilai 100 dianggap sangat mampu. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini telah memberikan dampak positif dari kategori kurang mampu menjadi mampu bagi peserta pada khususnya dan kepada masyarakat sukogidri pada umumnya dalam memahami manfaat pupuk organik maupun dalam pembuatan pupuk organik.            Kata kunci: pupuk organik; takakura; sampah organik; lahan pertanian. ABSTRACTSo far, the residents of Sukogidri Village still do not have the awareness to process waste from household activities. To anticipate the scarcity of fertiliser, the loss of soil fertility in the long term and the easy and cheap use of takakura technology, the people of Sukogidri Village need to be educated about the importance of using organic fertiliser and provide training in making organic waste using the takakura method. The objectives of this activity are first, the community has the mindset that organic waste in the long term can maintain and even make the soil more fertile, so that people are no longer dependent on artificial fertilisers. The second goal is for the community to be skilled in processing organic waste from households and organic waste from the surrounding environment into organic fertiliser with takakura technology. Stages of activity implementation were carried out starting from observation, field coordination, preparing equipment, preparing materials, counselling on the use of organic fertiliser, practice making organic fertiliser, handing over equipment and materials and strengthening community groups. The assessment was carried out on a scale of 0 to 100. A score of 0 is considered very incapable and a score of 100 is considered very capable. This Stimulus Community Partnership Program (PKMS) activity has had a positive impact from the category of less capable to capable for participants in particular and to the Sukogidri community in general in understanding the benefits of organic fertiliser and in making organic fertiliser. Keywords: organic fertiliser; takakura; organic waste; farmland
ADDED VALUE SAMPAH ORGANIK DENGAN TEKNOLOGI KOMPOSTER UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT GAYO JEMBER-BONDOWOSO Amri Gunasti; Abadi Sanosra
JPM PAMBUDI Vol 4 No 01 (2020): PAMBUDI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v4i01.833

Abstract

Waste generation in Jember and Bondowoso districts is estimated at more than 500 m3day. More than 70% is organic waste. It can have multiple effects. There are three main products produced from this program, the first is composter, the second is HCS bioactivator and the third is liquid compost. The approach method includes stages: a). Socialization of PKMS program on Composter and Compost Making Technology b). Preparation of social preconditions, i.e. Coordination with the Gayo Jember Community regarding solving problems faced by members c). Implementation of the Composter Making technology and compost technology application programs, both technical and non-technical for the community, d). Monitoring, evaluation and reporting. The implementation of the Community Stimulation Partnership Program (PKMS) Composter Technology and Household Scale composting will improve the optimization of household waste function as raw material for organic fertilizer, increasing the income and welfare of members of the Gayo Jember-Bondowoso Community.
Perbandingan Arus Kepadatan Jalan Pada Jalan Mastrip (ONE WAY-ANOVA) Amri Gunasti; Kia Candra K; Tiara Puspita S; Andi Batara R. A; Veri Ardiansyah
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.10978

Abstract

Penelitian ini fokus pada analisis kepadatan lalu lintas di Kota Jember, sebuah daerah dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama di Jalan Mastrip. Tingkat kepadatan ini memicu kemacetan lalu lintas, menghambat mobilitas penduduk dan memerlukan solusi efektif. Tujuan penelitian adalah menganalisis titik-titik kemacetan kritis dengan mengumpulkan data penting, yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistik One Way Anova. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Data primer dikumpulkan secara langsung di lapangan pada tahun 2023 di Jalan Mastrip, sebuah wilayah dengan arus lalu lintas yang padat di pusat kota Kota Jember. Pengolahan data menggunakan uji normalitas dan One Way Anova pada perangkat lunak SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepadatan arus lalu lintas di tiga jalur yang diuji (Jalan Mastrip ke Jalan Patrang, Jalan Kalimantan ke Jalan Mastrip, Jalan Mastrip ke Jalan Danau Toba) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Uji normalitas mengonfirmasi distribusi data yang normal, dan Uji Anova memberikan nilai signifikansi >0,05, menandakan ketidakberbedaan yang signifikan antara kelompok jalur. Penelitian ini juga melibatkan Uji Homogenitas dan Uji Lanjut (Post Hoc Test), yang mendukung temuan bahwa kepadatan arus lalu lintas di setiap jalur cenderung sama-sama padat. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan bahwa upaya untuk mengatasi kemacetan di Jalan Mastrip perlu mempertimbangkan strategi pengendalian lalu lintas dan evaluasi sistem transportasi. Penelitian ini mengonfirmasi kesesuaian dengan temuan sebelumnya dan memberikan rekomendasi kepada pengendara untuk mempertimbangkan alternatif transportasi atau rute untuk mengurangi dampak kemacetan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas dan mobilitas di Kota Jember.
Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Pengolahan Soya Nuggets dari Limbah Ampas Kedelai (Penggunaan Teknologi Tepat Guna Mesin Ampas Kedelai) Ariyani, Sofia; Darma, Orisanto; Ana Mufarida, Nely; Gunasti, Amri; Abidin, Asroful; Firmansyah, Moh. Adi; Al Farisi, A. Wahid
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 3, No. 1: March 2024
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2024.v3i1.5341

