Articles
Penggunaan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Percaya Diri dalam Belajar Siswa
Hani Maria Ulfa;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 4 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (739.789 KB)
The research’s problem was to find out whether there was an improvement of students’ self-confidence in classroom activity by using group counseling technique. Single experimental was used as the method of this research. The subject of this research were 5 students. The data were obtained by using students’ self-confidence in classroom activity scale. The Wilcoxon Test was used in this research to calculate the data. Based on the result of wilcoxon, it could be seen that z-value = 2.201 and z-table = 0.043. It showed that z-value = 2.201 z-table = 0.043, it meant that Ho was rejected and Ha was accepted. This indicates that there was an improvement of students’ self-confidence in classroom activity after determining the treatment by using group counseling technique at the eleventh grade of SMAN 1 Raman Utara.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah percaya diri dalam belajar dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket percaya diri dalam belajar. Hasil analisis data menggunakan uji wilcoson diperoleh = -2,201 dan = 0,043. Oleh karena =-2,201 ≤ = 0,043, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diketahui terdapat peningkatan percaya diri dalam belajar pada siswa kelas XI SMAN Raman Utara setelah diberikan layanan konseling kelompok. Kata kunci: percaya diri, siswa,konseling kelompok
Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas X
Risa Rahayu;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.664 KB)
The Problems in this study was the low achievement of students. The purpose of this reasearch was to know the correlation between self-regulation with student achievement. Data analysis used product moment correlation. The sample were as many as 64 students class X SMA Negeri 1 Seputih Raman in academic year 2016/2017. The data collecting technique used the self-regulation scale and documentation of learning achievement taken from the value report. The result of this reasearch was there was significant relationship between self-regulation to student achievement with index ? = 0,000 ? = 0,05; Then Ho was rejected and Ha accepted with the value of correlation coefficient rcount 0,843 rtable 0,2423. The Conclusion of the study was there correlation significant between self regulation with the learning achievement students X SMA Negeri 1 Seputih Raman in academic year 2016/2017.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan prestasi belajar siswa. Metode penelitian adalah korelasi product moment. Sampel penelitian sebanyak 64 siswa kelas X SMA Negeri 1 Seputih Raman Tahun Ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri dan dokumentasi prestasi belajar yang diambil dari nilai raport. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara regulasi diri dengan prestasi belajar siswa yang signifikan dengan indeks ? = 0,000 ? = 0,05; maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan nilai koefisien korelasi rhitung0,843 rtabel 0,2423. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara regulasi diri dengan prestasi belajar pada siswa kelas x SMA Negeri 1 Seputih Raman Tahun Ajaran 2016/2017.Kata kunci:hubungan, regulasi diri, prestasi belajar
Hubungan Antara Self Control Dengan Perilaku Agresif Pada Siswa Kelas XI IPS
Vetriana Kusuma Ramadani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (850.958 KB)
The problem in this study was students’ aggressive behavior . This study aimed to determine the relationship between self-control and aggressive behavior of XI grade students of SMA Negeri 6 Metro in academic year 2018/2019. Research method used in this study was quantitative research . The populationsof this research were 250 students and the samples were 64 students taken by simple purposive sampling technique. The data were collected from self-control scale and aggressive behavior scale. The data were analyzed using Product Moment Correlation. The results showed that there was a negative and significant relationship between self-control and aggressive behavior with a correlation coefficient of r count = -0,696 r table = -0.246 and significance level of 0.05; therefore, Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this study was there was a negative meant significant relationship between self-control and students' aggressive behavior which means the higher self-control, the lower the aggressive behavior.Permasalahan dalam penelitian ini adalah perilaku agresif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self control dengan perilaku agresif pada siswa kelas XI SMA Negeri 6 Metro tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 250 siswa dan sampel penelitian berjumlah 64 siswa diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self control dan skala perilaku agresif. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara self control dengan perilaku agresif dengan nilai korelasi rhitung= -0,696 rtabel=-0,246 taraf signifikasi 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self control dengan perilaku agresivitas siswa. Artinya semakin tinggi self control yang dimiliki siswa maka akan semakin rendah perilaku agresif yang dilakukan.Kata kunci: agresivitas, bimbingan dan konseling, self control
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF PADA SISWA
Yulia Malida Sari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.783 KB)
