Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PERCAYA DIRI SISWA MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Rini Larassati; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.095 KB)

Abstract

This research aimed to know the increasing of students self confidence usinggroup guidance service. The research problem was found that there are studentswho had low self confidence. The research method was quasy experiment by usingnonequivalent control group design. The research subjects were 10 students whohad low self confidence. The data analysis was using wilcoxon test. It showed thatstudents self confidence increased 22,5% with Sig. = (0,000 0,05)so Ha wasreceived, it means that students self confidence can be increased by using groupguidance services.There are some suggestions that we can get from the researchin SMK Penerbangan year 2015/2016 (1) To the councelling teacher, she shouldhold guidance group service by tasking technique for increasing students selfconfidence as one of main program at school; (2) To the next researcher, sheshould do the same research with different subjects.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan percaya dirimenggunakan layanan bimbingan kelompok. Masalah penelitian ini kurangpercaya diri. Metode penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen denganmenggunakan Nonequevalent control group design. Subjek penelitian sebanyak10 siswa yang kurang percaya diri. Analisis data dengan menggunakan ujiwilcoxon menunjukkan peningkatan percaya diri sebesar 22,5% dan diketahuibahwa sig. = 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapatpeningkatan percaya diri siswa setelah pengunaan layanan bimbingan kelompok.Adapun saran yang dapat dikemukakan dari penelitian yang telah dilakukan diSMK Penerbangan Bandar Lampung Tahun Ajaran 2015/2016 adalah : (1)Kepada guru Bimbingan dan Konseling dapat mengadakan layanan bimbingankelompok dengan menggunakan teknik penugasan untuk meningkatkan percayadiri siswa, sebagai salah satu program unggulan di sekolah; (2)Kepada Penelitiselanjutnya, dapat melakukan penelitian mengenai masalah yang sama dengansubjek yang berbeda.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, percaya diri
Peningkatan Kosep Diri Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Pada Siswa Ardana Dila Iswari; Yusmansyah Yusmansyah; Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.875 KB)

Abstract

The problem in this study is the low self-concept of students. The problem in this research is “can the self-concept of the students be upgraded by using group guidance service with discussion technique?”. The purpose of this research is to improve the self-concept of the students by using group guidance service with discussion technique. This research method is pre-exsperimental with one-group pretest-posttest design. The subjects of this research are 12 students who have low, medium, and high self-concept. This research uses self-concept scale as data collection technique. The pre-test and post-test data analysis using the Wilcoxon test obtains Zscore = -3.059 Ztable 0.05 = 1.645. Thus, Ha is accepted, which means that self-concept in class XI students can be increased by using Group Guidance Service With Discussion Techniques at Public Vocational High School 1 Terbanggi Besar academic year 2018/2019.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya konsep diri siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah konsep diri siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi?”. Tujuan penelitian untuk meningkatkan konsep diri siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi. Metode yang digunakan yaitu Pre-Experimental Design  dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak 12 siswa yang memiliki konsep diri rendah, sedang dan tinggi. Penelitian ini menggunakan skala konsep diri sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data pre-test dan post-test menggunakan uji Wilcoxon memperoleh Zhitung = -3,059 Ztabel 0,05 = 1,645. Dengan demikian, Ha diterima, yang berarti bahwa konsep diri pada siswa kelas XI dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi di SMK Negeri 1 Terbanggi Besar tahun pelajaran 2018/2019.Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, diskusi kelompok, konsep diri
MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DALAM BELAJAR MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMA Fatwa Mustika Adji; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.618 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the increase of the students self-confident in learning through group guidance service. The problem in this research was the students self-confident in learning. This study is quasi-experimental research, with non equivalent control group design. The subject in this research were 24 students. Data collection technique used observation. The result showed the students self-confident in learning increased, using the wilcoxon test, the result of probability experiment group 0,002sig. 0,05. Therefore Ha1 was accepted, it mean that the students self-confident in learning could be increased through group guidance service. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan percaya diri dalam belajar pada siswa melalui layanan bimbingan kelompok. Masalah dalam penelitian ini percaya diri dalam belajar siswa. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis nonequievalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percaya diri dalam belajar pada kelompok eksperimen meningkat, hal ini terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, nilai probabilitas pada kelompok eksperimen menunjukkan 0,002 sig.0,05. Sehingga Ha1 diterima, maka percaya diri dalam belajar pada siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, percaya diri dalam belajar
PENINGKATAN KEMANDIRIAN DENGAN MENGGUNAKAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK USIA DINI Siska Liana; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.113 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the increasing independence of young children using token economy in early childhood. The method used in this study is quasi experimental method with design Time Series. Subject of this study were six children who are less independent. Data collection techniques using observation. Results obtained in this study indicate that there is an increased independence after using token economy in children. Based on calculations of Wilcoxon test obtained p= 0.027; α=0.05 as the probability value alpha, thus the Ha Ho accepted and rejected, which means there is an increase independence by using token economy in early childhood. Conclusions of this research were significant independence increased after token economy given in early childhood.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperiment dengan desain Time Series. Subjek penelitian sebanyak enam orang anak yang kurang mandiri. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan kemandirian setelah dilakukan token economy pada anak. Berdasarkan hasil perhitungan dari Wilcoxon diperoleh nilai p=0,027; α=0,05 karena nilai probabilitas alpha, dengan demikian maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terjadi peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini.  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan kemandirian yang signifikan setelah diberikan token economy pada anak usia dini.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kemandirian, token economy.
Penggunaan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Desyana Putri Amalia; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.654 KB)