Abstract

Soya nuggets adalah produk olahan daging yang sangat diminati saat ini, namun harganya yang relatif tinggi membuatnya kurang terjangkau oleh masyarakat. Soya nuggets mudah dikonsumsi dan memiliki kandungan gizi yang baik, sehingga perlu adanya substitusi bahan baku utama dengan bahan baku alternatif yang lebih hemat biaya namun tetap memenuhi standar gizi. Penggunaan ampas kedelai sebagai bahan baku tambahan soya nuggets bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada daging ayam sebagai bahan baku utama dan meningkatkan diversifikasi pangan yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi mitra dalam hal ini adalah ibu-ibu rumah tangga di Kelompok Pengajian Ranting ‘Aisyiyah Tegal Besar 2 Cabang Kaliwates Kabupaten Jember, dengan menghasilkan produk makanan yang sehat dan aman tanpa bahan pengawet atau kimia untuk keluarga. Mitra juga dapat mengembangkan home industri soya nuggets untuk mendapatkan pendapatan tambahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hasil dari Kegiatan Pengabdian yang telah dilaksanakan yaitu: 1. Melakukan pembuatan media sosial Instagram dan Whatsapp sebagai media promosi dan penjualan produk. 2. Melakukan pelatihan membuat konten yang menarik, promosi di media sosial, mencari target konsumen, dan bentuk pelayanan customer service online pada Instagram,dan Whatsapp.
Efektifitas Metode Job Instruction Training dan Visual Presentations dalam Pelatihan Tukang Bangunan Menerapkan Teknologi Ferosemen Gunasti, Amri; Sanosra, Abadi; Muhtar, Muhtar; Ipak Rahmawati, Erna
Sustainable Civil Building Management and Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2024): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scbmej.v1i1.2127

Abstract

Increasing the ability of builders to apply ferrocement technology as a building material is a very urgent activity. The use of visual presentations that represent Off the job training methods and job instruction training that represent On the job training as training methods for builders needs to be further investigated for their level of effectiveness. This research was conducted to measure the effectiveness of the two training methods using different tests. The aim of this research is to determine the effectiveness of the visual presentation method compared to job instruction training. The results of the research show that there are real differences in the indicators of skilled builders stripping plaster, skilled builders installing woven wire stands and knowing their sizes, skilled builders installing woven wire, skilled builders installing binding wire, understanding the sequence of implementation and understanding every detail. the size of each step in implementing ferrocement technology. The research results also stated that there was no difference in the ability indicators for Skilled Builders to Install Plaster using the Visual Presentations or Job Instruction Training methods.
Pengukuran Road User Satisfaction Index Jalan Jawa Kabupaten Jember Zainuddin Permana, Muhammad; Hamduwibawa, Rofi Budi; Gunasti, Amri
Sustainable Civil Building Management and Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2024): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scbmej.v1i1.2129