The purpose of this this study to determine the reduction of aggressiveness by using counselling group. The method of this research is quasi experimental method teqhnique of one-group pretest-posttest design. Subject of this research are 6 aggressive students of grade VIII. The technique in gained the data of this research is by using observation handbook. The result of this research showed that the aggressiveness of student can reduce by using counselling group service, it showed from the data analysis that use wilcoxon test, from the result of pretest and posttest gained tarithmathic=-2,226 ttable= 0 so, Ho is rejected and Ha is received, it means that the aggressiveness of student can minimize by using counselling group service. Conclusion of this research is aggressiveness can reduce by using counselling group service of the students grade VIII SMPN 3 Sukadana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengurangan perilaku agresif dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak 6 siswa kelas VIII yang memiliki perilaku agresif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan pedoman observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku agresif dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Ζhitung = -2.226 Ζtabel = 0 maka, Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya perilaku agresif siswa dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku agresif dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas VIII SMP N 3 Sukadana. Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, perilaku agresif siswa
Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua Dengan Kecenderungan Bullying Siswa
Hestina Hestina;
Yusmansyah Yusmansyah;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 6 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.576 KB)
The purpose of this study was to determine the relationship between parenting style with the tendency of students bullying. The problem found in this research was the tendency of bullying. The research method was using a description correlation.The samples of this research were 125 students in grade VIII, SMP Negeri 8 Bandar Lampung. The data collection used in this research were parenting style questionnaires and the tendency of bullying. The data analysis techniques used in this research was the correlation of product moment. The results showed 1) there was a close and significant relationship between parenting style with the tendency of bullying with n = 61 obtained Rhit 0.274 Rtab 0.248,2) there was no significant relationship between parenting style with n = 32 obtained Rhit 0.046 Rtab 0.286,3) there was no significant relationship between permissive parenting style with the tendency of bullying with n = 30 obtained Rhit 0.132 Rtab 0.296.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecenderungan bullying pada siswa. Masalah pada penelitian ini adalah kecenderungan bullying. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desriptif korelasi. Sampel penelitian sebanyak 125 siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pola asuh orang tua dan kecenderungan bullying. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada hubungan yang erat dan signifikan antara pola asuh orang tua otoriter dengan kecenderungan bullying dengan n= 61 diperoleh Rhit 0,274 Rtab 0,248, 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua demokratis dengan n= 32 diperoleh Rhit 0,046 Rtab 0,286, 3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua permisif dengan kecenderungan bullying dengan n= 30 diperoleh Rhit 0,132 Rtab0,296.Kata kunci: bimbingan konseling, kecenderungan bullying, pola asuh orang tua
Peningkatan Self Regulation Dalam Belajar Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi
Dinny Suryani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.033 KB)
The problem this research was students who had low self regulation. The research aimed to know the increase self regulation in learning by using discussion technique counseling group service for tenth grade students of SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung academic year 2019/2020. The method the research applied a pre-experimental with one group pretest and posttest design. The total research subjects was ten students from X IPS 2. Data collection technique used a self regulation scale in learning. The data analysis used Wilcoxon test. It indicated there was an increase of self regulation in learning. Based on the pretest and the posttest result self regulation, it showed that Zscore = -2.805 Ztabel = 1.645, so Ho was rejected and Ha was accepted. It could be concluded the self regulation could be improved by using discussion techinque of counseling group service for tenth grade students of SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung academic year 2019/2020.Permasalahan dalam penelitian adalah self regulation siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan self regulation dalam belajar menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada siswa kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pretest and posttest design. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas X IPS 2. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self regulation dalam belajar. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, penelitian menunjukkan terjadi peningkatan self regulation dalam belajar siswa berdasarkan hasil pretest dan posttest self regulation dalam belajar diperoleh bahwa Zhitung = -2,805 Ztabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah self regulation dalam belajar dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada siswa kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2019/2020.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan dan konseling diskusi kelompok, self regulation dalam belajar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Annisa Afiananda Rizqi;
Yusmansyah Yusmansyah;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.651 KB)
