Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study

Komunikasi Lintas Etnis di Pulau Weh-Sabang Muda, Indra
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.859 KB)

Abstract

Kota Sabang merupakan salah satu daerah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dengan struktur penduduk yang variatif. Meskipun demikian, konflik antar etnis sepanjang sejarah Kota Sabang tidak pernah terjadi. Ketika terjadi konflik Aceh tahun 1998 memaksa etnis non Aceh eksodus ke luar Aceh, sementara di Kota Sabang tidak demikian. Warganya tetap dapat hidup saling berdampingan diantara etnis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang mendorong terciptanya kerukunan hidup antaraetnis di Kota Sabang. Data penelitian ini diperoleh dari observasi dan wawancara dengan beberapa warga kota Sabang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendorong terciptanya kerukunan antaretnis di Kota Sabang adalah karena masyarakat memiliki kekompakan serta saling mengenal satu dengan yang lain. Hal ini juga didorong masa lalu kota Sabang yang pernah memiliki status sebagai pelabuhan bebas, sehingga masyarakat sudah terbiasa berinteraksi dengan etnis berbeda.  
Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Gayo dengan Etnis Jawa Hasibuan, Effiati Juliana; Muda, Indra
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1456

Abstract

Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi atau kelompok dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para pesertanya.  Adanya perbedaan latar belakang budaya seringkali mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam memaknai suatu peristiwa maupun dalam menanggapi isi pesan. Namun perbedaan itu tidak berarti ketika etnis Jawa menunjukkan sikap yang menghargai dan menghormati etnis Gayo demikianpun sebaliknya. Mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis serta saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karakter etnis Jawa sebagai etnis pendatang yang cenderung rendah hati, nrimo ,sopan santun dalam pergaulan, gemar bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat menjadi  daya tarik yang menimbulkan rasa aman dan penerimaan dari etnis Gayo sebagai penduduk setempat. Meskipun dalam beberapa hal kedua etnis tetap mempertahankan adat budayanya masing masing, namun hal tersebut tidak sampai menimbulkan perasaan etnosentrime yang menganggap budaya dan etnis lain lebih rendah dari budayanya. Sesungguhnya perbedaan antar etnis di Indonesia justru menjadi kekayaan budaya yang senantiasa perlu ditelaah dan dikelola kunci pemersatunya agar keharmonisan antar etnis senantiasa terjaga dan terpelihara.
Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Gayo dengan Etnis Jawa Effiati Juliana Hasibuan; Indra Muda
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1456

Abstract

Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi atau kelompok dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para pesertanya.  Adanya perbedaan latar belakang budaya seringkali mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam memaknai suatu peristiwa maupun dalam menanggapi isi pesan. Namun perbedaan itu tidak berarti ketika etnis Jawa menunjukkan sikap yang menghargai dan menghormati etnis Gayo demikianpun sebaliknya. Mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis serta saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karakter etnis Jawa sebagai etnis pendatang yang cenderung rendah hati, nrimo ,sopan santun dalam pergaulan, gemar bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat menjadi  daya tarik yang menimbulkan rasa aman dan penerimaan dari etnis Gayo sebagai penduduk setempat. Meskipun dalam beberapa hal kedua etnis tetap mempertahankan adat budayanya masing masing, namun hal tersebut tidak sampai menimbulkan perasaan etnosentrime yang menganggap budaya dan etnis lain lebih rendah dari budayanya. Sesungguhnya perbedaan antar etnis di Indonesia justru menjadi kekayaan budaya yang senantiasa perlu ditelaah dan dikelola kunci pemersatunya agar keharmonisan antar etnis senantiasa terjaga dan terpelihara.
Komunikasi Lintas Etnis di Pulau Weh-Sabang Indra Muda
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.201

Abstract

Kota Sabang merupakan salah satu daerah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dengan struktur penduduk yang variatif. Meskipun demikian, konflik antar etnis sepanjang sejarah Kota Sabang tidak pernah terjadi. Ketika terjadi konflik Aceh tahun 1998 memaksa etnis non Aceh eksodus ke luar Aceh, sementara di Kota Sabang tidak demikian. Warganya tetap dapat hidup saling berdampingan diantara etnis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang mendorong terciptanya kerukunan hidup antaraetnis di Kota Sabang. Data penelitian ini diperoleh dari observasi dan wawancara dengan beberapa warga kota Sabang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendorong terciptanya kerukunan antaretnis di Kota Sabang adalah karena masyarakat memiliki kekompakan serta saling mengenal satu dengan yang lain. Hal ini juga didorong masa lalu kota Sabang yang pernah memiliki status sebagai pelabuhan bebas, sehingga masyarakat sudah terbiasa berinteraksi dengan etnis berbeda.  
Co-Authors ', Munjiatun Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Kadir Abiyyu, Muhammad Faris Abid Adrial Falahi Agung Suharyanto Aini, Qurratun Anggi Funga Nauli Anwar, Aslihal Armansyah Matondang Armansyah Matondang Aulia, Rezki Ayu Lestari Bahrum Jamil Barus, Rehia K. Isabella Batubara, Baby Mashito Bebby Masitho Batubara Beby Masitho Batubara Beby Masitho Batubara Beltahmamero Simamora Br Tambunan, Emi Ningsi Bukit, Niarita Bukit, Niarita Dahlan, Harris R. Damanik, Maharani Iviola adithia Dedi Kurniawan Dedi Sahputra Deliana, Marlina Dian Novita Sari Dinda Emilia Effiati Juliana Hasibuan Evi Yunita Kurniaty Fathin Abdullah Gea, Seventinus Gustami Harahap Hadawiya, Rafi’atul Hairida Wati Hartati, Diah Vitaloka Heri Kusmanto, Heri Hery Syahrial Hutauruk, Icha Novita Irin Hanafiah Siregar Irwan Nasution Julianto Hutasuhut Kadir, Abdul Laia, Swaspril Yohana Laju, I Kadek Larasati Larasati Larasati, Larasati Lastrida Simbolon Lubis, Nurul Afifah Lubis, Tukimin Mahmud Alpusari Marasakti Siregar Masita Devi Matondang, Armansyah Mela Dwi Valensia Elvira Melita Sembiring, Shirley Milan Alfianni Zega Muhammad Husni Thamrin Nasution Muhathir, Muhathir Nanang Tomi Sitorus Nasution, Irwan Nina Angelia Nina Angelia Nova Ratna Sikin Rambe Nurmala, Eka Nurul Jannah Okdamaiyanti, Yiska Purba, Agung R., Sulastriani Rehia K.I Barus, Rehia K.I Reza Rejeki Reza Rejeki Riri Novalina Peronica Ririn Syafitri Rosmala Dewi Rosmala Dewi Rosmala Dewi Rudiya, Hadi Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Sabaruddin Saputra, M. Fernanda Shirley Melita Sembiring Meliala Siddik, Ega Simbolon, Lastrida Sinatra, Franciscus Tuah Xaverius Siregar, Irin Hanafiah Siregar, Marasakti Siregar, Muhammad Sapril Siregar, Syahminan sultan Syafitri, Ririn Syafruddin Ritonga Syahminan Siregar Syaputra, M. Taufik Wal Hidayat Walid Mustafa Walid Musthafa S Waridah Pulungan Waridah Pulungan Waridah Waridah Windy Zulianda Wiranto, Agus Yadi, Muhammad Hafif Yurial Arief Lubis Zega, Milan Alfianni