Abstract

The problem in this research is the low of students’ learing motivation. The purpose of this study is to improve the students’ learning motivation of grade XI Senior High School 14 Bandar Lampung academic year 2017/2018. The method used in this research is pre experimental with one group pretest posttest design. The subjects of this research are 8 students. Data analysis in this study used Wilcoxon test. The result of this reaserch indicated that there is an increase in learning motivation by using group guidance. This can be seen from the result of pretest and posttest obtained Zhitung = -2.521 and Ztable = 1.645. Then, from the hypotesis, Ho is rejected while Ha is accepted. The conclusion in this study is Students’ Motivation can be improved by Using Group Guidance.Masalah dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 14 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest posttest design.. Subjek penelitian ini sebanyak 8 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest motivasi belajar yang diperoleh Zhitung = -2,521 dan Ztabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI MENGGUNAKAN TEKNIK REINFORCEMENT POSITIF SISWA KELAS 1 SD Wiwit Wiarti; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.754 KB)

Abstract

The purpose in this studi was to investigate the improvement of student adjustment at school by using positive reinforcement technique. The method used in this research was quasi experimental design with one-group pretest-posttest. Data collection techniques in this study was using research sheet instrument. Subjects of this study were six students of class 1 who has not been able to adjust. Based on the result of research there is significant difference in students who has not been able to adjust before and after implementation of positive reinforcement technique. Thus Ha is accepted, which means that the student who has not been able to adjust can be reduced by positive reinforcement technique. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah menggunakan teknik reinforcement positif. Penelitian ini menggunakan metode quai eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Subjek penelitian sebanyak enam siswa yang memiliki kemampuan penyesuaian diri rendah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa dengan menggunakan teknik reinforcement positif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa, hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa setelah pemberian teknik reinforcement positif.Kata kunci : teknik reinforcement positif, penyesuain diri, siswa
Penggunaan Konseling Sebaya untuk Mengurangi Kecenderungan Perilaku Prokrastinasi Akademik Nadia Fitriani Asyari; Yusmansyah Yusmansyah; Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.482 KB)

