Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KONSEP DIRI POSITIF DENGAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK Nurhalimah Nurhalimah; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.51 KB)

Abstract

The aim of this study was to determine the increasing of positive self-concept of students with group counseling services. The problem of this research was the low positive self-concept of students. The method used was Quasi experimental one group pretest-posttest method, stastiscally analyzed by the non-parametric Wilcoxon test. The subjects were ten students who have low positive self-concept. The results showed that students positive self-concept can be enhanced with counseling services group, it was proved from the results of the data analysis of pretest and posttest which obtained z output = -2.803 z table = 1.645. Because z output z table, then Ho was ignored and Ha was accepted. It means that there was significant increases between positive self-concept of students before and after being given group counseling services.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan konsep diri positif siswa dengan layanan konseling kelompok. Masalah penelitian ini adalah konsep diri positif siswa yang rendah Metode yang digunakan adalah metode Quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian ini sepuluh orang siswa yang memiliki konsep diri positif yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri positif siswa dapat ditingkatkan dengan layanan konseling kelompok, terbukti dari hasil analisis data pretest dan posttest diperoleh z hitung = -2,803 dan z tabel = 1,645. Karena z hitung z tabel,maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara konsep diri positif siswa sebelum dan setelah diberikan layanan konseling kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, konsep diri positif
Peningkatan Personal Growth Melalui Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Tema Gaya Komunikasi Aini Berliani; Yusmansyah Yusmansyah; Moch Johan Pratama
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.943 KB)

Abstract

The purpose of the research was to know increasement of personal growth through group guidance discussion technique theme of communication style. The method used in this study was quasi-experimental design of non equivalent control group design. The research subjects used an experimental group of 10 people and a control group of 10 people. Data collection techniques used a personal growth scale. The results showed that personal growth new college students could be improved through group guidance discussion technique theme of communication style, this was shown through the Mann Whitney Test results. The results of the statistical analysis showed that the value (Sig) was 0.000 0.05, so the conclusion is that personal growth can be increased using the group guidance discussion technique theme of communication style on New College Students Guidance and Counseling FKIP Lampung University 2018. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan personal growth melalui bimbingan kelompok teknik diskusi tema gaya komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi exsperiment desain non equivalent control group design. Subjek penelitian menggunakan kelompok eksperimen sebanyak 10 orang dan kelompok kontrol sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan skala personal growth. Hasil penelitian menunjukan bahwa personal growth mahasiswa baru dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok teknik diskusi tema gaya komunikasi, hal ini ditunjukkan melalui hasil Uji Mann Whitney. Hasil analisis statistik menunjukan nilai (Sig) 0,000 0,05, jadi kesimpulannya adalah personal growth dapat ditingkatkan menggunakan bimbingan kelompok teknik diskusi tema gaya komunikasi pada mahasiswa baru Bimbingan Konseling FKIP Universitas Lampung 2018. Kata kunci: bimbingan kelompok, gaya komunikasi, pertumbuhan pribadi
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK Nelly Oktaviyani; Yusmansyah Yusmansyah; Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.657 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determined the increasing students' social interaction with peers through group counseling services. The method was used in this study is quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects of this study were six students class VIII who have the low of social interaction with peers. Data collection techniques in this study used sociometry and observation social interaction of students with peers. Results of this study indicate that there was an increase in students' social interaction with peers through group counseling services. This is indicated by an increase in students' social interactions with peers in six eighth grade students. The conclusion of this study is that there was an increase in students' social interaction with peers through group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak enam siswa kelas VIII yang memiliki interaksi sosial rendah dengan teman sebaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Sosiometri dan Observasi interaksi sosial siswa dengan teman sebaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  terdapat peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya pada enam siswa kelas VIII. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, interaksi sosial, konseling kelompok.
Penggunaan Layanan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Astrid Diah Amili Putri; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.478 KB)

Abstract

The problem in this research was the low of students’ learing motivation. The purpose of this study was to improve the students’ motivation of grade VII students in Xaverius Junior High School 4 Bandar Lampung. The method used in this research was quasi experimental design. There are 8 students as the subject of this research from class VII C who had low learning motivation. Data collection technique used the scale of motivation to learn. Data analysis used Wilcoxon test. The result of this reaserch indicated that there was an increase in learning motivation by using group counseling services. This could be seen from the result of pretest and posttest obtained Zcount = -2.226 and Ztable = 1.645. Then, Zcount: -2.226 ≤ Ztable: 1.645 from the hypotesis, Ho was rejected while Ha was accepted. the conclusion in this study was by using group counseling services.Masalah dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan layanan konseling kelompok kelas VII di SMP Xaverius 4 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design. Subjek penelitian ini sebanyak 8 siswa dari kelas VII C yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pe-ngumpulan data dengan menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil yang diperoleh Zhitung=-2,226 dan Ztabel= 1,645, maka Zhitung: -2,226 ≤ Ztabel: 1,645 Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Motivasi Belajar Siswa dapat ditingkatkan dengan Menggunakan Layanan Konseling Kelompok.Kata kunci: motivasi belajar, konseling kelompok, siswa
Peningkatan Personal Growth melalui Bimbingan Kelompok Karier Teknik Diskusi Tema Tipe Kepribadian Aditha Brenda Semedi; Yusmansyah Yusmansyah; Moch Johan Pratama
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.514 KB)

