Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Transformasi Budaya Tutur di Era Digital: Negosiasi Identitas Pemuda Baduy Luar melalui Media Sosial Euis Heryati; Magvira Yuliani
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital tidak hanya mengubah cara individu berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi cara komunitas adat mempertahankan, merepresentasikan, dan menegosiasikan identitas budaya. Masyarakat Baduy dikenal memiliki keterikatan kuat terhadap pikukuh karuhun dan praktik komunikasi berbasis tradisi lisan yang dalam penelitian ini disebut Budaya Tutur. Di tengah perkembangan teknologi digital, terutama media sosial, pemuda Baduy Luar mulai berinteraksi dengan ruang komunikasi yang melampaui batas geografis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Budaya Tutur memperoleh bentuk baru dalam ruang digital dan bagaimana pemuda Baduy Luar menegosiasikan identitas budaya melalui media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilengkapi keterlibatan lapangan, observasi aktivitas sosial, wawancara semi-terstruktur, pengamatan terhadap materi media sosial yang dapat diakses secara publik, serta analisis dokumen sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital tidak serta-merta menghilangkan Budaya Tutur, tetapi memperluas ruang, aktor, bentuk, dan jangkauan komunikasi budaya. Pemuda Baduy Luar tampil sebagai narator budaya yang memproduksi representasi diri melalui simbol, pakaian, aktivitas, dan narasi mengenai kehidupan Baduy. Proses tersebut dapat dipahami sebagai transformasi menuju digital orality, yakni munculnya bentuk komunikasi digital yang mempertahankan unsur naratif, interaktif, dan performatif dari praktik oral. Pada saat yang sama, identitas budaya dinegosiasikan melalui seleksi penggunaan teknologi, reinterpretasi simbol budaya, dan performativitas di hadapan khalayak digital. Media sosial membuka peluang bagi agensi dan visibilitas budaya, tetapi juga menghadirkan risiko penyederhanaan dan komodifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan budaya pada komunitas adat lebih tepat dipahami sebagai proses negosiasi komunikasi daripada pertentangan sederhana antara tradisi dan modernitas.
Pengaruh Celebrity Endorser Fujianti Utami Putri dan Brand Image Skincare Nuface terhadap Minat Beli Followers TikTok pada Live Streaming Fujianti Utami Putri Delive Charista Arna; Euis Heryati
JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Sains Teknologi dan Informasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jiti.v4i3.2471

Abstract

Celebrity endorser and brand image are two strategic elements in marketing communication that play an important role in shaping consumer purchase intention, especially in the digital era dominated by social media such as TikTok. In the competitive skincare industry, the use of celebrity endorsers and the establishment of a strong brand image are crucial strategies to influence consumer decisions, particularly through live streaming activities. This research aims to determine the influence of Celebrity Endorser Fujianti Utami Putri and Brand Image of Nuface skincare on Purchase Intention among TikTok followers during Fujianti Utami Putri's live streaming, both partially, dominantly, and simultaneously. This research uses a quantitative approach with an explanatory research type, applying the S-O-R theory and VisCAP model, with a sample of 96 respondents determined through purposive sampling. The results prove that Brand Image is the most decisive factor in driving purchase intention, with a significant influence (β = 0.556; sig <0.001) far greater than that of Celebrity Endorser (β = 0.240; sig = 0.016), although both were proven to have a positive and significant partial effect (H0 rejected, H1 accepted) as well as a significant simultaneous effect (F = 57.825; sig <0.001). Together, both variables explain 55.4% of the variation in Purchase Intention (R² = 0.554), while the remaining 44.6% is influenced by other factors outside this study. These findings confirm that strengthening brand image is a far more decisive strategy for driving followers' purchase intention than relying on the popularity of an endorser figure.
Pola Komunikasi Remaja Wanita Terhadap Fenomena Beauty Privilege (Studi Kasus Kalangan Remaja Wanita Di Kecamatan Bekasi Utara) Tifani Prishila; Ikbal Rachmat; Euis Heryati; Yumelda Sari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3271

Abstract

Fenomena beauty privilege atau keistimewaan yang diperoleh individu karena dianggap memiliki penampilan fisik menarik semakin menonjol dalam kehidupan sosial remaja, khususnya di wilayah urban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi remaja wanita terhadap fenomena beauty privilege di Kecamatan Bekasi Utara, memahami faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis dampaknya terhadap interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap key informan dan informan remaja wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty privilege memengaruhi pola komunikasi interpersonal baik secara verbal, nonverbal, maupun digital. Remaja wanita yang dianggap memenuhi standar kecantikan cenderung lebih percaya diri, memiliki daya persuasif lebih tinggi, serta lebih mudah diterima dalam kelompok sosial. Sebaliknya, remaja yang tidak sesuai dengan standar kecantikan menghadapi hambatan komunikasi berupa keterbatasan penerimaan dan relasi sosial. Faktor utama yang memengaruhi pola komunikasi meliputi konstruksi sosial budaya, pengaruh media digital, serta lingkungan pertemanan. Penelitian ini menegaskan bahwa beauty privilege bukan hanya fenomena estetika, tetapi juga berimplikasi pada dinamika komunikasi dan pembentukan identitas sosial remaja wanita. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis pada kajian komunikasi interpersonal dan konstruksi realitas sosial, sekaligus implikasi praktis bagi pemahaman dinamika sosial remaja di era modern.
Pengaruh Personal Branding dan Partisipasi Charity Windah Basudara terhadap Kepercayaan Penggemar Friska Fricillia Samudra; Ratna Sari Dewi Wattimena; Euis Heryati; Erman Anom
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personal branding dan partisipasi charity Windah Basudara terhadap kepercayaan penggemar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatif terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Model regresi telah memenuhi uji asumsi klasik dan layak digunakan untuk analisis. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa personal branding, partisipasi charity, dan kepercayaan penggemar berada dalam kategori sangat baik dengan TCR masing-masing sebesar 88,84%, 84,77%, dan 88,48%. Indikator tertinggi pada personal branding adalah ciri khas (91,2%), partisipasi charity adalah keterbukaan informasi (88,0%), dan kepercayaan penggemar adalah reputasi (90,6%). Sementara itu, konsistensi konten gaming dan keterlibatan audiens dalam kegiatan charity menjadi aspek yang masih perlu diperhatikan. Hasil uji t menunjukkan bahwa personal branding (X1) dan partisipasi charity (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan penggemar (Y), dengan nilai t hitung masing-masing sebesar 7,308 dan 3,944 serta signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji F menunjukkan kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan penggemar, dengan R² sebesar 0,711 atau 71,1%. Temuan ini memperkuat Theory of Reasoned Action dan Source Credibility Theory, dengan personal branding sebagai fondasi dan partisipasi charity sebagai penguat kepercayaan penggemar.
Strategi Komunikasi Digital Public Relations Bank BTN Pusat @btn dalam Mempromosikan Produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Halimah Tunisa; Ikbal Rachmat; Euis Heryati; Yumelda Sari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3309