Abstract

Java Road is one of the roads located in Sumbersari District, Jember Regency, which is very busy and strategic, causing several problems, such as congestion, noise, traffic accidents and other things. Research on the level of satisfaction of Javanese road users is an urgent matter that must be done. The aim of this research is to analyze the level of importance and performance of Javanese roads. In this research, the basis for making the instrument was based on interviews with stakeholders and based on the RUSI (Road User Satisfaction Index) standard which had been used in previous research. The research results show that the Road User Satisfaction Index (RUSI) value on Javanese roads is 58.50. The RUSI value is in the range between 51-65.99 percent with quite satisfactory criteria.
Co-Authors A, Oky Yudi Abadi Sanosra Abadi Sanosra Abadi, Taufan Abdillah , Muhammad Sevi Abdillah, M. Sevi Ach. Rofiqi Achmad Erfan Afandi Adi, Agung Septa Aditya Dimas Pratama Aditya Surya Manggala Afaer, Sang Angga Zeatama Afandi, Achmad Erfan Agitiya Wahyu , Andre Agus Prasetyo Utomo Ahmad Iqbal F. P. Ahmad Nur Fais Ahmad, R. Sultan Al Farisi, A. Wahid Alfaries, M. Rifki Aliehudien, Arief Alwafi, Muhammad Rayhan Amar Ma’ruf Ana Mufarida, Nely Andariana, Yulia Andi Batara R. A Andreanto, Erwan Anisa Agustina Amartya Anisa Rizki Aprilia, Aura Denis Apriliana, Ninda Rizki Aprilianto, Akbar Rangga Ardhi, Nusantara Fathonisyam Putra Ardiansah, Rizal Ardiansyah, Moch. Edwin Ardiansyah, Veri Ariany, Rizky Arief Alihudien Arief Alihudien, Arief Arif, Audry Yunus Asroful Abidin Azizah, Nur Jannah Bachtiar, Fatim Rosa Bagus, Wahyu Bakti, Budi Satria Bintari, Patricia Putri Budi, Galih Alnabawi Putra Amelinda Setia Cahya Dewi , Ilanka Cholid, Sabda Arsy Damayanti, Asiska Fitria Bara Darma Setiawan, Orisanto Darma, Orisanto Desta, Senki Dewanto, Bimo Bayu Diana, Feriska Dicky Juniar Dimas P, Aditya Dini Fitrianti Dwi, Ilanka Cahya Ekawardani, Naeda Tamara Eko Budi Satoto Eko Budi Satoto Eko Suasmadi Eriyanti , Merlita Erna Ipak Rahmawati Ernandi, Titan Dani F.P., Ahmad Iqbal Fadhil Aditya Putra Vidiyanto Fahrezi, Dhanial Hakim Faisandra, Mariska Amalia Fajri, Gilang Fanandri, Ahmad Ifan Faridhiya, Naufal Reza Felim, Felda Ferdi Yanuar, Setiyo Firmansyah, Moh. Adi Fraya Ani H, Prames Aulia Sukma Hamduwibawa, Rofi Budi Hanafi Hanafi Haykal, Muhammad Helmy Alif Maulana Herdhiansyah, Helmi Herlambang, Toni Hilmi, Ahmad Iqbal Ika Priantari Ilanka Cahya Dewi Ilanka Cahya Dewi Ilyasa, Muhammad Ipak Rahmawati, Erna Irawati Irawati Irawati Irawati Isabella, Nurullah Iskandar Umarie Jannah, Silvia Nur Karim, M. Ainul Kia Candra K Kosjoko Kosjoko Kurniawan, Dhimas Rizki Kusuma, Moch Nur Hadi L, Adinda Fitriyah Laili, Januariya Mahardika, Savana Duwi Malatania, Lala Arum Manggala, Adhitya Surya Maudiani, Moh. Maulana, Aqsal Fikrillah Mayanda, Bernicha Dwivani Meidlyana, Syafirna Melina, Nabila Milana Agustin Milya, Abidah Moch Reeza Mufarida, Nely Ana Muhammad Firmansyah, Muhammad Muhammad Hazmi Muhtar Muhtar Muhtar Muhtar Muhtar Muhtar N, Yodick Febrian Nafila, Zakya Nanang Saiful Rizal Naylah Sofia Elmadjid Nely Ana Mufarida Ninda Rizki Apriliana P, Vania Yanuarita P Pahlevy, Moch Reyzal Pramana, Anselmus Henry Pramana, Ferdika Yudha Prasetyo, Dwi Bagus Pratama P., Aldi Nanda Prayogi, Fahrur Prayogo, Prasetyo Eka Prayuga, M. Dimas Priyono, Pujo Pujo Priyono Putra, Arya Dzikrullah Akida Juliandana Putra, Dhian Wahana Putra, Mohammad Ridha Ardiansyah Putra, Muhammad Rifqi Arya Putra, Yogi Armanda Maulana Putri, Devina Amelia Eka Putri, Sandifa Putri, Sonia Rahma Fajar Putri, Tiara Ghayda Qisti Yuli Wardani Qurrotul Aini Raharjo, Marcerio Tri Putra Rajabi, Fahmi Ramadhani, Faqih Figo Ramadhani, Rafi Eka Rifta, Azzah Iftina Rizal , Nanang Saiful Rizal Aditya Rizqi, Putra Dwi Rofiqi, Rahmat Hidayatur Romadona, Indah Sofiyanti Rosana, Manna Roshiyana, Szasza Nazafah Rozikin, Alimul S, Raja Eko Dwi Safitriani, Alika Saillillah, Rian Saka Wijaya, Ken Anda Sandi, Yoga Dwi Saputra Ari Saputra, Aditya Fernanda Raihan Sari Dewi Oktavianti, Wulandari Satria Ardi Pamungkas Shelina, Dyan Shodiqin, Dimas Herliandis Siswoyo, Mochammad Rico Siti Mardiatul Sofia Ariyani Sofyan Rofi Soleh, Abdullah Robeid Suasmadi, Eko Taufan Abadi Taufan Abadi Tiara Puspita S Totok Dwi Kuryanto Trikusuma R., Dony Umarie, Iskandar Umarie, Winda Islamiyah Valensia, Imelda Veri Ardiansyah Vidiyanto, Fadhil Aditya Putra Wahyudi, Muhammad Nur Wicaksana, Krisna Ary Yahya, Helmi Yanuar, Setiyo Ferdi Yoga Ainurrahman Zainuddin Permana, Muhammad Zakiyatul Afifah Zakya Nafila Zhulfikar, Muhammad