The purpose of this research was to find out the factors that influence students learning motivation. The problem of this research was students low motivation of learning. The method of this research was qualitative descriptive. The subject of this research was three students of VIII grade of SMPN 4 Natarwho have low motivation of learning. The technique of data collection used observation and interview. The data analysis used coding. The result of this research showed that the factors that influence students learning motivation were the factors of family and school environment.The factors of family were the parenting, the relation between relative, houses situation, the economy of family and the backgroundof family culture. The factors of school were the relation between teacher and students, the relation between friends, and the school facility.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian sebanyak tiga siswa kelas VIII SMPN 4 Natar yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah faktor keluarga dan faktor sekolah. Faktor keluarga meliputi pola asuh keluarga, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, ekonomi keluarga dan latar belakang budaya keluarga. Faktor sekolah meliputi hubungan antara guru dan siswa, hubungan dengan teman sekolah serta fasilitas belajar di sekolah.Kata kunci: bimbingan konseling, konseling individu, motivasi belajar
PENINGKATAN DISIPLIN SISWA MENGGUNAKAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIOR SISWA SMP KELAS VIII
F. Ivana Yudiastri;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.216 KB)
The purpose of this study was to increase the students discipline at school by using group counseling service. This research was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest design. The research subjects were 10 students who have an undiscipline behavior. The data were collected by using observation method. The result of data analysis by using the Wilcoxon test, the results of pretest and posttest, the students is an discipline in schools showed that t count = -2,831 t table = 1,645, it means that Ha was acceptable and there improvement of students discipline after being participated in group counseling using behavior approach. It means that the students discipline at school can be improved using group counseling services with behavior approach.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan disiplin siswa di sekolah dengan cara menggunakan layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki perilaku tidak disiplin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posstest kedisiplinan siswa di sekolah menunjukkan bahwa t hitung = -2,831 t tabel = 1,645, maka Ha diterima artinya terjadi peningkatan perilaku disiplin setelah mengikuti layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior. Artinya disiplin siswa di sekolah dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior.Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, disiplin
Analisis Tingkat Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan MIPA
Titis Dea Puri;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 4 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (714.417 KB)
The problem of this research was employability. The aim of this research was to investigate the level of the students' employability at the final-year of math and science education, teacher training, and education faculty, university of lampung. The quantitative descriptive method was used in this research. The population of this research were the final-year students of math and science education which consisted of 454 students, and the sample were 115 students which were selected by using the simple random sampling. The employability questionnaire was used as the instrument. The result indicated that the employability at the final-year students of math and science education was high with 90,4 %. There was a element of the employability was still poor in the final-year students of math and science education, that was self control. It could be concluded that the employability of the final-year students of math and science education, teacher training, and education faculty in university of lampung was high.Masalah dalam penelitian ini adalah Kesiapan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir dijurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FKIP Unila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 454 mahasiswa dan sampel penelitian sebanyak 115 mahasiswa, Sampel ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kesiapan kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesiapan kerja mahasiswa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FKIP Unila dapat diketegorikan tinggi yaitu (90,4)%. Terdapat unsur keterampilan kesiapan kerja (soft skills) pada mahasiswa tingkat akhir yang rendah yaitu unsur pengendalian diri (self control). Dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir dijurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FKIP Unila adalah tinggi.Kata kunci: kesiapan kerja, keterampilan kerja, mahasiswa
PENINGKATAN KONSEP DIRI POSITIF SISWA DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Winarni Dwi Astuti;
Yusmansyah Yusmansyah;
Syaifuddin Latif
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.425 KB)
The problem of this research was the positive self concept of students. The aim of this research was to identify if the use of group guidance service could optimize the positive self concept of students. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. Technique in gaining the data was by using self concept scale. The result showed that there is a significant improvement the positive self concept of students score before and after using group guidance services that showed the calculation result of wilcoxon test obtained zoutput = - 2,803 and ztabel = 1, 645, then Ha is accepted and H0 is rejected.Masalah penelitian ini adalah perilaku konsep diri positif siswa. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengggunaan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan konsep diri positif siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah skala konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan konsep diri positif siswa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok yang ditunjukkan hasil perhitungan uji wilcoxon zoutput=-2,803 dan ztable= 1,645,maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata kunci: bimbingan kelompok, konsep diri positif, bimbingan dan konseling