Abstract

Problem in this study was the low of personal growth. Research objectives is to improve  personal growth of new students in Guidance and Counseling FKIP Universitas Lampung. Design used in this study is a non-equivalent control group design. Research subjects were 20 people divided into two groups namely control group and experimental group. Research sample was obtained by voluntary sampling. Data collection techniques used was personal growth scale. The results of data analysis using the Mann Withney test obtained values (sig.) 0,000 0,005 so that it can be concluded, career group guidance discussion techniques with the theme of personality types can increase the personal growth of new students Guidance and Counseling FKIP Universitas Lampung.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya personal growth. Tujuan penelitian meningkatkan personal growth pada mahasiswa baru Bimbingan Konseling FKIP Universitas Lampung. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-equivalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 20 orang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sampel penelitian di peroleh dengan cara voluntary sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala personal growth. Hasil analisis data menggunakan uji Mann Withney testdiperoleh nilai(sig.) 0,000 0,005 dapat di simpulkan, bimbingan kelompok karier teknik diskusi dengan tema tipe kepribadian dapat meningkatkan personal growth mahasiswa baru Bimbingan Konseling FKIP Universitas Lampung. Kata kunci: personal growth, bimbingan kelompok, tipe kepribadian
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Belajar Siswa Eka Rahma Ayu; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 6 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.355 KB)

Abstract

The problem of this study was the low student learning independence. The purpose of this study was to determined the correlation of parenting patterns to the student learning independence. Population amounted to 278 students and research samples as many as 143 students determined by simple random sampling technique. Data collection technique used parenting patterns scale and learning independence scale. Data analysis using product moment correlation show there was a significant correlation between parenting patterns with student learning independence shown by the index of correlation rhitung = 0,185 rtabel = 0,163, p = 0,27 p = 0,05. The conclusion of this research were there was a positive correlation and significant between parenting pattern with student learning independence class X MAN 2 Bandar Lampung academic year 2017/2018Masalah penelitian ini adalah rendahnya kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kemandirian belajar. Populasi berjumlah 278 siswa dan sampel penelitian sebanyak 143 orang siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pola asuh orang tua dan skala kemandirian belajar. Analisis data menggunakan korelasi product moment menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian belajar siswa yang ditunjukkan dengan indeks korelasi sebesar rhitung = 0,185 rtabel = 0,163, p = 0,27 p = 0,05. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian belajar pada siswa kelas X MAN 2 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018Kata kunci:hubungan,pola asuh orang tua, kemandirian belajar
Penggunaan Konseling Kelompok Teknik Assertive training Untuk Meningkatkan Regulasi Diri Dalam Belajar Anselmus Alan Primavera; Yusmansyah Yusmansyah; Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is low self-regulation in student learning. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of counseling services in the assertive training group in improving self-regulation in learning. This research method is quasi-experimental with pretest and posttest design. The research subjects were 10 students who had low self-regulation in learning. Data collection techniques use a self-regulation scale in learning. Data analysis using the Wilcoxon Matched Pairs Test. The results showed that the assertive training group counseling services could improve self-regulation in learning. This is in accordance with the results of the analysis obtained by zcount = -2.805 ztable = 1,645 so Ho is rejected and Ha is accepted. This means that the assertive training group counseling can be used to improve self-regulation in learning for class XI students of 15 Bandar Lampung Public High School 2018/2019.Masalah dalam penelitian ini adalah regulasi diri dalam belajar siswa yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan layanan konseling kelompok assertive training dalam meningkatkan regulasi diri dalam belajar. Metode penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pretest and posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki regulasi diri dalam belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri dalam belajar. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok assertive training dapat meningkatkan regulasi diri dalam belajar. Hal ini sesuai hasil analisis yang diperoleh zhitung = -2.805 ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya konseling kelompok assertive training dapat digunakan untuk meningkatkan regulasi diri dalam belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019. Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling kelompok, assertive training, regulasi diri
Variasi DNA Mitokhondria dari Ikan kakap Putih Budidaya dan Dari Tangkapan Liar Di Thailand Yusmansyah Yusmansyah; Wansuk Senanan; Uthairat Na- Nakorn
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v1i1.843