Abstract

Penelitian ini membahas strategi Digital Public Relations Bank BTN Pusat dalam mempromosikan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui akun Instagram resmi @btn. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Key Informan dari Institutional Relationship Management Bank BTN Pusat, didukung staf KPR dan nasabah, sedangkan data sekunder diperoleh melalui observasi 18 unggahan bertema KPR pada akun @btn selama November 2025 sampai Juni 2026. Data dianalisis menggunakan kerangka Cyber Public Relations Onggo yang mencakup Relations, Reputation, dan Relevance, serta ditinjau melalui Teori Komunikasi Massa Lasswell dan Teori Two-Way Symmetrical Communication Grunig dan Hunt. Hasil penelitian menunjukkan Bank BTN berhasil membangun reputasi kuat sebagai top of mind produk KPR melalui konsistensi identitas visual dan key message #HGCTHI, meskipun interaksi pada akun @btn masih didominasi komunikasi satu arah yang informatif. Penelitian juga menemukan perluasan segmentasi audiens serta kesenjangan penyampaian informasi teknis mengenai suku bunga floating. Secara keseluruhan, prinsip Cyber Public Relations telah diterapkan secara memadai, tetapi masih diperlukan penguatan interaksi dua arah dan penyesuaian pesan promosi.
PERANAN PUBLIC RELATIONS DALAM MENANGANI KRISIS DIGITAL BANKING JENIUS PT BANK SMBC INDONESIA TBK Putti Mumtazza Salsabila Syhar; Euis Heryati
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3131

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan Public Relations (PR) dalam menangani krisis komunikasi pada layanan digital banking Jenius PT Bank SMBC Indonesia Tbk, menyusul berulangnya kasus hilangnya dana nasabah akibat social engineering dan phishing pada periode 2021 hingga 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dalam paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan, yaitu pihak internal perusahaan, praktisi komunikasi, dan nasabah terdampak, disertai observasi partisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Analisis data menggunakan tiga perspektif teori, yaitu Situational Crisis Communication Theory (SCCT), tipologi peran Public Relations Grunig dan Hunt, serta Image Restoration Theory Benoit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis Jenius berawal dari insiden teknologi dan berkembang menjadi krisis reputasi ketika kepercayaan publik terhadap keamanan layanan dipertanyakan. Public Relations menjalankan peran terintegrasi sebagai pusat koordinasi komunikasi, penerjemah pesan teknis, dan edukator keamanan. Strategi respons krisis mengombinasikan klarifikasi, permintaan maaf, dan penguatan citra (bolstering), sementara pemulihan reputasi ditopang oleh tindakan korektif, mortifikasi, dan komunikasi proaktif, meski masih dihadapkan pada hambatan riwayat krisis dan keterbatasan transparansi data. Penelitian ini memperluas SCCT dan Image Restoration Theory melalui konsep cluster transition dynamics dan trust debt amplifier pada konteks bank digital murni.
Analisis Model AIDA di CGV Cinemas Central Park dalam Menghadapi Disrupsi Digital Savana Maulia; Syurya Muhammad Nur; Paundra Jhalugilang; Euis Heryati
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan layanan streaming mengubah pola konsumsi hiburan serta meningkatkan tekanan persaingan bagi industri bioskop. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model AIDA pada strategi komunikasi pemasaran CGV Cinemas Central Park dalam menghadapi disrupsi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap sembilan informan yang terdiri atas tiga pihak manajemen, tiga pengunjung aktif, dan tiga calon pengunjung, serta observasi nonpartisipatif dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa Attention dibangun melalui Instagram, TikTok, videotron, poster, dan visual fasilitas; Interest melalui informasi fasilitas, promosi, pelayanan, serta pengalaman konsumen; Desire melalui Cultureplex, 4DX, ScreenX, Velvet Class, Satin Class, kenyamanan, dan kualitas audiovisual; sedangkan Action didorong oleh transaksi digital, membership, cashback, voucher, bundling, dan program promosi. Kendala teknis aplikasi dan pertimbangan biaya masih menghambat tindakan. Temuan menegaskan bahwa customer experience merupakan pembeda utama CGV dari layanan streaming dan AIDA tetap relevan ketika didukung komunikasi pemasaran terpadu. Adaptasi digital juga memperlihatkan perilaku Search dan Share yang memperluas proses konsumen setelah paparan komunikasi pemasaran.