Abstract

The research problem was the high of students’ academic procrastination behavior. The research purpose was to know the use of peer counseling for reducing the students’ academic procrastination behavior at SMP Negeri 8 Bandarlampung in academic year of 2018/2019. The design used in this research was time series design. The sample was chosen by technique purposive samplingas much as 5 students.Data collection technique use the scale of academic procrastinastion. The result of this research showed that peer counseling can be used for reducing the students’ academic procrastination behavior. It was showed with Wilcoxon test by using SPSS 17.0 that was obtained zcount = -2.023 ztable= 1.645. So that Ho was rejected and Ha was accepted. Then, the conclusion was that peer counseling can be used for reducing the students’ academic procrastination behavior at SMPN 8 Bandarlampung in academic year of 2018/2019.Masalah penelitian ini adalah perilaku prokrastinasi akademik siswa tinggi.Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan konseling sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 8 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah time series design. Sampel penelitian dipilih dengan teknikpurposive sampling sebanyak 5 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi akademik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling sebaya dapat digunakan untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa. Hal ini ditunjukkan hasil uji wilcoxon menggunakan SPSS 17.0 diperoleh zhitung = -2,023 ztabel = 1, 645. Hasil analisis tersebut menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan penelitian adalah konseling sebaya dapat digunakan untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 8 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci: akademik, konseling sebaya, perilaku prokrastinasi
UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA PADA TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKN TEKNIK POSITIVE REINFORCEMENT PADA SISWA KELAS IX SMP SATYA DHARMA SUDJANA GUNUNG MADU TAHUN AJARAN 2012/2013 Cempaka Puri; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 1 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem this research was whether of positive reinforcement could increase students’ dicipline toward the school rule at the nineth grade of SMP Satya Dharma Sudjana Gunung Madu academic year 2012/2013. The objective of this research was to find out the use of positive reinforcement in increasing students’ dicipline toward the school rule at the nineth grade of SMP Satya Dharma Sudjana Gunung Madu academic year 2012/2013. The researcher used kuasi experiment with one group pretest-posttest experiment design. There were six students had poor dicipline toward school rule. The data collection of the research was through partipants observation and interview. The result showed that positive reinforcement technique could increase students’ dicipline toward the school rule at the nineth grade. It was showed from the result of data analysis, using wilcoxon test. The result of pretest and posttest was p= 0.026; p 0.05. So, H0 was rejected and Ha was accepted. It could be inferred that positive reinforcement could increase students’ dicipline at the nineth grade of SMP. The conclusion of this research was positive reinforcement could increase students’ dicipline at the nineth grade of SMP Satya Dharma Sudjana Gunung Madu academic year 2012/2013. The suggestions that given were: (1) The students have to try to increase their dicipline, so in doing their activity students do not face the obstacle in daily life with their friends, teachers, and others. Especially for students as the subject of this research, the students should increase their dicipline toward the school rule. (2)for teachers, the teachers are expected to give information to the students about the important of dicipline to in increase the students’ dicipline actively. (3) the researcher hope to the others to do the same research but use the old different subject.Key word: students’ dicipline, positive reinforcement tehnique.
Penggunaan Layanan Konseling Kelompok untuk Mengurangi Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Tidak Baik Putriana Putriana; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.586 KB)

Abstract

The problem in this research was the bad attitude and study habits.The problem in this research was whetherGroup's counselling services could be used to reduce the bad attitude and study habits students. The purpose of this research was know the use of group counselling services the could reduce the bad attitude and study habitsat students.The methods used in this research was Quasi Experimental design method of One-group Pretest-posttest Design.The subject of this research were as much as 8 studentsclass X.Data collection was using the PSKB (attitudes disclosureand study habits).The results obtained in this study indicated that Group's counselling services could be used to reduce the bad attitude and study habitsat students. the results Wilcoxon test obtained z count =-2.524 z table = 1.645, than Ho denied and Ha received. The conclusions of this research wasGroup's counselling services could be used to reduce the bad attitude and study habits at students class X in SMAN I Natar.Masalah dalam penelitian ini adalah sikap dan kebiasaan belajar siswa yang tidak baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan layanan Konseling kelompok dapat mengurangi sikap dan kebiasaan belajar tidak baik pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental dengan desain One-group Pretest-posttest Design. Subjek penelitian ini 8 orang siswa kelas X. Teknik pengumpulan data menggunakan angket Pengungkapan Sikap dan Kebiasaan Belajar (PSKB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dapat mengurangi sikap dan kebiasaan belajar siswa yang tidak baik. Hal ini ditunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh zhitung = -2,524 ztabel = 1,645 maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan konseling kelompok dapat mengurangi sikap dan kebiasaan belajar yang tidak baik pada siswa kelas X di SMAN I Natar.Kata kunci: konseling kelompok, kebiasaan belajar, sikap
Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar Siswa Nanda Sekar Anggita; Yusmansyah Yusmansyah; Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 2 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.976 KB)

