Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Program Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik pada Lansia di Kelurahan Grendeng, Kabupaten Banyumas Afifah, Afifah; Hestiyani, Rani Afifah Nur; Ati, Viva Ratih Bening; Mardihusodo, Hajid Rahmadianto; Wisesa, Sindhu; Nafiisah, Nafiisah; Fadhilah, Synta Haqqul; Munfiah, Siti; Wahyudin, Wahyudin
Jurnal Serambi Abdimas Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Serambi Abdimas
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/sa.v5i1.11079

Abstract

Penyakit ginjal kronik masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada lansia di dunia termasuk Indonesia. Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyebab terbanyak penyakit ginjal kronis di Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan dan melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit ginjal kronis pada lansia. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan pemeriksaan tekanan darah serta kadar glukosa darah. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah kegiatan dan diketahui sebanyak 34% peserta mengalami hipertensi serta 11% mengalami hiperglikemia dari sebanyak 102 peserta. Secara keseluruhan, pengabdian ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan terdeteksi faktor risiko utama penyakit ginjal kronis.
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan, Praktik Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Kelurahan Purwokerto Lor Wibowo, Yudhi; Roestijawati, Nendyah; Mulyanto, Joko; Krisnansari, Diah; Munfiah, Siti; Rahman, Fadel; Aryadenta, Ivory Benaziria; Budiyanto, Budiyanto
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2023.1.1.9360

Abstract

Per tanggal 3 Oktober 2021, pandemi covid-19 telah menyebar ke 219 negara, tercatat 234.551.981 kasus dan 4.796.171 kematian. Di Indonesia tercatat 4.220.206 kasus dan 142.261 kematian. Di Jawa Tengah tercatat 482.353 kasus dan 32.050 kematian. Sedangkan menurut Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas, tercatat 34.474 kasus dan 1.920 kasus kematian. Kepatuhan memakai masker 91-100%, namun kepatuhan menjaga jarak hanya 61-75%. Di Kelurahan Purwokerto Lor, sejak pandemi covid-19, tercatat 442 kasus terkonfirmasi dan 19 kematian covid-19, sementara itu kepatuhan memakai masker dan manjaga jarak berstatus merah atau < 60%. Pengetahuan dan sikap masyarakat sangat mempengaruhi kepatuhan terhadap upaya pencegahan dan pengendalian covid-19. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahun dan praktik pencegahan dan penangulangan covid-19. Metode dengan penyuluhan, simulasi dan praktik menggunakan masker dan cuci tangan menggunakan hand sanitizer yang benar sesuai ketentuan. Hasil uji Friedman tidak didapatkan perbedaan rerata skor peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan, evaluasi 1 dan 2 (p=0,147). Untuk sikap tidak berbeda signifikan secara statistik sebelum penyuluhan dengan setelah penyuluhan, evaluasi 1 dan 2 (p=0,088) dengan uji Repeated Anova. Implikasinya bahwa penyuluhan tetap bermanfaat menginformasikan pengetahuan terkini tentang covid-19. Simpulan bahwa masyarakat perlu diberi informasi terkini dan role model disiplin protokol kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19 di Desa Sokaraja Tengah Munfiah, Siti; Wibowo, Yudhi; Dwi Laksana, Agung Saprasetya; Sari, Octavia Permata; Ning Widhi, Anriani Puspita Karunia
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2023.1.1.9394

Abstract

Meningkatnya kasus COVID-19 menyebabkan semakin banyak jumlah pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri. Kondisi demikian menyebabkan timbulan limbah infeksius dari rumah tangga semakin meningkat. Limbah infeksius apabila tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi media penyebaran virus COVID-19. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah infeksius rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan sosialisasi, pelatihan pembuatan disinfektan, pelatihan pengelolaan limbah infeksius rumah tangga dan penerapan teknologi tepat guna berupa sprayer disinfeksi dan alat pelindung diri bagi petugas pengelola sampah. Peserta pengabdian kepada masyarakat adalah satgas COVID-19, tokoh masyarakat, perangkat desa, PKK, karang taruna, kader kesehatan dan petugas pengelola limbah infeksius rumah tangga. Pengelolaan limbah infeksius rumah tangga berpedoman pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/2020 dan Nomor SE.3/MENLHK/PSLB.3/3/2021. Pengurangan timbulan sampah dapat dilakukan dengan menggunakan masker guna ulang dari bahan kain tiga lapis. Apabila menggunakan masker sekali pakai maka sebelum dibuang ke tempat sampah dilakukan disinfeksi dan merusak masker dengan cara dirobek atau digunting. Hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Peserta pengabdian kepada masyarakat diharapkan untuk menerapkan dan menyebarluaskan informasi kepada keluarga dan masyarakat luas.
Edukasi Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronis Pasien Diabetes Melitus di Klinik Pratama Rawat Jalan Sidabowa Munfiah, Siti; Wibowo, Yudhi; Krisnansari, Diah; Dwi Laksana, Agung Saprasetya
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.9980

Abstract

Prevalensi Penyakit Ginjal Kronis (PGK) setiap tahunnya semakin meningkat. Diabetes Melitus (DM) mempunyai risiko terhadap kejadian gagal ginjal kronik sebesar 4,1 kali. Kerusakan fungsi ginjal akibat DM dapat dicegah dengan cara edukasi tentang pola hidup sehat dan deteksi dini. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain pasien DM belum mengetahui pola hidup sehat dan cara deteksi dini kerusakan ginjal dengan menghitung GFR. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pola hidup sehat dan upaya deteksi dini PGK, serta meningkatkan keterampilan perhitungan GFR untuk mengetahui derajat fungsi ginjal. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan edukasi melalui penyuluhan tentang pola hidup sehat bagi pasien DM, pemberian materi dan leaflet tentang PGK serta pelatihan perhitungan GFR menggunakan aplikasi eGFR Calculators. Hasil evaluasi kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan setelah pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan. Peserta pengabdian kepada masyarakat diharapkan untuk menerapkan pola hidup sehat dan mempraktekkan keterampilan menghitung eGFR sehingga penurunan fungsi ginjal dapat dicegah.
Sosialisasi Peningkatan Ketahanan Kesehatan di Era Transisi Pandemi Ke Endemi Covid-19 Melalui Revitalisasi Posbindu “Mugi Waras” Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat Wibowo, Yudhi; Roestijawati, Nendyah; Mulyanto, Joko; Krisnansari, Diah; Munfiah, Siti; Saraswati, Metta
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10283

Abstract

Meskipun status telah menjadi endemik, namun covid-19 masih ada dan akan tetap menjadi risiko tinggi bagi masyarakat yang memiliki komorbid. Kelompok paling rentan adalah kelompok usia lanjut dan penderita penyakit komorbid seperti hipertensi, kanker, diabetes dan penyakit paru kronik yang merupakan penyakit tidak menular (PTM). Pandemi covid-19 telah menyebabkan 159.379 kematian dan 83% yang meninggal berusia >45 tahun dan komorbid per tanggal 21 November 2022. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor risiko secara mandiri dan berkesinambungan. Metode palaksanaan dengan penyuluhan dan dilakukan pre dan pos tes. Rerata usia peserta pengabdian adalah 42 tahun, 72,7% berjenis kelamin perempuan dan 63,6% merupakan kader. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,038 artinya terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara rerata skor pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dan menunjukkan nilai p = 0,004 artinya terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara rerata skor sikap sebelum dan setelah penyuluhan. Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan tentang program posbindu dan sikap positif untuk melakukan upaya pencegahan dengan deteksi dini.