Abstract

Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch) adalah salah satu ikan ekonomis penting yang benihnya dapat diproduksi Thailand. Data genetik merupakan salah satu aspek penting dalam mengatur pemijahan induk untuk pemuliaan, namun hingga saat ini informasi terkait keragaman genetiknya masih minim. Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaman dan perbedaan genetik kakap putih pada tiga populasi hatchery dan dua populasi alam di Thailand dengan menggunakan metode gabungan antara Restriction Fragment Length Polymorphisms dan Polymerase Chain Reaction (PCR-RFLP) pada D-loop control region di DNA mitokondria. Ditemukan tujuh potongan endonuklease dari 268 sampel yang diamati. Populasi alami Chantaburi (CH) memiliki keragaman haplotipe dan nukleotida tertinggi (h = 0.6626, π = 0.0554) dibandingkan populasi lainnya: tiga populasi hatcheri yaitu Rayong (RA), Chonburi (CB) dan Nakhon Si Thammarat (NK) ) (h berkisar antara 0.2709 – 0.3227; π berkisar antara 0.0195 – 0.386) dan populasi alam Nakhon Si Thammarat (PN) (h = 0.172, π = 0.0091). Mismatch distribution analysis mengungkap kejadian bottleneck pada beberapa generasi sebelumnya di populasi alam PN dan seluruh populasi hatcheri. Analysis of Molecular Variance (AMOVA) menunjukkan 88.95% keragaman disebabkan perbedaan dalam populasi dan 11.05 % disebabkan perbedaan antar populasi. Perbedaan genetik yang signifikan terdapat pada perbedaan antar populasi alam (ΦST = 0.239, P<0.001), namun perbedaan antar populasi hatchery tidak signifikan, menunjukkan terjadi pencampuran genetik sekerabat antar satu dengan hatcheri lainnya. Hal ini karena minimnya masukkan indukan baru dari alam. Kedua hal tersebut dapat menurunkan keragaman dan perbedaan genetik pada setiap populasi hatchery dan antar populasi hatchery. Data awal penelitian ini dapat digunakan untu
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aan Purwanto Ade Ratna Mutiara Aditha Brenda Semedi Agustina Ari Setianingrum Aini Berliani Alriza Rahayu Rahmawati Alvin Alessandro Amilia Ratih Dewanti Andriyanto, Redi Eka Annisa Afiananda Rizqi Anselmus Alan Primavera Archi Pratiwi Rahmawati Ardana Dila Iswari Ari Sofia Asep Lukman Efendi Astrid Diah Amili Putri Ayu Wijayanti Cempaka Puri Citra Abriani Maharani Defiana Defiana Desfi Dian Mustika Desi Ardianti Desyana Putri Amalia Diah Utami Diah Utaminingsih Dian Ayu Lestari Dian Permata Sari HSB Dinny Suryani Dwi Agustina Damayanti Eka Rahma Ayu Erliani Pratiwi Erminia Adestyani F. Ivana Yudiastri Fatwa Mustika Adji Fitri Pradita Pertiwi Fitriani Fitriani Giyono Giyono Hani Maria Ulfa Hany Septia Hestina Hestina Ibrahim, Yulianton Ashzar Ida Santika Intan Syafitri Irfan Prima Aldi Irsan Dewangga Jamhari Jamhari Jumiyanti Jumiyanti Junisa Amaliaz Kurnia Rahmadani Laila Aziz Lisa Fatmala Lita Afrisia Lulu Endar Wati Luluk Nandya Maharani Luqman Nul Hakim M. Nurul Iman Mar&#039;atur Rafiqah Maria Lusia Dewi Shinta D Maya Zunita Mega Sentya Saputri Meity Fitri Yani Merry Andani Mira Nurul Fitri Moch Johan Pratama Muhammad Novendra Nurdin Muswardi Rosra Nabilah Kartiyasa Utami Nadia Arissanti Wardhani Nadia Fitriani Asyari Nailul Fauziah Nanda Sekar Anggita Nelli Herlina Nelly Oktaviyani Niluh Titisari Karuna Putri Noer Safitri Norma Indah Pratiwi Noviyanti Noviyanti Nurhalimah Nurhalimah Nurjanah Nurjanah Nurman Musa Octaria Nawala Oktariana, Yohana Putria Maharani Putriana Putriana Qomarul Hasanah Ranni Rahmayanthi Ratih Novita Sari Ratna Widiastuti Refiyana Refiyana Renny Desugiharti Rian Affandi Rika Yuniarti Rina Intan Sari Rini Larassati Risa Rahayu Riska Apriyanti Risni Anjani Ritalia Elistantia Rosy Nur Afnida Sefti Firna Sari Shinta Mayasari Sifha NI Najmah Sintia Handayani Sisca Marya Susanti Siska Liana Siska Wiyasa Oktora Solly Aryza SRI LESTARI Suci Martini Syaifuddin Latif Syarifuddin Dahlan Tamara Boy Tita Adelia Putri Titis Dea Puri Tri Maulita Tri Sutisna Try Widya Gustari Dewi Tubagus Chandra Umi Salamah Uthairat Na- Nakorn Veni Purnamasari Vetriana Kusuma Ramadani Wahyu Riyanto Wansuk Senanan Wika Christian Pasaribu Winarni Dwi Astuti Wiwit Wiarti Wulan Sumiar Yayu Zuliantini Yolanda Oktaviani Yondariwati Yondariwati Yuli Novita Sari Yulia Malida Sari Yulia Safitri Yuyun Lestari