Abstract

Abstract: The Correlation Between Family Economic Status and Learning Motivation. This study aimed to find out "The correlation Between Family Economic Status and Student Learning Motivation at SMP N 18 Pesawaran". The sample 62 students was taken by using purposive sampling technique. Data analysis technique used product moment conversion. The results showed that the correlation between family economic status with a ratio of r count0.294 0.250 r table significance level 0.05. Than the conclusion the results study correlation between family economic status and learning motivation in SMP N 18 Pesawaran.Keywords:guidance and counseling,family economic status, learning motivation Abstrak:Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar di SMP Negeri 18 Pesawaran”. Sampel 62 siswa dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment.  Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa rhitung0.294 0.250 rtabelpada taraf signifikansi 0.05 Dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar pada siswa SMPN 18 Pesawaran. Kata kunci:bimbingan dan konseling, motivasi belajar, status ekonomi keluarga
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aan Purwanto Ade Ratna Mutiara Aditha Brenda Semedi Agustina Ari Setianingrum Aini Berliani Alriza Rahayu Rahmawati Alvin Alessandro Amilia Ratih Dewanti Andriyanto, Redi Eka Annisa Afiananda Rizqi Anselmus Alan Primavera Archi Pratiwi Rahmawati Ardana Dila Iswari Ari Sofia Asep Lukman Efendi Astrid Diah Amili Putri Ayu Wijayanti Cempaka Puri Citra Abriani Maharani Defiana Defiana Desfi Dian Mustika Desi Ardianti Desyana Putri Amalia Diah Utami Diah Utaminingsih Dian Ayu Lestari Dian Permata Sari HSB Dinny Suryani Dwi Agustina Damayanti Eka Rahma Ayu Erliani Pratiwi Erminia Adestyani F. Ivana Yudiastri Fatwa Mustika Adji Fitri Pradita Pertiwi Fitriani Fitriani Giyono Giyono Hani Maria Ulfa Hany Septia Hestina Hestina Ibrahim, Yulianton Ashzar Ida Santika Intan Syafitri Irfan Prima Aldi Irsan Dewangga Jamhari Jamhari Jumiyanti Jumiyanti Junisa Amaliaz Kurnia Rahmadani Laila Aziz Lisa Fatmala Lita Afrisia Lulu Endar Wati Luluk Nandya Maharani Luqman Nul Hakim M. Nurul Iman Mar'atur Rafiqah Maria Lusia Dewi Shinta D Maya Zunita Mega Sentya Saputri Meity Fitri Yani Merry Andani Mira Nurul Fitri Moch Johan Pratama Muhammad Novendra Nurdin Muswardi Rosra Nabilah Kartiyasa Utami Nadia Arissanti Wardhani Nadia Fitriani Asyari Nailul Fauziah Nanda Sekar Anggita Nelli Herlina Nelly Oktaviyani Niluh Titisari Karuna Putri Noer Safitri Norma Indah Pratiwi Noviyanti Noviyanti Nurhalimah Nurhalimah Nurjanah Nurjanah Nurman Musa Octaria Nawala Oktariana, Yohana Putria Maharani Putriana Putriana Qomarul Hasanah Ranni Rahmayanthi Ratih Novita Sari Ratna Widiastuti Refiyana Refiyana Renny Desugiharti Rian Affandi Rika Yuniarti Rina Intan Sari Rini Larassati Risa Rahayu Riska Apriyanti Risni Anjani Ritalia Elistantia Rosy Nur Afnida Sefti Firna Sari Shinta Mayasari Sifha NI Najmah Sintia Handayani Sisca Marya Susanti Siska Liana Siska Wiyasa Oktora Solly Aryza SRI LESTARI Suci Martini Syaifuddin Latif Syarifuddin Dahlan Tamara Boy Tita Adelia Putri Titis Dea Puri Tri Maulita Tri Sutisna Try Widya Gustari Dewi Tubagus Chandra Umi Salamah Uthairat Na- Nakorn Veni Purnamasari Vetriana Kusuma Ramadani Wahyu Riyanto Wansuk Senanan Wika Christian Pasaribu Winarni Dwi Astuti Wiwit Wiarti Wulan Sumiar Yayu Zuliantini Yolanda Oktaviani Yondariwati Yondariwati Yuli Novita Sari Yulia Malida Sari Yulia Safitri Yuyun Lestari